
“Bibi Xianlin, kau membuatku begitu khawatir!” Xue Bingyue tersenyum cerah melihat Bai Xianlin terbang mendekatinya.
“Syukurlah, aku pikir Bibi Xianlin akan menjadi budak mereka...” Shi Surao meneteskan air matanya dan tertawa lirih karena merasa bahagia sekaligus terharu.
Bai Xianlin menarik telinga Shi Surao dan menggerutu, “Aku tidak akan menjadi budak siapapun! Ucapanmu barusan terdengar sangat menyebalkan!”
Shi Surao memegang tangan Bai Xianlin dan menepuknya, “Aku mengerti, aku mengerti. Maafkan aku, Bibi Xianlin.”
“Bibi Xianlin, bagaimana keadaan Kekaisaran Shi? Apa kau berniat meninggalkan kepala keluarga bangsawan Huang?” Xue Bingyue menatap Bai Xianlin dengan senyuman mengeledek.
Bai Xianlin menaikkan alisnya, “Hah? Yueyue, kau sudah mulai berani menggodaku. Siapa yang mengajarimu? Apakah gadis manja ini?” Bai Xianlin menatap sengit Shi Surao dan Xue Bingyue.
“Aku tidak mengajarinya apapun. Kami bahkan sering berdebat karena berbeda pendapat.” Shi Surao mengelak dan membalas tatapan sengit Bai Xianlin.
Xue Bingyue tertawa lirih, “Aku hanya bercanda. Bibi Xianlin ternyata orangnya sangat serius.”
“Aku hanya ingin menggoda kalian berdua. Sepertinya kalian melewati perjalanan yang hebat.” Bai Xianlin tersenyum dan memberi isyarat pada Xue Bingyue untuk segera bergegas melewati tanah tandus perbatasan.
____
Sebuah aura pekat menyebar dari tubuhnya dan api membara disekitarnya. Api yang perlahan menyelimuti tubuhnya itu membentuk naga dan seekor phoenix.
“Bagaimana, bocah? Kau memiliki potensi menjadi Raja Para Dewa. Dunia menganggap dirimu termasuk dalam Sembilan Kekacauan Surgawi yang menjadi malapetaka. Tetapi jika dirimu mampu membuatku tertarik padamu, aku dengan sukarela memberikan seluruh kekuatanku padamu.” Suara Raja Neraka menggema ditelinganya. Jing Yang duduk diatas batu dan menatap telapak tangannya.
“Raja Para Dewa? Aku tidak tertarik dengan itu. Aku akan memastikannya dengan mata kepalaku sendiri. Jika perkataanmu benar, maka aku harus mempertahankan kewarasanku agar tidak tenggelam dalam kegelapan.” Jing Yang menatap tajam telapak tangannya yang perlahan mengepal erat.
__ADS_1
Raja Neraka memang pernah menyinggung jika kelak Jing Yang akan menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Demi melindungi semua orang, Jing Yang menjadi seorang penguasa dan menanggung semua beban dan penderitaannya sendiran.
“Aku sudah mengatakannya padamu. Kau terlalu baik, bocah. Kau harus tahu, dunia ini tidak sebaik yang kau pikirkan.” Terdengar Raja Neraka tidak menyukai sifat Jing Yang.
“Aku selalu mengawasimu. Kau sangat mencintai sosok pemilik Tubuh Yin. Tetapi takdir berkata lain, kau terikat denganku dan sekarang kau telah terkena kutukanku. Cara untuk mematahkan kutukan itu hanya dengan merenggut kesucian pemilik Tubuh Roh Dewi.” Raja Neraka menjelaskan kepada Jing Yang jika dirinya tidak akan bisa membuat Xue Bingyue bahagia.
“Wanita bernama Ye Xiaoya juga terikat takdir denganmu. Sejak dilahirkan kau mungkin sudah seperti ini. Perjalanan panjangmu cepat atau lambat akan berakhir. Aku rasa diusiamu yang kedua puluh tahun, kau akan mati jika mengabaikan kutukanku ini.” Raja Neraka tertawa mengejek seolah-olah menertawakan takdir Jing Yang yang begitu menyedihkan.
“Jadi apa yang ingin kau lakukan?” Seingat Raja Neraka, seluruh manusia yang terkena kutukannya selalu melarikan diri dari takdir dan memilih mati.
Jing Yang memejamkan matanya dan tersenyum, “Pikiranku belum sampai kesana. Jika memang Senior Xiaoya kelak akan menjadi pendamping hidupku, aku akan menjaganya begitu juga dengan Yueyue. Aku masih terlalu kecil untuk berpikir kesana, aku sadar telah memberikan harapan pada beberapa perempuan dan kelak aku akan menjawab perasaan mereka. Sekarang aku hanya ingin memastikan ucapanmu itu, Raja Neraka....”
Jing Yang membuka matanya secara perlahan dan kembali berkata, “Katakan padaku Raja Neraka, apa kau bisa mengakhiri kutukan ini? Setidaknya cukup aku yang merasakannya.”
Jing Yang berdiri dan membunyikan lehernya. Suara tulang retak menggema diiringi aura berwarna merah pekat yang keluar dari tubuhnya.
Jing Yang telah menembus Pendekar Langit karena Tubuh Raja Neraka. Dalam Dimensi Neraka, Jing Yang merasa dirinya telah berlatih selama bertahun-tahun, walau yang sebenarnya dirinya hanya berlatih beberapa hari saja.
“Kau terlihat tidak peduli denganku, tetapi kenapa kau mewarisi Teknik Pedang Raja Neraka padaku?” Jing Yang penasaran dengan semua ucapan Raja Neraka yang berbalik dengan tindakannya.
“Kau cukup berterimakasih! Setidaknya dengan teknik yang kuwariskan padamu, kau bisa membunuh lebih banyak manusia.” Raja Neraka menjawab dingin membuat Jing Yang mengerutkan keningnya.
“Aku pikir kau peduli padaku. Tenang saja, aku memiliki ilmu pedang yang tidak kalah hebat dengan Teknik Pedang Raja Neraka.” Jing Yang melepaskan sebuah pukulan berapi-api setelah berkata demikian.
Beberapa kali pukulan yang dipenuhi api terlepas. Jing Yang berhenti memukul dan mencoba memanipulasi aura tubuhnya menciptakan sebuah pedang yang terbentuk dari aura tubuhnya.
__ADS_1
Muncul seribu pedang yang berterbangan dan dilapisi api diudara. Jing Yang terlihat lebih mahir memanipulasi aura tubuhnya sebelum akhirnya dia kembali duduk dan menatap telapak tangannya.
“Serangan biasa tidak akan membunuhnya.” Jing Yang ingin menciptakan sebuah jurus yang dapat memberikan kerusakan hebat pada tubuh lawannya. Lawan yang dia maksud adalah Mao Gang dan Tang Mu.
Raja Neraka menanggapi, “Aku bisa saja mengajarimu. Tetap aku rasa kau tidak akan bisa menguasainya.”
“Jangan remehkan aku. Aku tidak perlu kau ajari. Aku akan menciptakannya sendiri.” Jing Yang tidak mempedulikan ucapan Raja Neraka dan membuat Raja Neraka terkejut.
“Tunggu sebentar! Aku akan mengajarimu!” Kali ini Raja Neraka langsung berbicara keras tanpa menertawakan Jing Yang.
“Hah?” Jing Yang heran dengan sikap Raja Neraka yang terlihat membenci sekaligus tertarik padanya, “Kau kenapa Raja Neraka?”
“Sudah kukatakan padamu! Dirimu memiliki potensi yang luar biasa! Aku sedikit berharap jika kau adalah orangnya! Maka dari itu aku akan mengajarimu!” Suara Raja Neraka kali terdengar berbeda. Ada suara gugup dan malu yang terdengar membuat Jing Yang tertawa pelan.
“Kalau begitu mohon bimbingannya. Siapa tahu aku bisa mendapatkan pelajaran yang berharga darimu.” Jing Yang memejamkan matanya dan tersenyum lebar.
“Kau meremehkanku, bocah!” Raja Neraka berteriak dan kembali berkata, “Aku akan membuatmu menjadi seorang Pendekar Roh setelah menguasai beberapa teknik yang kuajari ini.”
“Pendekar Roh?” Jing Yang tersenyum lebar, “Sepertinya kau bisa membaca pikiranku. Aku memang sudah berniat untuk menuntaskan semuanya.”
Kedua tangan Jing Yang mengepal. Dia sudah berniat akan membalaskan kematian orang tuanya agar bisa mencari tahu tentang tujuan Tang Mu ataupun Bangsa Trost di Kekaisaran Qing.
“Hahaha! Jangan salah sangka, bocah! Aku memang tertarik padamu dan sedikit berharap tetapi kau belum mendapatkan pengakuanku!” Raja Neraka menampakkan wujudnya berupa api kecil berwarna merah dan hitam dihadapan Jing Yang.
Jing Yang tersenyum tipis dan berkata, “Jadi apa kita bisa memulainya?”
__ADS_1