Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 42 : Tingkatan Pendekar


__ADS_3

Dua hari telah berlalu sejak Jing Yang dan Ye Xiaoya pergi meninggalkan Kota Xuedong. Dalam perjalanan menuju Istana Bunga Persik, mereka berdua tidak kekurangan makanan. Semua itu berkat Cincin Penyimpanan milik Ye Xiaoya yang menyimpan daging dalam jumlah banyak.


Selama perjalanan Jing Yang melatih tingkatan ilmu meringankan tubuh di bawah arahan Ye Xiaoya. Kecepatan langkah kakinya sekarang mampu mengejar Ye Xiaoya walau dengan bersusah payah.


Dalam perjalanan Ye Xiaoya menjelaskan tentang tingkatan pendekar kepada Jing Yang. Tingkatan pendekar digunakan di dalam dunia persilatan untuk mengukur kemampuan mereka. Sebelum menjadi seorang pendekar, maka semua orang wajib menjadi seorang murid. Biasanya sebuah sekte yang menerima murid dengan aturan khusus, namun banyak juga yang berguru pada pendekar tanpa terikat suatu sekte.


Di dalam sebuah sekte biasanya menerima murid dalam dan murid luar. Pemilihan untuk menjadi murid dalam sangat ketat, namun semua itu tergantung dari aturan sekte masing-masing.


Dalam dunia persilatan dibagi beberapa tingkatan pendekar antara lain pendekar tingkat satu, pendekar tingkat dua, pendekar tingkat tiga, pendekar tingkat tinggi, pendekar ahli, pendekar raja, pendekar kaisar, pendekar putih atau hitam, pendekar suci dan pendekar agung.


Sepuluh tingkatan pendekar itu masih memiliki lima tingkatan lagi. Dari yang paling terendah sampai yang tertinggi. Pendekar tingkat satu adalah tingkatan paling awal, yang terendah. Syarat menjadi pendekar tingkat satu harus mempelajari ilmu yang diajarkan di dalam sekte dan mampu menguasainya dengan baik.


Kurang lebih pendekar tingkat dua dan pendekar tingkat tiga memiliki syarat yang sama seperti pendekar tingkat satu. Hanya saja pendekar tingkat dua harus mampu melawan lima pendekar tingkat satu, begitu juga dengan pendekar tingkat tiga harus mampu menghadapi pendekar tingkat dua seorang diri.


“Aku tidak mengikuti ujian sekte, tetapi telah mencapai pendekar suci...” Jing Yang tersenyum tipis, sambil mempercepat langkah kakinya mengikuti ritme kecepatan Ye Xiaoya.


“Kau memang telah mencapai pendekar suci, karena tahap pembentukan dasarmu sangat baik. Tulang, otot, darah, sumsum dan tubuhmu itu, terbentuk dengan sangat baik, pembentukan dasar yang menurutku begitu sempurna. Itulah kenapa kau sudah mencapai pendekar suci, dari segi kemampuan dan pengalaman, mungkin kau masih dalam tahap awal. Tugasku sebagai gurumu adalah memberimu pengalaman langsung melawan pendekar suci lainnya...” Ye Xiaoya menjelaskan alasan kenapa Jing Yang telah mencapai pendekar suci, walau pemuda itu masih berumur dua belas tahun, lalu dia kembali melanjutkan penjelasannya, “Selanjutnya pendekar tingkat tinggi...”


Seseorang yang telah mencapai pendekar tingkat tinggi sudah mampu membentuk lingkaran tenaga dalam dan menjalankan misi yang sulit dari sekte. Biasanya seorang pendekar tingkat tinggi memiliki tenaga dalam berkisar antara 60 sampai 100 lingkaran.


Pendekar yang telah terjun langsung ke dunia persilatan untuk mencari pengalaman dan menjalin kerjasama dengan bangsawan adalah pendekar ahli. Seseorang yang telah mencapai pendekar ahli biasanya memiliki keahlian tersendiri dalam bertarung. Biasanya seorang pendekar yang telah mencapai pendekar ahli memiliki lingkaran tenaga dalam yang berkisar dari 100 sampai 400 lingkaran.


Untuk seseorang yang telah mencapai pendekar tingkat raja dan pendekar tingkat kaisar biasanya sudah memiliki pengalaman yang dalam akan dunia persilatan. Biasanya seorang pendekar yang mencapai pendekar raja memiliki lingkaran tenaga dalam berkisar antara 400 sampai 800 lingkaran. Sedangkan untuk seorang pendekar yang telah mencapai pendekar kaisar memiliki lingkaran tenaga dalam berkisar antara 800 sampai 1200 lingkaran.


Tingkatan pendekar yang kedelapan adalah pendekar putih atau hitam. Tingkatan pendekar putih digunakan untuk pendekar dari sekte aliran putih dan netral, sedangkan pendekar hitam adalah tingkatan pendekar yang digunakan untuk pendekar dari aliran hitam. Pendekar yang telah mencapai pendekar putih atau hitam memiliki lingkaran tenaga dalam berkisar antara 1200 sampai 1500 lingkaran.


“Guru, apakah lingkaran tenaga dalamku ini lebih dari 1500 lingkaran?” Jing Yang bertanya setelah mendengarkan penjelasan Ye Xiaoya.


“Saat aku memeriksa denyut nadimu. Kurasa kau mempunyai 2200 lingkaran tenaga dalam.” Ye Xiaoya menjawab sambil memperlambat tempo kecepatannya karena ingin melihat pemandangan indah yang disajikan oleh alam dari atas bukit yang dipijaknya.


“Tingkatan kesembilan adalah pendekar suci. Ini adalah tingkatanmu, pendekar suci...” Ye Xiaoya berkata kepada Jing Yang sambil menuruni bukit tersebut dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.

__ADS_1


Di tahap pendekar suci biasanya seorang pendekar telah mempunyai nama yang tenar di dalam dunia persilatan. Namun di tahap ini, seorang pendekar masih mempunyai rintangan untuk tetap berkembang hingga mencapai pendekar agung.


Di tingkatan terakhir yakni pendekar agung adalah tingkatan yang paling dekat dengan lima tingkatan yang paling tinggi di dunia persilatan. Seorang pendekar agung harus memiliki lingkaran tenaga dalam sekitar 5000 lingkaran. Sedangkan untuk pendekar suci berkisar antara 1500 sampai 2000 lingkaran.


Lima tingkatan terakhir yang merupakan tingkatan tertinggi dalam dunia persilatan adalah pendekar bumi, pendekar langit, pendekar roh, pendekar surgawi dan pendekar dewa. Di Benua Dataran Tengah, orang yang mencapai pendekar bumi tidak melebihi seratus orang.


“Pendekar bumi...” Jing Yang merapatkan giginya karena pernah mendengar pembicaraan Xue Qiuyu yang berbicara kepada Mao Gang. Mao Gang sendiri telah mencapai pendekar bumi, Xue Qiuyu yang telah mencapai pendekar suci bahkan tidak berkutik sedikitpun dihadapannya.


“Kenapa, Yang‘er?” Ye Xiaoya melirik wajah muridnya yang memucat, “Wajahmu terlihat pucat...”


“Tidak apa-apa, Guru...” Jing Yang mempercepat langkah kakinya dan mendahului Ye Xiaoya.


“Apa yang kau sembunyikan dariku?” Ye Xiaoya kembali bertanya, sambil menatap dengan tatapan yang menyelidik.


“Guru sudah kuceritakan tentang orang yang bernama Mao Gang bukan?” Jing Yang menatap Ye Xiaoya yang menganggukkan kepalanya, “Tujuh tahun lalu dia masih pendekar bumi. Aku tidak bisa membayangkannya jika kemampuannya terus berkembang...”


Ye Xiaoya menaikkan alisnya dan memberi tanda pada Jing Yang agar berhenti, “Kita masih banyak waktu untuk lebih kuat lagi. Untuk sekerang, prioritaskan rencana kita...”


Jing Yang berhenti bergerak karena merasakan aura pembunuh yang besar. Matanya terus mencari arah dari aura tersebut.


Terdengar suara agak jauh dari bukit tempat Jing Yang dan Ye Xiaoya berhenti berjalan. Keduanya langsung mencoba mencari hawa keberadaan tersebut sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah sumber suara. Ye Xiaoya terbang dan melompat ke udara, matanya menatap lima pria yang memakai jubah merah dengan senjata golok yang mereka gunakan. Lima pria bersenjatakan golok menyerang dua pendekar wanita yang melindungi wanita paruh baya berparas cantik.


“Tarian Pedang Kematian : Kilat Pembelah Awan!”


Ye Xiaoya yang melihat dua pendekar wanita terdesak, nyaris mati, langsung menebaskan pedangnya dari udara dengan gerakan yang begitu cepat. Tubuh Ye Xiaoya melesat ke bawah bersama tebasan pedangnya.


Tebasan pedang Ye Xiaoya yang diiringi tenaga dalam beserta aura pembunuh itu membunuh salah satu dari lima pendekar yang bersenjatakan golok.


Semua mata tertuju pada Ye Xiaoya. Lalu mereka terkejut kembali ketika melihat seorang pemuda datang menyerang salah satu pendekar dengan kecepatan tinggi. Dalam sekali tebasan pedangnya, pendekar tersebut mati. Kini yang tersisa hanyalah tiga pendekar yang bersenjatakan golok.


“Yang‘er, serangan yang bagus!” Ye Xiaoya memuji Jing Yang sambil menyarungkan kedua pedangnya.

__ADS_1


“Kurasa salah satu dari tiga orang itu telah mencapai pendekar suci. Apa kau tertarik melawannya?” Ye Xiaoya menambahkan sambil tersenyum tipis melihat Jing Yang.


“Baiklah, Guru. Aku akan melawannya!” Jing Yang bergerak dengan kecepatan tinggi membunuh dua pendekar yang tidak sempat berkutik melawannya.


“Kalian berdua, berani sekali mencampuri urusanku. Apa kalian tidak pernah mendengar nama Lima Golok Darah?!” Pria dengan jubah merah menatap tajam Jing Yang dan Ye Xiaoya tajam.


“Aku belum pernah dengar...” Ye Xiaoya menjawab dengan nada tidak peduli, kemudian dia melirik dua pendekar wanita yang sedang menjaga jarak dengannya, ”Apa itu Lima Golok Darah?”


“Itu...” Salah satu pendekar wanita gelagapan ketika Ye Xiaoya bertanya padanya.


“Maaf, senior!” Perempuan tersebut berteriak cukup keras dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya, kemudian dia memberi hormat sebelum kembali melanjutkan perkataannya,“Junior bernama Mei Hua, dan berasal dari Istana Bunga Persik!”


Ye Xiaoya menghela napas panjang, “Aku tidak tanya namamu dan asal sektemu...”


“Senior, Lima Golok Darah adalah sekte aliran hitam yang berasal dari Kekaisaran Shi. Mereka berniat membunuh kami, dan pria bernama Liong Heng yang ada disana telah mencapai pendekar suci. Aku dengar, Lima Golok Darah telah berada di Kekaisaran Jiang bersama seluruh anggotanya untuk merencanakan pembunuhan...” Perempuan dengan wajah datar menjelaskan sesingkat mungkin kepada Ye Xiaoya.


“Qiu Mei! Kenapa kau memberi tahu dia! Bagaimana jika orang ini membunuh kita?!” Perempuan bernama Mei Hua berbisik di telinga perempuan yang ternyata bernama Qiu Mei.


“Apa dia juga pembunuh? Aku baru mengetahuinya...” Qiu Mei berbisik di telinga Mei Hua


“Tenang saja, lagipula aku bersama muridku ini sedang dalam perjalanan dan kebetulan lewat. Aku tidak akan membunuh kalian...” Ye Xiaoya mengeluarkan daging sapi dan memberikannya kepada Mei Hua, Qiu Mei dan Yi Yue, “Lebih baik kita makan daging sapi ini sambil melihat muridku bertarung...”


Ye Xiaoya makan dengan lahap walau ada empat mayat yang masih tercium bau darah segar itu. Mei Hua, Qiu Mei dan Yi Yue langsung merasa mual dan memuntahkan isi perut mereka di belakang pohon.


“Apa kalian tidak pernah memakan daging sapi ini?” Ye Xiaoya tidak peduli dan menyantap daging sapi dengan santainya.


‘Bagaimana dia bisa setenang ini...’ Mei Hua membatin dan menatap Ye Xiaoya tidak percaya.


‘Melihatnya makan membuatku mual. Dan, yang lebih parah dia bersikap tenang melihat muridnya yang seumuran dengan kami bertarung melawan pendekar suci.’ Qiu Mei membatin tidak percaya melihat Ye Xiaoya yang bersikap tenang. Bahkan Ye Xiaoya membiarkan Jing Yang bertarung adalah tindakan bodoh seperti mengirim muridnya menuju kematian, karena menurutnya Jing Yang seumuran dengan Mei Hua dan dirinya.


‘Yang‘er..., apa anak itu adalah anak dari Lian‘er?’ Yi Yue membatin dan terus memuntahkan isi perutnya. Kemudian dia menatap Jing Yang dengan sangat serius.

__ADS_1


“Anak kecil. Sepertinya kau terlalu percaya diri. Aku sendiri yang akan mengulitimu, setelah itu aku akan membunuhmu, perempuan sialan!” Pria yang memegang golok berwarna merah, bernama Liong Heng menatap Ye Xiaoya dengan geram.


“Seni Napas Dewi Naga Angin!” Jing Yang tidak menghiraukan perkataan Liong Heng dan tetap bersikap tenang, kemudian dia mengolah pernapasan, sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan pedangnya.


__ADS_2