
“Selanjutnya mari kita sambut peserta undian nomor tiga dan empat. Untuk kedua peserta silahkan maju ke atas panggung.” Ye Long memanggil dua peserta yang mendapatkan undian bertarung di pertandingan selanjutnya.
“Gao Zhimao! Ini dia jenius muda yang sesungguhnya!”
Pendekar dari Istana Sembilan Naga menyambut meriah kedatangan Gao Zhimao yang melompat ke udara dan berdiri di panggung tanah.
Terlihat pendekar yang menjadi bawahan dari Wang Zhi dan Zhu Huazhi begitu antusias menyambut kedatangan Gao Zhimao.
Murong Qiaomi mengamati ada beberapa kejanggalan, seperti Sheng Long yang terlihat tidak terlalu menegur sikap Wang Zhi dan Zhu Huazhi. Dalam hatinya, Murong Qiaomi merasa Sheng Long sudah menganggap Wang Zhi dan Zhu Huazhi sebagai anaknya sama seperti sikapnya kepada Ye Long.
‘Bukankah pendekar yang menjadi murid dari kedua orang itu terlalu banyak.’ Murong Qiaomi membatin dan memandang pendekar dari Istana Sembilan Naga. Kebanyakan pendekar dari Istana Sembilan Naga menjadi anggota Wang Zhi dan Zhu Huazhi. Sehingga itu membuat Murong Qiaomi merasa ada kejanggalan karena jumlah mereka lebih banyak dari anggota Tetua Naga Api, Tetua Naga Air, Tetua Naga Bumi dan Tetua Naga Langit.
“Kakek tua itu terlalu menyayangi anak yang dia jaga. Sepertinya acara ini akan menarik...” Murong Qiaomi membatin dan tersenyum tipis. Pandangannya menatap ke arah Qiu Mei yang akan bertanding melawan Gao Zhimao.
Pertandingan kedua babak enam belas besar Turnamen Sembilan Naga cukup menarik, karena Gao Zhimao akan bertarung melawan Qiu Mei.
Di bangku khusus peserta, Mei Hua memegang tangan Qiu Mei dengan erat, “Qiu Mei, lawanmu adalah pendekar suci. Selain mencurigakan dia...” Mei Hua tidak menyelesaikan perkataannya karena Gao Zhimao terlihat tidak segan akan melumpuhkan lawannya.
“Tenang saja, Mei Hua. Jangan remehkan harga diri seorang wanita.” Qiu Mei dengan wajah datarnya mengatakan hal yang membuat Mei Hua, Qiao Xi dan Jing Yang terdiam.
“Apa Saudari Qiu Mei akan baik-baik saja. Aku menjadi khawatir...” Jing Yang menggumam dan menatap Qiu Mei yang melompat ke panggung tanah.
Sejauh ini Gao Zhimao selalu menang dengan mudah ketika bertarung mengalahkan lawan-lawannya di babak penyisihan. Selain berhasil melumpuhkan lawannya dengan permainan pedangnya yang mahir. Gao Zhimao memiliki puluhan pisau kecil yang tersimpan di jubahnya.
__ADS_1
Jing Yang menyadari jika pisau kecil yang disembunyikan oleh Gao Zhimao berbahaya. Dia hanya bisa berharap Qiu Mei tidak akan bertindak gegabah melawan Gao Zhimao.
Di atas panggung tanah terlihat Gao Zhimao dan Qiu Mei saling berpandangan. Keduanya sama-sama menggunakan pedang sebagai senjatanya.
Tetua Ilmu Naga, Ye Long, langsung memimpin kembali pertandingan babak enam belas besar. Sebelum memulai aba-aba pertandingan, Ye Long menjelaskan peraturan pada kedua peserta terlebih dahulu.
“Kalau begitu ambil jarak dan tunggu aba-aba pertandingan dariku...” Ye Long memberi tanda pada Gao Zhimao dan Qiu Mei untuk mundur ke belakang dan menjaga jarak, “Kalau begitu, pertandingan dimulai!”
Begitu Ye Long memulai aba-aba pertandingan dan melayang di udara, Gao Zhimao dan Qiu Mei bergerak bersamaan memulai serangan pembuka. Keduanya langsung melepaskan serangan untuk saling menyapa.
Tebasan pedang Gao Zhimao dan Qiu Mei membentuk sabit, setelah kedua tebasan pedang yang membentuk sabit itu berbenturan. Tentu saja tebasan pedang Gao Zhimao lebih kuat dari tebasan pedang Qiu Mei.
Gao Zhimao bergerak dengan kecepatan tinggi dan melesatkan tendangan tepat di perut Qiu Mei. Tubuh Qiu Mei terpental jauh dan tersungkur ke tanah. Penonton terdiam dan hanya menikmati pertarungan yang tersaji di bawah sana.
Jing Yang justru merasa geram karena melihat Gao Zhimao menendang Qiu Mei. Laki-laki menendang seorang perempuan menurutnya bukan tindakan yang baik, tentu saja Jing Yang merasa marah karena sedari kecil dia dididik dengan baik oleh orang tuanya.
Jing Yang merasa Gao Zhimao sengaja memancing amarahnya. Mungkin karena hanya mereka berdua yang sama-sama mencapai pendekar suci, sehingga Gao Zhimao sengaja menyiksa Qiu Mei dan memancing kemarahan Jing Yang.
Qiu Mei kembali terpental ke belakang ketika Gao Zhimao menendang perutnya dengan telak. Mulutnya memuntahkan darah segar, sedangkan tubuhnya tersungkur ke tanah dengan luka di sekujur tubuhnya.
“Orang itu!” Jing Yang berdiri, namun tangannya di pegang oleh Qiao Xi dan Mei Hua.
“Saudara Jing Yang! Jika kau menghentikan pertandingan ini, kau sama saja akan melukai perasaan Qiu Mei!” Mei Hua menatap Jing Yang dengan sangat tajam.
__ADS_1
“Saudara Jing Yang, ini adalah harga diri seorang wanita. Tolong tahan dirimu, bukan kau saja yang merasa marah dengan pertandingan ini!” Qiao Xi terlihat begitu emosi. Jing Yang bisa melihat Mei Hua dan Qiao Xi menahan amarah mereka.
Jing Yang duduk kembali dan menggertakkan giginya hingga berbunyi. Satu-satunya cara untuk menghilangkan kekesalannya hanya satu, yaitu melawan Gao Zhimao dan mengalahkan orang yang telah membuat Qiu Mei tidak berdaya itu.
Jing Yang melihat Qiu Mei mulai menahan dan sesekali berhasil menangkis tendangan yang dilancarkan Gao Zhimao. Serangan demi serangan yang dilakukan Gao Zhimao dapat dihindari Qiu Mei.
Melihat Qiu Mei mulai dapat menahan serangannya, Gao Zhimao kembali menarik pedangnya dan mulai melancarkan serangan beruntun yang memberikan luka tusukan di sekujur tubuh Qiu Mei.
Keduanya bertukar serangan lebih dari sepuluh serangan, tetapi serangan yang dilancarkan Gao Zhimao tentu saja lebih kuat dari serangan yang dilancarkan Qiu Mei.
Setelah bertukar sepuluh serangan, Gao Zhimao mendaratkan tebasan yang menggores perut Qiu Mei. Darah segar dan jubah yang dikenakan Qiu Mei sobek. Melihat itu Jing Yang semakin geram karena Gao Zhimao terkesan ingin mempermalukan Qiu Mei.
Pakaian Qiu Mei memiliki banyak bekas sobekan karena tergores tebasan pedang Gao Zhimao. Sebelum Qiu Mei berdiri kembali, Gao Zhimao mendaratkan tendangan diperutnya bahkan berkali-kali dia menginjak Qiu Mei tanpa ragu.
Di tariknya kerah baju Qiu Mei, setelah itu Gao Zhimao memutarkan tubuhnya menendang perut Qiu Mei menggunakan tumitnya. Tubuh Qiu Mei terpental keluar dari panggung tanah dengan penuh luka.
“Pemenangnya Gao Zhimao!” Ye Long mengakhiri pertandingan dan menatap tajam Gao Zhimao.
“Gao Zhimao! Aku akan mengalahkanmu. Apapun yang terjadi, aku akan mengalahkanmu!” Jing Yang mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam Gao Zhimao.
Terlihat Hua Ying dan Chi Rong membawa Qiu Mei keluar dari stadion. Kedua Tetua dari Istana Bunga Persik akan mengobati Qiu Mei di Penginapan Sepi Angin.
Para penonton yang menyaksikan pertandingan barusan hanya terdiam. Tidak ada suara tepuk tangan yang menggema di stadion. Kekejaman Gao Zhimao membuktikan pengalaman dan kejeniusannya.
__ADS_1
Jing Yang, Mei Hua dan Qiao Xi hendak memeriksa keadaan Qiu Mei tetapi mereka bertiga diberi isyarat oleh Murong Qiaomi agar tetap berada di bangku khusus peserta.
Pertarungan berikutnya berlangsung sengit. Tidak seperti pertarungan Gao Zhimao melawan Qiu Mei yang berat sebelah. Pertarungan kali ini cukup menarik karena Dong Yuan dari Istana Sembilan Naga dan Shui Jun dari Sekte Lembah Air sama-sama berada di tahap pendekar kaisar.