Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 255 - Musuh Dalam Selimut


__ADS_3

Jing Yang heran karena Topeng Tombak Naga tidak membunuh Yun Zhang ataupun Juan Fu. Topeng Tombak Naga hanya memberikan luka fatal pada keduanya sebelum akhirnya bergerak dengan kecepatan kecepatan tinggi menuju kereta.


Topeng Tombak Naga mengarah tombaknya pada sang gadis dan membuat gadis itu pingsan.


Namun sebelum mencapai kereta kuda, Bai Xianlin dan Hua Ying terlebih dahulu menghadangnya. Terlebih saat Topeng Tombak Naga hendak melancarkan satu hunusan tombak penuh tenaga dalam, Xue Bingyue muncul dan menangkis hunusan tombak tersebut menggunakan Pedang Salju Suxue.


“Cih! Sialan!” Topeng Tombak Naga mengumpat karena serangannya ditahan Xue Bingyue dengan baik. Terlebih bukan hanya Xue Bingyue saja yang hadir, Jing Yang yang tiba-tiba muncul dari langit itu membuat tubuh Topeng Tombak Naga bergidik.


“Kemampuannya?” Topeng Tombak Naga tanpa pikir panjang segera melarikan diri. Xue Bingyue hendak mengejar, namun Jing Yang menahannya.


Jing Yang menjentikkan jarinya dan menandai tubuh Topeng Tombak Naga menggunakan aura tubuhnya yang tidak disadari oleh Topeng Tombak Naga.


“Aku sudah menandai tubuhnya." Jing Yang merasa Topeng Tombak Naga merupakan orang yang berhati-hati dalam bertindak, selain itu dari pertarungan antara Topeng Tombak Naga melawan Juan Fu dan Yun Zhang. Jing Yang menemukan banyak kejanggalan, seolah-olah diantara Yun Zhang dan Juan Fu telah bersekongkol.


Akhirnya Jing Yang memeriksa pakaian Juan Fu dan Yun Zhang, dia menemukan sesuatu yang menarik didalam tubuh Juan Fu. Sebuah surat yang dia temukan menandakan bahwa situasi di Kota Jiyangma lebih rumit dari yang dia perkirakan.


“Pil Darah Iblis Murni dapat membuat kekuatan seseorang bertambah berkali-kali lipat dibandingkan Pil Darah Iblis...” Jing Yang bergumam pelan karena membaca surat yang bertuliskan jika Juan Fu dan pemimpin Perompak Tombak Naga bekerjasama untuk mengambil Pil Darah Iblis Murni.


Xue Bingyue ikut membaca dan diakhir surat tersebut mengatakan bahwa gadis yang mereka culik merupakan anak dari salah satu petinggi pasukan khusus Kekaisaran Ma bernama Chang Lizi. Gadis yang mereka culik bernama Chang Ruyun dan merupakan tunangan dari Ren Xin yang merupakan salah satu dari Iblis Kembar Mematikan yang mendapatkan Pil Darah Iblis Murni dari Tang Mu.


“Hmmm...” Jing Yang mengerutkan keningnya dan akhirnya dia mengambil seluruh Pil Darah Iblis dan Pil Darah Iblis Murni.


“Darisini kita akan membagi dua kelompok. Aku dan Yueyue akan mengamati kedua orang ini, sedangkan Bibi Xianlin dan Senior Hua Ying pergi bersama gadis itu.” Jing Yang menatap Bai Xianlin dan kembali berkata, “Bukankah Bibi Xianlin pandai berakting? Aku ingin Bibi Xianlin percaya jika gadis itu telah diculik Topeng Tombak Naga dan kalian berdua menyelamatkannya."


Bai Xianlin tersenyum dingin, “Sejak kapan sikapmu ini semakin seperti seorang penguasa yang berani memberikan perintah pada Bibimu ini hah?!” Bai Xianlin tanpa ragu menarik telinga Jing Yang dan terus melancarkan kata-kata penuh kekesalan.


Jing Yang meringis dan menatap Bai Xianlin yang menarik telinganya, “Bibi Xianlin ini menyakitkan.” Walaupun beralasan, tetapi Jing Yang ingin agar Bai Xianlin melepaskannya.


Bai Xianlin menarik tangannya dan mencubit gemas pipi Jing Yang secara bergantian, “Kau bilang itu menyakitkan? Bocah berkemampuan monster sepertimu mengatakan itu? Jangan berbohong!”

__ADS_1


Jing Yang tertawa pelan sebelum akhirnya menjauh beberapa langkah dari Bai Xianlin. Walaupun Bai Xianlin berdebat dengan Jing Yang, pada akhirnya Bai Xianlin menuruti perintah Jing Yang dan pergi menuju Kota Jiyangma bersama Hua Ying sambil membawa gadis bernama Chang Ruyun.


Selepas kepergian Bai Xianlin dan Hua Ying, Jing Yang dan Xue Bingyue menjauh dari tempat lokasi kejadian pertarungan dan mengamati dari kejauhan tempat dimana Yun Zhang dan Juan Fu tidak sadarkan diri.


Xue Bingyue bertanya-tanya mengapa Jing Yang mengajaknya untuk mengamati tindakan Juan Fu dan Yun Zhang.


“Yueyue, saat melihat kejadian ini entah mengapa aku teringat akan Keluargaku...” Jing Yang tersenyum kecut dan menatap dedaunan sambil mencabutnya.


Xue Bingyue melihat ekspresi sedih Jing Yang untuk sesaat, “Hmm, ada apa? Mengapa kamu tiba-tiba mengatakan sesuatu yang menyedihkan?”


“Kau tahu jika keluargaku saling iri dan benci hingga terjadi pertumpahan darah yang berujung pada pembunuhan. Saat aku melihat Topeng Tombak Naga, aku merasakan nostalgia aneh. Maka dari itu aku memilih untuk melihat tindakan pria bernama Juan Fu itu, karena dengan mengikutinya kita bisa mengetahui apa yang terjadi di Kota Jiyangma.” Jing Yang menjawab panjang lebar.


Butuh waktu lama untuk Juan Fu dan Yun Zhang terbangun. Setelah keduanya terbangun, Jing Yang dan Xue Bingyue sedang menikmati buah-buahan yang termasuk dalam sumber daya langka.


“Mereka sudah bangun. Aku pikir mereka tertidur selamanya...” Xue Bingyue tertawa setelah memakan Apel Es.


Jing Yang menggelengkan kepalanya dan berkata, “Yueyue, ucapanmu itu terdengar menakutkan.” Dibalik penampilannya yang manis, terkadang Xue Bingyue mengatakan hal yang membuat Jing Yang berkeringat dingin.


“Mereka sepertinya tidak mengetahui jika kitalah yang mengambil Pil Darah Iblis dan Pil Darah Iblis Murni.” Jing Yang mengikuti Xue Bingyue dan mendengarkan pembicaraan Juan Fu dan Yun Zhang.


Terdengar Juan Fu ketakutan karena mereka berdua telah gagal melindungi Chang Ruyun sekaligus kehilangan Pil Darah Iblis dan Pil Darah Iblis Murni.


“Apa kau berpikir Senior Ren Xin akan membunuh kita? Aku selalu merasa dia akrab dengan Ibuku. Sepertinya akan baik-baik saja...” Yun Zhang memegang kepalanya yang berdarah sambil mencoba mendapatkan kembali kesadarannya.


“Beruntung dia tidak melumpuhkan titik meridianku...” Yun Zhang mengeluh saat mengetahui dirinya dikalahkan secara telak oleh Topeng Tombak Naga.


“Kau terlalu mengandalkan Ibumu yang cantik itu.” Juan Fu menggelengkan kepalanya dan memegang kepalanya sambil menghela nafas panjang.


‘Sepertinya Senior Xing berhasil membawa Nona Ruyun dan seluruh pil itu. Jika rencana ini berhasil, bukankah Senior Xing akan memberikan hadiah untukku menikmati tubuh Ibu dari rekan bodohku ini.’ Juan Fu tertawa dalam hati karena mengira Topeng Tombak Naga telah berhasil menculik Chang Ruyun serta mengambil seluruh Pil Darah Iblis termasuk juga dengan Pil Darah Iblis Murni.

__ADS_1


“Sebaiknya kita kembali ke Kota Jiyangma. Kita berdua harus menanggung konsekuensi ini.” Juan Fu mengajak Yun Zhang untuk kembali ke Kota Jiyangma.


“Aku merasa gagal menjadi seorang pria karena Nona Chang diculik. Andai saja dia tahu akan perasaanku...” Yun Zhang menghela napas panjang dan berjalan dengan langkah goyah menuju Kota Jiyangma.


Juan Fu tertawa pelan, “Saudaraku, kita selamatkan Nona Chang bersama-sama.” Juan Fu menjentikkan jarinya dan mengeluarkan sebuah ledakan api diudara.


“Apa yang kau lakukan, Juan Fu?” Yun Zhang mengerutkan keningnya saat Juan Fu mempererat rangkulan tangannya.


“Aku hanya memberi tanda pada temanku. Tenang saja, dia tidak akan melukaimu. Tetapi...” Juan Fu menatap langit dan tersenyum lebar saat melihat Topeng Tombak Naga datang dan langsung menusuk perut Yun Zhang menggunakan tombaknya yang berukiran naga.


“Rencana kita sangat berantakan! Selain gagal mengamankan Pil Darah Iblis Murni, kita justru membiarkan gadis itu diculik! Ada kelompok luar yang datang ke Jiyangma! Aku harus memberitahu Saudaraku mengenai hal ini!” Topeng Tombak Naga menendang tubuh Yun Zhang yang sekarat.


“Juan Fu, apa maksudnya ini?!” Mata Yun Zhang melotot kearah Juan Fu yang menyeringai lebar menatapnya.


“Apa yang aku lakukan? Tentu saja membunuhmu bodoh!” Juan Fu menginjak kepala Yun Zhang dan tertawa lepas.


“Dari dulu aku selalu membencimu dan Ayahmu itu! Kau mungkin tidak mengetahuinya, tetapi Ayahmu lah yang telah membunuh Ibuku dan memperkosanya!” Juan Fu menatap dingin Yun Zhang penuh kebencian.


“Tidak... Ini tidak mungkin...” Yun Zhang batuk darah dan merasakan dirinya kesulitan bernafas.


“Tidak mungkin, katamu? Tenang saja, aku akan menikmati tubuh Ibumu itu sebagai bentuk pembalasanku...” Setelah itu Juan Fu membunuh Yun Zhang dan menguburkan mayatnya ditempat yang jauh dari Kota Jiyangma bersama Topeng Tombak Naga.


“Kita sudah sejauh ini. Jika yang dikatakan oleh orang itu adalah benar, maka saudaraku itu merendahkan namamu dihadapan Patriark Ho dan Tuan Tang. Aku tidak akan memaafkannya. Selain dia berhasil mendapatkan Pil Darah Iblis Murni, dia juga memiliki tunangan yang cantik. Aku benar-benar iri padanya.” Topeng Tombak Naga melepaskan aura pembunuh sebelum akhirnya memberikan sebuah topeng pada Juan Fu.


“Kita kembali ke Kota Jiyangma, saatnya aku memberikan imbalan padamu. Untuk kelompok penyusup itu, aku rasa kita akan bertemu dengan mereka kembali.” Setelah itu Topeng Tombak Naga dan Juan Fu bergegas menuju Kota Jiyangma meninggalkan kuburan Yun Zhang.


“Yueyue, apa sebaiknya kita mengikuti mereka?” Jing Yang bertanya karena entah mengapa dirinya merasakan firasat aneh jika mengikuti keduanya lebih jauh lagi.


“Kita tidak bisa berhenti. Kita akan mengikuti mereka.” Ujar Xue Bingyue mantap sambil berlari pelan mengejar Juan Fu dan Topeng Tombak Naga.

__ADS_1


Jing Yang mengangkat kedua bahunya dan menyusul Xue Bingyue dari belakang, “Mau bagaimana lagi,” ujarnya.


__ADS_2