
Kematian Golok Serakah hanyalah awalnya. Tang Mu mengendalikan Golok Serakah setelah melempar jarum ke arah tubuh pria tersebut.
Dengan Rantai Dosa dan Golok Serakah yang dikendalikannya, Tang Mu mengincar Pedang Amarah dan Selendang Nafsu.
Pertarungan singkat kembali terjadi antara Golok Serakah dan Pedang Amarah. Dengan sisa tenaga yang tersisa, Pedang Amarah menangkis setiap tebasan golok dari Golok Serakah.
“Tidak mungkin! Tang Mu, kau mengendalikan kehendak manusia sesukamu! Aku tidak akan memaafkanmu!” Pedang Amarah mengatakan sumpah serapah pada Tang Mu yang hanya mengawasi pertarungan mereka.
“Salahkan dirimu yang terlalu lemah. Manusia lemah hanya bisa dikendalikan oleh yang lebih kuat.” Tang Mu mengalirkan tenaga dalam pada tubuh Golok Serakah.
Seketika tebasan golok dari Golok Serakah dipenuhi energi yang membara. Api berkobar saat tebasan golok itu mengarah pada Pedang Amarah.
Dalam satu kali tebasannya, nyawa Pedang Amarah melayang ditangan Golok Serakah. Pertarungan singkat itu membuat Tinju Api bergerak kearah Tang Mu dengan amarah.
“Kau masih saja seperti dulu..." Tang Mu secepat mungkin melempar jarum kearah Pedang Amarah. Lalu menjentikkan jarinya mengendalikan Pedang Amarah dibawah kendalinya.
“Kau akan mati ditangan temanmu sendiri.” Tanpa perlawanan yang berarti tubuh Tinju Api dililit rantai oleh Rantai Dosa.
Sementara Golok Serakah dan Pedang Amarah menghunuskan senjata mereka pada Tinju Api. Nyawa Tinju Api seketika melayang ditangan temannya sendiri.
Selepas kematian Tinju Api, Tang Mu juga mengendalikan tubuh Tinju Api beserta Xue Qinghua. Tindakannya ini memicu kemarahan Selendang Nafsu, hanya saja Selendang Nafsu tidak berkutik saat berhadapan dengan Tinju Api.
“Jing Yang, kau memiliki potensi menjadi raja. Suatu saat kau akan menyadarinya.” Tang Mu membawa tubuh Fu Xinghe sebelum pergi meninggalkan Menara Dewa.
Selendang Nafsu berdiri penuh putus asa melihat seluruh orang dari Klan Bai yang tersisa telah mati. Bahkan Xue Qinghua yang selalu memberinya arahan dan nasihat juga telah tiada.
Sedangkan Xue Rong memegang tubuh Jing Yang yang tidak memiliki keinginan untuk bergerak.
‘Kenapa berakhir seperti ini? Kenapa aku tidak menyadarinya?!’ Xue Rong menggigit bibir bawahnya. Hari ini pandangannya terhadap Jing Yang berubah.
Selama ini Jing Yang terlihat baik-baik saja, namun bagaimanapun juga Jing Yang hanyalah bocah berumur tiga belas tahun yang membawa beban besar dipundaknya.
Kini Jing Yang tidak lebih dari seorang bocah lumpuh yang tidak bisa berbicara dan bergerak.
__ADS_1
“Aku tidak berbuat apapun, bahkan aku tidak tahu identitas Senior Mu...” Bing Hen menatap tubuh Jing Yang dan membulatkan tekadnya akan mengabdikan hidupnya pada bocah itu.
Selendang Nafsu mendekati Xue Rong dan memegang tangan Jing Yang sambil memeriksa denyut nadinya.
“Sepertinya kita semua tidak menyadari apa yang selama ini dia pikirkan...” Selendang Nafsu tidak memungkiri pernah berharap pada Jing Yang jika suatu saat bocah itu tumbuh menjadi seseorang yang hebat dan dapat diandalkan.
Tekad Jing Yang untuk mengembalikan ingatan Xue Bingyue ataupun sikap tegarnya membuat semua orang berpikir jika selama ini Jing Yang sudah menerima semuanya, namun pada kenyataannya Jing Yang hanya memendam semuanya sendirian dan tidak ingin siapapun mengetahuinya.
“Senior Rong, apa kau pernah mendengar tentang Kain Langit Suci?” Selendang Nafsu menatap Xue Rong yang terlihat begitu tertekan.
Xue Rong menggelengkan kepalanya dan sama sekali tidak menjawab. Gadis cantik itu merasa bodoh karena menjadi beban bagi Jing Yang. Dia sama sekali tidak memahami perasaan Jing Yang dan membuatnya mengutuk kebodohannya sendiri.
“Kakakku menceritakan padaku bahwa Kain Langit Suci memilki kegunaan untuk menekan aura pembunuh ataupun kemampuan seperti Tubuh Raja Neraka. Tidak salah untuk mencobanya, jika kita mencari Kain Langit Suci dan mencoba mengembalikan kelumpuhan Jing Yang.” Selendang Nafsu mencoba menyemangati Xue Rong, namun gadis cantik itu hanya diam dan menangis memeluk Jing Yang.
Mendengar tangisan Xue Rong membuat Selendang Nafsu geram, “Berhenti menangis! Apa kau berpikir dirimu ini yang paling menderita?!”
Xue Rong menggigit bibir bawahnya berusaha menghentikan tangisannya, tetapi dia tidak bisa menahan segala kesedihannya.
Selendang Nafsu terdiam lama menatap debu-debu bekas pertempuran. Pandangan matanya menyapu seluruh lantai dan tidak menemukan tubuh anggota Pelangi Dosa.
‘Senior Qinghua, kau mempercayakan cucumu padaku. Aku akan menjaganya. Dan Kakak Huo, kau ingin aku mengawasi Jing Yang, pemilik Tubuh Raja Neraka, aku akan mengawasinya. Selagi aku hidup, aku akan mengawasi mereka berdua.’ Selendang Nafsu memejamkan matanya dan meneteskan air mata dibalik topengnya.
“Sebaiknya kita pergi meninggalkan tempat ini.” Selendang Nafsu menarik tubuh Xue Rong agar berdiri lalu melilitkan selendangnya pada tubuh Jing Yang, kemudian dia mengajak Xue Rong dan Bing Hen meninggalkan Negeri Kabut Tersembunyi.
Sebelum pergi meninggalkan Menara Dewa, Selendang Nafsu mengambil beberapa sumber daya didalamnya termasuk Pedang Raja Neraka dan Batu Kabut yang disembunyikan Bing Mu.
“Kau mempunyai cincin itu bukan?” Selendang Nafsu bertanya pada Xue Rong.
Xue Rong menganggukkan kepalanya, kemudian Selendang Nafsu menunjuk berbagai benda pusaka yang ada didalam Menara Dewa.
“Ambil itu. Kau sudah melakukan perjalanan yang jauh, setidaknya bawa oleh-oleh ke sektemu.” Selendang Nafsu tertawa cekikikan sambil berjalan melewati Xue Rong.
“Tidak ada gunanya terus-terusan bersedih. Jika kau merasa bersalah, maka kau harus menebusnya. Kita pasti akan mengembalikan kelumpuhan Jing Yang.” Mendengar ucapan optimis Selendang Nafsu membuat Xue Rong menyeka air matanya dan berdiri.
__ADS_1
Xue Rong mengikuti perintah Selendang Nafsu untuk mengambil sumber daya yang dimiliki Menara Dewa. Kemudian mereka pergi meninggalkan Menara Dewa yang hancur berkeping-keping tepat setelah mereka meninggalkannya.
“Senior Rong dan Senior Selendang Nafsu. Terimakasih karena telah banyak membantu. Aku akan melatih diriku ditempat ini. Aku berjanji pada diriku, bahwa jika Jing Yang terbangun, maka aku akan mengabdikan hidupku padanya. Dia adalah orang yang pantas kuikuti.” Bing Hen menatap tubuh Jing Yang yang dililit selendang berwarna merah muda.
Selendang Nafsu sendiri tidak terlalu peduli terhadap Bing Hen sehingga dia menganggukkan kepalanya dan menjawab, “Terserahmu. Tetapi jangan berlebihan.”
“Mengerti, Senior.” Bing Hen menggaruk kepalanya dan tersenyum lebar.
“Bawa ini. Aku sarankan kau berkelana dan tidak perlu menetap ditempat ini. Junior Yang adalah orang yang bebas, dia sudah berkelana diumurnya yang begitu muda. Sebaiknya kau melakukan hal yang sama dengannya, Junior Hen.” Xue Rong mengatakan itu karena berpikir Bing Hen hendak mengakhiri hidupnya di Negeri Kabut Tersembunyi.
“Jangan bunuh diri.” Xue Rong menambahkan.
Bing Hen tertawa pelan, “Aku tidak akan bunuh diri. Hanya saja aku merasa begitu putus asa. Mengetahui seorang bocah yang lebih muda dariku berjuang begitu keras membuatku kagum padanya.”
Bing Hen membalikkan badannya dan melambaikan tangannya sebelum pergi meninggalkan Menara Dewa berlainan arah dengan Xue Rong ataupun Selendang Nafsu.
“Sebaiknya kita juga pergi.” Selendang Nafsu melirik Xue Rong dan memberi isyarat untuk melanjutkan perjalanan.
Xue Rong menatap Negeri Kabut Tersembunyi dalam waktu lama sebelum pergi meninggalkannya. Perjalanan panjang di Negeri Kabut Tersembunyi berakhir.
Xue Rong memetik pelajaran berharga di tempat ini. Perjalanan ini mengembalikan ingatan Xue Bingyue namun juga membuat Jing Yang kehilangan semangat hidupnya.
Dengan perasaan bersalah, Xue Rong dengan lapang hati bersedia menanggung semuanya.
“Senior, terimakasih. Kau sangat tabah, padahal kau yang paling menderita. Aku kagum padamu.” Xue Rong tersenyum saat mengatakan itu membuat pipi Selendang Nafsu bersemu merah.
“Hen-hentikan! Apa kau tidak sadar ucapanmu itu memalukan?!” Selendang Nafsu tersenyum melihat ekspresi Xue Rong.
Akhirnya keduanya pergi meninggalkan Negeri Kabut Tersembunyi setelah membicarakan tujuan mereka kedepannya. Tujuan untuk menemukan Kain Langit Suci.
___
Arc 4 - Negeri Kabut Tersembunyi End.
__ADS_1