
Dalam sekejap Puncak Persik dipenuhi pertempuran, bahkan pendekar dari Lentera Iblis Tunggal telah menyamar menjadi bagian murid Wu Taofan. Sehingga seluruh area tempat permukiman penduduk yang berada disekitar Puncak Persik terkena imbasnya.
Patriark Puncak Persik Kung Taoji tengah berjuang melindungi penduduk yang tak bersalah menjadi korban amukan pendekar Lentera Iblis Tunggal dan tentunya sosok Shuang Ciu.
Pendekar Puncak Persik juga bertarung sulit karena mereka harus melindungi penduduk yang berada disekitar Puncak Persik. Selain itu Puncak Persik tidak dalam kekuatan penuhnya karena beberapa sekte menengah kebawah memilih pergi.
Kung Taoji sendiri menyadari saat melihat pendekar dari Sekte Pedang Suci pergi beramai-ramai menuruni Puncak Persik setelah pertempuran tumpah.
‘Ini kesalahanku karena menutup mata saat Tian Taohua dan Wu Taofan berseteru. Bisa kukatakan kejadian ini berawal dari mereka berdua...’ Kung Taoji menghela napas panjang sebelum menebaskan pedangnya membentuk naga berwarna ungu.
Diwaktu yang sama saat Kung Taoji memberikan tebasan pedang yang penuh dengan energi pedang pada Shuang Ciu, Tian Yuan dan Zhi Duan tidak menyangka ketika mendengar kebenaran yang diucapkan Tian Taohua dan Wu Taofan.
Tian Taohua dan Wu Taofan terlibat pertarungan sengit, bahkan pertarungan keduanya berlangsung hingga keluar stadion tempat digelarnya Turnamen Pendekar Muda. Pertarungan terhenti saat Wu Taofan terbang dengan kecepatan tinggi dan mendarat didepan Tian Yuan.
“Anakmu ini persis seperti dirimu yang selalu merusak wanita! Andai saat itu aku tahu sifatmu, aku tidak akan berakhir seperti ini. Semua ini salahmu, Saudara Tian!” Wu Taofan berteriak hingga seluruh pendekar yang sedang bertarung terkejut mendengarnya.
Yang lebih mengejutkan adalah ekspresi Tian Taohua yang begitu buruk saat Wu Taofan berteriak demikian. Bahkan Tian Yuan yang berada didekat keduanya bergetar tubuhnya saat Wu Taofan melingkarkan pedangnya dilehernya.
“Kau menghamili istriku! Dan anak ini, anak haram ini adalah anakmu, keparat! Karenamu, aku membunuh istriku saat mengetahui perbuatannya dibelakangku!” Yang terpancar dari wajah Wu Taofan adalah kemarahan. Dan dalam satu kali tarikan pedangnya, kepala Tian Yuan terpotong.
Dalam sekejap kepala Tian Yuan menggelinding ke depan kaki Tian Taohua. Tian Yuan mati setelah mengetahui kebenaran tentang dirinya ataupun ayahnya.
“Kau tidak perlu membunuhnya! Dia sama sekali tidak bersalah! Aku memang keparat tetapi dia—”
__ADS_1
“Tian Yuan sama seperti dirimu yang gemar mempermainkan perempuan! Bukankah kau mengetahui ini, kenapa tidak membunuhnya hah?!” Wu Taofan menyeringai kejam karena melihat wajah Tian Taohua yang marah bercampur sedih.
“Tidak ada jalan untuk kembali. Untuk seorang pendekar sepertiku yang telah melalui banyak perjalanan di dunia persilatan. Aku tidak bisa membuang kebencian ketika mengingat pengkhianatan itu...” Wu Taofan tertawa sendiri dengan suara pelan, tak lama dia mengambil sesuatu dari jubahnya dan melemparkannya ke arah Tian Taohua.
“Aku telah membunuh anakmu, anak yang lahir dari rahim istrimu yang telah mati itu!” Wu Taofan tertawa mengejek Tian Taohua. Seketika suasana pertempuran yang dekat dengan dua Tetua Puncak Persik ini mencekam saat Tian Taohua melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar.
“Istrimu berakhir menyedihkan. Apa kau mengingatnya saat istrimu itu mati ditangan Bulan Darah?” Wu Taofan menahan tekanan aura pembunuh milik Tian Taohua dengan aura pembunuh miliknya, “Setidaknya sebelum dia mati, aku sempat merasakan-”
Wu Taofan tidak menyelesaikan perkataannya karena Tian Taohua sudah berada didepannya dan mengayunkan pedangnya. Yang terpancar dari wajah Tian Taohua adalah kemarahan, sementara Wu Taofan adalah senyum kepuasan karena melihat Tian Taohua sama seperti dirinya.
Saat keduanya bertukar serangan, Wu Taofan terkejut karena melihat Zhi Duan berada didekat tempat pertarungan antara dirinya dengan Tian Taohua.
“Apa Duan‘er ini juga seperti Yuan‘er? Tergantung dari jawabanmu, aku bisa saja membunuh muridmu itu.” Tian Taohua menatap dingin Zhi Duan dan menunggu jawaban Wu Taofan.
“Dia adalah darah dagingku. Tentu aku tidak menjerumuskannya. Hanya satu yang menjadi penyesalanku, aku tidak ada disisi ibunya saat dia lahir dan saat terakhir ibunya...” Wu Taofan memejamkan matanya sebelum mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada bilah pedangnya dan mengayunkan pedangnya secepat kilat pada Tian Taohua.
Hanya satu yang menyisakan luka dihati Zhi Duan saat mengetahui kebenaran tentang dirinya. Wu Taofan sama sekali tidak peduli dengan ibunya, hingga setelah mengetahui sosok perempuan yang melarikan diri dari Puncak Persik hamil, barulah Wu Taofan mencari sosok mendiang ibunya.
Wu Taofan baru menemukan Zhi Duan setelah kematian ibunya. Tubuh Zhi Duan mendadak lemas dan tidak bertenaga. Ketika salah satu tebasan pedang Tian Taohua hampir mengenai tubuh Zhi Duan, Jing Yang menangkisnya.
“Berdiri! Aku tidak cukup kuat untuk melindungimu!” Tubuh Jing Yang berlumuran darah dan alangkah terkejutnya Zhi Duan ketika menoleh melihat sosok lawan dari Jing Yang mengendalikan ratusan pendekar raja dengan benang aura.
Walau pendekar raja yang menjadi boneka Peng Ouyang adalah mayat, tetapi tindakan Peng Ouyang sangat keji dan membuat Zhi Duan tanpa pikir panjang mengikuti perkataan Jing Yang untuk segera menjauh dari tempat pertarungan.
__ADS_1
Zhi Duan baru menyadari jika Jing Yang adalah sosok pemuda yang memakai topeng rubah putih dan memiliki kedekatan dengan Xue Bingyue.
Jing Yang sendiri mendengar pembicaraan Tian Taohua dan Wu Taofan. Dan tentu saja Jing Yang menyadari bahwa masalah kehidupan baginya sangat rumit.
Jing Yang memejamkan matanya dan mendecakkan lidahnya saat seratus mayat yang dikendalikan Peng Ouyang mendekatinya.
“Auman Pedang Petir ~ Auman Pedang Halilintar!”
Jing Yang mengolah pernapasan sambil mempercepat langkah kakinya dan menebaskan pedangnya pada tubuh mayat yang telah mati itu. Beberapa dari mayat yang dikendalikan Peng Ouyang menahan tebasan pedangnya.
Jing Yang terlihat cukup kesulitan mengatasi lawannya sebelum akhirnya, Jing Yang tanpa sadar melepaskan Api Phoenix dalam tubuhnya sehingga sekujur tubuhnya sekarang dipenuhi api.
Jing Yang memperhatikan sekelilingnya, sebisa mungkin dia tidak terlalu jauh dengan Xue Bingyue dan tentu saja dia juga memperhatikan Xue Rong, Xue Que dan Yin Feng.
“Kau tidak akan bisa membunuh mereka!” Peng Ouyang menyeringai sambil mencoba mengendalikan beberapa mayat pendekar suci yang tergeletak di tanah dan jalanan.
Jing Yang mengamati satu demi satu pendekar suci yang telah mati bangkit berdiri dan bergerak dengan kecepatan tinggi ke arahnya.
Jing Yang menyambut setiap tebasan golok ataupun pedang dari mayat pendekar suci sebelum memutarkan tubuhnya dan mengayunkan pedangnya.
Jing Yang menatap dingin Peng Ouyang yang hendak mengendalikan mayat pendekar suci. Hanya dalam satu kali tarikan napasnya, Jing Yang sudah berada didekat Peng Ouyang sambil mengayunkan pedangnya.
“Apa?!” Peng Ouyang tersentak kaget saat melihat Jing Yang sudah berada didekatnya.
__ADS_1
Jing Yang hanya terus melangkahkan kakinya dan menebaskan kedua pedangnya yang dipenuhi energi pedang, “Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Gravitasi Naga!”
Peng Ouyang menjerit kesakitan saat tangan kanannya yang memegang pedang putus karena menahan tebasan pedang Jing Yang. Bahkan Jing Yang sendiri terpental jauh hingga jatuh ke permukiman penduduk dengan luka dalam yang parah karena terkena tebasan pedang Peng Ouyang.