
Situasi di dalam Aula Temu Tetua tampak kacau. Pertarungan terjadi saat Zhen Wang dan Yan Kang menyerang Murong Qiaomi. Banyak pendekar aliran putih dan netral yang memilih untuk memberikan perlawanan pada ketiga sekte yang diam-diam sudah bekerjasama dan berniat menguasai dunia persilatan Kekaisaran Jiang untuk diri mereka sendiri.
“Ini tidak buruk! Tetapi kau masih dibawahku, Saudari Murong!” Ju Kai memainkan pedangnya dengan agresif sementara Murong Qiaomi dengan gemulai.
Pertukaran serangan dari keduanya menimbulkan hembusan angin yang dahsyat. Murong Qiaomi sendiri berhasil memberikan perlawanan sengit pada Ju Kai, tetapi dia melihat jelas pertarungan yang terjadi secara mendadak ini memang direncanakan untuk membantai mereka jika mereka melawan.
“Apa kau baru menyadarinya? Sudah terlambat, kalian semua telah dikepung dari semua arah. Bisa dibilang saat kalian menerima undangan dan memilih datang kemari, kalian sudah ditakdirkan untuk mati!” Ju Kai tersenyum lebar sambil melepaskan energi pedang berjumlah besar dan melakukan tebasan yang membelah udara.
Angin yang memotong beberapa pendekar dari tebasan pedangnya itu dihindari Murong Qiaomi dengan baik. Serangan yang membuat itu dihentikan Murong Qiaomi dengan permainan pedangnya yang indah.
“Tidak buruk juga tetapi lihatlah sekelilingmu. Kalian lemah karena tidak ada Istana Sembilan Naga, Saudari Murong!” Ju Kai mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya sebelum menebaskannya kearah Murong Qiaomi.
“Era telah berubah! Kau akan berada dipuncak era itu jika menjadi sekutu kami!”
Tebasan yang memancarkan energi pedang serta aura berwarna hijau itu menciptakan sejumlah tebasan angin yang mengerikan. Selain daya hancurnya yang patut diperhitungkan, tebasan Ju Kai berhasil membuat gaun yang dikenakan Murong Qiaomi tergores.
Walaupun Murong Qiaomi sudah menghindarinya, tetapi jangkauan tebasan itu tidak bisa ditebak pikirannya. Sekarang Murong Qiaomi mempersingkat jaraknya dengan Ju Kai sebelum melakukan pertukaran jarak dekat.
Ju Kai menyeringai saat melihat jubah yang dikenakan Murong Qiaomi terbuka walaupun sedikit. Muncul siasat licik dalam pikirannya sebelum membalas setiap tebasan yang dilepaskan Murong Qiaomi kearahnya.
“Menarik!”
Dalam kurun waktu sepuluh menit gaun yang dikenakan Murong Qiaomi tampak kacau. Ju Kai benar-benar merendahkan Murong Qiaomi didepan umum.
“Pemandangan yang indah!” Ju Kai berteriak sebelum melepaskan sebuah tendangan yang mengenai perut Murong Qiaomi. Tendangan itu disusul dengan tebasan tajam yang mengarah keleher Murong Qiaomi namun tebasan itu ditahan oleh Chi Rong.
“Ketua Qiaomi!” Chi Rong dengan tenaga dalam yang hebat menangkis tebasan itu menggunakan tangannya.
“Kau masih mengalihkan perhatianmu, Saudari Chu!” Zhen Wang melompat keatas dan melepaskan sebuah pukulan yang membentuk kepala naga api dan mengarah cepat ke arah Chi Rong.
Chi Rong menghindar dan memperhatikan Zhen Wang yang sudah mempersingkat jarak, “Ini tidak mudah. Sepertinya kau sangat tertarik padaku, Saudara Zhen?”
Chi Rong melepaskan aura tubuhnya dan menciptakan sejumlah tombak dan pedang yang melayang-layang diudara. Setelah itu Chi Rong membalas setiap serangan yang dilepaskan Zhen Wang kearahnya.
__ADS_1
“Siapapun pasti tertarik pada wanita sepertimu. Kalian dari Istana Bunga Persik adalah surganya para perawan yang kami idamkan.” Zhen Wang menyambut serangan dari Chi Rong dan membalasnya berkali-kali lipat.
Pertarungan ini dalam sekejap menjadi berat sebelah saat Shui Xu, Feng Jian dan Yan Wu dikalahkan. Terlihat diluar Aula Temu Tetua, para pendekar mulai dari Istana Naga Api dan Gunung Pedang Tunggal berbondong-bondong masuk ke dalam.
“Sepertinya ini akan menjadi acara menarik.” Terbesit dalam pikiran Zhen Wang untuk melakukan penyerangan habis-habisan, “Semuanya! Siapapun yang tertarik dengan ketiga wanita ini maka majulah! Kita serangan mereka dan bunuh semuanya kecuali tiga wanita itu bersama-sama!”
Zhen Wang berseru lantang dan tersenyum licik, “Kalian tamat!” Seketika serangan datang dari berbagai arah. Dalam sekejap seluruh pendekar aliran putih dan netral yang ada di Aula Temu Tetua terbunuh.
Yan Kang yang melakukan pertukaran serangan dengan Tao Qiaoli terlihat lebih unggul saat Ju Kai membantunya. Setelah itu Ju Kai memfokuskan serangannya pada Murong Qiaomi.
Sementara itu Yan Zhang dari Gunung Pedang Tunggal dan Zhen Feng dari Istana Naga Api bergerak mengincar kepala Patriark Sekte Lembah Air, Shui Xu. Keduanya menyerang Shui Xu yang terluka secara bersamaan.
Melihat Shui Xu hendak dibunuh, perhatian Tao Qiaoli pecah. Tao Qiaoli bergerak hendak menyelamatkan Shui Xu, namun Yan Kang memberikan sebuah serangan mematikan lewat tebasan pedangnya.
Pergerakan Tao Qiaoli dibekukan Yan Kang. Sekarang tiga pilar Istana Bunga Persik tidak berkutik. Dari berbagai arah, pendekar Istana Naga Api dan Gunung Pedang Tunggal menyerang ketiganya.
“Ternyata kalian benar-benar sampah!” Murong Qiaomi geram dengan tindakan Zhen Wang. Matanya menatap dingin Zhen Wang seolah-olah ingin mencabik-cabik tubuh pria itu.
Zhen Wang tertawa lantang dan menggelengkan kepalanya, “Tenang saja, Saudari Murong! Akan kupastikan kalian bertiga dinikmati kami semua! Tentu saja aku akan memberikan kalian pada anggotaku!”
Zhen Wang memutar tubuhnya dan menendang kepala Chi Rong dengan sapuan atas. Tubuh Chi Rong tersungkur ketanah saat kaki Zhen Wang mengenai kepalanya.
“Ini sudah berakhir!” Setelah memastikan Chi Rong kalah, Zhen Wang membantu Yan Kang untuk menekan pergerakan Tao Qiaoli.
Tidak butuh waktu lama bagi keduanya untuk mengalahkan Tao Qiaoli. Setelah itu pandangan mereka terarah pada Murong Qiaomi yang sedang bertarung melawan Ju Kai.
Murong Qiaomi terlihat tidak bisa fokus saat melihat para Tetua Gunung Pedang Tunggal dan Tetua Istana Naga Api menghabisi Shui Xu dan Feng Jian.
Hanya tersisa Yan Wu yang sudah sekarat dan berlumuran darah. Yan Wu mencoba bergerak dan memberikan perlawanan sengit pada Yan Zhang, namun pertukaran serangan itu hanya berlangsung singkat saat Zhen Feng menusuk perut Yan Wu dari belakang.
“Keparat!” Yan Wu menoleh ke belakang dan menatap Zhen Feng yang tersenyum menyeringai sebelum memotong kepalanya.
Hari ini tiga Patriark Sekte dihabisi oleh Yan Zhang dan Zhen Feng. Bukan itu saja, seluruh pendekar aliran putih dan netral juga terbunuh dalam pengepungan ini hanya menyisakan Murong Qiaomi, Tao Qiaoli dan Chi Rong yang sudah dikelilingi pendekar dari Istana Naga Api dan Gunung Pedang Tunggal.
__ADS_1
“Siapa yang akan memulainya?” Yan Kang tidak pernah melepaskan pandangannya dari Murong Qiaomi, “Mi‘er, tubuhmu sangat matang. Sepertinya aku akan memulai darimu.”
“Tidak, Saudara Yan. Aku yang akan menjebol pertahanannya untuk pertama kali.” Ju Kai menatap dingin Yan Wu sebelum berjalan mendekati Murong Qiaomi.
Ju Kai mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada sepuluh jarinya sebelum menotok bagian-bagian tubuh Murong Qiaomi, Tao Qiaoli dan Chi Rong untuk memastikan ketiga wanita tidak dapat bergerak ataupun melakukan perlawanan.
“Biadab! Kau melumpuhkan ilmu kami!” Murong Qiaomi menatap dingin Ju Kai yang tersenyum menyeringai.
“Hahaha! Tenang saja, aku akan memperistrimu! Kau tidak perlu bertarung ataupun membunuh! Cukup melayaniku diatas ranjang itu sudah cukup!” Ju Kai memegang dagu Murong Qiaomi dan tersenyum.
“Aku akan membunuhmu, Ju Kai!” Murong Qiaomi berteriak keras diiringi tawa para pendekar Istana Naga Api dan Gunung Pedang Tunggal.
Murong Qiaomi merasa putus asa saat Ju Kai melepaskan pakaian atasnya dan tersenyum lebar kearahnya, bukan itu saja dia juga melihat Yan Kang dan Zhen Wang melakukan hal yang sama pada saat mendekati Tao Qiaoli dan Chi Rong.
“Kalian semua akan mendapatkan bagiannya! Mereka bertiga akan menjadi hadiah terbaik untuk kalian semua! Pastikan stamina kalian kuat karena mereka merupakan Patriark Istana Bunga Persik dan Tetuanya!” Zhen Wang berseru lantang disambut tawa terbahak-bahak oleh pendekar Istana Naga Api dan Gunung Pedang Tunggal.
“Jangan bergerak, Saudari Murong...” Ju Kai memegang dagu Murong Qiaomi dan mendekatkan wajahnya, “Kau sangat cantik. Aku akan bertanggung jawab. Tenag saja, aku akan pelan-pelan saat melakukannya-”
Belum Ju Kai menyelesaikan perkataannya, tubuh Lei Wu terpental kearahnya begitu juga dengan tubuh Zhuo Lu.
Dua pendekar dari Pedang Tiga Raja itu memang membunuh pendekar dari sekte alian putih dan netral, setelah itu keduanya berada diluar Aula Temu Tetua karena penasaran dengan tindakan Murong Qiaomi yang melepaskan tebasan kearah langit seolah-olah memberi sinyal pada seseorang.
Lei Wu dan Zhuo Lu ingin memastikan, namun beberapa saat keduanya justru bertemu seorang pemuda yang membuat keduanya terhempas dalam satu kali tendangannya.
Diluar Aula Temu Tetua terjadi keributan. Suara teriakan menggema satu demi satu. Tak lama dari arah pintu masuk terlihat seorang pemuda melepaskan aura mematikan yang membuat semua pendekar Istana Naga Api dan Gunung Pedang Tunggal yang hendak mengarahkan senjata mereka kearah pemuda itu berpikir dua kali.
“Tidak kusangka akan seperti ini. Sepertinya aku terlambat..." Pemuda itu bergumam pelan sebelum menghilang dari pandangan semua orang dan berdiri dihadapan Yan Kang.
“Jadi kau Patriark Gunung Pedang Tunggal?” Pemuda itu menatap Yan Kang yang menjauh dari tubuh Tao Qiaoli dan menatapnya rendah.
“Siapa kau? Berani menggangguku! Aku pastikan kau mati bocah sialan-”
Yan Kang belum menyelesaikan perkataannya kepalanya sudah membentur lantai Aula Temu Tetua saat pemuda itu melepaskan tendangan yang penuh dengan tenaga dalam kepalanya.
__ADS_1
Semua orang di Aula Temu Tetua segera menjaga jarak setelah melihat bagaimana Yan Kang dikalahkan. Sementara itu Murong Qiaomi, Tao Qiaoli dan Chi Rong melebar matanya karena pemuda itu tidak asing Dimata mereka.