Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 230 - Tentangmu


__ADS_3

Selepas membulatkan tekadnya untuk mendapatkan pengakuan Jing Yang, Xue Bingyue melepaskan sejumlah serangan mematikan kearah Tan Huan dan Sian Jun.


Berulang kali tubuh Tan Huan ataupun Sian Jun membeku, namun Xue Bingyue belum mampu menghancurkan tubuh keduanya.


Setelah melakukan pertukaran serangan, akhirnya Xue Bingyue menemukan bahwa dirinya dapat membunuh Tan Huan dan Sian Jun jika menemukan inti batu kristal yang terdapat dibagian tubuh keduanya.


Xue Bingyue mengetahui itu karena merasakan hawa bukan milik manusia ataupun Binatang Iblis, hawa ini sangat mengerikan dan mematikan. Kemungkinan besar Jing Yang telah menyadari ini.


‘Tanda Mata Naga!’


Xue Bingyue menajamkan penglihatannya dan bergerak dengan kecepatan tinggi menyambut pukulan tangan Sian Jun, lalu dia memutarkan tubuhnya menyambut semburan api Tan Huan.


Jing Yang yang melihat pertarungan ini duduk diatas pohon dan memakan cemilan yang dia simpan di Cincin Dewa. Terlihat Jing Yang menikmati pertarungan yang disajikan Xue Bingyue.


“Dia terlihat sangat cantik...” Jing Yang tanpa sadar berkata demikian saat melihat keringat tipis membasahi wajah Xue Bingyue.


Jing Yang tidak sadar jika ucapannya itu didengar Xue Bingyue. Walaupun lirih, namun indera pendengaran Xue Bingyue menajam setelah mencapai Pendekar Langit, terlebih sekarang dirinya sedang dalam kondisi Tanda Mata Naga.


‘Yangyang! Kau menyebalkan!’ Wajah Xue Bingyue memerah dan tanpa sadar dia melepaskan tenaga dalam melampiaskan kekesalannya kepada Tan Huan.


Semburan api dari mulut Tan Huan yang berwujud ular raksasa berbenturan langsung dengan tebasan pedang Xue Bingyue yang menggunakan jurus Tarian Peri Air.


Tindakan yang diambil Xue Bingyue sangat berbahaya, beruntung Xue Bingyue dengan cepat mendapatkan kembali keseimbangannya sehingga tubuhnya tidak terkena semburan susulan.


Selepas bertukar serangan dengan Tan Huan, kini giliran Sian Jun yang menyerang Xue Bingyue dari belakang. Sebuah pukulan mematikan mengincar punggungnya, Xue Bingyue refleks menghinda dan memutarkan tubuhnya.


“Gema Badai Salju!”


Tubuh Sian Jun terhempas keatas mengikuti pusaran angin disertai salju yang begitu kencang. Pepohonan disekitar Xue Bingyue hancur dan membeku bahkan pohon tempat Jing Yang bersantai ikut terkena imbasnya.


‘Menakutkan!’ Pikir Jing Yang saat mengetahui jurus baru Xue Bingyue hampir mengenai dirinya.


Xue Bingyue terlihat menikmati pertarungan itu bahkan dalam keadaan terdesak, gadis manis itu sama sekali tidak terlihat ketakutan ataupun lelah. Yang terpancar dari wajahnya adalah senyuman manis.


“Dia berhasil menghindar!” Xue Bingyue melihat Sian Jun yang berhasil melepaskan diri dari pusaran badai salju.

__ADS_1


Jing Yang berteriak kearah Xue Bingyue yang dikepung Sian Jun dan Tan Huan dari dua arah yang berbeda.


“Yueyue, aku lupa mengatakan ini padamu! Orang bernama Sian Jun dapat meregenerasi anggota tubuhnya! Aku rasa ular itu juga memiliki kemampuan yang sama!”


Xue Bingyue menghela nafas kasar karena Jing Yang memberinya peringatan. Sebenarnya dirinya juga telah menebak demikian, tetapi Jing Yang lebih dulu berteriak padanya.


“Menyebalkan!” Xue Bingyue memotong kepala Tan Huan yang hendak menyemburkan api padanya. Kemudian dia memutarkan tubuhnya diudara kembali melepaskan tebasan yang membentuk pusaran badai salju.


“Gema Badai Salju!”


Saat tubuh Sian Jun dan Tan Huan melayang diudara, Xue Bingyue melepaskan tenaga dalam dan Aura Raja Naga dalam jumlah besar. Aura yang terpancar dari tubuh Xue Bingyue sangat pekat dan begitu dingin, bahkan Jing Yang bisa merasakan aura yang dilepaskan Xue Bingyue.


Jing Yang tersenyum melihat perkembangan Xue Bingyue yang melebihi perkiraannya, ‘Sial, dia tidak bisa berhenti membuatku tersenyum!’


Xue Bingyue yang merasakan hawa keberadaan inti batu kristal segera memusatkan serangannya. Kali ini Xue Bingyue berniat mengakhiri pertarungannya melawan Sian Jun dan Tan Huan.


Bayangan sosok wanita cantik dengan rambut panjang berwarna putih muncul dibelakang tubuh Xue Bingyue bersamaan dengan hawa dingin yang menyebar dari tubuhnya.


“Iblis Cantik Musim Dingin!”


Namun Xue Bingyue tidak menyadari jika setelah dirinya menghancurkan inti batu kristal di tubuh Sian Jun dan Tan Huan, keanehan terjadi pada tubuh keduanya.


‘Tunggu! Aura ini!’ Jing Yang menyadarinya dan segera melompat dengan kecepatan tinggi lalu memeluk tubuh Xue Bingyue dan membawanya menjauh.


“Tunggu- Yangyang!”


DUARRR!!!


Ledakan keras tercipta memenuhi udara tepat setelah Xue Bingyue berhasil menghancurkan inti batu kristal ditubuh Sian Jun dan Tan Huan.


“Apa yang terjadi?” Xue Bingyue terkejut karena ledakan barusan. Dia berpikir jika Jing Yang tidak segera memeluknya dan membawanya menjauh, kemungkinan besar dirinya mengalami luka fatal dan luka bakar sudah pastinya akan memenuhi tubuhnya.


Jing Yang tersenyum, “Itu adalah ledakan selamat atas keberhasilanmu.” Bercanda Jing Yang menanggapi pertanyaan Xue Bingyue dan itu membuat Xue Bingyue mencubit perut Jing Yang cukup keras.


Jing Yang menjerit tertahan dan meringis untuk sesaat lalu mendarat, “Kemungkinan besar orang yang menaruh inti batu kristal ditubuh mereka berdua sengaja membuat kondisi seperti tadi. Tidak memercayai bawahannya dan kekejamannya itu membuat bawahannya berakhir seperti Sian Jun dan ular raksasa itu.”

__ADS_1


Xue Bingyue mengerutkan keningnya, “Yangyang, apa kau marah?” Xue Bingyue merasakan kedua tangan Jing Yang mencengkeram erat perutnya. Terlebih detak jantung Jing Yang terdengar memainkan melodi kemarahan.


Jing Yang menghela nafas, “Aku tidak marah, hanya saja merasa kesal.” Jing Yang mendengus kesal dan mendecakkan lidahnya.


Xue Bingyue cemberut dan mengembungkan pipinya, “Sampai kapan kau akan memelukku seperti ini?”


“Hah?” Jing Yang baru menyadari jika dirinya berdiri dan memeluk tubuh Xue Bingyue erat didalam gendongannya.


“A-aku! Aku tidak memelukmu!” Jing Yang masih menggendong tubuh Xue Bingyue lebih erat dari sebelumnya.


“Heh? Yangyang, kamu lucu.” Xue Bingyue tersenyum jahil dan ingin menggoda Jing Yang.


Jing Yang menurunkan tubuh Xue Bingyue dan berjalan menjauh, “Yueyue, sebaiknya kita pergi menyusul Senior Lihua dan yang lainnya.”


“Hehehe, apa kau malu? Yangyang, tunggu sebentar! Berhenti mengabaikanku!” Xue Bingyue berteriak pada Jing Yang.


Jing Yang menggelengkan kepalanya dan menatap Xue Bingyue yang tersenyum manis kearahnya.


“Atas keberhasilanmu, kau menginginkan apa? Aku akan mengabulkannya.” Jing Yang menatap hangat Xue Bingyue dengan pipi bersemu merah.


Xue Bingyue berpikir lama untuk menjawab pertanyaan Jing Yang. Dia tidak menginginkan hadiah yang berwujud, melainkan hadiah yang membuatnya merasa hidup dan berarti.


Satu hal terlintas dibenak Xue Bingyue tentang perubahan sikap Jing Yang. Xue Bingyue masih mengingat jelas bagaimana tatapan dingin Jing Yang dan cara Jing Yang menghabisi pendekar Istana Naga Api, Gunung Pedang Tunggal dan Pedang Tiga Raja.


Untuk beberapa saat dibenaknya, Jing Yang terlihat seperti orang yang berbeda. Xue Bingyue ingin mengetahui semua yang Jing Yang pikirkan dan pemuda itu pendan sendirian.


“Yangyang, kau yakin akan mengabulkannya? Apapun itu?” Xue Bingyue bertanya untuk memastikan. Kali ini dia ingin mengetahui apa yang disembunyikan dan dipendam Jing Yang.


“Ya, aku akan mengabulkannya. Apapun itu.” Ekspresi serius Jing Yang dalam menjawab membuat Xue Bingyue tersenyum cerah.


Xue Bingyue mendekat dan berjinjit lalu berbisik lirih ditelinga Jing Yang, “Yangyang, ceritakan padaku semua tentang dirimu saat ingatan membeku.”


Mata Jing Yang melebar. Dia menundukkan kepalanya sebelum menatap wajah Xue Bingyue hangat dan tersenyum tipis.


“Baiklah. Aku akan menceritakannya dikamar pribadiku. Hanya kita berdua.” Selepas itu Jing Yang melompat keatas dan melepaskan aura tubuhnya untuk mencari hawa keberadaan Murong Liuyu dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2