
Bing Mu membawa Xue Rong menuju lantai teratas Menara Dewa. Semua berjalan lancar tanpa hambatan membuat Xue Rong curiga dan yang lebih mengejutkan adalah sosok Bing Hen yang dihadang ratusan Hewan Buas Iblis dan Bing Mu tidak menolongnya.
“Hentikan, Saudara Mu!" Xue Rong menarik tangannya dari cengkeraman tangan Bing Mu yang begitu erat, “Sebenarnya kau siapa?!”
Bing Mu berhenti berlari dan membuka pakaian atasnya, terlihat bekas tusukan dari Fen Henjia menghilang atau lebih tepatnya beregenerasi.
“Aku siapa?” Bing Mu tertawa pelan, “Aku adalah putra mahkota Kerajaan Es Abadi! Tujuanku hanya satu mengembalikan kebebasan negeriku walau harus membunuh seluruh saudara jauhku dibenua ini!”
Bing Mu menoleh kebelakang dan menatap dingin Xue Rong yang terkejut mendengar perkataannya, “Kau pemilik Tubuh Yang, Xue Rong! Dengan kemampuanmu itu, maka Dimensi Dunia Bawah akan terbuka bagi kami pemuja iblis!”
Xue Rong tidak menyangka saat dirinya ingin memastikan perasaannya kepada Bing Mu, dia salah besar. Semua lelaki sama, Xue Rong mengingat wajah Jing Yang saat Bing Mu melepaskan aura pembunuh kearahnya.
“Dimensi Dunia Bawah? Aku baru mendengarnya, apakah semua yang kau lakukan berhubungan dengan Sembilan Kekacauan Surgawi?” Xue Rong menjaga jarak dari Bing Mu dan melepaskan hawa dingin berjumlah besar.
“Aku tidak menyangka kau mengetahui tentang Sembilan Kekacauan Surgawi. Dimensi Dunia Bawah adalah dunia yang berbeda, tentu saja dengan mengorbankan Tubuh Yang, kami bisa membangkitkan Raja Dunia Bawah.” Bing Mu mendekati Xue Rong secara perlahan.
“Tidak ada yang bisa lari dari tempat ini, Saudari Xue!” Bing Mu membekukan sekitarnya dan menciptakan sebuah tombak es yang besar dan mengarahkannya pada Xue Rong.
Xue Rong melakukan hal yang serupa, namun saat keduanya mulai berbalas serangan. Pertarungan ini terganggu akibat penjaga lantai lima puluh menghadang.
“Senior Quan!” Bing Mu segera memberi hormat.
“Kau memiliki darah spesial, Bing Mu. Setelah kita membuat kerajaan di tanah ini, maka rencana untuk membuka Era Kekacauan akan dimulai.” Pria yang bertugas menjaga lantai lima puluh ini bernama Quan Shang. Pengguna dua pedang dan merupakan penjaga lantai terkuat.
“Jadi dia pemilik Tubuh Yang? Kecantikannya sulit diungkapkan lewat kata-kata...” Quan Shang terkekeh pelan memandangi kecantikan Xue Rong.
“Tenang saja, Senior Quan. Aku pastikan dia akan kita beri pelajaran terindah sebelum kita korbankan nyawanya.” Bing Mu menyeringai menanggapi ucapan Quan Shang.
“Jangan berpikir semudah itu!” Xue Rong melepaskan aura tubuhnya membuat tubuh Bing Mu dan Quan Shang membeku.
“Mencoba membekukan tubuhku? Kau terlalu naif, Saudari Xue!” Bing Mu dapat melepaskan diri dengan mudah dan melepaskan sejumlah pedang es yang berterbangan diudara kearah Xue Rong.
Xue Rong menyambutnya menggunakan tapak api dari aura tubuhnya. Berkat Nadi Api, Xue Rong dapat menghancurkan pedang es yang mengarah padanya.
__ADS_1
Kemampuan Xue Rong barusan membuat Bing Mu dan Quan Shang terkejut. Bagaimanap tidak seorang pendekar wanita yang seharusnya tidak dapat menggunakan unsur api justru memilikinya.
“Nadi Api?” Quan Shang menyeringai lebar menebak kondisi khusus yang dialami Xue Rong.
“Ini semakin menarik!” Kedua pedang Quan Shang dipenuhi energi pedang. Dengan kecepatan tinggi Quan Shang melesat kearah Xue Rong. Sementara Bing Mu membantu Quan Shang dengan membekukan tubuh Xue Rong.
Walau dapat menghancurkannya, tetapi Xue Rong terlihat kewalahan karena menghadapi serangan dari berbagai arah. Beberapa saat kemudian Xue Rong dapat melepaskan diri dan melancarkan serangan beruntun pada Quan Shang.
Tapak yang es dan api bercampur beradu dengan dua tebasan yang silih berganti datang kearahnya. Xue Rong dapat mengimbangi permainan pedang Quan Shang yang agresif, mengingat kemampuan Quan Shang jauh diatasnya.
Selang beberapa menit, akhirnya Quan Shang mendominasi serangan. Xue Rong tidak menyadari Bing Mu sudah menghilang dan bersiap-siap menyerangnya dari belakang.
“Bing Mu, sekarang!” Quan Shang berniat mencabik-cabik gaun yang dikenakan Xue Rong tepat tubuh gadis cantik itu dibekukan Bing Mu.
“Ini sangat menggairahkan, Senior Quan!” Bing Mu menyeringai lebar dan melepaskan aura tubuhnya membekukan kedua kaki Xue Rong.
Xue Rong terperanjat kagen dan reflek menoleh kebelakang. Dibelakangnya terlihat Bing Mu hendak memegang tubuhnya, tetapi pandangannya beralih kebayangan seseorang.
“Aku akan memegang kedua tangan-” Tiba-tiba tubuh Bing Mu terhimpit ketanah dan terasa ada benda besar yang menimpa tubuhnya itu.
“Senior Mu! Katakan semua ini tidak benar?!” Bing Hen terlihat tidak percaya jika Bing Mu adalah sosok pengkhianat yang bekerjasama dengan Menara Dewa untuk menghancurkan Gunung Es Utara serta Desa Api.
“Sepertinya kau pemilik Tubuh Raja Neraka?” Quan Shang mengalihkan pandangannya pada Jing Yang.
“Semuanya berkumpul dalam satu tempat! Sepertinya ini sesuai rencana kita, Saudara Shan, Saudara Liong!” Quan Shang menjentikkan jarinya dan menatap Jing Yang.
“Ketua Fu menunggu kita. Prediksi beliau meleset jauh. Aku sendiri tidak menyangka tiga penjaga lantai terbunuh oleh penyusup.” Pria yang biasanya dipanggil Shan Zuan datang dari Ruangan Mawar.
“Aku mendengar kebisingan sehingga aku ingin melihatnya sendiri. Apa kau perlu bantuanku, Saudara Quan?” Pria berpenampilan santai dan malas-malasan datang dibelakang Shan Zuan.
“Seperti yang Saudara Liong lihat. Bukan hanya kedatangan dua tikus, tetapi empat lima tikus lainnya juga datang.” Quan Shang menatap kearah lima orang yang datang menyusul Jing Yang.
“Kalian seperti duri dalam hidup kami. Mengejar kami hingga ke benua ini. Sepertinya kau masih mengingatku, Tinju Api, tidak, maksudku Bai Huo?” Quan Shang menyeringai lebar sambil melepaskan aura pembunuh berjumlah besar.
__ADS_1
“Hentikan omong kosongmu, Quan Shang! Aku bersumpah akan membunuhmu!” Tinju Api ikut melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar sebelum memusatkan tenaga dalam pada kedua tangannya.
Quan Shang mengejek, “Membunuhku? Majulah, Bai Huo! Aku dengan senang akan melayani hantu Klan Bai-” Saat Quan Shang memberi isyarat pada Tinju Api untuk maju, sebuah rantai tiba-tiba mengikat tubuhnya.
Rantai Dosa yang diam-diam mengikuti Jing Yang akhirnya menampakkan dirinya. Tubuh Quan Shang terlilit erat rantai milik Rantai Dosa.
“Yang benar saja, sialan!” Quan Shang melihat Tinju Api sudah mempersingkat jarak dan bersiap melepaskan pukulan yang dipenuhi bara api ketubuhnya.
Saat pukulan Tinju Api hampir mengenai perut Quan Shang, pergerakan Tinju Api terhenti karena serangannya ditahan oleh Penjaga Ruangan Mawar yang bernama Shan Zuan.
Shan Zuan menggunakan sebuah tongkat untuk menangkis pukulan tangan Tinju Api. Ledakan besar terjadi saat tongkat Shan Zuan berputar dan mementalkan energi api dari Tinju Api kearah langit-langit menara.
Rantai Dosa terkejut dan tak lama tubuhnya dihantam dengan pukulan keras dari pria bernama Liong Wang, sosok Penjaga Pintu Dewa.
“Sepertinya kita bertarung dengan orang yang tidak asing.” Liong Wang melepaskan aura pembunuh saat Rantai Dosa hendak menyerangnya kembali.
Sebelum Rantai Dosa melepaskan serangan, Liong Wang menarik rantai milik Rantai Dosa hingga membuat pria itu tertarik kearahnya.
“Aku tidak mengingatmu, tetapi aku rasa kita memiliki dendam lama bukan?” Kepala Rantai Dosa hancur terkena pukulan Liong Wang. Seketika Rantai Dosa mati akibat pukulan tangan Liong Wang yang dipenuhi tenaga dalam berjumlah besar.
Tinju Api melebar matanya melihat Rantau Dosa mati, bahka Jing Yang dan yang lainnya dibuat terkejut dengan kemampuan Liong Wang.
“Ini tidak mudah!” Tinju Api menguatkan hatinya melihat salah satu temannya mati dihadapannya.
Jing Yang sendiri sudah menarik kedua pedangnya dan bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Quan Shang.
Jing Yang memang mengincar Quan Shang, tetapi dia akan memisahkan ketiga orang yang menghadang mereka semua dilantai kelima puluh ini.
““Teknik Kombinasi Pedang Ganda : Gravitasi Naga!”
Energi pedang berjumlah besar membuat tekanan gravitasi Jing Yang menekan pergerakan Quan Shang, Shan Zuan dan Liong Wang.
Ketiganya terkejut saat sebuah tebasan yang membentuk naga api mengarah pada mereka. Ditengah-tengah situasi yang membuat mereka putus asa karena kematian Rantai Dosa, Jing Yang melakukan serangan batu loncatan sebagai bentuk perlawanannya.
__ADS_1
Namun tujuan utama Jing Yang yang sebenarnya adalah membunuh Bing Mu. Saat pria yang menggoda Xue Rong itu lengah, Jing Yang sudah bersiap melepaskan serangan selanjutnya dimana serangan itu dipenuhi energi pedang dan tenaga dalam berjumlah besar.
“Jurus Kombinasi Pedang Ganda ~ Ledakan Gravitasi Naga!’