Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 15 : Binatang Iblis Tahap Kaisar Tingkat Satu


__ADS_3

Roh Sang Hitam membuat pelindung yang terlihat seperti sebuah tempat pertarungan, “Aku akan mengurung Ayam Kristal dan aku akan melepaskannya setiap satu ekor setelah kau berhasil mengalahkannya,” jelas Roh Sang Hitam sambil menatap Jing Yang yang sedang memasuki pelindung yang telah dibuat olehnya.


“Jangan menghemat tenagamu ketika berlatih. Kau harus kerahkan semua tenaga yang ada di tubuhmu, jika kau belum kehabisan tenaga maka latihanmu itu tidak lah serius.” Roh Sang Hitam menambahkan.


Jing Yang berkeringat dingin karena selama setahun ini sudah berapa kali dia selalu pingsan dilatih oleh Roh Sang Hitam. Jika dia masih mempunyai tenaga untuk berdiri maka Roh Sang Hitam menganggap dirinya tidak menjalani latihan dengan serius.


“Kalau begitu, aku akan memperlihatkan hasil latihanku kepada Guru.” Senyuman polos Jing Yang membuat Roh Sang Hitam tersipu malu sendiri. Perempuan berparas cantik itu tersipu malu bukan karena perasaan hangat seperti cinta, melainkan dia menganggap Jing Yang sebagai anak kandungnya yang terlihat menggemaskan di matanya.


Di dalam pelindung terlihat satu ekor Ayam Kristal menatap Jing Yang sangat tajam. Di hadapan Jing Yang sekarang ada Ayam Kristal yang seluruh bulunya berwarna biru muda dan terlihat terang. Sementara itu bagian jengger Ayam Kristal adalah hal yang paling menarik perhatian Jing Yang.


Jengger Ayam Kristal terlihat bercahaya berwarna putih kebiruan. Bahkan sinar matahari terpantul ketika cahayanya bertabrakan dengan jengger Ayam Kristal.


“Sepertinya bagian jengger adalah kelemahan Ayam Kristal. Dan Permata Iblis berada di jengger Ayam Kristal itu sendiri." Pikir Jing Yang sambil terus mengamati Ayam Kristal yang mendekati dirinya.


Mata Jing Yang menatap tajam kedua bola mata Ayam Kristal yang berwarna merah darah. Kemudian dia melihat taji Ayam Kristal yang tajam dan panjang. Badan Ayam Kristal sendiri sama dengan tinggi Jing Yang.


Setelah Ayam Kristal memutari tubuh Jing Yang sebanyak tiga kali, tidak sampai sedetik, bulu-bulu Ayam Kristal berdiri dan aura pembunuh yang keluar dari Ayam Kristal sangat terasa di badan Jing Yang.


Aura pembunuh yang keluar dari tubuh Ayam Kristal berwarna hitam pekat, aura tersebut membuat Jing Yang meningkatkan kewaspadaannya untuk mengambil tindakan.


Jing Yang terus berjalan memutar, begitu juga dengan Ayam Kristal. Setelah keduanya berputar selama dua menit, Ayam Kristal mengepakkan sayapnya dan terbang mengincar kepala Jing Yang dengan serangan taji di kedua kakinya yang mencengkeram.


Melihat serangan cepat Ayam Kristal, dengan cepat Jing Yang menghindari kedua taji tajam Ayam Kristal sambil mencari celah, “Dia berniat melukai kepalaku,” batin Jing Yang.


“Saat bertahan, amati setiap pergerakan lawanmu. Jangan hanya diam dan menunggu!” Roh Sang Hitam berteriak dari luar pelindung.


Jing Yang mengangguk mendengar teriakan Roh Sang Hitam, “Tadi aku melihat ayam ini dapat mengeluarkan angin dari sayapnya saat melawan serigala.” Batin Jing Yang memperkirakan.

__ADS_1


Perkiraan Jing Yang terbukti ketika Ayam Kristal mengepakkan kedua sayapnya menciptakan angin berbentuk sabit ke arah Jing Yang. Namun serangan Ayam Kristal dapat dihindari Jing Yang dengan mudah.


Sekarang Jing Yang berlari ke arah Ayam Kristal dan mengincar jengger ayam tersebut. Selama setahun ini dia selalu memakan daging Binatang Iblis dan buah-buahan yang termasuk dalam sumber daya. Khasiat dari daging Binatang Iblis tentu membantu proses pembentukan tulang maupun ketahanan tubuh Jing Yang.


Walau belum membuka aura tubuhnya dan tenaga dalamnya, tubuh dan pembentukan tulang Jing Yang sudah berbeda untuk anak seusianya bahkan ketahanan tubuh Jing Yang sendiri telah mencapai pendekar tingkat tiga di dalam dunia persilatan.


Tangan kanan Jing Yang mengepal, tidak lama dia melompat mengindari patukan paruh Ayam Kristal. Pukulannya dia arahkan pada jengger Ayam Kristal yang ada di depannya itu.


Pukulan Jing Yang mengenai jengger Ayam Kristal dan melepas Permata Iblis yang menjadi mahkota bagi Ayam Kristal. Tindakan Jing Yang itu membuat Ayam Kristal semakin geram.


Bulu-bulu Ayam Kristal berdiri, tidak berapa lama Ayam Kristal mengepakkan kedua sayapnya menciptakan angin puyuh yang menyeret tubuh Jing Yang.


Roh Sang Hitam tertawa lirih melihat Jing Yang yang memancing amarah Ayam Kristal, “Dia terlalu terang-terangan,” ucap Roh Sang Hitam.


Sementara itu tubuh Jing Yang terlempar ke udara, tubuhnya perlahan terhempas ke bawah. Mata Jing Yang menatap punggung Ayam Kristal, kemudian dia menghindari paruh Ayam Kristal yang berniat mencabiknya.


Melihat itu, Roh Sang Hitam tertawa lirih kembali. Perempuan berparas cantik itu sedikit gemas melihat aksi pertarungan Jing Yang.


Melihat Ayam Kristal mengeluarkan bunyi kesakitan, Jing Yang menendang kepala Ayam Kristal dengan tendangan kakinya yang keras.


Tubuh Ayam Kristal terhempas ke tanah, detik itu juga Jing Yang berhasil mengalahkan sekaligus membunuh Ayam Kristal.


Setelah membunuh Ayam Kristal, Jing Yang mengambil Permata Iblis yang berbentuk jengger Ayam Kristal, “Guru, aku berhasil mengalahkannya.” Tangan kanan Jing Yang melambai pada Roh Sang Hitam, sedangkan tangan kirinya memegang Permata Iblis.


Roh Sang Hitam turut senang melihat perkembangan Jing Yang, “Lampaui batasmu. Pertarungan ini belum berakhir.” Roh Sang Hitam tersenyum tipis ketika Jing Yang menaruh Permata Iblis di luar pelindung.


Mendengar perkataan Roh Sang Hitam, senyuman tipis menghiasi wajah Jing Yang, “Baik, Guru. Untuk selanjutnya aku sudah siap,” ucap Jing Yang penuh dengan semangat.

__ADS_1


Roh Sang Hitam menjentikkan jarinya kembali, pertarungan sengit kembali terjadi ketika Jing Yang bertarung melawan Ayam Kristal.


Jing Yang melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada Ayam Kristal sebelumnya. Pukulan tangannya berhasil melepas jengger Ayam Kristal yang merupakan Permata Iblis.


Namun setiap Ayam Kristal mengamuk ketika Permata Iblis terlepas dari kepalanya, Jing Yang dapat mengatasi setiap serangan yang dilancarkan Ayam Kristal.


Tak terasa Jing Yang telah membunuh sepuluh Ayam Kristal. Ketika dia hendak melakukan pertarungannya yang kesebelas, tubuh Jing Yang ambruk ke tanah dan pingsan.


Melihat itu, Roh Sang Hitam tersenyum puas karena Jing Yang benar-benar telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Bahkan dia mengira, Jing Yang akan pingsan setelah membunuh lima ekor Ayam Kristal, namun pemuda tersebut berhasil membunuh sepuluh ekor Ayam Kristal.


Roh Sang Hitam menjentikkan jarinya untuk menghancurkan pelindung. Dalam sekejap gerombolan Ayam Kristal yang tersisa berlarian ketika melihat aura yang keluar dari tubuh Roh Sang Hitam. Walau Binatang Iblis itu tidak dapat melihat wujud Roh Sang Hitam.


Setelah itu Roh Sang Hitam menjentikkan jarinya dan membuat tubuh Jing Yang melayang di udara bersama dengan sepuluh ekor Ayam Kristal dan Serigala Berbulu Hijau.


Sebelum kembali ke tempat biasa, tempat dimana hutan yang dipenuhi pepohonan dan buah-buahan, Roh Sang Hitam mengambil sepuluh Permata Iblis milik Ayam Kristal.


“Sepertinya aku bertemu dengan anak manusia yang menarik. Aku merasa jadi seorang ibu dari anak manusia,” ucap Roh Sang Hitam. Matanya menatap wajah Jing Yang yang pingsan. Namun terlintas wajah Jing Yang yang puas karena telah mengerahkan kekuatannya sebaik mungkin.


Sesampainya di hutan yang dipenuhi pepohonan dan buah-buahan, Roh Sang Hitam membersihkan tubuh Ayam Kristal dan Serigala Berbulu Hijau, kemudian dia memotongnya hanya dengan jari lentiknya yang menjentik.


Tak terasa malam hari tiba, dan ketika menjelang tengah malam, Jing Yang bangun dan melihat Roh Sang Hitam sudah membakarkan daging Ayam Kristal dan Serigala Berbulu Hijau untuk dirinya.


“Rupanya kau sudah bangun,” ucap Roh Sang Hitam. Walau terlihat tidak peduli, namun Jing Yang mengetahui Roh Sang Hitam yang selalu mengawasinya layaknya seorang ibunya sendiri.


“Makan ini. Setelah itu pergilah mandi.” Roh Sang Hitam menegur Jing Yang yang belum mandi seharian. Namun Jing Yang hanya tersenyum tipis.


“Besok saja, Guru. Malam ini aku akan memakan daging bakar buatan Guru,” ucap Jing Yang dengan polosnya. Kemudian dia makan dengan lahap sebelum kembali tertidur.

__ADS_1


Roh Sang Hitam hanya tersenyum dan mengamati Jing Yang yang sudah tertidur dari udara.


__ADS_2