
“Junior Yueyue, aku hanya tidak sengaja menumpahkan air hangat ini pada dia... Kenapa kau bisa semarah ini?” Pemuda ini tak lain adalah Tian Yuan, pendekar muda dari Puncak Persik. Dengan parasnya yang tampan, dia pandai bersikap sebagai pemuda berwatak baik dihadapan semua orang.
Xue Bingyue semakin geram, “Jangan sebut namaku seperti itu! Kau benar-benar menjijikkan!” Xue Bingyue bahkan tidak sudi sama sekali menatap Tian Yuan. Gadis ini paling tidak menyukai laki-laki munafik yang terlihat baik hanya untuk mencari perhatian dan ketenaran.
Sekilas wajah Tian Yuan berekspresi buruk, “Kalau begitu, maafkan aku...” Tian Yuan melangkahkan kakinya begitu saja, beberapa detik setelah Tian Yuan menjauh, seorang pendekar suci datang menodongkan golok dileher Jing Yang. Pendekar suci ini menatap Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que secara bergantian.
“Semuanya jangan bergerak! Kalian bertiga cepat ikut aku! Jika tidak, aku akan memenggal kepala bocah ini!” Pendekar di restoran terdiam seketika. Sebagian hanya mengamati, sebagian tertawa mengejek sementara Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que justru menggelengkan kepalanya pelan.
Jing Yang tersenyum tipis dan menunjuk senjata yang bisa memenggal kepalanya kapan saja, “Senior, anda tahu jika ini bukan mainan kan?”
Pendekar yang menodongkan senjata tajam terkejut, karena mendengar suara Jing Yang yang begitu tenang. Para pendekar yang merupakan bawahan Tian Yuan terkejut, sementara yang lainnya merasa Jing Yang memiliki kemampuan yang lebih dari seorang pendekar agung.
“Bocah! Apa kau pikir aku ini bercanda?!” Pendekar suci itu melepaskan aura pembunuh, banyak pendekar di restoran yang kesulitan bernapas namun tidak dengan Jing Yang dan Xue Rong.
Xue Rong segera menahan aura pembunuh tersebut agar Xue Bingyue dan Xue Que tidak terkena dampaknya. Gadis ini justru memejamkan matanya seolah-olah tidak ingin melihat laki-laki lain selain Jing Yang, dan saat ini dia hanya fokus mendengarkan setiap ucapan yang dikatakan Jing Yang.
__ADS_1
“Berani mengarahkan senjata pada orang lain, maka senior sudah untuk mati.” Jing Yang berkata dengan tenang, sementara matanya menatap tajam pendekar suci tersebut.
“Bocah tengik! Kau pikir dirimu ini siapa?!” Tanpa basa-basi, pendekar suci ini melepaskan aura pembunuhnya lebih besar lagi guna menakut-nakuti Jing Yang.
Jing Yang melepaskan Aura Raja Naga, dengan pernapasan kasar yang dia olah. Mulutnya mendesis membuat seisi penginapan terkejut, dalam satu tarikan napasnya, Jing Yang secepat kilat menarik Pedang Gravitasi dan memotong tubuh pendekar suci tersebut menjadi dua bagian.
“Keji!” Tian Yuan terkejut karena bagaimanapun pendekar suci itu sudah membuka tujuh gerbang, sementara dirinya baru membuka tiga gerbang. Dan yang lebih mengejutkan Jing Yang dapat membunuhnya dalam satu kali tarikan napas yang pasti dan tebasan secepat kilat.
“Keji? Aku bukanlah seorang pahlawan ataupun orang yang mencari ketenaran dan pujian. Pendekar ini mengimi-imingi perempuan untuk masuk ke dalam Puncak Persik, tetapi yang sebenarnya adalah dia hanya bidak dari seorang penggila pujian penjahat wanita...” Jing Yang melepaskan Aura Raja Naga dalam jumlah besar, pendekar di restoran bisa merasakan efeknya, “Aku bertanya padamu. Siapa yang keji disini?”
“Apa ini benar? Ternyata pendekar suci itu berasal dari Puncak Persik...”
“Sungguh tidak percaya di aliran putih ada seorang pendekar yang menjadi penjahat wanita...”
Tian Yuan langsung mencekik leher Jing Yang, “Apa kau tidak tahu siapa diriku, hah?!”
__ADS_1
Tindakan Tian Yuan membuat semua orang di penginapan terkejut, tapi tidak dengan Xue Rong, Xue Bingyue dan Xue Que. Bahkan Yin Ruo, Yin Feng dan Panglima Zhang Mufan tidak menatap Jing Yang, mereka bertiga fokus makan agar tidak melihat darah segar karena tindakan Jing Yang.
“Dengar, aku tidak tahu siapa dirimu. Tetapi, satu hal yang aku tahu. Yueyue tidak suka terhadapmu!” Jing Yang memegang tangan Tian Yuan dan menekannya. Bunyi retakan dan erangan kesakitan Tian Yuan menggema.
“Apa perlu cari tempat yang luas? Aku benci berbicara panjang lebar. Kita selesai dengan pedang...” Jing Yang hendak menggunakan Zirah Naga Kegelapan, dan menarik Pedang Dewa Naga.
Xue Rong langsung memegang pundak Jing Yang, “Junior Yang cukup.” Bagaimanapun latar belakang Tian Yuan tidak sembarangan, Xue Rong tidak ingin Jing Yang tidak menyadari perbuatannya akan berimbas pada orang-orang terdekatnya.
Jing Yang menekan seluruh Aura Raja Naga dan mengatur napasnya yang penuh emosi, “Senior Rong, aku tidak menyukai jika ada laki-laki lain memanggil Yueyue...”
Xue Rong langsung mengikuti Jing Yang dari belakang. Semua orang hanya menahan napas terlebih lagi setelah melihat Yin Ruo dan Panglima Zhang Mufan begitu menghormati Jing Yang.
Saat itu Tian Yuan mengepalkan tangannya dan menatap Jing Yang penuh kebencian. Bukan hanya Xue Rong yang menaruh perhatian pada pemuda itu, tetapi Xue Bingyue membelanya. Untuk seorang lelaki yang telah lama mengejar Xue Rong ataupun Xue Bingyue, Tian Yuan merasa masalah ini tidak cukup sampai disini. Dia akan membalas perbuatan Jing Yang di lain hari.
___
__ADS_1
Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.