
Pada bagian selatan Puncak Persik terjadi pertarungan yang hebat. Ratusan nyawa tak bersalah bahkan para pendekar yang sedang bertempur menjadi korban keganasan pertarungan Wu Taofan dan Tian Taohua.
Baik Wu Taofan ataupun Tian Taohua terus melakukan pertukaran serangan yang hebat, dan berulang kali mengeluarkan jurus yang dahsyat. Pertarungan keduanya berdasarkan masalah pribadi masing-masing dan dendam yang menggelora didada mereka.
Banyak yang tidak menyangka jika Puncak Persik akan berakhir menyedihkan. Bagaimanapun Puncak Persik merupakan aliran putih terbesar di Kekaisaran Yin, namun sekarang sekte ini sedang mengalami masa pergejolakan yang hebat.
Dua Tetua Puncak Persik yang seharusnya melindungi penduduk yang tinggal di Puncak Persik justru saling membunuh, sementara banyak pendekar dari Lentera Iblis Tunggal yang semakin menerobos masuk ke dalam Puncak Persik dan membuat kekacauan.
Kekacauan yang terjadi ini akan menjadi titik besar dimana Puncak Persik harus mengambil langkah yang terjal. Untuk bertahan di dunia persilatan sala Puncak Persik cukup sulit jika pertempuran ini berakhir apalagi kembali menjadi sekte besar di Kekaisaran Yin.
“Lagipula aku menginginkan ini. Puncak Persik akan berakhir. Aku tidak peduli lagi dengan kehidupan dunia. Yang aku pedulikan sekarang adalah kehancuran yang tidak terbatas di dunia ini!” Wu Taofan mengatur napasnya dan menyeringai saat melihat Tian Taohua terus melindungi penduduk.
“Kau masih saja munafik, Saudara Tian! Lindungi mereka dan jadilah pahlawan!” Wu Taofan membuang ludah sebelum melepaskan tenaga dalam yang kuat dan melakukan pukulan pada orang-orang yang berlarian.
Tian Taohua tidak memungkiri jika yang dia lakukan sekarang hanyalah kebajikan palsu, tetapi bagaimanapun dirinya juga ingin melindungi orang-orang tak bersalah.
Saat kedua pukulan bertemu, Wu Taofan dan Tian Taohua sama-sama saling menahan. Tidak ada yang bergerak, keduanya saling beradu tenaga dalam untuk membuktikan siapa yang terkuat diantara mereka.
Baik itu Wu Taofan ataupun Tian Taohua, keduanya sama-sama tidak menekan aura pembunuh mereka. Nafsu membunuh yang begitu besar ditujukan untuk membunuh lawannya masing-masing.
“Kau masih saja munafik, Saudara Tian. Mendukung pernikahanku tetapi kau mengkhianatiku. Semua orang menganggapmu berwibawa. Hidup di sekte seperti ini membuatku muak. Aku menunggu saat-saat seperti ini. Saat-saat aku membunuh ratusan orang yang dahulu menatapku penuh kebencian!” Mata Wu Taofan melebar setelah berkata demikian, kemudian dia bergerak dengan kecepatan tinggi ke depan dan melepaskan dua pukulan bertenaga yang disambut oleh Tian Taohua.
Tian Taohua tidak menjawab setiap perkataan yang dilontarkan Wu Taofan. Yang ada Tian Taohua hanyalah menyambut setiap serangan yang dilepaskan oleh Wu Taofan.
Pedang yang mereka berdua gunakan telah hancur berkeping-keping, sementara pukulan yang saling mengepal dan meninju satu sama lain terus menggema.
Wu Taofan mengalirkan seluruh tenaga dalamnya untuk melakukan serangan penghabisan setelah bertukar serangan yang lama dengan Tian Taohua.
__ADS_1
Kedua mata Tian Taohua melebar saat melihat kedua tangan Wu Taofan dipenuhi aura pembunuh yang membentuk harimau. Tanpa menunggu lebih lama, Tian Taohua juga mengalirkan seluruh tenaga dalamnya pada kedua tangannya.
“Kau sungguh gila, Saudara Wu! Mereka orang tak bersalah dan kau ingin membunuh mereka?” Tian Taohua tidak habis pikir Wu Taofan akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk membunuh penduduk yang sedang melarikan diri menuju lereng.
Wu Taofan hanya menyeringai lebar sebelum berkata, “Asalkan aku bisa membunuhmu dan menghancurkan sekte ini, maka itu sudah cukup bagiku. Sekte yang membuatku menjadi seperti ini!”
Wu Taofan mengarahkan pukulannya yang dipenuhi tenaga dalamnya, sementara Tian Taohua melompat dengan kecepatan tinggi menahan pukulan Wu Taofan.
Ledakan dahsyat terjadi saat kedua pukulan Wu Taofan dan Tian Taohua saling berbenturan. Gelombang kejut yang tercipta bahkan membunuh penduduk tak bersalah dan pendekar yang berada disekitar mereka berdua.
Hanya satu hal yang mengejutkan adalah pukulan Wu Taofan yang memembus jantung Tian Taohua. Sementara Tian Taohua sendiri berhasil mendaratkan pukulan tepat didada Wu Taofan.
Tubuh Wu Taofan terhuyung kedepan sebelum pria itu menghembuskan napas terakhirnya, sementara Tian Taohua sudah menghembuskannya terlebih dahulu sebelum Wu Taofan.
Semua pendekar yang melihat pertarungan hanya busa tercengang karena melihat kedua Tetua Puncak Persik mati.
Hanya tersisa pertarungan yang dahsyat antara Kung Taoji melawan Shuang Ciu. Pertarungan keduanya berlangsung lama dan berat sebelah karena Kung Taoji fokus melindungi penduduk.
Disisi lain Shuang Ciu memfokuskan perhatiannya pada pertarungan ini. Setiap ayunan tebasan pedangnya masih belum dapat mengenai tubuh Kung Taoji bahkan Shuang Ciu tidak menyangka jika Kung Taoji akan sekuat ini.
Hanya saja pertahanan Kung Taoji semakin lama semakin lemah saat Shuang Ciu terus melancarkan berbagai serangan mematikan dari berbagai arah.
Tubuh Kung Taoji terkena ratusan sayatan pedang Shuang Ciu yang dipenuhi tenaga dalam.
Kung Taoji menusuk Pedang Bunga Persik pada dadanya sebelum tubuhnya dipenuhi tenaga dalam yang murni dan besar.
Shuang Ciu yang menyadari hal itu juga melepaskan tenaga dalam yang besar sebelum membentuk ratusan rantai yang mengikat tubuh Kung Taoji.
__ADS_1
Shuang Ciu justru menyeringai puas karena menyadari Kung Taoji telah kehabisan tenaga. Saat rantai-rantai yang dia ciptakan dengan tenaga dalam menembus tubuh Kung Taoji, Shuang Ciu merasakan keanehan pada tubuhnya.
“Apa ini?! Bagaimana mungkin?!” Mata Shuang Ciu melebar saat Kung Taoji tersenyum lebar melihat dirinya kebingungan.
“Rantai tenaga dalammu dapat menyerap tenaga dalamku. Tetapi aku menggunakan teknik terlarang untuk membunuhmu, sebagai gantinya aku akan kehilangan kemampuanku sebagai seorang pendekar selama-lamanya...” Kung Taoji memuntahkan darah segar setelah berkata demikian.
Shuang Ciu mengumpat karena tidak menyangka Kung Taoji akan melakukan pertarungan habis-habisan melawannya dan menggunakan seluruh cara walaupun tidak dapat menjadi seorang pendekar seumur hidupnya.
Saat Shuang Ciu sedang dalam keputusasaan, dia melihat Xue Rong dan Xue Bingyue. Salah satu rantai dia arahkan pada keduanya namun rantai itu hanya mengikat tubuh Xue Bingyue dan menyerap tenaga dalamnya.
Xue Rong dan Xue Que berusaha mematahkan rantai tersebut, sementara Jing Yang yang sedang mengatasi pendekar dari Lentera Iblis Tunggal tidak kalah terkejutnya saat Xue Bingyue berteriak kesakitan.
Dalam suatu kondisi, Xue Bingyue menahan rasa sakit yang teramat dahsyat sebelum akhirnya Jing Yang memotong rantai milik Shuang Ciu.
Satu kata dari Xue Bingyue sebelum gadis cantik itu kehabisan tenaga dalamnya, “Rubah Putih, bisakah kamu menunjukkan wajahmu padaku?”
Jing Yang sama sekali tidak ragu dan langsung membuka topengnya, lalu menyatukan keningnya dan kening Xue Bingyue.
Air mata menetes membasahi wajah Xue Bingyue saat melihat bentuk wajah Jing Yang. Bisa dibilang wajah Jing Yang adalah wajah terakhir yang akan dia ingat sebelum ingatannya tertidur sepenuhnya bersama dengan tubuhnya.
Jing Yang menatap tajam Shuang Ciu yang hampir terbunuh oleh Kung Taoji. Dalam satu kali teriakannya, Jing Yang menggunakan kemampuan Roh Phoenix dan mendaratkan tebasan berapi-api pada tubuh Shuang Ciu.
“Yueyue, tunggulah sebentar lagi dan tetaplah menungguku kedatanganku...” Jing Yang mengangkat tubuh Xue Bingyue yang telah lemas karena ingatannya ditidurkan Jing Yang.
Xue Rong sendiri tidak percaya jika Jing Yang benar-benar melakukannya. Resiko yang ditanggung Jing Yang sangat besar, tetapi pemuda itu sama sekali tidak menggoyahkan pendiriannya.
Tidurnya ingatan Xue Bingyue dan lumpuhnya kemampuan Kung Taoji menjadi tanda berakhirnya pertempuran di Puncak Persik.
__ADS_1