Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 167 : Kabut Yang Membutakan


__ADS_3

Jing Yang dan Xue Rong sesekali mengobrol ringan diselingi candaan saat dalam perjalanan. Saat keduanya mulai bosan, Xue Rong meminta Jing Yang untuk mengeluarkan Fang Baihu karena keinginan pribadinya.


“Junior Yang, bolehkah aku menjadi pemilik Binatang Roh ini?” Fang Baihu terdiam seketika saat tubuhnya terus digelitik Xue Rong, terlebih saat gadis ini memintanya untuk menjadi Binatang Roh-nya.


Jing Yang memperhatikan kain penutup wajah yang menutupi kecantikan Xue Rong. Dia menganggukkan kepalanya pelan menyetujui permintaan Xue Rong.


“Tentu boleh. Aku rasa Senior Rong sangat menyukai kucing putih ini...” Ucapan Jing Yang membuat Xue Rong tersenyum cerah, namun tidak dengan Fang Baihu yang merasa begitu kesal.


“Sialan! Kau menjualku! Aku tidak akan memaafkanmu!” Fang Baihu meronta saat Xue Rong memeluknya sangat erat, “Bukankah kau berjanji akan membantuku menemukan orang tuaku?!”


Jing Yang tertawa lirih melihat ekspresi Fang Baihu yang terlihat begitu kesal dengan dirinya, “Ya, aku akan membantumu menemukan mereka. Ibumu sudah bertemu denganmu kan? Jadi sekarang hanya ayahmu yang tersisa. Aku merasa ayahmu menjadi Binatang Roh, orang yang berada di dekatku.”


“Hah? Atas dasar apa kau berkata demikian?!” Fang Baihu sama sekali tidak mengerti jalan pikiran Jing Yang.


“Asumsiku saja.” Fang Baihu tidak berkata apapun lagi setelah mendengar jawaban Jing Yang. Binatang Roh Harimau Putih ini pasrah saat Jing Yang menggigit jari jempolnya dan memutuskan kontrak darah dengannya.


“Jing Yang, aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiranmu. Aku anggap kau menyuruhku untuk menjadi Binatang Roh gadis cantik ini karena kau ingin menjadikannya sebagai salah satu istrimu kan?” Fang Baihu memperlihatkan ekspresi wajah mengejek, “Dasar bocah manusia mesum! Kau benar-benar pintar menarik perhatian perempuan. Wajahmu boleh terlihat polos, tetapi sebenarnya kau hanyalah calon kaisar mesum!”


“Hah? Senior Rong, apa yang kucing putih ini katakan?” Jing Yang justru tidak memahami perkataan Fang Baihu.


“Aku sendiri tidak tahu, tetapi kalian berdua sangat lucu saat sedang bercengkrama...” Xue Rong justru tertawa lirih mendengar ucapan Jing Yang dan Fang Baihu.


“Argh! Kenapa dengan dua manusia ini?!” Fang Baihu meraung dan memilih untuk membiarkan Xue Rong mendekap tubuhnya.


Xue Rong tersenyum manis dan menurunkan tubuh Fang Baihu secara perlahan-lahan, “Baiklah, mulai sekarang kucing yang manis akan menjadi Binatang Roh-ku.”


Sambil menggigit jari jempolnya, Xue Rong berkata dengan lembut. Tetesan darah segar Xue Rong mengucur dari jari jempolnya jatuh ke lingkaran roh dan membuat kilatan cahaya berwarna putih yang menandakan kecocokan antara Xue Rong dan Fang Baihu.

__ADS_1


‘Tunggu? Kenapa aku memiliki kecocokan dengan perempuan ini? Bukankah ini menandakan jika Jing Yang...’ Mata Fang Baihu melebar saat tubuhnya kembali didekap Xue Rong, ‘Cih, sialan! Dasar calon kaisar mesum! Jika ibu menjadi Binatang Roh gadis cantik kecil bernama Yueyue, maka ayah...’


___


“Tuan putri yang cantik cepat kembalikan aku ke Dunia Roh! Aku sudah lelah berada dipelukanmu ini!” Fang Baihu menggerakkan tubuhnya karena bagaimanapun dia tidak menyangka Xue Rong mengerahkan tenaga dalamnya untuk memperlama waktunya bertahan di dunia manusia.


Xue Rong menatap tajam Fang Baihu, “Bukankah aku sudah berkata akan membantumu mencari ayahmu. Kamu hanya perlu tetap menurut padaku dan jangan banyak bicara!”


Jing Yang yang melihat sikap Xue Rong menggelengkan kepalanya pelan, “Senior Rong...” Jing Yang menggumam pelan melihat tingkah laku Xue Rong.


Xue Rong yang menyadari Jing Yang memperhatikannya, memilih untuk mengembalikan Fang Baihu ke Dunia Roh. Setelah itu barulah Xue Rong memperhatikan sekelilingnya, dia mengetahui jika semakin lama mereka berdua melangkah semakin menjauh dari Kekaisaran Yin.


“Junior Yang, sepertinya ada perubahan cuaca secara mendadak diwilayah ini.” Xue Rong menghentikan langkahnya sambil memperhatikan lebih jelas sekelilingnya.


Xue Rong merasa jika tanah yang dia pijak merupakan tempat yang asing baginya. Disisi lain Jing Yang mengeluarkan peta dan memperlihatkannya kepada Xue Rong.


Xue Rong memperhatikan dengan seksama, dia menyadari Negeri Kabut Tersembunyi merupakan tempat yang kurang lebih memiliki kesamaan dengan Pegunungan Suxue.


Dan tempat-tempat yang ada di petunjuk dalam peta bagi Xue Rong merupakan sebuah desa ataupun kota. Sehingga tempat itu patut dirinya dan Jing Yang kunjungi.


“Bagaimana jika kita berdua mengunjungi tempat ini? Aku rasa sekarang kita membutuhkan informasi.” Xue Rong berkata sambil memperhatikan wajah Jing Yang yang menatap dirinya.


“Benar, informasi adalah senjata yang langka. Jika kita kekurangan informasi, kita sama saja akan mati tanpa mengetahui apapun.” Reaksi pemuda ini membuat Xue Rong menaikkan alisnya. Jing Yang tersenyum tipis karena mendengar ucapan Xue Rong yang persis seperti Shen Mi.


“Kalau begitu, lebih baik kita mengunjungi tempat ini terlebih dahulu.” Xue Rong menunjuk suatu tempat yang ada di peta.


Jing Yang menganggukkan kepalanya, kemudian dia menyimpan kembali peta tersebut ke dalam Cincin Dewa lalu bergerak dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang ingin dia tuju bersama Xue Rong.

__ADS_1


____


“Kenapa semakin kita menjauh dari tempat kita berdiskusi, semakin banyak kabut yang menghalangi jarak pandang kita?” Xue Rong menajamkan matanya dan mencoba menembus kabut yang menutupi penglihatannya.


Jing Yang yang menyadari jika kabut yang menutupi penglihatannya merupakan fenomena alam yang unik. Selain itu dia sudah menyisir seluruh area yang dirinya baru datangi namun tidak menemukan satupun petunjuk.


“Tanda Mata Naga...” Jing Yang membuka Tanda Mata Naga dan mencoba mengubah potensi kemampuannya.


Saat kedua bola mata Jing Yang berubah menjadi berwarna hitam sepenuhnya, sementara tanda mata naga yang berwarna merah terlihat lebih terang mengelilingi bola matanya.


Penglihatan Jing Yang menajam, dia dapat melihat jelas kabut yang menutupi jarak pandangnya. Dengan penuh aura dikedua kakinya, Jing Yang melangkahkan kakinya menuntun Xue Rong mengikuti petunjuk yang ada di peta.


Namun saat Jing Yang dan Xue Rong tiba di tempat yang mereka tuju, semua petunjuk yang ada di peta tidak sesuai dengan pikiran mereka.


“Tempat apa ini?” Xue Rong menggumam pelan karena melihat tumbuhan herbal yang tumbuh dengan suburnya di tempat tersebut.


“Aku rasa empat tempat yang lainnya juga akan seperti ini...” Jing Yang berpikir keras, dia tidak ingin kehilangan arah dan tersesat dijalan buntu. Bagaimanapun dia masih kekurangan informasi, yang dia butuhkan sekarang adalah informasi yang banyak tentang Negeri Kabut Tersembunyi.


‘Dimana Menara Dewa berada?! Orang bernama Fu Xinghe itu!’ Jing Yang mengepalkan tangannya sambil memejamkan matanya mengakhiri penggunaan Tanda Mata Naga.


Jing Yang dan Xue Rong berdiskusi cukup lama, hingga akhirnya mereka memilih untuk bermalam di tempat yang dipenuhi tanaman herbal. Jing Yang mengikuti saran Xue Rong untuk mengambil beberapa bibit tanaman herbal karena siapa tahu mereka membutuhkannya dimasa depan nanti.


Jing Yang sendiri tersenyum tipis karena Xue Rong terlihat memikirkan masa depannya, hampir sama dengan pemikiran Ye Xiaoya dan Shen Mi.


Saat Xue Rong meracik sesuatu untuk dibakar, sementara Jing Yang membuat api unggun, mereka berdua terkejut karena tiba-tiba dalam sekejap ada dua aura pembunuh yang mengarah pada mereka.


Namun saat dua aura pembunuh itu semakin mendekat, Jing Yang dan Xue Rong terkejut karena melihat dua perempuan yang bagi Jing Yang tidak asing dimatanya. Sementara Xue Rong juga pernah bertemu berulang kali dengan dua perempuan itu.

__ADS_1


“Junior Rong, bagaimana bisa kamu ada ditempat ini? Dan-” Perempuan yang mengenali Xue Rong tidak melanjutkan perkataannya saat melihat wajah Jing Yang.


__ADS_2