
Pria itu menyatukan kedua tangannya sebelum mengeluarkan api dari mulutnya. Serangan kejutan itu membuat Xue Bingyue melakukan hal serupa hanya saja semburan air yang keluar dari mulutnya.
“Gadis kecil cantik, aku sarankan kau jangan membuatku kesal!” Pria itu menunjuk Xue Bingyue dengan jarinya.
Bai Xianlin segera mengalirkan tenaga dalam pada selendangnya sebelum memusatkan serangannya untuk mengikat tubuh pria yang menghadang perjalanan mereka.
“Apa tujuan kalian berdua datang kemari? Ini adalah tanah tandus perbatasan! Apa kalian berdua penyusup sebuah organisasi?!” Pria itu melemparkan sejumlah pertanyaan serius, Bai Xianlin mengabaikannya dan terus menggerakkan selendangnya.
Pria itu melancarkan sejumlah serangan pada Bai Xianlin namun tidak ada satupun yang mengenainya. Bahkan setelah mendekati Bai Xiexie sekalipun pria itu tidak dapat memberikan luka pada tubuh Bai Xianlin.
“Cantik siapa namamu? Sebaiknya kau ikut denganku karena aku adalah salah satu anak orang kepercayaan Kaisar Shi. Aku tidak ingin tubuhmu jatuh ketangan orang lain.” Pria itu menatap Bai Xianlin penuh nafsu birahi.
“Sebelum bertanya bukankah kau harus memperkenalkan dirimu!” Bai Xianlin merasa jijik dengan tatapan pria dihadapannya, serangannya seolah-olah dibuat sengaja untuk tidak melukainya.
Pria itu berhenti bergerak dan tersenyum, “Aku adalah putra dari Patriark Menara Pilar Langit. Namaku Hu Yesha.” Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Hu Yesha.
Bai Xianlin tersenyum manis, “Hu Yesha? Apa kau menyukaiku?” Dengan cara jalannya yang begitu menggoda, Bai Xianlin mendekati Hu Yesha secara perlahan.
Hu Yesha menelan ludah, “Mimpi apa aku semalam? Aku baru kembali dari Kekaisaran Ma bersama Yukong dan bertemu wanita secantik ini.”
Hu Yesha membuka kedua tangannya seolah-olah memberi isyarat pada Bai Xianlin untuk lari kepelukannya.
“Aku menyukaimu! Hanya pria bodoh yang tidak menyukaimu!” Hu Yesha menelan ludah saat Bai Xianlin tersenyum manis. Namun sedetik kemudian tubuhnya dililit selendang.
“Kau menyukaiku? Aku tidak menyukaimu karena kau bukan tipeku.” Bai Xianlin menatap rendah Hu Yesha yang menatapnya kecewa, “Aku lebih menyukai laki-laki yang dingin dan memiliki sisi gelap.”
Saat Bai Xianlin memberi tanda Xue Bingyue untuk mengakhiri nyawa Hu Yesha, suara tepuk tangan terdengar bersamaan dengan hembusan angin yang begitu kencang dan membuat selendang milik Bai Xianlin terlepas dari tubuh Hu Yesha.
“Yesha! Berhenti bermain-main!” Suara teriakan lantang seorang pria menggema, “Jika kau ingin menikmati tubuh wanita itu kau harus mengalahkannya dan membuatnya tunduk padamu!”
__ADS_1
Pria yang tak lain adalah teman akrab Hu Yesha bernama Shang Yukong terbang rendah dan berdiri disamping Hu Yesha sambil menghela nafas panjang.
“Bukankah saat di Kekaisaran Ma kita sudah menikmati wanita disana. Rumah bordil disana memang yang terbaik.” Shang Yukong menatao Hu Yesha yang tak melepaskan pandangannya dari Bai Xianlin.
“Kenapa kau sangat tertarik pada wanita itu-” Suara Shang Yukong terhenti saat mengalihkan pandangannya menatap lurus Bai Xianlin.
Suara ludah terdengar saat Shang Yukong melihat sebuah kecantikan dan keindahan tubuh seorang wanita.
“Ini...” Shang Yukong kembali menelan ludah sebelum tertawa lepas, “Aku rela tidak mencicipi wanita lain selain dirinya! Padat dan kencang, sungguh menawan!”
Hu Yesha menatap Shang Yukong sengit, “Dia milikku! Aku yang pertama kali menemukannya! Kau ambil gadis kecil disana! Aku yakin beberapa tahun lagu gadis kecil itu akan tumbuh dengan cantik dan tentunya tubuhnya juga menggoda!”
“Benar juga-”
Saat Shang Yukong dan Hu Yesha mengobrol, Bai Xianlin sudah berada didekat keduanya dan melilit tubuh keduanya dengan selendangnya.
“Kalian berdua terlalu banyak bicara!” Bai Xianlin menatap jijik Shang Yukong dan Hu Yesha.
Saat selendangnya mulai melilit tubuh Shang Yukong dan Hu Yesha semakin erat, tubuhnya keduanya seketika dicengkeram erat dan hancur berkeping-keping saat selendang milik Bai Xianlin dipenuhi tenaga dalam.
Mata Xue Bingyue melebar melihat Bai Xianlin membunuh kedua pria yang menghadang mereka.
Xue Bingyue akui kemampuan Bai Xianlin kuat, tetapi dia tidak pernah menyangka Bai Xianlin akan sekuat ini. Mengingat kemampuan Shang Yukong dan Hu Yesha sama seperti dirinya, tetapi Bai Xianlin dapat mengalahkan keduanya dengan mudah.
“Yueyue, kedua orang itu adalah anak dari pemimpin Menara Pilar Langit. Sepertinya kita telah berurusan dengan sesuatu yang merepotka.” Bai Xianlin menghela nafas panjang karena tidak menyangka akan berurusan dengan salah satu orang penting di Menara Pilar Langit.
Tentu saja kematian Shang Yukong dan Hu Yesha akan memicu pencarian terhadap dalang pembunuh kedua orang tersebut. Namun selama tidak ada orang yang mengetahui pembunuh Shang Yukong dan Hu Yesha, maka Bai Xianlin akan aman.
“Sebaiknya kita bergegas ke kota perbatasan.” Bai Xianlin membiarkan tubuh Shang Yukong dan Hu Yesha berceceran saat mayat kedua pria itu mengundang kedatangan Binatang Iblis.
__ADS_1
Xue Bingyue segera terbang mengikuti Bai Xianlin sambil memperhatikan gerombolan Binatang Iblis yang memakan tubuh Shang Yukong dan Hu Yesha.
Dalam perjalanan Bai Xianlin bercerita pada Xue Bingyue agar tidak jatuh hati pada pria yang memandang dirinya hanya sebagai pemuas nafsu.
“Kau mungkin terlalu kecil untuk membicarakan ini.” Bai Xianlin tertawa pelan membuat Xue Bingyue ikut tertawa.
“Kenapa Bibi Xianlin tidak menikah?” Satu pertanyaan dari Xue Bingyue membuat Bai Xianlin berhenti tertawa. Xue Bingyue penasaran karena wanita secantik Bai Xianlin dengan tubuh matang dan dewasa idaman setiap pria ini belum menikah diusianya yang ketiga puluh satu tahun.
Bahkan Bai Xianlin pernah mengatakan sendiri kepada Jing Yang jika dirinya masihlah seorang perawan. Entah perkataan Bai Xianlin benar atau tidak tetapi wanita itu terlihat kebingungan menjawab saat Xue Bingyue bertanya.
“Aku berjanji akan menikah dengan Yangyang. Mengingat masa kecil itu, aku jadi tertawa sendiri. Tetapi...” Wajah Xue Bingyue berseri-seri saat bercerita.
“Tetapi?” Bai Xianlin sedikit lega karena Xue Bingyue mengalihkan pembicaraan.
“Ti-tidak, aku..." Wajah Xue Bingyue merah padam. Segera Xue Bingyue mengalihkan pandangannya sebelum kembali bertanya.
“Bibi Xianlin sendiri kenapa belum menikah?” Pertanyaan Xue Bingyue kali ini membuat Bai Xianlin mendengus kesal.
“Yueyue, Bibi Xianlin tertarik pada Yangyang mu itu. Dia adalah calon penerus tahta Kekaisaran Jiang dan seorang jenius muda. Dengan ilmu bela dirinya yang tinggi diusia belianya, siapapun wanita akan tertarik padanya.” Bai Xianlin memasang ekspresi penuh kemenangan seolah-olah berhasil membuat Xue Bingyue cemburu.
“Bibi Xianlin akan menjadi selir Yangyang mu, Yueyue.”
Xue Bingyue mengerutkan keningnya sebelum tertawa kecil, “Bibi Xianlin, aku tidak menyangka kau mempunyai sisi seperti itu.”
Bai Xianlin tersedak, “Yueyue!” Bai Xianlin ingin mendekap tubuh Xue Bingyue dan menggelitiki tubuhnya.
“Bibi Xianlin hanya bercanda. Apa menurutmu wanita berumur sepertiku ini jatuh hati pada seorang bocah?” Bai Xianlin tersenyum manis setelah melihat ekspresi keheranan Xue Bingyue.
“Kita tidak tahu apa yang terjadi dimasa depan nanti. Aku sendiri sudah memutuskannya sejak saat itu. Sampai sekarang perasaanku tidak berubah.” Xue Bingyue tersenyum dan terbang lebih cepat.
__ADS_1
Bai Xianlin menatap Xue Bingyue penasaran, ‘Ternyata kau sangat mirip dengan mendiang Ibumu, Yueyue.’