Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 193 - Apa Rencana Xianlin?


__ADS_3

Darah berceceran saat selendang berwarna merah muda terus bergerak diudara dan melilit satu demi satu tubuh pendekar.


“Ampuni aku- Argh!”


Setidaknya itu kalimat terakhir dari seorang pendekar yang memberi Bai Xianlin uang. Akhir dari sejumlah pendekar yang lain kurang lebih sama seperti pendekar tersebut.


Bai Xianlin menatap dingin mayat yang berceceran, “Kalian pikir aku wanita yang murahan yang mau menjadi mainan kalian?” Setelah itu Bai Xianlin terkekeh.


“Laki-laki hanya ada untuk dimanfaatkan. Aku tidak pernah jatuh cinta pada satupun pria. Semua ini karena kejadian dimasa itu.” Bai Xianlin mengalirkan tenaga dalam pada selendangnya sambil menatap wajah para pendekar yang dia bunuh.


Secara perlahan Bai Xianlin memejamkan matanya sebelum menguburkan mayat sejumlah pendekar yang dia bunuh untuk menghilangkan jejak.


“Aku memang yang terburuk. Aku memang iklhas membantu Yueyue, tetapi aku ingin imbalan yang besar dari Jing Yang. Lagipula bocah itu bukan kenalanku. Setidaknya saat dia menjadi seorang kaisar, aku bisa menggodanya.” Bai Xianlin dengan senyuman dinginnya pergi meninggalkan hutan dan bergegas menuju gerbang kota.


Didepan gerbang kota terlihat dua penjaga berdiri dan menatapnya. Bai Xianlin menghela nafas panjang dan berjalan dengan anggun mendekati dua penjaga itu.


“Nyonya Bai, kupikir anda membohongi kami berdua tetati kami salah ternyata anda wanita yang menepati janji...” Salah satu penjaga berpenampilan gemuk menatap lekuk tubuh Bai Xianlin hingga air liurnya menetes.


Bai Xianlin memejamkan matanya, “Sesuai janji aku datang kemari. Jadi apa kalian membawa uangnya?” Bai Xianlin mengulurkan tangannya.


Bukannya memberi uang, penjaga tersebut melepaskan aura pembunuh dan hendak mengunci tubuh Bai Xianlin namun tubuh penjaga tersebut mendapatkan tamparan keras telapak tangan Bai Xianlin tepat diwajahnya.


Penjaga tersebut kehilangan giginya bahkan wajahnya membengkak. Bai Xianlin mengakhirinya dengan satu pukulan hingga wajah penjaga tersebut sulit untuk dikenali.


“Aduh, sepertinya aku berlebihan." Bai Xianlin mengelap tangannya yang bersimbah darah sambil menatap penjaga yang dia hajar habis-habisan telah pingsan.


Penjaga yang lain terkejut melihatnya, “Nyonya Bai, ini uangnya aku akan menutup mata atas kejadian ini.” Penjaga tersebut mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya pada Bai Xianlin.


“Ternyata kau cepat mengerti." Bai Xianlin menerima uang tersebut sebelum memukul ulu hati penjaga tersebut hingga pingsan.

__ADS_1


“Anggap saja ini biaya karena kalian melihat tubuhku.” Bai Xianlin segera kembali ke penginapan untuk mengistirahatkan badannya.


____


Suara pintu kamar penginapan diketuk, Xue Bingyue memegang gagang pintu dan bersuara, “Semangka.”


“Besar, kecil dan sedang.” Suara dari luar menjawab, Xue Bingyue segera membuka pintu dan melihat Bai Xianlin datang membawakan sejumlah cemilan.


“Yueyue.” Bai Xianlin menghamburkan tubuhnya memeluk Xue Bingyue.


“Bibi Xianlin, tubuhmu bau amis darah.” Indera penciuman Xue Bingyue sensitif. Bai Xianlin melepaskan pelukannya dan menutup pintu kamar penginapan.


“Baiklah, aku mandi dulu.” Bai Xianlin melepaskan pakaiannya dihadapan Xue Bingyue membuat gadis kecil itu menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


Bai Xianlin tersenyum melihat tingkah Xue Bingyue, kemudian dia masuk kedalam kamar mandi yang menyatu dengan ruangan kamar.


Xue Bingyue berdecak kesal dan mengambil cemilan yang dibawa Bai Xianlin. Gadis kecil itu tidak Bai Xianlin akan memamerkan tubuhnya dengan sengaja.


Bai Xianlin mendapati Xue Bingyue sudah tertidur tersenyum. Dia mengunci pintu kamar dan tidur disamping Xue Bingyue tanpa sehelai pakaian.


“Ini sudah menjadi kebiasaanku. Lagipula Yueyue perempuan, kurasa tidak masalah. Aku harus bangan lebih cepat darinya agar dia tidak berprasangka buruk padaku.” Bai Xianlin berucap mantap sebelum tertidur disamping Xue Bingyue.


Saat pagi tiba Xue Bingyue terkejut melihat tubuh Bai Xianlin yang tertidur disampingnya tanpa sehelai pakaian. Yang lebih mengejutkan adalah posisi Bai Xianlin yang memeluk dirinya.


‘Lembut...’ Xue Bingyue melihat kulit mulus Bai Xianlin begitu dekat. Dia mendorong tubuh Bai Xianlin pelan dan terkejut saat mengetahui kepalanya terbenam didada Bai Xianlin.


Wajah Xue Bingyue merah padam tanpa sadar dia memukul dada Bai Xianlin mmebuat wanita itu terbangun.


“Ugh!” Bai Xianlin terkejut dibangunkan dengan sebuah pukulan dari Xue Bingyue.

__ADS_1


“Kau terlalu kasar, Yueyue.” Bai Xianlin menguap setelah berkata demikian. Perlahan dia bangun dan memperhatikan Xue Bingyue yang mengembungkan pipinya dan menatapnya curiga.


“Kenapa tidak memakai pakaian? Jangan-jangan...” Xue Bingyue menatap Bai Xianlin penuh selidik membuat Bai Xianlin menelan ludah.


“Apa yang kamu pikirkan Yueyue? Bibi Xianlin wanita normal. Tidur seperti itu sudah menjadi kebiasaanku. Serius, aku tidak berbohong.” Bai Xianlin mencoba meyakinkan Xue Bingyue dengan mengatakan hal yang sejujurnya.


Xue Bingyue menganggukkan kepalanya dan setelah itu dia memegang kepalanya, “Aku ingin mandi dan sarapan pagi. Sebaiknya kita segera bergegas pergi dari Zhenshu, Bibi Xianlin. Cepat atau lambat akan ada yang menyadari pergerakan kita.”


Bai Xianlin tersenyum paksa karena melihat Xue Bingyue terbiasa dengan sikapnya yang seenaknya, ‘Kenapa dia lebih tegas dan dewasa? Sial, aku jadi malu sendiri.’


Sambil menunggu Xue Bingyue mandi, Bai Xianlin menyibukkan diri dengan menentukan rute perjalanan mereka selanjutnya dan memesan makanan untuk sarapan pagi.


Sementara itu Xue Bingyue membersihkan seluruh bagian tubuhnya sambil menikmati sensasi guyuran air yang dia ambil dari gayung yang terbuat dari bambu.


‘Ini sangat segar...’ Xue Bingyue memejamkan matanya dan mendesah pelan. Kemudian dia membasuh tubuhnya sebelum memakai pakaiannya kembali.


“Aku sudah selesai, Bibi Xianlin.” Saat Xue Bingyue membuka pintu kamar mandi dia melihat hidangan sarapan pagu tersaji dilantai kamar.


“Kalau begitu giliran Bibi Xianlin.” Bai Xianlin berdiri dan berjalan memasuki kamar mandi.


Xue Bingyue menunggu hingga Bai Xianlin selesai sebelum keduanya sarapan pagi bersama. Sekitar satu jam Bai Xianlin berada didalam kamar mandi dan membuat Xue Bingyue bertanya-tanya.


Saat keluar dari kamar mandi Bai Xianlin terlihat anggun dan cerah, wanita itu duduk disamping Xue Bingyue dengan pakaian yang telah dia pakai membalut tubuhnya.


“Tujuan kita selanjutnya adalah Kota Luodao.” Ucap Bai Xianlin sebelum menjelaskan kepada Xue Bingyue tentang rute perjalanan mereka selanjutnya.


Xue Bingyue mendengarkan penjelasan Bai Xianlin dengan seksama, ‘Situasi di Kekaisaran Shi pasti telah berubah semenjak Bibi Xianlin datang ketempat ini terakhir kali. Aku rasa Kota Luodao juga ikut berubah.’


“Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Yueyue. Tidak perlu khawatir, diperjalanan kita, aku akan memberimu pelajaran untuk menaklukkan seorang pria.” Bai Xianlin mengatakan itu dengan bangga membuat Xue Bingyue tersedak.

__ADS_1


“Kenapa pembicaraannya beralih kesitu?” Xue Bingyue ingin berkomentar jauh tetapi dia mengurungkan niatnya dan mulai menyantap hidangan sarapan pagi bersama Bai Xianlin.


__ADS_2