Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 118 : Saudara Yang?


__ADS_3

“Putih, aku tidak menyangka anak manusia yang terikat denganmu adalah kekasih anak manusia yang telah aku didik.” Roh Sang Hitam tidak henti-hentinya memeluk tubuh saudari jauhnya, begitu juga dengan Roh Sang Putih.


“Sepertinya kau telah menemukan anak manusia yang menarik, Hitam. Dia memiliki kekuatan yang dapat mengendalikan iblis. Dan kau telah memberinya mata kiri pinjaman. Apa ini tidak berlebihan?” Roh Sang Putih menatap Jing Yang yang masih mendekap tubuh Xue Bingyue.


“Kau sendiri menggunakan kekuatan roh-mu untuk menyelamatkan nyawanya. Tugas kita adalah membimbing empat pemilik Takdir Ilahi. Jika roh-mu lenyap, maka bukan hanya tidak dapat menyegel Sembilan Kekacauan Surgawi tetapi kita tidak dapat mencapai dunia atas.” Roh Sang Hitam melipatkan kedua tangannya di dada dan memarahi Roh Sang Putih.


Tak lama Roh Sang Hitam dan Roh Sang Putih menghampiri Jing Yang dan Xue Bingyue. Roh Sang Putih menjelaskan kepada Xue Bingyue jika pemuda yang dia dekap adalah pemuda yang sama dan pernah hidup bersamanya. Serta alasan mengapa dirinya bisa kehilangan ingatannya.


Xue Bingyue melepaskan pelukannya, seketika tubuh Roh Sang Putih menghilang begitu juga dengan Roh Sang Hitam.


Xue Que berjalan pelan mendekati Xue Bingyue sebelum menghadang Jing Yang karena pemuda ini hendak menyeka air mata adik seperguruannya.


“Yueyue, apa dia kekasihmu? Padahal aku sebagai seniormu selalu bangga menceritakan cerita romantis padamu, tetapi kau tidak pernah mengatakan hal ini padaku!”


Xue Bingyue tersenyum ketika mendengar Xue Que memarahinya. Melihat senyuman itu, Xue Que langsung menjauh dari Xue Bingyue.


‘Yueyue tidak menyangkalnya... Jangan bilang pemuda tampan ini...’ Xue Que menelan ludah.


“Namamu...” Xue Bingyue menatap wajah Jing Yang lurus.


“Namaku? Namaku Jing Yang...” Jing Yang keheranan dengan sikap Xue Bingyue.


“Saudara Yang, terimakasih telah menyelamatkan kami. Tetapi kami harus menyelamatkan Guru kami.” Setelah berkata demikian, Xue Bingyue menghampiri Xue Que.


Jing Yang terdiam membisu, “Saudara Yang?” Mulutnya bergumam pelan dalam keheningan sunyi.


Ketika melihat Xue Bingyue menjauh meninggalkannya, Jing Yang segera menghampiri gadis itu.


Xue Bingyue menjelaskan kepada Jing Yang jika dirinya mempunyai seorang Guru yang sedang bertarung jauh di dalam Hutan Kegelapan. Dan dia ingin menyelamatkannya.


Jing Yang mengeluarkan pedang besar dan menaruhnya di tanah, “Yueyue, kamu berpijak pada pedang itu, aku akan membawamu terbang dengan kekuatan gravitasiku.” Jing Yang memegang Pedang Gravitasi dan menarik kekuatannya.

__ADS_1


Xue Bingyue menurut, kemudian dia menarik tangan Xue Que agar mengikutinya. Tak lama tubuh keduanya melayang di udara. Sementara Jing Yang terbang di udara.


‘Dia dapat mengendalikan gravitasi bahkan membuat tubuhku melayang...’ Xue Bingyue menatap Jing Yang penuh kekaguman.


“Bagaimana kau bisa melakukannya?” Xue Que kebingungan dan menatap ke bawah.


“Semua ini karena kekuatan gravitasi.” Jing Yang tidak memungkiri jika Yue Wang memiliki kekuatan yang besar. Setelah ingatan Roh Pedang bangkit, Jing Yang dapat melihat gambaran jelas tentang kemampuan Yue Wang dan Lingling serta kumpulan jurus dari Pedang Pusaka Dewa ini.


Jing Yang menyuruh Xue Bingyue menunjukkan arah menuju tempat Xue Rong berada. Dengan kecepatan tinggi dia terbang bersama Xue Bingyue dan Xue Que yang berpijak pada pedang besar.


Hutan Kegelapan terdapat puluhan lapisan, dan setiap lapisan dihuni satu Hewan Buas dan Binatang Iblis yang menjadi penguasa lapisan. Satu hal yang terlintas di pikirannya, Jing Yang merasa hutan yang menjadi sarang Hewan Buas dan Binatang Iblis ini adalah tempat yang cocok untuk menjadi markas Partai Hewan Buas.


Di bawah sana terlihat puluhan pendekar bertarung sengit melawan Hewan Buas dan Binatang Iblis. Jing Yang menyadari jika ini merupakan ulah Partai Hewan Buas karena matanya dapat menatap jelas tanda merah yang ada di leher Hewan Buas dan Binatang Iblis kejauhan.


Pendapatnya menjadi kenyataan setelah Xue Bingyue menjelaskan kepadanya tentang salah satu pendekar bumi yang dapat mengendalikan ratusan Hewan Buas dan Binatang Iblis yang menghuni Hutan Kegelapan.


“Semua ini seperti Gelombang Hewan Buas...”


Jing Yang bisa melihat Xue Bingyue dan Xue Que mengkhawatirkan perempuan bernama Xue Rong. Melihat wajah cantik Xue Bingyue yang khawatir, Jing Yang menggunakan kekuatannya lebih besar agar sampai di tempat lokasi lebih cepat.


Kekhawatiran Xue Bingyue sungguh terjadi karena gaun putih yang dikenakan Xue Rong sobek. Pemandangan ini membuat Xue Bingyue dan Xue Que tidak dapat menahan amarahnya.


Jing Yang mengamati tiga pendekar yang saling bertarung, tetapi ketiganya juga melepaskan serangan yang mengincar gaun Xue Rong.


“Tanda Mata Naga...” Ketika mulut Jing Yang mendesis, Xue Bingyue dan Xue Que menatapnya.


“Aku akan mengalihkan perhatian mereka bertiga. Yueyue, kamu cukup selamatkan Gurumu.” Jing Yang membawa Xue Bingyue dan Xue Que terbang lebih rendah.


Tentu saja kehadiran Jing Yang sudah dirasakan Xue Rong dan ketiga pendekar bumi. Tetapi mereka tetap bertarung, sebelum merasakan ledakan kekuatan dan menatap ke arah Jing Yang.


“Seni Napas Dewi Naga Kegelapan!” Jing Yang bergerak dengan kecepatan tinggi sambil melebarkan auranya, “Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Kegelapan!”

__ADS_1


Satu tebasan yang dilapisi aura berwarna hitam pekat menghancurkan tanah. Jing Yang melepaskan Aura Raja Naga guna mengulur waktu agar Xue Bingyue dan Xue Que dapat menolong Xue Rong.


‘Siapa yang meracuni tubuh Guru dari Yueyue?’ Jing Yang bisa melihat sebuah jarum yang ada di leher Xue Rong. Kemudian dia mengamati ketiga pendekar bumi yang saling menjaga jarak.


“Saudaraku, jika kau tidak keberatan sebutkan namamu, dan katakan kau berada di pihak siapa?” Pria yang memegang jarum menatap Jing Yang dan tidak sedikitpun menekan aura pembunuhnya.


“Aku bukan saudaramu. Dan aku tidak berada di pihak kalian bertiga.” Jing Yang menjawab.


Di antara ketiga orang yang sedang mengamati kemampuan Jing Yang lebih jauh, Xun Ji yang paling menyadari karakteristik pemuda yang telah mencapai pendekar suci di usia belia ini.


“Anak dari Pendekar Naga Langit, Jing Tian. Apa tujuanmu datang kemari?”


Telinga Jing Yang bergetar. Dia paling sensitif ketika ada orang yang menyebut nama ayahnya dengan nada merendahkan.


Tetapi sekarang dia tidak dapat membiarkan amarah menguasainya. Setelah mengamati kondisi di Hutan Kegelapan dengan seksama, Jing Yang langsung melepaskan tekanan gravitasi dan memusatkannya pada tubuh ketiga pendekar bumi.


“Yueyue, pergilah! Nanti aku akan menyusulmu!”


Xue Bingyue melebar matanya, “Saudara Yang...” Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi dirinya kebingungan dengan perasaannya.


“Yueyue dia siapa?” Xue Rong memusatkan aura dan tenaga dalam untuk menekan racun.


“Jing Yang...”


Mata Xue Rong melebar ketika mendengar Xue Bingyue menyebutkan nama pemuda itu.


Xue Que dan Xue Bingyue langsung pergi meninggalkan Jing Yang. Mereka bertiga menuju sebuah gua yang tersembunyi.


Xue Rong melepaskan hawa dingin dan membuat tanda dengan hati-hati agar Jing Yang mengikutinya.


‘Kenapa aku begitu menyedihkan...’ Gadis berumur sembilan belas tahun yang mengemban tugas berat itu tidak dapat berbuat banyak selain menerima bantuan dari pemuda yang tidak dia kenal.

__ADS_1


__ADS_2