Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 63 : Turnamen Sembilan Naga : Babak 8 Besar III


__ADS_3

‘Manusia itu... aku merasakan ilmu ajaran dari Dewa Sesat dalam tubuh manusia itu.’ Roh Sang Hitam menatap tajam Gao Zhimao. Lalu dia mengalihkan pandangannya memperhatikan Jing Yang yang mengkhawatirkan Qiao Xi.


‘Merepotkan. Sepertinya sudah saatnya bagiku masuk ke dalam tubuhmu, rekan manusiaku, Jing Yang...’


Jing Yang melebar matanya melihat Roh Sang Hitam mengecup keningnya. Perlahan tubuh Roh Sang Hitam menghilang.


‘Dengarkan aku. Hentikan pertandingan itu. Jika tidak teman barumu akan terbunuh. Dan dengarkan perkataanku ini baik-baik...’ Suara Roh Sang Hitam terdengar jelas di telinga Jing Yang. Roh Sang Hitam menjelaskan pada Jing Yang jika sosok Gao Zhimao menyembunyikan kekuatannya. Bahkan Roh Sang Hitam menebak, kekuatan Gao Zhimao telah mencapai tahap pendekar bumi bahkan pendekar langit.


“Mengerti, Guru!” Jing Yang berdiri dari bangku penonton dan melompat ke bawah sembari melepaskan aura berwarna merah.


“Saudara Jing Yang!” Mei Hua panik melihat Jing Yang berniat menghentikan pertandingan.


Gao Zhimao melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar. Ketika Ye Long berniat menghentikan pertandingan, tubuhnya tidak dapat digerakkan karena terikat benang aura dari Gao Zhimao.


“Berhenti! Siapa kau sebenarnya?!” Ye Long berteriak. Benang aura itu terlepas. Semua orang kebingungan dengan tindakan Ye Long.


Gao Zhimao tidak mendengarkan perkataan Ye Long. Tangannya mengayunkan tebasan pedang yang dilapisi aura berwarna hitam pekat. Ketika pedang itu hampir mengenai kepala Qiao Xi, seketika tangan Gao Zhimao terhenti karena Jing Yang menarik pedangnya.


“Tidak mungkin! Anak itu!” Zhu Huazhi bangkit dari tempat duduknya dan menatap Jing Yang.


“Menarik...” Wang Zhi tersenyum tipis. “Tapi belum saatnya.”


Jing Yang menatap dingin Gao Zhimao. “Berhenti! Kau berniat membunuhnya! Jika kau sebegitunya ingin membunuh temanku! Majulah! Dengan senang hati aku akan melayanimu!” Jing Yang mendaratkan serangan gravitasi yang membuat seluruh arena pertandingan panggung tanah hancur.


Ye Long dengan cepat berada di tengah-tengah kedua peserta itu. Dia langsung menatap tajam Gao Zhimao. “Kau didiskualifikasi—”


“Tunggu, Tetua Ilmu Naga! Sudah jelas anakku itu pemenangnya! Semua yang berada di stadion telah dengan melihat jelas kekuatannya! Jangan menyalahi aturan!” Wang Zhi berdiri dari bangku dan tersenyum tipis.


“Kau—” Ye Long melotot tajam menatap Wang Zhi penuh amarah. Dia sadar Wang Zhi dan Zhu Huazhi terlalu dimanja oleh Sheng Long sejak kecil. Bahkan Sheng Long tidak terlalu banyak menaruh perhatian padanya.

__ADS_1


“Saudari Qiao Xi. Jika kau membenciku karena menghentikan pertandinganmu. Maka bencilah aku. Itu lebih baik daripada aku harus kehilangan dirimu..." Jing Yang menarik tangan Qiao Xi dan menatap gadis yang sedang ketakutan itu.


Setelah melihat Gao Zhimao menekan auranya. Jing Yang langsung membawa tubuh Qiao Xi menuju bangku penonton. Di stadion suara kebisingan semakin menggema.


“Kakek! Aku rasa Wang Zhi dan Zhu Huazhi menyembunyikan sesuatu darimu! Rasa sayangmu pada mereka itu akan membunuhmu!” Ye Long tidak tahan dengan sikap Sheng Long.


“Jaga bicaramu, Saudara Ye Long!” Zhu Huazhi membentak perkataan Ye Long.


“Lanjutkan pertandingannya, Ye Long! Aku ingin melihat sendiri siapa yang pantas menjadi Tetua Naga Muda!” Sheng Long membuka matanya menatap tajam Gao Zhimao yang sedang menekan auranya.


“Pemenangnya Gao Zhimao dari Istana Sembilan Naga!” Ye Long tidak dapat berbicara banyak. Kemudian dia memanggil dua nama peserta selanjutnya.


“Selanjutnya Jing Yang dan Yan Shangxuan! Untuk dua peserta yang kupanggil! Silahkan maju ke depan!” Ye Long membentuk kembali panggung tanah menggunakan aura tubuhnya.


Jing Yang langsung bergerak dengan kecepatan tinggi ke panggung tanah. Dia menunggu kedatangan Yan Shangxuan yang baru saja berdiri dari bangku penonton.


Ketika Yan Shangxuan berdiri didepannya. Jing Yang memejamkan matanya dan mengolah pernapasan untuk menenangkan dirinya.


Yan Shangxuan tersenyum menyeringai. “Aku akan memberimu pelajaran cacat!” Yan Shangxuan tidak menyembunyikan nafsu membunuh sedikitpun. Dengan kecepatan tinggi dia langsung menyerang Jing Yang.


Napas Jing Yang begitu tenang. Peraturan pertandingan Istana Sembilan Naga adalah tidak boleh membunuh peserta lain kecuali dalam babak semi final dan final. Ketika peserta masuk kedalam babak empat besar, maka kedua peserta diperbolehkan untuk membunuh jika lawannya tidak mau menyerah.


Jing Yang menarik pedangnya dan menggunakan kekuatan gravitasi dari Pedang Gravitasi, Yue Wang. Tangan kanan Yan Shangxuan patah. Suara tulang yang remuk terdengar, seketika tubuh Yan Shangxuan terhimpit ke tanah hingga mulutnya mengeluarkan darah segar cukup banyak.


Tekanan gravitasi dari pedang milik Jing Yang membuat semua orang tertuju padanya. Pedang Jing Yang bukanlah pedang sembarangan. Mereka semua menyadari itu.


Semua penonton terdiam melihat kemampuan Jing Yang. Terutama pedang yang pemuda itu gunakan. Di barisan bangku penonton dari Gunung Pedang Tunggal terlihat seorang pria paruh baya turun ke panggung tanah dan langsung menyerang Jing Yang.


“Beraninya kau mematahkan tangan anakku!” Ketua Gunung Pedang Tunggal yang bernama Yan Kang menyerang Jing Yang.

__ADS_1


“Berhenti!” Ye Long menahan tebasan pedang Yan Kang dengan pedangnya. “Jangan nodai pertarungan ini!”


Yan Kang menyarungkan pedangnya dan menatap Jing Yang dingin. “Tunggu pembalasanku! Kau akan mati saat keluar dari wilayah ini! Akan kubutakan matamu yang satu itu!”


Jing Yang melepaskan Aura Raja Naga dan kembali menggunakan kekuatan gravitasi. Kemudian menatap dingin Yan Kang beserta Yan Shangxuan. “Dengar baik-baik perkataanku ini! Mau kalian menghinaku atau memanggilku dengan anak cacat! Aku sama sekali tidak peduli dengan semua itu!” Jing Yang mendekati Yan Kang dan Yan Shangxuan.


“Tapi, apapun alasannya, aku takkan memaafkan siapapun yang telah mempermalukan bahkan menghina temanku!”


Selesai Jing Yang menekan auranya. Wajah Yan Kang semakin murka, sementara Yan Shangxuan meringis kesakitan dan tidak berani menatap Jing Yang.


Jing Yang kembali ke bangku penonton bersamaan dengan Yan Kang yang membawa tubuh Yan Shangxuan.


Semua orang terkejut mendengar perkataan Jing Yang. Namun Jing Yang tidak mempedulikan mereka semua. Saat duduk disamping Mei Hua dan Qiao Xi. Dia mencoba bersikap tenang, namun suara tawa cekikikan dari Roh Sang Hitam menggema jelas ditelinganya.


“Aku bisa saja membunuhnya. Tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan Yan Shangxuan. Saat ini aku hanya ingin melihat sendiri identitas Gao Zhimao...” Jing Yang menggumam pelan dan memejamkan matanya.


“Saudara Jing Yang. Terimakasih. Aku... aku...” Qiao Xi menyeka air matanya dan memeluk tubuh Jing Yang.


Amarah Jing Yang langsung meredam karena kebingungan harus bersikap seperti apa. Dia sendiri terkejut melihat Qiao Xi tidak marah padanya. Saat pertama kali melihat gadis ini di Istana Bunga Persik, Jing Yang masih mengingat jelas jika Qiao Xi bersikap dingin dan menjaga jarak darinya. Namun sekarang Qiao Xi justru berbeda.


“Qiao Xi! Kau dilihat banyak orang!” Mei Hua mencubit paha Qiao Xi. Hingga gadis muda itu menjerit.


Qiao Xi langsung melepas pelukannya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Jing Yang mendengarkan cerita dari Roh Sang Hitam tentang cinta. Dia sadar jika Qiao Xi memiliki perasaan padanya. Tetapi sangat disayangkan, Jing Yang hanya menganggap Qiao Xi hanya sebatas teman.


Babak empat besar akan segera digelar. Ye Long masih menjadi wasit pertandingan. Namun kali ini terlihat hanya Wang Zhi yang berdiri di samping Sheng Long. Sedangkan Zhu Huazhi berdiri di luar panggung tanah untuk mengawasi.


Hanya Sheng Long yang berada di kursi emas. Sementara itu terlihat di empat arah mata angin, Feng Long, Huo Long, Shui Long dan Tian Long terbang melayang di udara mengawasi pertandingan.

__ADS_1


Wang Zhi tersenyum tipis menatap Ye Long sebelum pria itu memulai pembukaan untuk membuka babak empat besar Turnamen Sembilan Naga.


“Baiklah, mari kita mulai babak empat besar ini dengan pertandingan pembuka antara Gao Zhimao melawan Ma Xinxuan!”


__ADS_2