Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 80 : Tanda Pertempuran Berdarah


__ADS_3

‘Sekarang aku dapat berpikir jernih. Aura Naga Kegelapan dapat membantuku mengumpulkan aura pembunuh.’ Jing Yang tersenyum tipis sambil menahan tebasan golok pendekar suci dari Lima Golok Darah.


“Kau akan mati anak kecil!” Pendekar agung dari Lima Golok Darah hendak menebas Jing Yang tetapi ayunannya terhenti karena Ye Xiaoya menahannya.


“Golok? Sepertinya kalian dari Lima Golok Darah.” Ye Xiaoya tersenyum tipis sebelum melancarkan serangan beruntun pada pendekar agung yang mencoba membunuh Jing Yang.


Dua pendekar agung bergerak, tetapi Fan Ziwen dan Fan Liwei menahannya. Pertempuran di dalam Kediaman Kaisar Jiang En meledak ketika Murong Qiaomi dan Tao Qiaoli membalas serangan dari dua pendekar bumi.


Jing Yang melepaskan kekuatan gravitasi sebelum dia melompat ke udara dan bergerak keluar dari kediaman. Pendekar suci yang melawannya mengejar. Jing Yang sekilas melihat beberapa pendekar yang tidak asing di matanya sehingga dia memilih untuk mendekati pendekar tersebut.


Tebakannya tidak salah. Saat Jing Yang melihat wajah Lin Song, dengan cepat dia melesat cepat sambil mengayunkan pedangnya.


“Lin Song!” Kekuatan gravitasi menghancurkan bangunan, sementara Jing Yang memanipulasi aura tubuhnya menjadi api.


Lin Song menghindari serangan Jing Yang dan menjaga jarak. Saat Jing Yang sedang menatap Lin Song penuh amarah, Xue Lihua dan Xue Liwen bergerak menyerang Lin Song.


Sekitar lima pendekar suci yang bersama Lin Song adalah pendekar yang tersisa dari Pulau Salju Rembulan.


“Dasar bedebah! Kalian mengkhianati kepercayaan Ketua Bing! Bahkan kalian membuang Ketua Xue Qinghua!” Xue Lihua langsung memainkan pedangnya yang membuat tiga tebasan berbentuk sabit dipenuh salju putih.


Lin Song dan lima pendekar suci bersiul kegirangan.


“Aku hanya ingin menjadi ketua. Bing Chen sangat naif, aku sendiri tidak menyangka Bing Zhen mati bersama istrinya. Kau tahu, aku sangat menyukai Xue Qiuyu. Tetapi dia memilih Bing Zhen karena hubungan dua keluarga.” Lin Song melepaskan aura pembunuh yang besar sebelum mencoba membunuh Xue Lihua.


Jing Yang menahan tebasan Lin Song dan menendang wajah pria tersebut. Kemudian dia melepaskan aura pembunuh untuk menekan aura Lin Song.


“Lin Song, mari kita akhiri masa lalu kita disini. Tidak kusangka, kau berani membuat orang-orang terdekatku menderita.” Jing Yang menatap dingin Lin Song sebelum mata kirinya memejam sesaat.


“Tanda Mata Naga...”


Perlahan mata kiri Jing Yang berwarna hitam sepenuhnya dengan tanda Naga berwarna merah yang mengelilingi bola matanya. Melihat itu, Xue Lihua dan Xue Liwen merasakan kekuatan Jing Yang telah mencapai pendekar bumi.


“Tetua Lihua dan Tetua Liwen...” Jing Yang berkata dengan nada yang tenang, “Serahkan mereka berenam padaku. Akan kupastikan, semuanya mati mengenaskan.”


Xue Lihua menatap Jing Yang lama, sebelum dia mengangguk dan berlari keluar kediaman bersama Xue Liwen untuk bergabung bersama prajurit militer melawan pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau dan Organisasi Air Dosa.

__ADS_1


“Kau...” Lin Song menggelengkan kepalanya dan mengamati wajah Jing Yang dengan seksama. Ketampanan pemuda tersebut semakin terlihat, tetapi Lin Song mengingat sekilas ketika Jing Yang memejamkan mata kirinya, “Sampah yang itu?”


Jing Yang tersenyum menyeringai dan menghilang dari pandangan Lin Song. Kekuatan keenam pendekar yang ada dihadapannya adalah pendekar suci. Ketika dirinya berada dalam kuasa Tanda Mata Naga, Jing Yang mencapai pendekar bumi. Tetapi dia masih belum bisa mengontrol sepenuhnya.


“Jika aku sampah, maka orang sepertimu itu apa?” Jing Yang menatap dingin Lin Song sebelum memotong tangan kirinya.


Lin Song terlambat bereaksi. Dia menggeliat di lantai dan mengerang kesakitan. Jing Yang langsung menginjak perut Lin Song dengan tenaga dalam dan tatapan matanya teramat dingin.


“Tanganmu terlalu berdosa. Kau membunuh perempuan di Pulau Salju Rembulan. Untuk memuaskan hasrat dan nafsumu. Bisa-bisanya orang sepertimu mashi hidup dengan menjilat kaki seorang pangeran, sementara orang-orang yang baik harus mati!” Kembali Jing Yang memotong kaki kiri Lin Song.


Pertarungan terhenti sesaat ketika banyak pendekar yang melihat seorang pemuda berumur dua belas tahun menunjukkan sisi gelapnya. Ye Xiaoya sedikit menyadari jika Jing Yang memiliki kepribadian yang tenang, hanya saja kali ini dia melihat kepribadian Jing Yang yang lain.


“Kau tahu, aku adalah orang yang membunuh Lin Feng. Katakan padaku sekarang! Dimana Jiang Feng berada?!” Jing Yang menyarungkan kedua pedangnya sebelum mencekik leher Lin Song.


Karena tidak ada jawaban, Jing Yang melempar Lin Song dan menghabisi lima pendekar suci yang mematung melihatnya.


“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Kegelapan!”


Tapak Jing Yang mengenai perut salah pendekar suci, kemudian Jing Yang melancarkan pukulan yang dilapisi aura berwarna hitam pekat.


‘Secepat ini? Jangan bercanda! Bedebah seperti kalian memasang wajah melas!’ Jing Yang menggertakkan giginya sebelum menarik Yue Wang dan menggunakan kekuatan gravitasi.


Kepala lima pendekar suci terpotong, sementara tangan kanan Lin Song terpotong. Jing Yang mencoba menahan amarahnya, tetapi pembuluh darahnya serasa mendidih.


“Dimana Jiang Feng?! Aku akan membunuhnya!” Jing Yang berteriak dan mencekik leher Lin Song.


Wajah Jiang En dan Yi Yue memucat melihat Jing Yang. Mereka kembali berlari ketika Jendral Besar Huan Chen memberi isyarat pada keduanya agar segera menjauh dari kediaman.


“Yue‘er hampir kunodai. Beruntung tua bangka itu menyelamatkannya. Saat ini aku yakin dia menjadi budak dan hidup penuh penderitaan...” Lin Song tersenyum menyeringai menatap tajam Jing Yang. Kemudian dia kembali meringis kesakitan, “Nenek sialan itu pasti sudah mati sekarang...”


“Katakan padaku, dimana Jiang Feng berada?!” Jing Yang kembali berteriak dan mendorong tubuh Lin Song hingga menghimpit ke tembok.


“Pulau Iblis Tengkorak...” Tubuh Lin Song terjatuh ke tanah ketika Jing Yang melepas cekikan tangannya.


Jing Yang menggertakkan giginya dan menarik Yue Wang sebelum menggunakan kekuatan gravitasi untuk menghancurkan tubuh Ling Song.

__ADS_1


Aura pembunuh dari enam pendekar suci terserap oleh tubuh Jing Yang. Aura pembunuh yang menyelimuti tubuh Jing Yang semakin pekat. Membuatnya terlihat seperti pembunuh berdarah dingin.


‘Anak manusia, ingat perkataanku. Jangan sampai kau termakan oleh kegelapanmu sendiri.’ Roh Sang Hitam sedang mengamati Jing Yang dari alam bawah sadar bersama Yue Wang dan Lingling.


“Tenang saja, Guru. Tadi itu murni perasaanku.” Jing Yang menjawab sambil memeriksa beberapa barang bawaan Lin Song dan lima pendekar suci, kemudian dia berlari keluar kediaman.


“Mereka mati semudah itu!” Jing Yang mendecakkan lidahnya ketika melihat tubuh enam pendekar dari Pulau Salju Rembulan termasuk Lin Song hancur bagian tubuhnya karena terkena tekanan gravitasi pedangnya.


Di luar kediaman terlihat tubuh-tubuh bergelimpangan. Darah berceceran, bagian tubuh ada yang menggelinding seperti terhempas oleh tiupan sang angin. Bau amis semakin menyengat dan dalam sekejap halaman depan yang luas itu menjadi berwarna merah.


Jing Yang mengamati Xue Lihua dan Xue Liwen yang sedang bertarung melawan pembunuh dari Organisasi Laba-Laba Hijau dan Organisasi Air Dosa.


Jing Yang pernah bertemu dengan salah satu anggota Organisasi Laba-Laba Hijau, tetapi dia lebih penasaran dengan Organisasi Air Dosa. Semua yang berkaitan dengan Kota Yunfei, membuat emosinya tidak stabil.


Ketika Jing Yang sedang mengamati situasi, sebuah golok terbang hampir mengenai kepalanya. Terlihat pria yang termasuk dalam petinggi Lima Golok Darah menyerangnya dari belakang.


“Bocah. Ini adalah pertempuran, jangan main-main dan kembalilah.”


Pria itu menatap Jing Yang dengan tatapan merendahkan. Tak lama ledakan besar di Kediaman Kaisar Jiang En membuat pendekar yang bertarung di dalam segera melompat ke atas.


Ledakan itu terjadi ketika Tao Qiaoli dan Murong Qiaomi menggabungkan kekuatan untuk menahan serangan dari dua pendekar bumi.


Jing Yang tidak menggubris perkataan pria yang melempar golok padanya. Saat ini dia menarik kedua pedangnya secara perlahan ketika merasakan nafsu membunuh dari pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau.


“Teknik Pedang Dalam Sarung...” Jing Yang menyarungkan pedangnya pelan-pelan setelah menggunakan kekuatan gravitasi dan menebaskan pedangnya secepat mungkin, “Ledakan Gravitasi!”


Tubuh pembunuh Organisasi Laba-Laba Hijau hancur, sebagian terpotong. Sementara lantai yang dipijak Jing Yang ikut hancur karena tidak mampu menahan tekanan gravitasi.


Wajah pria yang memegang golok berubah sebelum dia melompat mendekati Jing Yang.


“Aku, Liong Lao! Salah satu Lima Golok Darah akan menemanimu bertarung, bocah!”


Jing Yang menaikan alisnya mendengar perkataan Liong Lao. Dia pernah berurusan dengan Liong Heng, sehingga dia sengaja menyinggung nama Liong Heng untuk sekedar memastikan.


“Aku pernah membunuh Liong Heng, apakah kau mengenalnya?” Jing Yang memegang kedua pedangnya dan tersenyum tipis ketika melihat raut wajah Liong Lao yang dipenuhi kemarahan.

__ADS_1


“Kebetulan sekali, dia adalah adikku. Aku akan membunuhmu dengan sangat menderita!” Liong Lao langsung menyerang Jing Yang dengan goloknya.


Sementara Jing Yang menyambutnya dengan kedua pedangnya sebelum keduanya mulai bertukar serangan.


__ADS_2