Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 140 : Gejolak Shuyang II


__ADS_3

“Hampir saja...” Jing Yang menahan tubuh Xue Rong yang jatuh tepat di atas tubuhnya, sementara tubuhnya sendiri dilindungi sayap api berwarna merah dan biru.


Sekitar satu menitan, kedua sayap itu menghilang. Jing Yang mendorong lembut tubuh Xue Rong, kemudian berdiri mencoba merasakan aura dari Tubuh Dewa Phoenix.


“Aku tidak menyangka dia memiliki kemampuan sebesar ini...” Jing Yang menatap ke atas dan berjalan melewati Xue Rong yang merah padam wajahnya.


‘Dia mengabaikanku?’ Xue Rong sadar, bagaimanapun Jing Yang masih terlalu muda mengenal cinta. Dia tidak bisa memaksakan kehendaknya, tetapi tetap saja kejadian ini bagi dirinya sangat memalukan.


“Sepertinya kau belum mati?” Leng Xu mendekati Xue Rong dengan kecepatan tinggi dan melepaskan pukulan bertenaga, “Menurutlah gadis cantik, jika tidak kau akan merasakan siksaanku!”


Xue Rong melepaskan hawa dingin dalam jumlah besar, dan menyambut dua pukulan Leng Xu dengan pukulan yang berapi-api.


“Salju, es dan api?” Leng Xu tersentak kaget melihat kemampuan Xue Rong.


Xue Rong tidak menggubrisnya, melainkan dia bergerak cepat memberikan serangan beruntun pada Leng Xu yang terus mempersingkat jarak dengan dirinya.


Saat Xue Rong melepaskan kekuatan air yang membentuk hiu, Leng Xu kembali terkejut karena bagaimanapun sangat jarang ditemukan seorang pendekar memiliki kemampuan lebih dari dua unsur bawaan.


Xue Rong terus memanipulasi aura tubuhnya menciptakan tujuh ekor hiu yang berenang di udara.


“Hiu Menerkam!” Xue Rong mengayunkan tangannya. Dia melihat Leng Xu baru saja mencapai pendekar bumi, dari segi pengalaman tentu saja Xue Rong unggul walau umur Leng Xu lebih tua.


Dan perlu diketahui karena Xue Rong sangat jarang menggunakan kekuatan penuhnya. Kekuatannya bukan sekedar memanipulasi es dan salju, tetapi air dan api yang menjadi bagian dari tubuhnya juga memiliki serangan mematikan.


Leng Xu memanipulasi aura tubuhnya menjadi elang angin yang terbang cepat di udara.


Pertarungan Xue Rong melawan Leng Xu menjadi pertarungan memanipulasi aura. Benturan serangan mereka menggema, berkali-kali gelombang kejut memenuhi udara.


Xue Rong memperhatikan pergerakan Leng Xu yang berkali-kali mencoba menerobos dan mempersingkat jarak antara mereka.


Telapak tangan Xue Rong membuka, seketika api berkumpul dan berkobar di telapak tangannya. Dalam satu kali pukulan tangannya yang membara, Xue Rong berhasil mendaratkan pukulan tepat di perut Leng Xu.

__ADS_1


Perut Leng Xu terbakar, tidak butuh waktu lama bagi Xue Rong untuk melepaskan serangan beruntun tanpa henti pada Leng Xu.


Putaran api muncul di belakang punggungnya, Xue Rong menatap dingin Leng Xu yang hendak menahan serangannya, “Sembilan Api Kebajikan!”


Sembilan pukulan yang dialiri tenaga dalam dan aura tubuh berhasil mendarat di sekujur tubuh Leng Xu. Serangannya kali ini berhasil membunuh Leng Xu dengan jurus Sembilan Api Kebajikan.


“Menyebalkan.” Xue Rong membentuk pedang es dari tenaga dalamnya, dan langsung memotong kepala Leng Xu.


Kemudian gadis ini menyerahkan Fu Oujin kepada Jing Yang, sementara dirinya bergerak cepat membantu Xue Bingyue dan Xue Que.


Jing Yang dan Fu Oujin sama-sama berimbang dalam pertukaran serangan. Permainan tongkat Fu Oujin mengimbangi permainan pedang ganda Jing Yang.


Fu Oujin memutarkan tongkatnya dan mencoba mencari celah untuk mendaratkan serangan telak pada tubuh Jing Yang.


“Guntur Memanjang!”


Tongkat hitam Fu Oujin memanjang secara tiba-tiba dalam pertukaran serangan, Jing Yang terkena telak di dadanya walau sudah mengantisipasi serangan itu.


Fu Oujin menyeringai lebar setelah melihat Cincin Dewa yang dimiliki Jing Yang. Dia berniat membunuh Jing Yang dan mengambil kepemilikan Cincin Dewa.


Jing Yang melihat Fu Oujin yang menyerangnya secara agresif. Berkali-kali lawannya itu membuatnya terdesak, bahkan kali ini tubuhnya terkena telak pukulan tongkat tepat di kepalanya.


Jing Yang mendecakkan lidahnya, saat kepalanya terasa nyeri. Walau sudah melapisinya dengan aura, dia tidak menyangka akan sesakit ini.


“Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Bumi!” Saat Fu Oujin hendak mengincar kembali perut dan ulu hatinya, dalam sekejap tubuh Jing Yang mengeras.


KRUK!!!


“Zirah ini?!” Fu Oujin mengangkat alisnya. Kemudian dia kembali memainkan tongkatnya karena melihat mata Jing Yang yang sama sekali tidak menunjukkan ketakutan apalagi takut akan kekalahan.


“Aura Zirah Naga ~ Zirah Petir Kegelapan!”

__ADS_1


Kilat petir berwarna ungu memenuhi sekujur tubuhnya, dengan aura hitam pekat yang membentuk pelindung tubuhnya.


Jing Yang mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar dan bergerak dengan kecepatan tinggi menyambut setiap serangan yang dilepaskan Fu Oujin.


Dalam pertukaran sengit itu, Jing Yang masih belum dapat mengungguli Fu Oujin. Tebasan pedangnya semakin menajam, tetapi Fu Oujin masih dapat menghindarinya.


Kurang lebih setelah bertukar serangan lebih dari dua ratus serangan, akhirnya Jing Yang menyadari napas Fu Oujin yang tidak beraturan.


Jing Yang memutarkan tubuhnya dan melepaskan tebasan menyilang. Dia melihat tubuh Fu Oujin yang terpental beberapa meter ke belakang.


Dengan kedua bilah pedang yang dipenuhi aura dan tenaga dalam, Jing Yang langsung memusatkan serangannya pada satu titik yakni Fu Oujin.


Sebuah tebasan yang membentuk harimau api yang terbentuk dari energi pedang melesat dengan kecepatan tinggi, Jing Yang menatap tajam bagaimana tebasannya itu mengarah pada Fu Oujin yang masih melayang di udara.


“Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Ledakan Gravitasi Naga!”


Fu Oujin terbelalak saat merasakan tebasan Jing Yang memancarkan aura dan tenaga dalam yang begitu besar, bahkan energi pedang yang membentuk harimau api itu membuatnya merasakan pertanda buruk.


Ketika jarak antara dirinya dengan harimau api semakin dekat dan singkat, Fu Oujin tidak dapat melarikan diri walau telah menggunakan seluruh ilmu meringankan tubuh miliknya.


DUAARR!!!


Ledakan energi pedang itu membuat tubuh Fu Oujin bersimbah darah, luka dalam yang dialaminya juga besar. Fu Oujin menyadari bahwa kemungkinan untuk kembali Kekaisaran Ma sangat kecil harapannya.


Jing Yang yang sudah memperkirakan teknik barunya ini, segera melepaskan tebasan keduanya, “Teknik Kombinasi Pedang Ganda ~ Iblis Cantik Malam!”


Fu Oujin tidak dapat menghindari serangan yang dilepaskan Jing Yang kali ini, tubuhnya terkena tebasan yang dipenuhi energi pedang. Luka dalam diperutnya membuat tubuhnya berlubang.


Jing Yang mengibaskan kedua pedangnya dan menatap tajam tubuh Fu Oujin yang terjatuh ke bawah dan tergeletak tak bernyawa.


____

__ADS_1


Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.


__ADS_2