Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 207 - Gejolak Kekaisaran Jiang Arc 6 - Kebangkitan Sang Pendekar


__ADS_3

‘Hm, jadi pemuda ini yang membuat Yueyue jatuh hati...’ Gadis cantik dengan paras bangsawan yang anggun memandang wajah laki-laki berusia tiga belas tahun.


“Terimakasih karena telah menjadi teman Yueyue, Nona Shi.” Jing Yang memulai pembicaraan setelah Xue Bingyue memperkenalkan Shi Surao kepada Jing Yang.


“Ah, justru aku yang seharusnya berterimakasih.” Shi Surao canggung menjawab karena bagaimanapun dia mengetahui identitas Jing Yang. Bisa dibilang Jing Yang merupakan seorang bocah dimatanya, tetapi dipundak bocah itu tersimpan beban berat yang dipikulnya.


Menjadi pewaris tahta Kekaisaran Jiang serta telah menembus Pendekar Roh diusia yang sangat muda sudah bisa dibilang jika Jing Yang merupakan seorang jenius yang belum pernah ada sebelumnya.


Saat Shi Surao membahas tentang keluarganya dan merasa bersalah atas hal yang menimpa keluarga Jing Yang, ucapan Shi Surao dihentikan Jing Yang karena bagaimanapun Shi Surao tidaklah bersalah.


“Tidak perlu membahas hal itu. Nona Shi tidaklah bersalah.” Jing Yang tersenyum dan memperhatikan Pegunungan Suxue dari kejauhan.


Shi Surao menunggu kedatangan Xue Bingyue dan Bai Xianlin disebuah gua yang dekat dengan Pegunungan Suxue. Butuh waktu lama bagi Shi Surao untuk menetap di gua tersebut karena bagaimanapun gadis cantik itu sangat ketakutan, tetapi kegigihan Xue Bingyue dan Bai Xianlin untuk menyakinkannya membuat Shi Surao mulai terbiasa dengan kehidupan barunya.


“Yangyang, tujuan kita selanjutnya adalah Istana Sembilan Naga, apa kita akan langsung menuju kesana?” Xue Bingyue bertanya.


Jing Yang menjawab, “Kita berdua akan melanjutkan perjalanan menuju Istana Sembilan Naga. Jadi Bibi Xianlin dan Nona Surao, apa kalian berdua akan mengikuti kami atau telah menentukan perjalanan kalian sendiri?”


Jing Yang menjawab sambil bertanya. Bai Xianlin tersenyum manis, sedangkan Shi Surao bingung harus menjawab apa karena bagaimanapun Shi Surao tidak percaya Jing Yang tidak terlalu peduli statusnya.


“Aku akan ikut dalam perjalananmu. Kau pernah menceritakan padaku tentang Rumah Lima Warna bukan? Sepertinya aku ingin menetap dikelompok asosiasi yang kau buat itu. Tentunya aku akan mengajak Raorao. Apakah kau mengizinkannya, Yang‘er?” Bai Xianlin tersenyum manis walaupun dalam hatinya dia ingin melayangkan pukulan kepada Jing Yang karena bocah itu belum memberikan Cincin Penyimpanan padanya.

__ADS_1


“Justru aku merasa beruntung jika Bibi Xianlin bergabung dengan Rumah Lima Warna. Ini akan sangat membantu Shen Mi. Tentu saja aku menyambutmu Nona Shi.” Jing Yang menjawab keinginan Bai Xianlin.


Setelah menentukan tujuan perjalanan mereka selanjutnya akhirnya mereka berempat bergegas menuju Kekaisaran Jiang.


____


Kegemparan yang melanda Kekaisaran Jiang adalah kabar kalahnya Istana Sembilan Naga yang berujung pada pembantaian mengerikan dan pernyataan perang Pulau Iblis Tengkorak terhadap seluruh sekte aliran putih dan netral di Kekaisaran Jiang bahkan Pulau Iblis Tengkorak menyebarkan bahwa mereka akan melakukan penyerangan terhadap keluarga bangsawan yang mendukung Kaisar Jiang sekarang.


Ketika Pulau Iblis Tengkorak semakin menguatkan akarnya di Kekaisaran Jiang, para pendekar dari sekte aliran putih dan netral di Kekaisaran Jiang berkumpul untuk membentuk sebuah aliansi.


Pertemuan digelar di salah satu sekte terbesar di Kekaisaran Jiang tepatnya di Aula Temu Tetua Istana Naga Api. Banyak pendekar dari aliran putih dan netral berkumpul di Istana Naga Api.


“Partiark Zhen Wang memasuki ruangan!” Dari luar terdengar suara pendekar Istana Naga Api yang berjaga.


“Maaf atas keterlambatanku. Sepertinya para tokoh utama sudah hadir disini.” Patriark Istana Naga Api yang bernama Zhen Wang itu menyisir pandangannya memperhatikan pendekar yang hadir didalam Aula Temu Tetua menjadi tamu undangannya.


Didalam ruangan Aula Temu Tetua terlihat ada Murong Qiaomi, Chi Rong, Tao Qiaoli yang merupakan perwakilan dari Istana Bunga Persik. Kehadiran pendekar perempuan dari Istana Bunga Persik menarik perhatian para tamu undangan karena paras cantik mereka.


“Pertemuan ini akan menjadi penentu masa depan dunia persilatan Kekaisaran Jiang. Aku harap semuanya sepemikiran denganku.” Murong Qiaomi memperhatikan beberapa pendekar yang tidak dia kenal di Istana Naga Api.


“Ketua Qiaomi, apa kau sudah mendengar sepak terjang Pangeran Jing Yang?” Tao Qiaoli bertanya pada Murong Qiaomi tentang sepak terjang Jing Yang didunia persilatan yang beberapa akhir ini pencapaiannya bisa dibilang sangat luar biasa.

__ADS_1


Murong Qiaomi sendiri berharap bisa menemui Jing Yang. Dia ingin menjadikan Jing Yang sebagai pilar utama aliran putih dan netral serta membujuknya menerima posisi Kaisar Jiang.


“Aku mendengarnya, tetapi itu satu tahun yang lalu. Bahkan sekarang tidak ada kabar tentang bocah jenius itu. Aku penasaran sedang dimana dia?” Murong Qiaomi memejamkan matanya dan menghela nafas ringan.


“Bisa dibilang Pangerang Jing Yang menjadi harapan terakhir Patriark Istana Sembilan Naga, tetapi aku tidak menyangka akan terjadi hal yang tidak terduga.” Chi Rong menghela nafas panjang sebelum menambahkan, “Dua negeri yang merupakan bagian dari Pulau Iblis Tengkorak dahulu merupakan tempat yang indah bahkan dua negeri itu hampir menandingi Kekaisaran Jiang, tetapi aku tidak menyangka Pulau Iblis Tengkorak akan memiliki kekuatan tempur yang diluar perkiraan semua orang.”


“Untuk menghadapi kekuatan besar Pulau Iblis Tengkorak, kita membutuhkan sosok orang yang mampu menyatukan semua orang. Aku tidak terlalu berharap pada pasukan militer Kekaisaran Jiang ataupun Yang Mulia Kaisar, tetapi aku sendiri berharap jika Pangeran Jing Yang dapat menerima bujukan kita untuk menjadi Kaisar Jiang.” Chi Rong menambahkan.


“Untuk berjaga-jaga dengan hal yang tidak inginkan, aku telah memberikan misi khusus pada Ziwei.” Murong Qiaomi menanggapi ucapan Chi Rong sebelum memperhatikan raut wajah Zhen Wang yang sempat menatap tajam dirinya.


Di dunia persilatan Kekaisaran Jiang, sosok Zhen Wang memiliki kemampuan yang kurang lebih setara dengan Sheng Long dimasa lalu. Namun dimasa sekarang dengan kematian Sheng Long dah hancurnya Istana Sembilan Naga, tidak dipungkiri jika Zhen Wang merupakan sosok terkuat aliran putih dan netral yang berada di tahap Pendekar Roh.


Hanya beberapa orang saja yang setara dengan Zhen Wang, salah satunya Mao Gang. Bahkan kemungkinan besar Mao Gang jauh lebih kuat dari Zhen Wang mengingat Mao Gang berhasil menyatukan sekte aliran hitam di Kekaisaran Jiang.


Sosok dibalik layar yang ditakuti Mao Gang sendiri tidak diketahui semua orang yang hadir di Aula Temu Tetua. Acara pertemuan ini akan menjadi penentu masa depan Kekaisaran Jiang. Dimana jika mereka semua bersatu, maka untuk melawan gejolak yang dibuat Pulau Iblis Tengkorak akan memberikan perlawanan yang efektif.


Tetapi sebaliknya jika para tokoh utama aliran putih dan netral mementingkan kepentingan pribadi dan sektenya, maka situasi di Kekaisaran Jiang akan lebih buruk dari sekarang.


“Terimakasih karena telah bersedia datang memenuhi undanganku. Alasanku mengumpulkan kalian semua disini karena ingin membahas tentang sekte yang akhir-akhir ini membuat resah dengan kebangkitannya...” Zhen Wang memperhatikan seluruh tamu undangan untuk memastikan jika mereka semua sudah berada didalam Aula Temu Tetua, “Kita semua mengetahuinya, Pulau Iblis Tengkorak. Ditengah-tengah badai yang menerpa kita, aku ingin menyampaikan keinginanku pada saudara dan saudari sekalian...”


Zhen Wang mulai membicarakan keinginannya untuk membentuk aliansi demi memerangi Pulau Iblis Tengkorak.

__ADS_1


__ADS_2