
“Mohon maaf, Saudara Ye Long. Sudah kewajibanku menjaga Yang‘er. Jika motifmu tidak jelas, maka lebih baik pergi dari sini. Malam ini Yang‘er akan berlatih bersamaku agar siap bertarung di babak enam belas besar.” Ye Xiaoya memang tersentak kaget, tapi Jing Yang adalah muridnya. Seorang murid yang dia harapkan mampu Menembus Tradisi.
“Aku ingin mengajak Junior Jing Yang menjadi murid dalam, Istana Sembilan Naga.” Ucap Ye Long sambil tersenyum canggung dan meminta maaf karena ajakannya terlalu tidak sopan.
“Murid? Mohon maaf, Yang‘er telah menjadi muridku, walau dia masih mempunyai syarat yang belum terpenuhi. Tetapi tidak akan kubiarkan kau seenaknya membawa muridku ini. Katakan padaku, apa tujuanmu mengajak Yang‘er?” Ye Xiaoya menatap Ye Long dengan tatapan menyelidik dan tidak percaya.
“Sebenarnya aku ingin menunjukkan Junior Jing Yang pada Tetua Naga Agung. Aku merasa dia memiliki kesempatan untuk menjadi murid dalam, bahkan Tetua Naga Muda...” Ye Long menjelaskan sedikit alasannya ingin membawa Jing Yang ke tempat Sheng Long.
“Malam ini aku telah membawa dua murid yang telah mencapai pendekar suci. Salah satunya, Gao Zhimao yang telah berada di Paviliun Pedang Naga. Semua Tetua Sembilan Naga telah berkumpul dan menunggu kedatangan Junior Jing Yang.” Ye Long menambahkan.
Sontak Murong Qiaomi dan Ye Xiaoya yang paling terkejut mendengarnya. Sementara Murong Liuyu dan Chi Rong juga tak kalah terkejutnya karena Tetua Sembilan Naga tertarik pada Jing Yang.
‘Saudara Jing Yang...’ Qiao Xi membatin dalam hatinya. Dia melihat Jing Yang adalah orang yang berbeda dari laki-laki yang biasa dia temui. Setiap hal yang dilakukan Jing Yang tanpa sadar telah membuat Qiao Xi jatuh hati padanya.
“Saudara Ye Long. Aku bersama Saudari Xiaoya akan menemani Yang‘er. Apa kau bisa memenuhi permintaan ini?” Murong Qiaomi merasa ini adalah kesempatan emas untuk membuat Sheng Long berpihak padanya.
“Tentu saja boleh, Saudari Murong Qiaomi bersama Guru dari Jing Yang datang untuk menemani.” Tanpa pikir panjang Ye Long menyanggupi permintaan Murong Qiaomi.
Ye Xiaoya menatap Murong Qiaomi. Keduanya terlihat memiliki pemikiran yang sama. Kemudian mereka berdua berjalan bersama Jing Yang menuju Paviliun Pedang Naga dituntun oleh Ye Long.
Jing Yang masih tidak percaya jika dirinya akan dipanggil ke Paviliun Pedang Naga. Dalam perjalanan dia menghiraukan tatapan pendekar yang bertemu dengannya. Jing Yang menyadari ada pendekar yang tidak suka dengan mata kirinya yang tertutup itu.
Menurut Roh Sang Hitam, bekas luka di mata kiri Jing Yang bisa sembuh jika dia mampu menggunakan potensi dari kekuatan Roh Sang Hitam. Apalagi setelah dia membuka gerbang penyembuhan. Bekas luka di mata kirinya berangsur-angsur menghilang. Hanya saja dia belum dapat membuka mata kirinya sepenuhnya.
“Jangan hiraukan mereka. Orang seperti mereka lebih baik kau abaikan. Hanya bisa iri dan merendahkan orang lain, itu adalah seorang pecundang yang biasanya hanya bermulut besar.” Ye Xiaoya meremas rambut Jing Yang dan tersenyum tipis melihat Jing Yang yang terlihat lebih tenang.
___
Paviliun Pedang Naga adalah tempat dengan bangunan yang megah. Di sekitar gerbang dijaga ketat pendekar dari Istana Sembilan Naga. Semua pendekar yang berjaga memberi hormat kepada Ye Long.
“Mari masuk...” Ye Long mempersilahkan Murong Qiaomi, Ye Xiaoya dan Jing Yang masuk ke dalam Paviliun Pedang Naga.
Sebuah pintu besar yang hanya bisa dibuka dengan menggunakan tenaga dalam membuat Jing Yang takjub. Pintu yang layaknya seperti berlian itu menarik perhatiannya. Melihat pintu tersebut membuat Jing Yang berpikir jika Istana Sembilan Naga memiliki sejarah yang kaya di masa lalu.
Setelah Ye Long membuka pintu. Terlihat tujuh orang sedang duduk di bangku emas, sedangkan seorang pendekar bernama Gao Zhimao berjongkok menghadap pada Tetua Sembilan Naga.
Murong Qiaomi, Ye Xiaoya dan Jing Yang memberi hormat kepada Sembilan Tetua Naga. Lalu Jing Yang dituntun oleh Ye Long agar berdiri di samping Gao Zhimao.
__ADS_1
“Maaf, kami meminjam muridmu sebentar, Saudari Murong Qiaomi.” Pria bernama Huo Long yang menjabat sebagai Tetua Naga Api menyapa Murong Qiaomi.
“Mohon maaf karena menyela perkataan Senior. Yang‘er, bukanlah barang, jadi jangan pernah katakan meminjam jika hanya bermaksud untuk menyinggungku.” Murong Qiaomi menatap sengit pria berambut merah yang memakai jubah hitam dengan lambang naga merah yang terukir di jubah yang dia kenakan.
“Seperti biasa, kau sangat galak...” Huo Long tidak ingin berdebat lebih jauh lagi karena dia memang sengaja ingin menggoda Murong Qiaomi.
“Aku dengar Junior Jing Yang adalah murid dari Saudari Ye Xiaoya. Apakah itu benar?” Sekarang pria bernama Shui Long yang bertanya kepada Ye Xiaoya.
“Benar. Yang‘er adalah muridku.” Ye Xiaoya menjawab cepat dan menatap tajam pria yang mengenakan jubah hitam dengan lambang naga biru tersebut.
“Bagaimana kalau kita langsung saja. Dua jenius yang telah mencapai pendekar suci. Kita lakukan pemungutan suara pada pemuda bernama Jing Yang untuk membuktikan apakah dia layak menjadi Tetua Naga Muda.” Pria dengan gerak tubuh yang arogan terlihat tidak suka dengan kehadiran Murong Qiaomi angkat bicara.
‘Wang Zhi. Aku mendengar dari Saudari Qiaomi jika orang ini adalah salah satu dari Tetua Sembilan Naga yang patut diselidiki dan dicurigai.’ Ye Xiaoya membatin dalam hatinya setelah melihat langsung sikap Wang Zhi.
”Bagaimana Tetua Agung?” Ye Long dengan sopan bertanya pada Sheng Long yang memejamkan matanya dan terlihat tidak menanggapi perkataan dari para tetua lainnya.
“Langsung saja. Saat ini masih belum pantas. Hanya itu jawabanku.” Perkataan Sheng Long membuat seluruh Tetua Sembilan Naga tersentak kaget.
‘Baru pertama kali aku mendengar Tetua Naga Agung mengatakan belum pantas. Selama berpuluh-puluh tahun dia selalu berkata tidak pantas. Tetapi ini...’ Pria yang bernama Zhu Huazhi dengan dandanan yang rapi dan terlihat seperti perempuan menatap serius Jing Yang.
“Aku tidak menerimanya. Aku rasa Gao Zhimao lebih menjanjikan dari pemuda ini...” Zhu Huazhi menolak Jing Yang untuk menjadi Tetua Naga Muda.
“Tetua Hakim Naga, sudahlah ini masih terlalu cepat memutuskan siapa diantara mereka berdua yang akan menjadi Tetua Naga Muda. Lagipula semua tergantung dari mereka...” Pria bernama Feng Long menegur Wang Zhi. Pria yang menjabat sebagai Tetua Naga Bumi itu menegur Wang Zhi yang bersikap tidak menghormati Jing Yang yang datang bersama Murong Qiaomi dan Ye Xiaoya.
“Kita lihat siapakah peserta tahun ini yang akan mendapatkan kesempatan untuk mencoba menarik Pedang Dewa Naga. Jangan kau berasumsi Istana Sembilan Naga harus cepat-cepat mencari tetua yang baru maka itu hanya akan menodai aturan leluhur kita...” Sekarang Tetua Naga Langit, Tian Long, yang menegur Wang Zhi.
“Kalau begitu, aku ingin menjadikan Junior Jing Yang ini sebagai murid dalam. Apakah Tetua Hakim bisa mengabulkan permintaanku ini?” Ye Long dengan berani mencoba bertanya pada Wang Zhi tentang keinginannya untuk menjadikan Jing Yang sebagai murid dalam Istana Sembilan Naga.
“Jangankah murid dalam, dia menjadi murid luar saja aku tidak akan menerimanya!” Wang Zhi dengan sombongnya langsung menolak permintaan Ye Long.
Memang leluhur keluarga Wang Zhi selalu mengisi kursi Tetua Hakim Naga sehingga terkadang orang-orang seperti Wang Zhi menggunakan kekuasaannya untuk semena-mena.
“Benar sekali. Apa yang kau pikirkan, Saudara Ye Long?” Zhu Huazhi tersenyum sambil menutupi mulutnya yang ingin tertawa.
Sementara itu Sheng Long masih memejamkan matanya dan tersenyum tipis sejak Jing Yang datang memasuki Paviliun Pedang Naga. Entah apa yang sedang dilamunkan oleh Sheng Long, tetapi pria sepuh itu tidak terlalu peduli dengan permintaan Ye Long yang ingin menjadikan Jing Yang sebagai murid dalam Istana Sembilan Naga, ataupun permintaan Wang Zhi yang memaksanya untuk segera mencari seorang pendekar jenius untuk mengisi Tetua Naga Muda yang masih kosong.
Terlihat Huo Long, Shui Long, Feng Long dan Tian Long menghela napas panjang ketika melihat Ye Long menunduk melihat lantai.
__ADS_1
“Kalian berdua jangan semena-mena! Aku sudah menahan diri bersikap sopan tetapi kalian berani menertawakanku bahkan tidak menghormati tamu yang aku undang sedikitpun!” Ye Long melepaskan aura pembunuh yang sangat kuat ke arah Zhu Huazhi dan Wang Zhi.
“Berhenti, Ye Long. Jangan termakan oleh amarahmu.” Sekejap Ye Long langsung menekan aura pembunuh miliknya ketika Sheng Long menegurnya.
“Maaf—”
“Kalian menertawakanku seperti aku yang memohon pada kalian untuk menjadikanku murid kalian! Maaf saja, aku telah mempunyai seorang Guru yang hebat. Tetapi kalian tidak menghormatinya dan kalian mengabaikannya! Aku tidak akan sudi menjadi murid dalam atau luar dari sekte kalian ini!” Jing Yang tiba-tiba berteriak dan menatap tajam Ye Long beserta Tetua Sembilan Naga lainnya.
“Aku akan membuat kalian menjilat ludah kalian sendiri karena telah berani mempermalukan Guruku!” Jing Yang berdiri dan berjalan melewati pintu keluar diikuti Murong Qiaomi dan Ye Xiaoya dari belakang.
Selepas Jing Yang pergi meninggalkan Paviliun Pedang Naga bersama Murong Qiaomi dan Ye Xiaoya. Situasi di dalam ruangan terlihat canggung.
“Pemuda yang gagah berani. Pantas saja Tetua Ilmu Naga tertarik pada pemuda itu.” Tian Long tertawa karena terkejut dengan sikap Jing Yang.
“Hanya karena sikap seseorang, aku menjadi dibenci anak muda...” Huo Long ikut tertawa dan menatap Wang Zhi yang terdiam dengan raut wajah yang marah.
Istana Sembilan Naga memanglah sekte aliran netral terbesar. Tetapi mereka mempunyai masalah tersendiri. Masalah rumit karena belakangan ini Wang Zhi dan Zhu Huazhi selalu bersikap arogan. Keduanya juga telah berkali-kali membuat nama Istana Sembilan Naga dibenci oleh pendekar aliran putih.
Ada satu alasan kenapa Tetua Naga Agung, Sheng Long, tidak berani menyentuh Wang dan Zhu Huazhi, walau keduanya telah bertindak terlalu jauh. Kakek dari Wang Zhi dan Zhu Huazhi berpesan padanya agar menjaga kedua orang yang sekarang menjabat sebagai Tetua Hakim Naga dan Tetua Naga Alam tersebut.
Sheng Long telah menjaga keduanya sejak mereka muda. Selain diberi pesan untuk menjaga Wang Zhi dan Zhu Huazhi, dia masih memiliki satu pesan yang sangat rahasia. Sebuah pesan dimana dirinya harus membunuh kedua orang yang telah dia jaga dari muda itu. Sheng Long akan membunuh Wang Zhi dan Zhu Huazhi jika keduanya berani melanggar aturan Istana Sembilan Naga.
___
Ketika malam hari jalanan di Istana Sembilan Naga sangatlah ramai. Banyak toko dan kedai makan yang masih buka. Sepanjang jalan masih banyak pendekar yang lalu-lalang menikmati malam hari di Istana Sembilan Naga.
Saat ini Jing Yang, Ye Xiaoya dan Murong Qiaomi sedang dalam perjalanan kembali ke Penginapan Sepi Angin.
‘Jika dia memiliki umur yang sama sepertiku, mungkin aku sudah jatuh hati padanya...’ Murong Qiaomi tersenyum melihat Jing Yang yang berani berteriak dengan lantang pada Tetua Sembilan Naga.
“Tetua Sembilan Naga! Lihat saja aku akan membuat mereka semua menghormatiku!” Ye Xiaoya terlihat masih kesal dan menggerutu sendiri.
“Tetapi, aku heran kenapa Tetua Naga Agung hanya memejamkan matanya saja. Apa dia tidak berani menegur Hakim gila itu!” Ye Xiaoya kembali menggerutu dan terlihat bertambah kesal.
“Yang‘er, kau sangat gagah barusan. Sepertinya kau mampu membuat kakek tua itu melirik dirimu...” Murong Qiaomi tak henti-hentinya ingin tertawa karena melihat wajah Jing Yang merah padam.
“Bagaimanapun aku harus memenangkan Turnamen Sembilan Naga. Tidak ada jalan untuk kembali. Aku tidak akan menarik kata-kataku.” Jing Yang menghela napas panjang dan membulatkan tekadnya.
__ADS_1
”Yang‘er, mana uangmu. Mari kita mampir ke kedai makan disana. Aku bisa mencium bau daging yang lezat...” Ye Xiaoya mengulurkan tangannya kepada Jing Yang.
‘Bukankah guru yang harus memberi uang pada muridnya? Hubungan mereka justru seperti kakak beradik dibandingkan dengan guru dan murid...’ Murong Qiaomi menatap Jing Yang yang memberikan uang kepada Ye Xiaoya. Kemudian dia tertawa lirih.