Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 69 : Pertempuran Istana Sembilan Naga III


__ADS_3

Pedang yang melesat cepat hendak memotong lehernya berhenti, Jing Yang tersenyum tipis dan mulai melakukan pergerakan. Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Jing Yang dapat dengan mudah mengintimidasi pendekar yang hendak membunuhnya.


Pendekar suci dari Gunung Pedang Tunggal datang bersama pendekar putih dari berbagai sekte yang bergabung dengan pihak Mao Gang. Mereka memiliki tujuan yang sama yakni untuk melemahkan kekuatan Istana Sembilan Naga.


‘Aku menunggu dirimu membulatkan tekad. Sepertinya kau telah membulatkan tekadmu untuk menumpas manusia yang merusuh ini.’ Suara Yue Wang yang terkekeh menggema di telinga Jing Yang.


‘Sepuluh darah pendekar putih, kekuatan mereka masih kecil. Satu pendekar suci, hmmm, benua ini belum ada seorang kultivator rupanya. Saudaraku Jing Yang, bunuh mereka semua, kakak Yue Wang sedang lapar.’


Jing Yang bergidik mendengar perkataan manja Yue Wang. Namun nalurinya bergerak cepat dengan memainkan pedangnya. Kekuatan gravitasi yang membuat tubuh sepuluh pendekar putih langsung terhimpit ke tanah membuat pendekar suci dari Gunung Pedang Tunggal mengernyitkan dahinya.


“Kau hanya hebat menggunakan pusaka—”


Jing Yang dengan kecepatan tinggi menebas perut pendekar suci tersebut, bahkan sebelum pendekar itu menyelesaikan perkataannya. Kemudian perhatiannya terarah pada Ye Xiaoya. Tak lama keduanya mulai bertarung bersama.


“Yang‘er, kita serahkan Gunung Pedang Tunggal pada mereka, aku rasa Istana Naga Api patut diwaspadai.” Ye Xiaoya berpendapat, sambil memainkan pedangnya dengan brutal.


Tak segan Ye Xiaoya membunuh setiap pendekar ahli dan pendekar putih dengan sekali tebasannya yang bertenaga.


“Kekuatanmu boleh juga, aku jadi ingin mempelajarinya.” Ye Xiaoya tersenyum menyeringai melihat sisi gelap Jing Yang.


Jing Yang dan Ye Xiaoya saling memunggungi ketika serangan dari berbagai arah datang. Jing Yang bergerak secepat kilat, menghabisi pendekar yang mengepungnya. Sementara Ye Xiaoya terlihat menikmati pertarungan. Setiap membunuh, kedua bola mata Ye Xiaoya menatap tajam pedangnya yang menebas atau memotong bagian tubuh orang yang dia bunuh.


“Tarian Pedang Kematian : Darah Layu!”


Ye Xiaoya menebaskan pedangnya yang berisi energi pedang. Potongan tubuh yang tertebas serangannya terlihat begitu rapi, bahkan tidak ada darah yang keluar dari tubuh orang yang terbunuh oleh tebasan pedang Ye Xiaoya.


Hampir bersamaan dengan Ye Xiaoya yang menggunakan teknik pedangnya, Jing Yang juga melakukan hal yang sama.


“Teknik Pedang Gravitasi : Enam Jalan Persimpangan!”


Enam pendekar putih yang mengepungnya terkena tebasan pedang Jing Yang yang membentuk enam tebasan. Enam tebasan tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menebas tubuh mereka.

__ADS_1


Ketika Jing Yang dan Ye Xiaoya sedang bertarung sengit dengan anggota Gunung Pedang Tunggal, keduanya langsung memutarkan tubuhnya menciptakan pusaran angin yang kencang ketika merasakan samar-samar aura pembunuh.


“Menyerang dari belakang? Di benua ini, aliran putih justru lebih hitam dari aliran hitam!” Ye Xiaoya terlihat kesal dengan pendekar agung yang menyerang dirinya dari belakang.


Jing Yang penasaran dengan perkataan Ye Xiaoya, sehingga dia bertanya, “Apa maksud, Guru?”


“Ah, lupakan saja Yang‘er.” Ye Xiaoya melepaskan aura pembunuh dan menatap dingin pendekar agung dari Istana Naga Api.


Ye Xiaoya langsung bergerak secepat angin, membunuh lima pendekar putih yang menghadangnya dalam sekali tebasannya, kemudian dia menyerang pendekar agung dari Istana Naga Api dengan permainan pedangnya yang brutal.


Jing Yang menatap tajam pendekar suci dihadapannya. Dia merasa jika lawannya memiliki aura pembunuh yang pekat, dan membuat Jing Yang merasa ingin membunuhnya.


Tanpa Roh Sang Hitam beri tahu, Jing Yang mengetahui jika pendekar suci yang berasal dari Istana Naga Api telah membunuh puluhan wanita di Pulau Salju Rembulan.


Aura hitam pekat meluap-luap di tubuh Jing Yang. Dengan langkah kaki yang cepat, Jing Yang sudah berjarak satu langkah kaki di depan pendekar suci tersebut.


“Selama ini aku tidak menyangka akan bertarung melawan bibit unggul sepertimu!” Pria yang memegang pedang dilapisi api itu tersenyum menyeringai.


Di hutan belantara yang dipenuhi pepohonan berwarna hitam, terjadi pertempuran hebat lainnya.


Huo Long membuang pedangnya, tak lama kedua telapak tangan Huo Long dipenuhi api merah, “Gui Zhuan, kalian telah melakukan tindakan yang tepat. Sebenarnya aku berterimakasih padamu, karena dengan ini Senior Sheng dapat mengusir dua anak kesayangannya yang menunjukkan taring pengkhianatan.”


Gui Zhuan tersenyum lebar dari balik topeng iblis yang dia kenakan, “Pada akhirnya orang terkuat di Kekaisaran Jiang akan mati di tangan Saudara Mao. Aku peringatkan padamu, agar jangan menahan diri. Ketika malam tiba, kami akan menunjukkan bagaimana wujud kami yang sebenarnya!”


Huo Long merasa penasaran dengan rumor yang beredar bahwa aliran hitam memiliki pendukung hebat di belakang mereka.


Tak lama tapak tangannya yang dipenuhi tenaga dalam bersentuhan dengan pukulan tangan Gui Zhuan.


Huo Long kembali melancarkan serangannya, selepas bertukar pukulan lebih dari enam puluh pukulan, kedua tangan Huo Long dipenuhi api yang perlahan berubah wujud menjadi bentuk kepala Naga, “Naga Api Menelan Bumi!”


Gui Zhuan melepaskan aura tubuhnya, dia tidak tinggal diam melihat Huo Long mulai serius, tangan kanannya mengepal sebelum dia menyambut pukulan Huo Long, “Tinju Pemecah Daratan!”

__ADS_1


Pertarungan antara kedua pendekar bumi membuat pendekar suci yang berada didekat keduanya langsung menjauh sebelum melanjutkan pertarungan mereka.


Tidak jauh dari tempat pertarungan kedua pendekar bumi, terlihat Shui Long dan Gui Xinheng bertarung sengit. Benturan tapak air dan tapak kegelapan benar-benar membuat pendekar disekitar mereka kesulitan bergerak, bahkan cukup banyak yang mati karena menjadi korban pertarungan mereka.


“Hmph! Tidak buruk juga, kau telah berkembang, Saudara Shui!” Pendekar bumi dari Hutan Hantu yang bernama Gui Xinheng menyambut tapak demi tapak dari Shui Long sebelum membalasnya.


“Kau dapat menyambut tapak air milikku. Tidak buruk juga, tetapi...” Shui Long melepaskan aura tubuhnya yang berwarna biru, air padat melapisi telapak tangannya sebelum berubah menjadi wujud kepala Naga, “Coba terima seranganku ini!”


“Naga Air Menguras Lautan!”


Kedua telapak tangan Gui Xinheng penuh dengan warna merah yang membentuk bulan purnama, “Penguasa Malam Berdarah!”


Tapak demi tapak bertemu, pertarungan Shui Long melawan Gui Xinheng berlangsung sengit. Di dekat keduanya juga terlihat Tian Long bertukar tebasan golok dengan Gui Yunlu.


Tian Long menangkis tebasan demi tebasan yang dilancarkan Gui Yunlu. Lalu dia membalasnya dengan segenap kekuatannya. Benturan kedua golok yang dipenuhi tenaga dalam dan aura itu begitu nyaring dan menggema di tengah-tengah pertempuran.


“Kuakui Istana Sembilan Naga memilliki banyak ilmu yang menggiurkan. Jika Tetua Ilmu Naga menjadi sandera, maka kalian akan kehilangan kekuatan bertempur!” Gui Yunlu tertawa lantang sambil terus melancarkan serangan pada Tian Long.


“Aku sudah lama mencurigai kedua temanku itu, tetapi sepertinya aku juga akan melakukan hal yang sama kepada mereka berdua, jika aku menjadi Senior Sheng...” Tian Long justru melirik Sheng Long yang bertarung sengit dengan Mao Gang.


“Kau tahu, cepat atau lambat era baru akan berubah. Kami akan berada di puncak dunia persilatan. Tahta kekaisaran hanyalah loncatan untuk meneror penduduk dengan ketakutan!” Gui Yunlu memainkan goloknya lebih cepat dari sebelumnya, sambil tertawa sinis.


“Nyaring. Suaramu itu sangat nyaring. Beruntung aku tidak pernah menceritakan aibku ke padamu.” Tian Long melepaskan aura tubuhnya hingga goloknya berwarna putih terang.


“Beraninya kau berbicara seperti itu padaku!” Gui Yunlu langsung bergerak cepat menyerang Tian Long.


Keduanya mulai bertukar serangan, pada awalnya permainan golok Gui Yunlu yang agresif mendominasi pertarungan, tetapi setelah Tian Long mulai mendapatkan momentum melakukan serangan balik, Gui Yunlu kesulitan membaca arah gerakan tebasan golok yang dipenuhi tenaga dalam dan aura yang memadat. Sehingga sekujur tubuhnya mendapat luka sayatan.


“Kau! Jangan meremehkanku!” Gui Yunlu mengira Tian Long tidak bertarung menggunakan segenap kekuatannya sehingga amarahnya meledak karena merasa diremehkan, “Hantu Pemecah Malam!”


Tian Long tersenyum menyeringai sebelum menyambut serangan golok tersebut, “Naga Menggapai Langit!”

__ADS_1


Lumayan jauh dari lokasi pertarungan Tian Long dan Gui Yunlu, terjadi pertarungan yang tidak kalah sengitnya karena Ye Long bertarung melawan Gui Liang, sementara Feng Long bertarung hebat melawan Gui Xing.


__ADS_2