Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 224 - Kegelapan Dan Kedinginan


__ADS_3

“Apa kau yakin dengan keputusanmu itu, bocah manusia? Memang aliran waktu di Dimensi Neraka dan duniamu berbeda. Tetapi Dimensi Neraka hanya berlaku pada dirimu dan pemilik Tubuh Ratu Neraka.” Raja Neraka berkata pada Jing Yang. Pemuda itu menawarkan energi kehidupannya untuk diambil Raja Neraka demi Xue Bingyue.


“Takdirku sudah ditentukan. Aku tidak tahu siapa pemilik Tubuh Roh Dewi, tetapi apa menurutmu aku akan mati dan meninggalkan Yueyue begitu saja?” Jing Yang justru menjawab sengit. Pemuda itu tertawa sendiri lalu terdiam sambil memperhatikan api yang mengelilingi tubuhnya.


“Dengar Raja Neraka, ini adalah hidupku. Takdirku aku yang akan menentukannya. Aku tidak akan mati mudah dan aku akan menundukkanmu.” Jing Yang menambahkan.


Raja Neraka pun tertawa mendengar jawaban Jing Yang. Memang manusia seperti Jing Yang adalah manusia pertama yang menarik perhatiannya. Terlebih pemuda itu terjebak dalam takdir rumit dan misterius.


“Tubuh Yin, Tubuh Yang, Badan Perawan Suci, Sembilan Permata Bunga Persik...” Raja Neraka kembali berkata sebelum menambahkan, “Lalu, Tubuh Roh Dewi. Takdirmu sangat rumit. Aku sarankan kau cukup menikmatinya, bocah manusia. Harta, Tahta, Wanita, kau akan mempunyai segalanya dimasa depan. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Jika kau mampu mematahkan kutukan ini, aku akan mempercayakan masa depan dunia ini padamu.”


“Hentikan, omong kosongmu! Aku akan mengakhiri semuanya tanpa melibatkan mereka! Raja Neraka, jika masa depan yang pernah kau ceritakan padaku, aku akan memiliki banyak wanita dan menjadi seorang pembunuh berdarah dingin adalah sungguhan. Aku rasa masa depan itu akan segera terjadi. Hanya saja...” Jing Yang baru menyadari jika dirinya terjebak dalam masalah yang rumit.


Berapa perempuan memiliki perasaan dan menaruh perhatian khusus kepada Jing Yang. Raja Neraka pernah mengatakan bahwa dirinya akan menjadi Penguasa Benua Dataran Tengah. Selain telah menghabisi setiap orang yang menghalangi jalannya, Jing Yang juga telah tenggelam jauh kedalam kegelapan.


Dengan puluhan wanita yang menjadi pendamping hidupnya, Raja Neraka mengatakan bahwa Jing Yang dimasa depan melampiaskan dan mengekspresikan hancurnya kehidupan dirinya pada perempuan.


“Hanya saja? Kau masihlah seorang bocah, tetapi kau menyadarinya bukan?” Raja Neraka mengatakan itu dengan suara mengejek.


Jing Yang tersenyum dingin, “Hanya saja, aku akan memutarbalikkan ucapanmu itu. Dengar Raja Neraka, Takdir, Cinta dan Masa Depan, aku yang menentukannya. Aku adalah aku. Inilah hidupku.”


Seketika Raja Neraka terdiam. Dimensi Neraka mendadak hening. Raja Neraka semakin tertarik kepada Jing Yang. Dia tertarik bukan tanpa alasan, Jing Yang diumurnya yang masih tiga belas tahun memiliki pemikiran diluar perkiraannya, Jing An dan Jing Tian tidak pernah memikirkan ini sebelumnya.


“Tindakanmu itu akan menyakiti orang-orang terdekatmu. Bukankah lebih kau menceritakan kutukan ini pada Tubuh Yin? Aku yakin dia akan menerimamu. Lagipula didunia ini sudah wajar seorang penguasa sepertimu memiliki banyak istri dimasa depan.” Raja Neraka mengeledek Jing Yang.


“Istri? Aku sudah mendengar ini berulang kali. Kau tidak perlu mencampuri urusanku, Raja Neraka.” Jing Yang menatap api yang berdiri didepan wajahnya, “Kita akhiri pembicaraan ini. Aku sudah memberikan energi kehidupanku padamu. Aku tidak peduli seberapa banyak energi kehidupan yang kau ambil dan memperpendek umurku karena jika aku mematahkan kutukan ini, semua akan percuma bukan?”


“Hahaha, dasar Kaisar Kecil yang mesum! Baiklah, aku menantikan masa depan yang kau bicarakan itu!” Setelah itu sebuah cahaya berwarna merah memenuhi pandangan Jing Yang dan suara Raja Neraka serta hawa keberadaannya menghilang.


Jing Yang mendecakkan lidahnya lalu tersenyum tipis. Dia sendiri terjebak dalam takdir yang membelenggu kebebasannya. Disatu sisi dia ingin menyelamatkan semuanya, disatu sisi dia ingin mengakhiri semuanya.

__ADS_1


Saat Jing Yang menghilang dari alam bawah sadarnya, Raja Neraka tertawa lepas.


“Tubuh Roh Dewi! Aku tidak menyangka anak manusia itu sangat menarik! Aku semakin penasaran jika anak manusia itu mengetahui kondisi Tubuh Roh Dewi. Setengah menghitam, sementara setengahnya terbagi menjadi sembilan bagian.”


____


Selepas pembicaraan dengan Raja Neraka dialam bawahnya, Jing Yang membangunkan Xue Bingyue yang tertidur diranjangnya. Mungkin karena keduanya sudah begitu akrab sejak kecil, Xue Bingyue tidak merasa malu saat menguap dihadapan Jing Yang.


“Yangyang, selamat pagi.” Xue Bingyue menatap wajah Jing Yang yang memperhatikannya.


“Basuh wajahmu, lalu sarapan pagi. Setelah itu ada yang ingin kubicarakan denganmu.” Jing Yang mengatakan itu sambil beranjak berdiri, “Aku tunggu dihalaman depan Istana Jiang.”


Xue Bingyue mengernyitkan dahinya, tindakan dan ucapan Jing Yang sangat misterius. Tanpa menunggu lama, Xue Bingyue segera membasuh wajahnya dan mandi, setelah itu dia menuju ruang makan dimana disana sudah ada Yi Yue dan Murong Qiaomi.


Xue Bingyue bergabung dan menikmati sarapan pagi bersama Yi Yue dan Murong Qiaomi. Selepas sarapan pagi, Xue Bingyue segera menuju halaman depan Istana Jiang. Disana terlihat Jing Yang sedang berdiri sambil memperhatikan burung-burung yang mengelilingi dirinya.


Jing Yang menoleh dan menatap Xue Bingyue yang berbicara padanya, “Aku mengingatnya.” Jing Yang menjawab singkat, walaupun tersenyum namun dirinya dipenuhi perasaan bersalah.


“Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?” Xue Bingyue berjongkok disamping Jing Yang sambil memegang salah satu burung merpati berwarna putih.


Jing Yang ikut berjongkok dan memegang burung merpati berwarna hitam, “Yueyue, apa kau ingin terus menapaki dunia persilatan bersamaku?”


“Aku tidak memaksamu untuk terus menjadi seorang pendekar. Justru aku lebih merasa bahagia jika kau memiliki kehidupan normal layaknya perempuan pada umumnya. Tetapi jika kau ingin menjadi lebih kuat, aku akan melatihmu.” Jing Yang berdiri dan mengulurkan tangannya.


Xue Bingyue tersenyum dan menyambut uluran tangan Jing Yang, “Yangyang, sejak awal kita telah bersama. Aku akan menapaki dunia persilatan bersamamu dan mengukir nama denganmu. Itu janjiku.”


‘Dia masih sama seperti dulu. Tetapi Yueyue, dunia persilatan tidak sebaik yang kau kira.’ Jing Yang membatin dan menggelengkan kepalanya lalu tersenyum hangat.


“Ikut aku.” Jing Yang melepaskan Aura Raja Neraka dalam jumlah besar membuat tubuh Xue Bingyue bergidik hebat.

__ADS_1


“Yangyang ini!” Xue Bingyue terkejut saat melihat tatapan dingin Jing Yang dan aura mematikan yang menyebar dari tubuh pemuda itu.


Tatapan dingin yang Xue Bingyue lihat sekilas dari Jing Yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Belum sempat Xue Bingyue menanyakannya, Jing Yang menuntun dirinya untuk duduk bersila dihadapannya.


“Diam dan jangan berbicara sepatah katapun. Aliran aura tubuhmu padaku dan aku akan mengalirkan aura tubuhku padamu.” Jing Yang memberi isyarat dengan ramah. Xue Bingyue mengikutinya.


Kini keduanya saling duduk bersila berhadapan. Jing Yang mengalirkan energi kehidupannya kepada Xue Bingyue. Dia berbohong saat mengatakan dirinya akan mengalirkan aura tubuhnya pada Xue Bingyue.


Xue Bingyue mengalirkan aura tubuhnya pada Jing Yang. Beberapa saat kemudian tubuh Xue Bingyue dan Jing Yang diselubungi oleh sesuatu tak kasat mata.


Berbeda dengan Jing Yang yang merasakan rasa sakit yang luar biasa, Xue Bingyue justru merasa kehangatan yang menghangatkan badan dan relung jiwanya.


Xue Bingyue tersenyum tanpa sadar. Namun saat pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Jing Yang, dia tidak sengaja melihat ekspresi Jing Yang yang sekilas meringis kesakitan.


“Yangyang ada apa? Apakah kau sakit?” Tanya Xue Bingyue penuh kekhawatiran.


Jing Yang tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, “Hanya perasaanmu saja, Yueyue. Aku baik-baik saja.” Setelah itu Jing Yang memejamkan matanya.


“Lakukan konsentrasi secara penuh, Yueyue. Kita akan mulai meditasinya.”


Xue Bingyue mengikuti setiap arahan yang diberikan Jing Yang. Perlahan namun pasti Xue Bingyue dituntun Jing Yang masuk kealam bawah sadarnya.


Kegelapan dan kedinginan tak berujung Xue Bingyue arungi bersama Jing Yang. Xue Bingyue penasaran mengapa alam bawah sadar Jing Yang seperti ini.


Xue Bingyue selalu mengira Jing Yang baik-baik saja, namun setelah melihat ini Xue Bingyue semakin yakin jika Jing Yang hanya bersikap tegar dan menyembunyikan kesedihannya.


Setelah kegelapan dan kedinginan yang keduanya lewati, akhirnya Xue Bingyue menemukan dirinya berada disebuah gurun pasir yang dipenuhi kobaran api.


“Selamat datang di Dimensi Neraka, Yueyue. Bisa kita mulai?” Jing Yang memasang ekspresi serius membuat Xue Bingyue menelan ludah.

__ADS_1


__ADS_2