
“Yang‘er jangan lari!” Bai Xianlin menatap dingin Jing Yang dan mencoba mendekatinya. Tak segan-segan dia melepaskan aura pembunuh berjumlah besar.
“Kakak Xianlin? Tunggu sebentar, ada apa denganmu? Kenapa kau melepaskan aura pembunuh?” Xue Rong menahan badan Bai Xianlin yang mendekati Jing Yang.
“Bibi Xianlin kenapa kau marah?” Xue Bingyue memperhatikan wajah Bai Xianlin yang mengkerut.
“Bocah nakal itu merem-” Bai Xianlin tidak melanjutkan perkataannya dan menatap dingin Jing Yang.
“Senior Rong, Yueyue, aku tadi tidak sengaja meremas tangan Bibi Xianlin karena dia mencoba menamparku. Lihat ini.” Jing Yang menunjukkan kedua pipinya yang memiliki tanda kemerahan karena tamparan Bai Xianlin.
“Bocah nakal apa yang kau katakan?!” Bai Xianlin tersenyum dingin saat Xue Rong dan Xue Bingyue memperhatikan pipi Jing Yang.
Jing Yang mengeluarkan sebuah Cincin Penyimpanan yang didalamnya terdapat harta kekayaan yang dia temukan di Tebing Dimensi Hitam. Didalamnya terdapat sumber daya langka dan emas yang melimpah ruah.
“Bibi Xianlin, aku ucapkan terimakasih karena kau telah membantu Senior Rong dan Yueyue.” Jing Yang memberikan Cincin Penyimpanan kepada Bai Xianlin.
Bai Xianlin yang tadi ingin marah justru tersenyum manis meredakan amarahnya, “Yang‘er, tidak perlu memberikannya padaku. Lagipula aku memutuskannya sendiri saat mencari Kain Langit Suci.”
Jing Yang menarik tangannya saat hampir memberikan Cincin Penyimpanan kepada Bai Xianlin. Dia tersenyum tipis melihat wajah Bai Xianlin yang menatapnya dingin saat dirinya tidak jadi memberikan Cincin Penyimpanan.
‘Bocah nakal! Beraninya dia mempermainkanku!’ Bai Xianlin sendiri terkejut melihat kepribadian Jing Yang yang polos berubah dihadapannya.
Jing Yang sendiri masih merasa kesal dengan Bai Xianlin. Namun sifat dan sikap Bai Xianlin membuatnya teringat pada Ye Xiaoya. Ada perasaan aneh dalam dirinya saat dirinya mengejari Bai Xianlin.
__ADS_1
“Nenek, aku akan pergi sekarang. Terimakasih karena sudah merawatku selama aku tertidur. Senior Rong juga, terimakasih.” Jing Yang berpamitan pada Tetua Agung Istana Bulan Biru dan juga Xue Rong.
“Yang‘er, jangan lupa berkunjung kemari. Kami selalu terbuka padamu.” Tetua Agung Istana Bulan Biru yang awalnya menolak kehadiran Jing Yang sekarang justru menerimanya dengan tangan terbuka, “Jika kau kembali kemari, aku akan menceritakan mengapa Klan Xue d Istana Bulan Biru seluruh anggotanya adalah perempuan dan melarang berhubungan dengan laki-laki. Kisah dan cerita ini aku catat disebuah catatan yang ada di kamarku.”
“Apa kau mau mendengarnya? Jika mau, jangan lupa berkunjung kembali kemari, Yang‘er-”
“Nenek, sudah cukup. Kau terlalu banyak bicara.” Xue Rong memegang pundak Tetua Agung Istana Bulan Biru dan memijatnya, “Malam ini aku akan memijatmu, sepertinya akhir-akhir ini kau tampak lelah.”
Lalu Xue Rong tersenyum kepada Jing Yang yang berpamitan padanya. Perasaan hangat dan nyaman saat kedua bola mata Jing Yang yang hangat menatapnya membuatnya menganggukkan kepalanya.
Xue Rong memberi isyarat kepada Jing Yang untuk meninggalkan Pegunungan Suxue. Keduanya tidak berbicara apapun seolah-olah hanya dengan saling menatap keduanya mengerti.
Xue Bingyue juga berpamitan dengan Tetua Agung Istana Bulan Biru, Xue Rong, Xue Que serta para pendekar perempuan yang selama ini menemaninya.
“Nenek, aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku pasti akan membalas kebaikanmu.” Xue Bingyue memeluk tubuh Tetua Agung Istana Bulan Biru erat.
Setelah berpamitan dengan Tetua Agung Istana Bulan Biru, Xue Bingyue dan Xue Rong saling memandang satu sama lain sebelum berpelukan.
Xue Rong sudah menganggap Xue Bingyue seperti adik kandungnya sendiri selain muridnya.
“Yueyue, jangan pernah melupakan tempat dimana dirimu tumbuh.” Xue Rong memeluk tubuh Xue Bingyue yang lebih mungil darinya erat.
“Iya, Guru. Aku tidak akan pernah melupakan jasamu dan kebaikanmu padaku.” Xue Bingyue membenamkan wajahnya kedada Xue Rong merasakan kehangatan disana.
__ADS_1
Xue Rong memegang belakang kepala Xue Bingyue dan mengusapnya, “Yueyue, bisakah mulai sekarang kau memanggilku Kakak Rong? Aku ingin mendengarnya.”
Xue Bingyue tersipu malu. Xue Rong adalah orang yang dia kagumi. Sifat dingin dan terkadang kekanak-kanakannya sangat mirip dengannya. Terlebih Xue Rong adalah orang yang melatih kemampuannya menjadi seorang pendekar selain Xue Qinghua.
“Kakak Rong...” Xue Bingyue memanggil nama Xue Rong dengan pelan membuat Xue Rong senang.
“Adik Yueyue.” Xue Rong kembali memeluk tubuh Xue Bingyue. Sungguh pemandangan yang manis dan indah. Dan Jing Yang adalah lelaki paling beruntung melihat pemandangan ini.
Setelah berpamitan denga Xue Rong, segera Xue Bingyue menghampiri kakak seniornya Xue Que. Keduanya saling berpandangan dengan mata yang berkaca-kaca sebelum berpelukan hangat.
“Yueyue, apa kau yakin akan pergi?” Xue Que terlihat tidak rela melepaskan kepergian Xue Bingyue.
“Kakak Que, aku akan pergi. Dan aku akan merindukanmu. Kita telah menghabiskan banyak waktu bersama. Kepergianku bukanlah sebuah perpisahan, karena kita akan berjumpa lagi.” Xue Bingyue tersenyum hangat dan mendekap badan Xue Que erat.
“Yueyue, aku juga akan sangat merindukanmu.” Xue Que memejamkan matanya menikmati kehangatan tubuh Xue Bingyue dan tersenyum manis, “Tidak kusangka kita telah melewati banyak hal. Semoga kau baik-baik saja disana saat aku tidak mengawasimu, Yueyue.”
Lalu Xue Que menatap tajam Jing Yang dan berkata, “Saudara Jing, tolong jaga Yueyue untukku. Jika kau membuatnya menangis atau melukai perasaannya, aku tidak akan memaafkanmu.”
Tatapan sengit Xue Que itu membuat Jing Yang tersenyum ramah dan menanggapi, “Ya, aku akan menjaga Yueyue untukmu, Saudari Que.”
Mendengar ucapan Jing Yang membuat hati Xue Bingyue berdebar kencang. Bisa dibilang dikalangan para pendekar muda Kekaisaran Yin, sosok Xue Bingyue dikenal sebagai jenius muda yang dingin dan tidak tertarik pada laki-laki tetapi saat berada didekat Jing Yang kepribadiannya berubah total.
Setelah berpamitan akhirnya Xue Bingyue meninggalkan Istana Bulan Biru bersama Jing Yang dan Bai Xianlin. Perjalanan ini merupakan langkah baru Jing Yang dan Xue Bingyue sebelum membuat legenda mereka menjadi Pasangan Pendekar Naga.
__ADS_1
Dengan kain putih yang melingkar di lehernya, Jing Yang meninggalkan Pegunungan Suxue. Tujuannya kali ini adalah mencari setiap sekte aliran putih dan netral yang terlibat dalam pemusnahan Istana Sembilan Naga.
Arc 5 - Kain Putih End