Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 258 - Pertempuran Rongma V


__ADS_3

Aksi Jing Yang membuat pasukan Kekaisaran Ma berpikir dua kali untuk membunuhnya secara bersama-sama. Jumlah pasukan Kekaisaran Ma yang mati ditangan Jing Yang terus bertambah seiring berjalannya pertempuran.


Jing Yang sendiri sudah berlumuran darah dan menatap tubuh yang berserakan, tatapan Jing Yang suram saat menatap mayat pasukan Kekaisaran Ma yang dia bunuh.


Jing Yang pernah berpikir jika membunuh musuh-musuhnya adalah hal yang harus dia lakukan agar orang-orang terdekatnya tetap aman dan tidak dalam bahaya. Namun sekarang dia berpikir jika dirinya sama sekali tidak berbeda dengan Mao Gang bahkan dia merasa dirinya kebug buruk dari Mao Gang.


Walaupun merenungi perbuatannya, itu tak berlangsung lama saat Jing Yang kembali mengayunkan pedangnya memotong dan menghunus setiap pasukan Kekaisaran Ma yang mencoba melepaskan serangan pada dirinya.


Jing Yang melompat keatas dan memandang pasukan Kekaisaran Ma yang mengarahkan seribu panah api dan tombak api pada dirinya. Sejumlah pendekar suci juga terbang mengejar dirinya.


Jing Yang menyambut serangan dari berbagai arah. Mulai dari tebasan pedang sampai tusukan tombak dia tangkis dan membalasnya dua kali lipat. Jing Yang mengamati situasi sambil terus melakukan pertukaran serangan sebelum akhirnya, celah musuh-musuhnya terbuka.


Mulut Jing Yang mendesis saat dia menarik nafas panjang lalu mengolah pernapasan. Sebuah bayangan perempuan cantik muncul untuk sesaat dibelakang tubuh Jing Yang sebelum memudar menjadi aura hitam pekat yang menyebar dia sekitar Pedang Gravitasi dan Pedang Dewa Naga.


“Teknik Kombinasi Pedang Ganda : Iblis Cantik Malam!”


Serangan kombinasi kedua pedangnya berhasil membunuh sejumlah pendekar suci yang mengepungnya. Jing Yang kembali bergerak cepat kebawah sambil menghindari hujan panah dan tombak yang mengarah pada dirinya.


Sambil mengembalikan Pedang Dewa Naga, Jing Yang kembali melepaskan tekanan gravitasi dalam jumlah besar. Dengan menggunakan Pedang Gravitasi, Jing Yang memainkan pedangnya secara agresif dan pergerakan gesit setiap membunuh pasukan Kekaisaran Ma.


Jing Yang melihat ratusan pasukan Kekaisaran Ma berlarian menuju Rongma. Melihat gerbang depan benteng hancur akibat pertarungan Yong Xiang melawan Bai Xianlin, tentu saja para pasukan Kekaisaran Ma berpikir akan lebih mudah menghabisi Jing Yang dan yang lainnya dengan menggunakan para penduduk asli Rongma menjadi sandera.


Namun Jing Yang sudah menebak segala kemungkinan jalan pikiran mereka dan segera terbang dengan kecepatan tinggi dan mendarat ditengah-tengah pasukan Kekaisaran Ma. Tidak butuh waktu lama bagi Jing Yang untuk menghabisi mereka setelah melepaskan satu teknik Pedang Gravitasi.


“Teknik Pedang Gravitasi : Enam Jalan Persimpangan.”


Teriakan menggema saat teknik Jing Yang mencabik tubuh mereka. Jing Yang menebak pasukan Kekaisaran Ma yang mati ditangannya sudah berjumlah empat ribu lebih. Pandangannya menatap pertarungan Bai Xianlin dan Fan Ziwei melawan Yong Xiang, kemudian beralih ke Fan Bao melawan Chu Yui.


Dua pertarungan itu yang terlihat sudah jelas siapa pemenangnya. Kondisi Chu Yui parah bahkan Mei Hua dan Qiao Xi tidak banyak membantu bahkan kedua gadis itu hampir dijadikan sandera oleh Kong Taiha, beruntung Tao Qiaoli menyelamatkan keduanya.


Jing Yang terbang rendah sambil menangkis anak panah yang mengarah padanya, “Zirah Raja Neraka...” Seketika api menyala mengelilingi tubuhnya sebelum memadat dan menyatu dengan tubuhnya sepenuhnya.


Jing Yang sekarang berdiri ditengah-tengah formasi pasukan Kekaisaran Ma sambil menyarungkan Pedang Gravitasi secara perlahan-lahan, “Teknik Pedang Dalam Sarung : Ledakan Gravitasi!”


Saat Jing Yang menyarungkan Pedang Gravitasi seutuhnya, ledakan terjadi dan membunuh sejumlah pasukan Kekaisaran Ma. Jing Yang kembali mencabut Pedang Gravitasi dan melompat kearah pasukan Kekaisaran Ma yang berhasil menghindari serangannya.


“Teknik Pedang Gravitasi ~ Rintihan Kegelapan!”


Serangan demi serangan terus dia lancarkan setelah berhasil menembus formasi pasukan Kekaisaran Ma. Dari tengah-tengah formasi itu, Jing Yang benar-benar mengacaukan pertahanan mereka dan membunuh para pasukan yang memegang busur panah.


“Teknik Pedang Gravitasi : Genggaman Naga Bumi!”


Bisa dibilang dalam waktu yang terbilang singkat, lima ratus nyawa terbunuh ditangannya. Jing Yang memperhatikan sekitarnya dimana pasukan Kekaisaran Ma yang sekarang berjumlah lima ribu pasukan menjaga jarak dan semakin waspada terhadapnya.

__ADS_1


‘Kakak Yue Wang, aku akan membangkitkan Roh Pedang dengan mengorbankan jiwa sepuluh ribu manusia yang ada disini.’ Jing Yang menyarungkan Pedang Gravitasi secara perlahan sebelum memusatkan tenaga dalam pada dadanya dan menguncinya.


“Raungan Naga Api!”


Mulut Jing Yang menyemburkan api kearah pasukan Kekaisaran Ma, kemudian disusul dengan semburan angin membuat semburan api itu semakin membesar.


“Raungan Naga Angin!”


Benar-benar seperti melihat pembantaian saat ratusan pasukan Kekaisaran Ma tubuhnya terbakar hidup-hidup, terlebih Jing Yang kembali menarik Pedang Gravitasi lalu memainkan pedangnya sebelum dia melayang di udara sambil mengendalikan gravitasi.


Tanah dan bebatuan terangkat sebelum akhirnya menghantam tubuh pasukan Kekaisaran Ma, “Teknik Pedang Gravitasi : Amarah Bumi!” Permainan pedang Jing Yang membuat semua Tetua Lentera Iblis Tunggal yang sedang bertarung tercengang, mereka semua berpikir akan membunuh Jing Yang secara bersama-sama walaupun harus mengorbankan sepuluh ribu nyawa pasukan Kekaisaran Ma.


Setelah membunuh ratusan pasukan Kekaisaran Ma, Jing Yang menyarungkan Pedang Gravitasi dan menggunakan teknik pedangnya kembali, “Teknik Pedang Dalam Sarung : Ledakan Gravitasi!”


Saat Jing Yang kembali berdiri ditengah-tengah pasukan Kekaisaran Ma, sejumlah serangan dari tebasan pedang petir mengarah pada dirinya. Sangat santai Jing Yang berdiri sebelum telapak tangan kirinya terbuka dan mengeluarkan aura hitam yang membentuk lubang.


“Kerakusan!”


Lubang itu menyerap seluruh serangan yang mengarah pada dirinya, kemudian Jing Yang menggunakan telapak tangan kanannya dan mengembalikan serangan musuhnya dua kali lipat dari serangan aslinya.


“Gema Neraka!”


Jing Yang baru pertama kali menggunakan kekuatan yang mengambil Aura Raja Neraka. Jing Yang mengakui kemampuan Raja Neraka sesuai dengan dirinya dan jujur saja Jing Yang menyukainya.


“Jika serangan itu lebih kuat dari serangan pamungkasku, mungkin aku akan kehilangan tangan kiriku...” Jing Yang memandang telapak tangan kirinya dan bergumam pelan sebelum kembali bergerak membunuh pasukan Kekaisaran Ma.


“Kemampuannya itu jauh diatas kita! Bahkan aku sangat yakin kemampuannya jauh diatas Patriark Ho dan Senior Fan!” Salah satu pasukan Kekaisaran Ma yang menggunakan pedang sebagai senjatanya menatap Jing Yang tidak percaya.


“Dia telah menghabisi setengah lebih jumlah dari kita! Ini tidak mungkin!”


“Bocah itu sebenarnya siapa?! Dia membunuh musuhnya tanpa berkedip sedikitpun! Bahkan aku merasa dia menikmati pembunuhan yang dia lakukan!”


Beberapa pasukan Kekaisaran Ma berpikir untuk melarikan diri dari pertempuran ini namun nyali mereka terlalu takut karena jika melarikan diri maka mereka juga akan berakhir ditangan Ho Xing.


Pada akhirnya nyawa mereka berakhir ditangan Jing Yang saat pemuda itu mempersingkat jarak dengan mereka semua dan membunuhnya.


Pertarungannya membuat nyali pasukan Kekaisaran Ma menciut dan melemah. Jing Yang terus mendominasi pertempuran dan melancarkan sejumlah serangan pada pasukan Kekaisaran Ma.


Dengan aura tubuhnya, Jing Yang menciptakan seratus tombak petir yang berterbangan diudara sebelum menghunuskan tombak itu kearah pasukan Kekaisaran Ma.


Selepas memanipulasi aura tubuhnya menciptakan tombak petir, Jing Yang kembali menciptakan seribu pedang tak kasat mata. Beberapa pasukan Kekaisaran Ma sudah mengantisipasi serangan ini dan menangkisnya.


“Tidak buruk juga mereka dapat bertahan dari seranganku ini...” Jing Yang akhirnya kembali menarik Pedang Gravitasi sambil mengolah pernapasan.

__ADS_1


“Amarah Kegelapan : Malam Mengarungi Awan!”


Kembali Jing Yang membuat formasi pertahanan pasukan Kekaisaran Ma berantakan. Tebasan demi tebasan terus dia lancarkan. Gelombang kejut dari serangannya memberikan efek luka pada orang-orang disekitarnya dan ini tentu saja membuat pasukan Kekaisaran Ma kembali menjaga jarak.


Setiap pasukan Kekaisaran Ma menjaga jarak, Jing Yang mempersingkatnya. Jing Yang berniat menghabisi pasukan Kekaisaran Ma yang tersisa setelah melihat Chu Yui, Bai Xianlin dan Fan Ziwei terdesak. Bukan hanya mereka bertiga, didekat benteng juga nampak Tao Qiaoli, Hua Ying, Mei Hua dan Qiao Xi dalam keadaan terluka.


‘Hanya Yueyue yang mampu bertahan...’ Jing Yang mengatur aliran nafasnya dengan tenang sebelum menyarungkan Pedang Gravitasi dan menatap pasukan Kekaisaran Ma yang kembali mengepungnya.


Jing Yang sengaja membiarkan pasukan Kekaisaran Ma mengepungnya. Saat pasukan Kekaisaran Ma berada dalam jangkauannya, Jing Yang mengeluarkan Aura Raja Neraka dalam jumlah besar sebelum aura itu mengubah bentuk menjadi sebuah rantai.


“Kehampaan!”


Seketika dari belakang tubuh Jing Yang muncul rantai berwarna merah yang menyala-nyala dan menembus dada setiap pasukan Kekaisaran Ma. Jing Yang mengontrol aura tubuhnya dan yakin tidak ada yang menghentikan teknik kecuali dirinya sendiri dan Pendekar Roh.


Sudah berapa nyawa melayang ditangannya. Jing Yang terus bergerak dan membunuh setiap pasukan Kekaisaran Ma yang berlarian.


Tidak berapa lama suasana pertempuran begitu sunyi dan hening saat Jing Yang berhasil membunuh sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Ma. Terlihat Pedang Gravitasi menyala-nyala berwarna putih dan berubah menjadi hitam sebelum akhirnya Jing Yang merasakan aura tubuhnya diserap.


Yue Wang menyerap aura Jing Yang dalam jumlah besar untuk memposisikan bentuk wujudnya sebagai Roh Pedang. Jiwa-jiwa manusia yang Jing Yang bunuh terlihat diserap habis oleh Yue Wang. Roh pasukan Kekaisaran Ma bagi Yue Wang merupakan makanan lezat.


“Kakak Yue Wang, jika waktunya tiba, aku akan membangkitkanmu. Untuk saat ini diam dan terima persembahan dariku.” Jing Yang berniat membunuh lebih banyak pendekar aliran hitam untuk menguatkan Roh Pedang Yue Wang.


‘Kerja bagus, Jing Yang. Kau sungguh luar biasa. Tindakanmu ini terlalu berlebihan, tetapi aku menyukainya.’ Terdengar suara Roh Pedang Yue Wang didalam kepalanya.


Melalui telepati Jing Yang berbicara, ‘Kita akan berbicara nanti. Saat ini aku akan mempersembahkan beberapa nyawa manusia.’


Jing Yang memandang lautan mayat dan sebuah danau kering yang sekarang terisi darah. Danau tersebut merupakan dampak dari pertempurannya. Jing Yang menarik nafas dalam-dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan untuk menguatkan hatinya.


Kemudian Jing Yang melihat Chu Yui sudah diambang kekalahan saat Fan Bao hendak menjambak rambut wanita itu. Dengan kecepatan tinggi Jing Yang bergerak dan dalam waktu yang singkat, Jing Yang sudah berada disamping Fan Bao sambil mencengkeram erat tangan Fan Bao.


“Kau!” Fan Bao masih tidak percaya jika Jing Yang masih memiliki tenaga yang besar. Itu dia ketahui saat Jing Yang mencengkeram tangannya.


“Bertarung melawan pasukan perkasa kami tentu menghabiskan tenagamu! Apa kau tidak merasa kelelahan?!” Fan Bao melepaskan cengkeraman tangan Jing Yang dan melompat kebelakang. Terlihat ekspresi mengejek Fan Bao terhadap Jing Yang.


Fan Bao menyinggung kekuatan Jing Yang setelah pemuda itu bertarung habis-habisan melawan pasukan Kekaisaran Ma. Walaupun Fan Bao tidak menyangka Jing Yang dapat membunuh sepuluh ribu pasukan Kekaisaran Ma, tetapi Fan Bao sangat yakin tenaga Jing Yang telah terkuras banyak.


Tubuh Jing Yang sendiri penuh dengan luka. Jing Yang mengatur aliran nafasnya saat Fan Bao menyeringai tajam mengejeknya.


“Lelah, katamu? Bagiku tadi adalah sebuah pemanasan! Sekarang saatnya melakukan pertarungan yang sesungguhnya!” Jawaban Jing Yang justru membuat Fan Bao merasa dihina dan direndahkan.


Fan Bao melepaskan aura pembunuh dan menapaki udara sebelum melepaskan satu tendangan yang dipenuhi api kepada Jing Yang.


“Aku akan menghancurkan mulutmu itu terlebih dahulu!” Fan Bao menatap Jing Yang penuh kebencian begitu juga dengan sebaliknya.

__ADS_1


“Lakukan jika kau bisa!” Jing Yang menahan tendangan api Fan Bao dan memutar tubuhnya melakukan sapuan atas. Fan Bao juga melakukan hal yang sama.


Saat kedua kaki keduanya berbenturan. Hembusan api yang kencang tercipta menimbulkan hawa panas yang memenuhi udara.


__ADS_2