
Jing Yang dan Murong Liuyu masih bertukar serangan. Secara perlahan Jing Yang mulai menggunakan segenap kekuatannya.
Murong Liuyu begitu menikmati pertarungan melawan Jing Yang. Sudah lama dia menanti seorang laki-laki yang seperti Jing Yang. Aura yang terpancar di tubuh Jing Yang dan ketulusan hatinya sangat terlihat dan dapat dia rasakan dari setiap gerakannya serta tebasannya saat mereka berdua bertukar serangan.
“Atur napasmu dan perhatikan ayunan tebasan pedang dari lawanmu ini.” Murong Liuyu memberi arahan pada Jing Yang sambil mengayunkan pedangnya ketika keduanya bertukar serangan.
Setiap tebasan pedang Jing Yang yang tidak bertenaga selalu dikomentari oleh Murong Liuyu. Serangan demi serangan yang dilesatkan Jing Yang membuat Murong Liuyu tertarik untuk mengajari Jing Yang lebih baik lagi.
Tetapi Murong Liuyu sendiri sadar jika dia telah memiliki tiga murid, tidak mungkin dia menambah murid laki-laki yang telah menjadi murid Ye Xiaoya. Terlebih lagi Istana Bunga Persik adalah sekte khusus perempuan sama seperti Pulau Salju Rembulan.
Keduanya terus bertukar tebasan dengan sengit. Tidak sampai sepuluh menit, Murong Liuyu memainkan pedangnya dengan lincah dan membuat Jing Yang kembali terdesak.
Berbeda dengan Ye Xiaoya yang begitu agresif dan brutal saat bertarung menggunakan pedang, Murong Liuyu justru sangat lembut dan gemulai dalam memainkan pedangnya. Namun setiap tebasan pedang Murong Liuyu begitu cepat dan terarah.
Selepas bertukar serangan kurang lebih sekitar sepuluh menitan, Jing Yang melompat ke belakang dan mengatur napasnya. Ketika napasnya mulai teratur, Jing Yang melepaskan aura tubuhnya yang kuat. Kedua aura saling bertabrakan di udara karena Murong Liuyu juga melepaskan auranya.
Murong Liuyu mengolah pernapasan sambil memainkan pedangnya yang dikelilingi bunga-bunga yang berjatuhan. Angin ketenangan di sekitar Murong Liuyu berbeda dengan hawa mencekam di sekitar Jing Yang.
“Teknik Pedang Dalam Sarung...” Jing Yang menggunakan kekuatan dari Pedang Gravitasi, Yue Wang, “Ledakan Gravitasi!”
Mei Hua dan Qiu Mei terkejut melihat Jing Yang menggunakan segenap kekuatannya melawan Murong Liuyu. Mereka berdua terkejut karena Jing Yang menggunakan teknik pedang yang digunakan untuk membunuh Ikan Gergaji Besi.
Ledakan dari tebasan pedang Jing Yang terdengar begitu nyaring di langit. Serangan Jing Yang dimentahkan oleh Murong Liuyu yang menangkisnya dengan tangkisan pedang yang dialiri tenaga dalam.
“Serangan yang bertenaga. Aku menyukainya...” Murong Liuyu menatap ke atas dan melihat asap dampak dari serangan Jing Yang.
__ADS_1
“Keluarkan seluruh kekuatanmu!” Murong Liuyu kali ini melepaskan aura pembunuh yang sangat besar.
Jing Yang mengatur napasnya secara perlahan dan memejamkan matanya untuk menggunakan kekuatan Aura Zirah Naga.
“Aura Zirah Naga : Zirah Naga Petir!”
Tubuh Jing Yang dilapisi petir yang mengelilingi sekujur tubuhnya. Rambut Jing Yang berdiri sesekali ketika dia menggerakkan tubuhnya. Aura yang terpancar dari dalam tubuh Jing Yang membuat Murong Liuyu tersenyum tipis.
Kecepatan Jing Yang meningkat pesat. Petir menyambar Murong Liuyu. Benturan petir dan aura milik Murong Liuyu membuat hembusan angin yang sangat kencang. Pusaran angin tercipta ketika keduanya mulai bertukar serangan.
Jing Yang menebaskan pedangnya membentuk tebasan harimau petir, sedangkan Murong Liuyu juga menebaskan pedangnya yang membentuk harimau berwarna merah muda yang terbentuk dari aura. Kedua serangan itu berbenturan, membuat hawa panas dan dingin bercampur menjadi satu.
Jing Yang kembali bergerak dengan cepat ketika Murong Liuyu berdiri menatapnya dengan tenang. Tebasan pedangnya seperti petir yang menyambar.
“Berlian yang perlu diasah...” Murong Liuyu menatap Jing Yang penuh makna.
“Amarah Pedang Petir : Auman Halilintar!”
Jing Yang kembali menebaskan pedangnya yang membentuk mulut singa. Tebasan petir yang membentuk mulut singa itu melesat cepat ke arah Murong Liuyu.
“Tidak buruk juga. Ini serangan yang mematikan.” Murong Liuyu melepaskan energi pedang dan membuat pedangnya memancarkan cahaya berwarna merah muda.
Murong Liuyu dapat menahan tebasan pedang tersebut. Namun tubuhnya mundur tiga langkah ke belakang. Serangan dari Jing Yang mungkin akan membunuh seorang pendekar suci, tapi tidak dengan pendekar agung.
“Bersiaplah, ini jurus pertama dariku...” Murong Liuyu mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam yang besar. Energi pedang yang terpancar dari pedang Murong Liuyu sangat terasa bagi Jing Yang.
__ADS_1
“Tarian Bunga Persik : Sembilan Cahaya Kebajikan!”
Murong Liuyu melepaskan tebasan pedangnya. Jurus pertama yang dikeluarkan olehnya menciptakan sembilan tebasan berwarna merah muda yang melesat cepat ke arah Jing Yang.
Dengan sekuat tenaga Jing Yang mengeluarkan segenap kekuatannya, “Teknik Pedang Gravitasi : Enam Jalan Persimpangan!” Serangan tebasan pedangnya menciptakan enam tebasan yang berbenturan dengan tebasan pedang Murong Liuyu.
Ledakan besar terjadi. Tiga tebasan pedang Murong Liuyu yang tersisa melesat ke arah Jing Yang dengan kecepatan tinggi. Butuh tenaga yang besar bagi Jing Yang untuk menghindari tebasan pedang tersebut walau telah menggunakan kekuatan Aura Zirah Naga.
“Bahkan setelah aku menggunakan Zirah Naga Petir. Kecepatan serangannya sangat mematikan!” Jing Yang dengan terengah-rengah mengatur napasnya sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Murong Liuyu.
Keduanya bertukar serangan dengan begitu cepat, setiap selesai menebaskan pedangnya, Jing Yang dan Murong Liuyu berpindah tempat. Kecepatan Jing Yang dapat diikuti Murong Liuyu tanpa kesulitan yang berarti.
Selepas pertukaran serangan, tubuh Murong Liuyu memutar dan menendang perut Jing Yang hingga membuatnya terpental. Kemudian Murong Qiuyu langsung melakukan kuda-kuda santai.
“Tarian Bunga Persik : Nyanyian Musim Semi!”
Tebasan pedang Murong Liuyu begitu cepat. Tebasan pedangnya menciptakan putaran tebasan angin yang dikelilingi kupu-kupu yang berterbangan. Walau terlihat indah, namun energi pedang dan aura yang terpancar dari jurus kedua yang dilepaskan Murong Liuyu kepada Jing Yang itu sangat mematikan.
Jing Yang dengan seluruh kemampuannya menahan tebasan pedang tersebut. Ledakan dan angin yang kencang yang berhembus membuat debu menghalangi keberadaan Jing Yang.
Mei Hua dan Qiu Mei tersentak kaget dan tidak bisa berkata apa-apa selain mencoba merasakan hawa keberadaan Jing Yang.
Ketika debu-debu mulai menghilang. Petir kecil yang mengelilingi tubuh Jing Yang membuat Mei Hua dan Qiu Mei merasa lega karena Jing Yang dapat menahan tebasan pedang Murong Liuyu.
“Kau lulus. Kau boleh masuk ke dalam Istana Bunga Persik. Aku mengujimu mewakili Kakakku, Ketua Murong Qioami.” Murong Liuyu menepuk pundak Jing Yang. Kemudian menyapa Ye Xiaoya.
__ADS_1
Mei Hua dan Qiu Mei langsung menahan tubuh Jing Yang. Kedua gadis muda itu dengan malu-malu menuntun Jing Yang memasuki kediaman Istana Bunga Persik.
Malam itu akhirnya Jing Yang berhasil mendapatkan kepercayaan dari Murong Liuyu dan dapat memasuki Istana Bunga Persik yang dihuni perempuan. Dengan ini Jing Yang menjadi satu-satunya laki-laki yang ada di kediaman Istana Bunga Persik.