Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair
DWP 121 : Hutan Kegelapan


__ADS_3

Fang Baihu memberitahu lokasi ketiga pendekar bumi tersebut, kemudian menjelaskan bahwa Sheng Yuwen, Lei Wu dan Xun Ji tidak berkerjasama. Setelah Jing Yang mengulur waktu, Lei Wu dan Sheng Yuwen terlibat pertarungan. Sementara Xun Ji mencari keberadaan Reruntuhan Kristal bersama anggotanya.


“Pedang Tiga Raja adalah sekte kuno yang berada di tempatku, Kekaisaran Jiang. Bisa dibilang dua yang tersisa juga termasuk. Mereka tidak mengetahui tentang Makam Ratu Kuno...” Jing Yang bergumam pelan. Kemudian mendengarkan penjelasan Fang Baihu kembali.


Fang Baihu mengatakan bahwa tidak ada pendekar yang berada dekat dengan lokasi gua. Yang terdekat adalah Lei Wu dan Sheng Yuwen, namun keduanya terlibat pertarungan sengit. Pertarungan di akhiri dengan amukan Binatang Iblis yang dikendalikan Sheng Yuwen. Sebelum mereka pergi untuk memulihkan diri.


Setelah selesai menjelaskan, Fang Baihu menatap Jing Yang dengan wajah memelas karena Xue Rong terus-menerus menggelitik badannya.


“Kucing putih ini menggemaskan...” Xue Rong menggelitik leher Fang Baihu.


“Terimakasih, Fang Baihu.” Jing Yang menjentikkan jarinya, seketika Fang Baihu menghilang.


“Ah...” Xue Rong melihat asap putih bersamaan dengan Fang Baihu yang menghilang. Gadis ini terlihat masih ingin bermain dengan Harimau Putih itu.


Jing Yang merasa bersalah ketika melihat raut wajah Xue Rong, “Senior Rong, maaf. Apa perlu aku memanggilnya lagi?”


Xue Rong baru sadar jika dirinya telah bersikap seperti anak kecil dihadapan Jing Yang. Dia memalingkan wajahnya dan menoleh ke belakang melihat Xue Que yang tersenyum jahil kepadanya.


Hubungan Xue Rong, Xue Que dan Xue Bingyue bisa dibilang mereka adalah teman. Namun Xue Rong diawasi oleh Tetua Agung Istana Bulan Biru dengan ketat, sehingga Xue Que menawarkan diri sebagai muridnya sekaligus teman.


“Junior Yang, aku sudah menduga jika untuk menembus Hutan Kegelapan akan memakan waktu lama. Tetapi aku tidak menyangka ada orang lain yang datang ke tempat ini...”


Xue Rong berniat mengalahkan Sheng Yuwen terlebih dahulu. Karena untuk mengendalikan Hewan Buas dan Binatang Iblis membutuhkan aura dan tenaga dalam yang besar. Selain itu Sheng Yuwen dapat mengendalikan sekaligus membunuh Hewan Buas dan Binatang Iblis, dia mengambil Mutiara Roh Hewan dan Permata Iblis untuk memulihkan tenaganya.


Menurut Fang Baihu, Sheng Yuwen bersembunyi di lapisan terluar untuk memulihkan tenaganya. Sementara Lei Wu keluar dari wilayah Hutan Kegelapan, dan Xun Ji bersama anggotanya beristirahat di hutan yang tidak dipenuhi Hewan Buas dan Binatang Iblis sebelum mencari keberadaan Makam Ratu Kuno.


Jing Yang mengikuti rencana Xue Rong. Kemudian dia duduk bersila untuk melihat kekuatan yang sebenarnya dari Tanda Mata Naga. Selama ini dia menggunakan ilmu yang cocok untuk seorang perempuan. Namun sekarang dia memiliki banyak gambaran tentang Kitab Dewa Naga Surgawi. Pecahan ingatan Roh Sang Merah dan Roh Sang Biru bersatu di dalam ingatannya karena Roh Sang Hitam dan Roh Sang Putih telah memperlihatkan padanya secara langsung.


Sekitar tiga puluh menitan, Xue Bingyue sudah terbangun. Gadis itu hanya mengingat Xue Rong dan Xue Que, tidak dengan Jing Yang.


Xue Rong melihat punggung Jing Yang yang tampak rapuh. Pemuda ini bersikap tegar. Kemudian dia menjelaskan rencana selanjutnya kepada Xue Bingyue dan Xue Que.


“Guru, siapa laki-laki yang ada di pintu gua?” Xue Bingyue menunjuk Jing Yang.


“Ah, dia...” Xue Rong tercekat. Dia tidak pandai berbohong. Bagaimanapun mental sebenarnya dari gadis ini lebih polos dari yang orang-orang kira, hanya saja dia bersikap dingin dan acuh selain kepada Tetua Agung Istana Bulan Biru, Xue Que dan Xue Bingyue.


Xue Que tertawa melihat Xue Rong tidak dapat berkata apapun, “Yueyue, dia adalah pemuda misterius yang menggunakan topeng rubah putih. Bisa dibilang dia adalah teman masa kecil Guru.”


Xue Rong tersedak. Murid sekaligus teman pertama dalam hidupnya ini pandai mengarang cerita.


“Ternyata Guru punya teman laki-laki...” Xue Bingyue menggumam pelan.


Xue Rong berdiri dan langsung mengajak mereka berdua untuk bergegas. Hujan yang deras akan mengurangi indera penciuman, sehingga ini waktu yang tepat untuk melakukan pergerakan.

__ADS_1


“Junior, maksudku Rubah Putih. Kami sudah siap.”


Xue Que tidak dapat menahan tawanya melihat ekspresi menggemaskan Xue Rong. Sementara Jing Yang hanya mengangguk pelan sebelum melapisi seluruh tubuhnya dengan aura.


Mereka langsung bergerak menuju tempat keberadaan Sheng Yuwen.


___


Meskipun Hutan Kegelapan menjadi tempat yang sangat strategis bagi Sheng Yuwen untuk berburu Hewan Buas ataupun Binatang Iblis agar dia dapat mengendalikannya, namun tetap saja dia membutuhkan aura dan tenaga dalam yang besar untuk mengendalikannya.


Sheng Yuwen melatih membentuk lingkaran tenaga dalam hanya untuk mengendalikan Hewan Buas dan Binatang Iblis. Kemampuan bertarungnya tidaklah terlalu mahir, karena dia lebih banyak mengamati dan mengendalikan Hewan Buas daripada bergerak.


“Demi mengembalikan kejayaan Kekaisaran Ma, kami berlima sudah sampai sejauh ini. Aku tidak akan ragu lagi, aku harus membawa semua hewan-hewan ini ke tempat mereka...” Sheng Yuwen menaruh Permata Iblis dan Mutiara Roh Hewan disekelilingnya.


Khasiat dari Mutiara Roh Hewan dan Permata Iblis dia serap guna mengembalikan tenaga dalamnya dan aura yang telah terkuras karena pertarungan.


Sheng Yuwen mengincar Reruntuhan Kristal karena kekayaan itu dapat dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan Partai Hewan Buas dan tujuan kelompok mereka. Tetapi semua tidak berjalan sesuai rencana karena ada kelompok lain yang berpikiran sama dengannya.


“Jika seluruh Hewan Buas dan Binatang Iblis dapat kami kuasai, maka untuk meratakan satu kekaisaran bukanlah hal yang tidak mungkin...” Sedikit demi sedikit auranya mulai pulih.


Ketika Sheng Yuwen hendak membunuh beberapa Hewan Buas lagi, sebuah aura intimidasi dari dua arah membuat dirinya waspada.


“Apa kau butuh kehangatan?” Sheng Yuwen menatap Xue Rong yang melepaskan tapak tangannya.


“Tanda Mata Naga!”


“Tidak akan kubiarkan!” Sheng Yuwen melepaskan aura pembunuh dan mengeraskan kulitnya. Diam-diam dia melempar sebuah jarum yang dilapisi racun ke badan Jing Yang.


Tebasan pedang Jing Yang membentur senjata rahasia. Sheng Yuwen melihat ini situasi yang sulit untuk dia atasi, dua pendekar bumi menyerangnya secara bersamaan.


“Seni Napas Dewa Naga Petir!” Pernapasan yang berbeda. Aliran napasnya begitu tenang. Jing Yang bergerak ringan, menyerang secepat petir dan menusuk perut Sheng Yuwen dengan bilah pedang tajam yang dilapisi petir berwarna ungu.


Xue Rong segera mengambil jarum beracun yang ada di jubah Sheng Yuwen, namun pria itu tersenyum menyeringai.


“Matilah bersamaku!” Bersamaan dengan mulut Sheng Yuwen yang mengeluarkan darah segar, suara auman Hewan Buas dan Binatang Iblis menggema.


Jing Yang mendecakkan lidahnya ketika Sheng Yuwen melompat menghindari tebasan keduanya.


“Tanda Mata Naga!”


Ketika Jing Yang memusatkan pengembangan aura pada kedua bola matanya, dia melihat penampilan Xue Bingyue yang menawan dan mempesona.


“Seni Napas Dewi Naga Air!” Gadis cantik ini mengolah pernapasan dengan tenang, “Aura Zirah Naga ~ Zirah Naga Air!”

__ADS_1


Tebasan pedang Suxue milik Xue Bingyue dan tebasan tajam Xue Que memotong tangan kiri Sheng Yuwen yang hendak melemparkan jarum. Serangan kombinasi dari keduanya sangat tajam dan mematikan.


Gabungan sekitar dari seratus Hewan Buas Tahap Kaisar Tingkat Tiga dan Binatang Iblis Tahap Kaisar Tingkat Tiga mengamuk. Amukan mereka tertuju pada empat orang yang menyerang Sheng Yuwen.


“Aura Mata Naga!” Seketika seratus Hewan Buas dan Binatang Iblis itu tumbang ketika tekanan aura dari mata Jing Yang tidak dapat mereka tahan.


Jing Yang segera bergerak. Sheng Yuwen sudah tidak memiliki celah untuk melarikan diri. Untuk menumbangkan seratus Hewan Buas dan Binatang Iblis sekaligus membutuhkan aura yang besar.


Xue Rong melepaskan aura pembunuh dan mengalirkan tenaga dalam pada telapak tangan kanannya.


“Mengalir Seperti Air!” Tangan kanan Xue Rong berwarna biru terang dengan wujud Naga Air, “Matilah dengan tenang!”


Xue Rong melepaskan pukulan tepat di perut yang berlubang bekas tusukan pedang Jing Yang.


“Kalian...” Sheng Yuwen memuntahkan darah dalam jumlah banyak. Dia tidak menyangka akan mati sebelum ikut dalam rencana Partai Hewan Buas yang sesungguhnya.


Sheng Yuwen menatap wajah tiga perempuan dan satu pemuda, yang mengambil beberapa pil dan Jarum Jiwa miliknya sebelum dia menghembuskan napas terakhirnya.


“Jadi ini Jarum Jiwa...” Suara Jing Yang tercekat. Dia merasakan pandangannya kabur. Dia mendapati sebuah jarum di perutnya.


“Junior Yang, maksudku Rubah Putih...” Xue Rong mengambil jarum itu dengan tangan yang dilapisi aura lalu menghancurkannya, “Ini racun yang menyerap seluruh aura dan tenaga dalammu...”


“Yueyue, Que‘er. Kita kembali.” Xue Rong menuntun Jing Yang menuju tempat persembunyian mereka.


“Biar aku berjalan sendiri Senior Rong...” Beruntung Tubuh Dewi Naga Hitam membuat tubuhnya kebal. Jing Yang segera mengolah pernapasan dan memusatkan aura serta tenaga dalamnya yang tersisa pada titik dimana racun itu berada.


____


Angin menghempaskan tubuhnya. Matanya memejam dan membiarkan nasibnya mengudara dan terdampar pada takdir yang tak terduga.


Kisah seorang pemuda yang memiliki ambisi untuk membangkitkan keluarganya. Dengan kutukan sembilan kematian, dia akan menepati janjinya pada Roh Dewa dan akan membalaskan dendam keluarganya serta menaklukkan sembilan wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya.


Seorang pendekar pemilik Takdir Ilahi yang akan mengguncang dunia, dengan sembilan wanita cantik yang menjadi pendamping hidupnya.


Takdir, dunia, cinta dan masa depan.


Aku yang akan menentukannya.


Aku adalah aku.


Inilah kisahku.


[Legenda Takdir Ilahi]

__ADS_1


__ADS_2