
Sepuluh kapal dari Pulau Salju Rembulan berlayar menuju Kota Xuedong. Suara teriakan pendekar laki-laki Pulau Salju Rembulan terdengar begitu nyaring, suaranya begitu keras hingga membuat laut yang tenang menjadi berombak karena mereka sengaja menggunakan tenaga dalamnya ketika berteriak.
Lin Fang berada di salah satu kapal dan mengamati Kota Xuedong. Dia hanya berharap pendekar yang bersamanya tidak melibatkan penduduk kota ketika menghabisi orang yang telah mengetahui kegelapan di Kota Xuedong.
“Kita beri pelajaran pada orang bodoh yang berani mengusik Kota Xuedong dan Pulau Salju Rembulan, tempat kita tercinta ini!” Salah satu pendekar yang merupakan Tetua Pulau Salju Rembulan tersenyum menyeringai. Pria itu bernama Lin Guo. Dan dia telah mencapai pendekar suci.
“Setelah Ketua Lin Song berhasil membantu Pangeran Feng, maka kita akan memiliki kekuatan yang besar. Tetapi siapa orang bodoh yang berani mencari masalah dengan pasukanku?!” Sekarang pria yang memegang golok memasang wajah kesal. Pria bernama Lin Mo, dan merupakan Ketua Pasukan Salju Merah itu menggertakkan giginya hingga berbunyi.
“Apa itu...” Lin Fang menyipitkan matanya ketika melihat bayangan dua orang yang sedang berdiri di pantai.
Semua pendekar langsung turun dari kapal. Ada yang berlari di atas air, ada juga yang menunggu kapal menepi baru mereka memulai penyerangan. Semangat yang membara langsung perlahan memudar ketika pendekar tingkat tiga berada di dalam jangkauan aura pembunuh milik Ye Xiaoya.
“Mau lewati pelabuhan ini? Jangan bermimpi, pecundang sialan!” Ye Xiaoya berteriak dengan nada yang mengancam. Puluhan pendekar tingkat tiga berkeringat dingin.
Sementara itu Lin Fang menatap Jing Yang. Pemuda itu terlihat lebih muda dari anaknya, sehingga Lin Fang ingin mencari celah untuk menyelamatkan Jing Yang.
“Gadis cantik. Jangan galak begitu, di pulau sudah tidak ada perempuan sepertimu. Bagaimana jika kau bermain denganku, di ranjang...” Lin Mo tersenyum sambil mendekati Ye Xiaoya.
Dua pedang yang tersarung rapi di pinggangnya dia tarik. Ye Xiaoya melepaskan aura pembunuh yang besar dan menebaskan pedangnya membunuh puluhan pendekar tingkat tiga dalam satu kali tebasannya.
“Baru mencapai pendekar suci. Kirim tiga pendekar agung untuk menghentikanku, kacang polong...” Senyuman sinis Ye Xiaoya membuat pendekar tingkat tiga berkeringat dingin, namun tindakan Ye Xiaoya memicu amarah Lin Mo.
“Lagipula aku telah melihat perempuan angkuh sepertimu empat tahun lalu. Kau akan memohon padaku setelah mengetahui kekuatanku!” Lin Mo melepaskan aura pembunuh dan menebaskan goloknya mengincar Ye Xiaoya.
“Yang‘er, lindungi dirimu sendiri!” Ye Xiaoya tersenyum pada Jing Yang sebelum memainkan pedangnya menahan tebasan golok Lin Mo.
Ye Xiaoya dan Lin Mo mulai bertukar serangan. Serangan dari Ye Xiaoya sangat brutal. Putaran angin ataupun tebasan yang membentuk puluhan sabit dia arahkan pada pendekar tingkat tiga.
__ADS_1
Dalam sekejap puluhan pendekar tingkat tiga mati ditangan Ye Xiaoya. Permainan golok Lin Mo memang agresif, tetapi Ye Xiaoya lebih agresif. Dua pedang yang memiliki hawa panas dan dingin itu membuat Lin Mo tidak berkutik sedikitpun.
“Pendekar agung? Bagaimana bisa ada pendekar agung disini?” Lin Mo merapatkan giginya dan mencoba mencari celah untuk bertahan sebisa mungkin.
“Aku hanya ingin membantu muridku membalas perbuatan kalian!” Ye Xiaoya memotong tangan kiri Lin Mo dan menendang perutnya hingga pria itu memuntahkan darah segar dalam jumlah yang banyak.
“Apa kalian masih ingat seorang anak laki-laki yang kalian sebut dengan anak cacat?” Jing Yang melepaskan aura pembunuh dan menatap Lin Xiang dan Lin Feng.
Puluhan pendekar tingkat tiga menyerang Jing Yang karena mengira Jing Yang adalah pemuda yang lemah. Namun mereka semua hancur tubuhnya ketika Jing Yang menarik pedangnya dan menggunakan kekuatan gravitasi.
Jing Yang mendekati dua pemuda yang dia kenal. Pemuda yang tak lain adalah Lin Feng dan Lin Xiang sedang menjaga jarak dengannya.
“Pemuda, sepertinya kau memiliki dendam dengan kami. Apa kakak dan ibumu, telah kami bunuh empat tahun lalu?” Lin Guo dengan santainya menghadang Jing Yang sambil melepaskan aura pembunuh.
“Sepertinya kalian berdua adalah orang yang mencari masalah dengan kami. Kalian tidak akan hidup setelah mengetahui kegelapan Kota Xuedong dan Pulau Salju Rembulan! Jadi jangan berharap bisa melarikan diri!” Lin Guo melepaskan aura pembunuh yang sangat besar. Namun Jing Yang masih berdiri dan tidak bergeming sedikitpun.
Lin Feng dan Lin Xiang masih belum mengetahui jika pemuda itu adalah Jing Yang. Satu demi satu pendekar mati ditangan Ye Xiaoya yang kembali melancarkan serangannya.
“Lin Feng! Siapa anak itu? Apa dia punya dendam kepada kita berdua?!" Lin Xiang berkeringat dingin melihat Jing Yang bertukar serangan dengan Lin Guo.
“Tenang, Tetua Guo akan membunuhnya...” Lin Feng mengamati wajah Jing Yang dengan baik namun masih belum mengingatnya. Tetapi ketika mengingat perkataan Jing Yang perlahan tubuh Lin Feng bergemetar.
“Tidak mungkin! Kau, cacat yang itu!” Lin Feng menunjuk Jing Yang. Sontak pendekar yang sedang mengepung Ye Xiaoya terkejut.
“Ya, aku cacat, tidak buruk juga...” Jing Yang membalas perkataan Lin Feng dengan sinis. Tebasan pedang Lin Guo dia hindari dengan baik, sebelum membunuh lusinan pendekar yang telah mencapai pendekar raja dan kaisar.
“Lin Feng! Lawan aku! Aku Jing Yang! Jangan bilang kau telah lupa denganku! Kau telah membuat kesalahan besar! Selain melukaiku, kau telah membuat Yueyue menderita!” Jing Yang melepaskan aura pembunuh dan menggunakan kekuatan Pedang Gravitasi. Lima puluh pendekar raja hancur tubuhnya seperti meledak di tanah.
__ADS_1
Wajah Lin Feng dan Lin Xiang memucat. Untuk berdiri saja mereka berdua kesulitan. Tak pernah mereka sangka Jing Yang akan berubah menjadi seperti sekarang.
“Kekuatan yang mengerikan...” Lin Guo menyipitkan matanya dan mengamati Jing Yang. Tahapan Lin Guo dan Jing Yang sama. Mereka berdua sama-sama telah mencapai pendekar suci, hanya saja Lin Guo lebih berpengalaman dari Jing Yang.
Berbeda dengan Lin Mo yang telah mencapai pendekar suci, tetapi lawannya adalah Ye Xiaoya yang telah mencapai pendekar agung. Sehingga Ye Xiaoya bisa mengatasi Lin Mo dengan mudah.
“Yang‘er, pria itu sama sepertimu telah mencapai pendekar suci. Tetapi dia berbeda denganmu. Kalahkan dia agar kau berkembang. Aku akan mengurus orang yang mengganggumu...” Perkataan Ye Xiaoya membuat pendekar yang tersisa dari Pulau Salju Rembulan berkeringat dingin.
Namun Ye Xiaoya dihadang oleh tiga Tetua Pulau Salju Rembulan. Gadis yang berumur dua puluh dua tahun itu bermain-main terlebih dahulu sambil melihat pertarungan Jing Yang.
“Pendekar suci? Anak ini?” Lin Guo mengernyitkan dahinya dan menatap tajam Jing Yang. Dia sadar kali ini mereka telah berurusan dengan orang yang salah, bahkan mungkin dirinya tidak akan selamat jika Ye Xiaoya mengincarnya langsung.
Satu-satunya kesempatan bagi Lin Mo adalah membunuh Jing Yang dan melarikan diri sejauh mungkin dari Kota Xuedong.
Diantara Tetua Pulau Salju Rembulan, tidak ada Lin Song dan beberapa kepercayaannya. Sehingga Jing Yang ingin mengetahui keberadaan orang yang telah menjadi dalang kudeta Pulau Salju Rembulan itu.
Pemandangan ini membuat Jing Yang menatap Lin Feng dan Lin Xiang yang ketakutan.
“Lin Feng, dimana ayahmu itu?!” Jing Yang mengarahkan aura pembunuh miliknya kepada Lin Feng.
Aura hitam pekat yang menyebar berbenturan di udara ketika Lin Guo menahan aura pembunuh Jing Yang dengan aura pembunuh miliknya.
“Aku akan memberitahumu, saat kau mengalahkanku...” Lin Guo tersenyum menyeringai dan menebaskan pedangnya menghancurkan bangunan yang ada di pelabuhan.
Jing Yang menghindari tebasan pedang tersebut dan tidak menahannya. Sekarang dia merasa dirinya telah yakin dengan tindakannya. Amarahnya yang telah lama dia tahan, akan dia lepaskan kali ini.
“Lagipula aku tidak terlalu tertarik bertarung melawan pecundang bermulut besar. Baiklah, aku akan melawanmu, Tetua Guo!”
__ADS_1