
“Guru, aku kemarin mengambil seluruh bongkahan batu berwarna ungu dan putih. Lalu aku menaruhnya di dalam Cincin Dewa. Aku akan menjualnya setelah kita keluar dari sini...” Ucap Jing Yang dengan wajah gembira.
Sekarang Jing Yang telah selesai berlatih mengolah pernapasan dan menempa tulang-tulangnya dengan berendam di kolam air panas.
“Giok Ungu dan Kristal Sinar Rembulan. Itu adalah sumber daya yang sangat berharga bagimu. Jangan jual ke sembarang orang, lebih baik kau gunakan untuk dirimu sendiri...” Roh Sang Hitam memberi saran.
“Baiklah, Guru. Murid akan selalu mengingat nasihat Guru.” Jing Yang memberi hormat kepada Roh Sang Hitam.
“Bodoh, sudah kubilang jangan terlalu formal. Kau membuatku malu, dasar bodoh!” Roh Sang Hitam membalikkan badannya dan terbang lebih tinggi.
Hari ini Jing Yang berniat berlatih menggunakan seni pedang sebagai senjatanya. Dari tiga pedang yang termasuk dalam Pusaka Dewa. Jing Yang memilih Pedang Gravitasi, Yue Wang.
Roh Sang Hitam hanya memberi arahan dan memperhatikan Jing Yang yang sedang melakukan kontrak darah dengan Pedang Gravitasi, Yue Wang.
“Kekuatan anak manusia ini sudah kuat. Hanya saja aku ingin dia mencari guru manusia agar dapat mengetahui dunia yang sebenarnya...” Roh Sang Hitam membatin dalam hatinya ketika melihat Jing Yang menggigit jari jempolnya.
“Pedang Gravitasi, Yue Wang. Mulai hari ini, aku, Jing Yang, akan menjadi pemilik Pedang Gravitasi yang berwarna hitam legam ini...” Jing Yang membatin dalam hatinya dan meneteskan darahnya pada Pedang Gravitasi, Yue Wang.
“Hahaha, aku terima kau menjadi pemilikku, Saudaraku Jing Yang!”
Mata Jing Yang terbelalak mendengar suara tawa dari Pedang Gravitasi, Yue Wang. Dalam hatinya dia berpikir jika Pusaka Dewa mempunyai karakter yang berbeda-beda.
“Aku bisa tahu jika kau dilatih oleh Roh Dewi Naga Hitam. Sepertinya kau salah satu dari empat orang yang akan menuntun, ehem. Aku bicara terlalu banyak...” Pedang Gravitasi, Yue Wang, berdeham sebelum tidak bersuara lagi setelahnya.
Jing Yang menyipitkan matanya, “Mencurigakan, aku tadi mendengar sesuatu yang menarik.”
“Anak manusia, cepat mulai latihanmu. Tahun depan kau ingin keluar dari sini, bukan?” Roh Sang Hitam menegur Jing Yang yang sedang memegang Pedang Gravitasi.
“Baik, Guru...”
“Kau dan pedang adalah satu. Jika ingin mempelajari seni pedang dari Pedang Gravitasi. Tanyakan saja pada, Yue Wang,” ujar Roh Sang Hitam kepada Jing Yang.
“Baik, Guru...”
__ADS_1
Jing Yang duduk bersemedi dan menaruh Pedang Gravitasi di depannya. Seperti biasa, Roh Sang Hitam menaruh Permata Iblis di sekitar tubuh Jing Yang.
”Terimakasih, Guru...” Jing Yang kembali membuka matanya, “Aku lupa menaruh Permata Iblis ini...”
“Fokus saja terhadap latihanmu.” Roh Sang Hitam mengingatkan sambil kembali menerbangkan dirinya lebih tinggi.
Jing Yang kembali memejamkan matanya dan menyerap Permata Iblis disekitarnya. Tubuh Dewi Naga yang telah diajarkan Roh Sang Hitam dan belum dikuasai Jing Yang sepenuhnya sangat membantu dirinya dalam proses penyerapan Permata Iblis.
Dalam ketenangannya dia menyatu dengan Yue Wang, Pedang Gravitasi yang sekarang sedang bersama dirinya di alam bawah sadar Jing Yang.
Kenangan masa lalu yang kelam. Kenangan pahit dari masa lalu yang tertinggal dan ingin dia lupakan kembali terlihat jelas.
Jing Yang berada di puing-puing Kota Yunfei yang telah menjadi reruntuhan dan lautan api.
“Guru! Guru! Jangan tinggalkan aku sendirian!” Tanpa sadar Jing Yang berteriak karena melihat ribuan mayat berserakan di sampingnya.
“Saudaraku Jing Yang! Ini ingatanmu. Aku, Yue Wang, tidak menyangka bisa melihat kenangan yang indah dan memilukan layakanya sebuah seni ini!”
Suara perempuan terdengar bersamaan dengan cahaya berwarna biru yang perlahan membentuk wujud menjadi perempuan dewasa.
“Ya, aku adalah Yue Wang. Bagaimana? Aku cantik bukan?” Dengan genit Yue Wang mengedipkan matanya kepada Jing Yang.
“Lebih cantik Yueyue..” Jing Yang menjawab cepat dan menenangkan dirinya.
“Cepat ajari aku seni pedang!”
Yue Wang langsung memukul kepala Jing Yang karena pemuda itu bersikap sombong.
“Jangan memerintahku! Asal kau tahu saja, kau lebih muda dariku. Panggil aku Kakak Yue Wang, mengerti?!”
Jing Yang berkeringat dingin, ‘Galak sekali...’
“Mohon bimbingannya, Kakak Yue Wang...” Jing Yang membungkuk dan memberi hormat kepada Yue Wang.
__ADS_1
“Bagus, aku suka padamu. Kau cepat mengerti.” Yue Wang memutari tubuh Jing Yang dan menatap wajah Jing Yang yang juga terlihat sedang mengamati dirinya.
“Aku akan mengajarimu dua jurus. Hanya dua jurus. Itu pun jika kau sanggup menguasainya.” Yue Wang membentuk dua pedang berwarna hitam. Pedang pertama yang dia pegang dan yang satunya ada di depan Jing Yang.
“Aku akan menguasainya. Mohon bimbingannya, Kakak Yue Wang!”
Jing Yang kembali membungkuk sebelum mengambil pedang. Sedangkan Yue Wang tersenyum puas karena melihat tingkah Jing Yang yang menurut padanya.
Yue Wang mulai memperlihatkan gerakan demi gerakan untuk menguasai Pedang Gravitasi. Jing Yang memperhatikan dan mengikuti arahan maupun gerakan dari Yue Wang dengan baik.
Beberapa hari setelahnya, Jing Yang terus melatih seni pedang dengan Yue Wang. Sebelum menghafal gerakan, Yue Wang menyuruh Jing Yang mengayunkan pedang selama seribu kali. Baik itu waktu pagi, siang dan malam. Jadi selama sehari, Jing Yang mengayunkan pedangnya sebanyak tiga ribu ayunan.
Jing Yang terus mengulang-ulang gerakan yang sama sambil mengolah pernapasan. Dia ingin melatih pernapasan secara terus-menerus dengan Tubuh Dewi Naga Hitam.
Gerakan Jing Yang sekarang terlihat gemulai bahkan permainan pedangnya sangat lincah. Sudah puluhan Binatang Iblis terbunuh dengan pedangnya.
Namun satu hal yang membuat Jing Yang terus melatih kemampuan berpedang. Sampai saat ini dia belum menguasai dua jurus yang diajarkan Yue Wang.
Walau kekuatannya mengalami peningkatan yang pesat. Namun Jing Yang tidak pernah puas. Dia merasa masih ada yang kurang dari setiap gerakannya, sehingga dia melatihnya kembali.
Dua hari kemudian, Jing Yang berhasil menghafal dengan baik gerakan yang diajarkan oleh Yue Wang.
“Menarik...” Yue Wang terkekeh karena sebenarnya dia hanya mengajarkan Jing Yang cara menggunakan pedang saja.
“Oh, iya. Jing Yang, kau harus mencari seorang guru yang mengajarimu pedang. Sebenarnya jurus yang kuajarkan padamu adalah gerakan dasar untuk menjadi seorang pendekar pedang...”
Yue Wang melihat raut wajah Jing Yang yang kecewa. Tapi itu hanya sesaat, setelahnya wajah Jing Yang berseri-seri.
“Terimakasih, Kakak Yue Wang!” Jing Yang memberi hormat pada Yue Wang.
“Aku akan terima saran dari Kakak Yue Wang. Tapi aku sudah punya Guru.” Jing Yang menambahkan.
“Kalau begitu, aku tidur dulu. Aku tidak bisa terus-terusan menunjukkan wujudku yang seksi ini kepadamu...” Yue Wang mengedipkan matanya sebelum menghilang.
__ADS_1
Kemudian Jing Yang membuka matanya dan mendapati Roh Sang Hitam yang sedang menatap tungku dengan aura berwarna merah, kuning, hijau, hitam dan putih yang mengelilingi tungku tersebut.
“Anak manusia. Sudah saatnya aku mengajarimu Tungku Jiwa Naga...”