Fake Love

Fake Love
Prolog


__ADS_3

Hey guys kenalin nama gue Angela Putri Mahardika, Gue adalah anak dari pasangan Gary Mahardika dan Ayunda Putri larasati. Ayah memiliki sebuah perusahaan yang sudah mempunyai cabang di berbagai kota. sedangkan Bunda gue punya butik yang lumayan terkenal. Gue punya dua kakak yang pertama bernama Salsabilla Putri Mahardika, dia itu sudah menikah dan tinggal bersama keluarga barunya sedangkan kakak gue yang kedua bernama Bastian Mahardika, dia kuliah di salah satu universitas di kota ini.


Hari ini di kediaman keluarga Mahardika, seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk membahas suatu hal yang lumayan penting.


"Berhubung karena Ayah membuka cabang baru di luar kota jadi ayah memutuskan untuk pindah ke kota itu supaya mempermudah ayah untuk mongontrol perusahaan yang ada di sana" Ucap pria paru baya itu tegas ke seluruh anggota keluarganya.


"Apakah kita semua harus pindah yah" Tanya gue ke Ayah.


"Iya sayang, kita semua harus pindah, karena rumah ini bakalan Ayah jual" Ucap Ayah dengan suara tegasnya.


"Tapi yah, Angel udah nyaman tinggal di sini" Ucap gue lagi.


"Sayang, Ayah sama bunda udah bicarain ini dari jauh jauh hari, jadi kita semua harus pindah" ucap bunda dengan suara lembutnya"


"Tapi bunda, bagaimana dengan sekolah Angel? Angel udah nyaman di sekolah, Angel gak mau pisah sama sahabat sahabat Angel bunda" Ucap gue sambil merengek.


"Ayah udah buat keputusan, kamu dan abang kamu bakalan Ayah pindahkan. Mau atau tidak kamu harus menerima semua ini" Suara bariton Ayah membuat ku ingin protes.


"Tapi Ayah Angel kan..." ucap gue terpotong oleh suara lembut bunda.


"Sayang kamu nurut yah, kamu bakalan dapat teman baru di sana kok"


"Tapi bunda..." Lagi dan lagi suara gue harus terpotong oleh ucapan Ayah.


"Kamu harus nurut ANGELA" Ucap Ayah tegas sambil ninggalin kita semua.


"Bang, Abang kenapa gak protes sih? emang abang mau di pindahkan" Tanya gue ke Bang Ian.


"Gak ada penolakan kalau ayah udah buat keputusan little girl" Ucap Abang gue sambil mengacak pelan rambut gue.


"Abang nyebelin" Ucap gue sambil majuin bibir gue beberapa senti.


"Yaudah deh Angel mau pindah, kita pindahnya kapan Bun?" Tanya gue ke bunda.


"Besok sayang, jadi kamu kemasin semua barang kamu malam ini" Ucap bunda sambil berlalu meninggalkan ruang keluarga.


"Tapi bunda..." Lagi dan lagi suara gue harus terpotong, kali ini abang gue yang bicara.


"Gak usah banyak protes deh, lo ngikut aja apa kata ayah sama bunda lagian ini buat kebaikan kita juga kan" Ucap Abang gue sambil mainin ponselnya.


"Yaudah deh iya" Ucap gue pasrah.


"Bang Angel ke kamar yah" Ucap gue sambil berlalu.


Di kamar bingung harus ngapain, di satu sisi gue gak mau pindah tapi di sisi lain gue harus pindah karena Ayah udah buka cabang baru.


"Mending gue kabarin Aja si Curut kalau gue mau pindah" Ucap gue sambil buka Ponsel kemudian mengirim chat ke Gabriella.


Angela Cantik


"Gabriella"


"P"


"P"


"P"


"Woy"


"Penting nih"


Gabbriella Taik


"Apaan Beib😘"


Angela Cantik


"Iuhh jijik emotnya🤢"


Gabriella Taik


"Aelah"


"Btw lo mau ngomong apaan?"


Angela Cantik


"oiya, lupa gue"

__ADS_1


"Gini nih besok gue mau pindah"


Gabriella Taik


"What lo gak lagi ngeprank kan?"


Angela Cantik


"Gue serius Nyet"


"Bokap gue buka cabang baru jadi kita sekeluarga harus pindah"


Gabriella Taik


"Whait wahit kenapa harus pindah si Ngel?"


"Lo tega ninggalin gue di sini"


"Lo udah gak sayang gue lagi"


"lo udah gak anggap gue sahabat lo lagi"


"lo udah lupain gue, hiks hiks"


Angela Cantik


"Lebay lo Nyet"


"Gue juga gak mau pindah, tapi bokap bilang rumah kita mau di jual jadi kita harus pindah"


"Gue masih sayang sama lo Nyet, dan lo tetap jadi sahabat gue sampai kapan pun"


Gabriella Taik


"Tapi Ngel, lo gak harus pindah"


"Entar gue sama siapa?"


Angel Cantik


"Aelah lo mah"


"kan masih ada si Ririn sama si Gladis"


"Lo gimana sih?"


"Lo tau sendirikan kalau gue belum bisa


percayain masalah gue ke dia"


"selama ini tempat gue curhat itu cuma lo kan?"


Angela Cantik


"Udah yah Ell, gue mau packing packing dulu"


Kalau lo mau curhat sama gue, chat gue aja atau gak kita telponan"


Gabriella Taik


"emang lo mau pindah kemana Ngel"


Angela Cantik


"Jakarta"


Gue kemudian menyimpan ponsel gue di atas nakas, selanjutnya gue ngemasin semua barang barang yang perlu gue bawa ke Jakarta. Setelah semuanya beres gue kemudian memustuskan untuk tidur. Lelah banget abis packing packing.


"Huwaa... Selamat tinggal Bandung, terima untuk beberapa tahun ini" Ucap gue sebelum menutup mata.


Kring kring kring


Bunyi alarm mengganggu tidur seorang gadis cantik yang masih asyik berlayar di pulau kapuk itu.


Gadis itu bangun sambil mengucek matanya.


"Jam berapa sih" Ucapnya sambil melirik jam yang ada di atas nakas.


"Anjirt gue telat" Teriak sambil bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


Tak butuh waktu yang lama gadis itu keluar kamar mandi dengan pakaian yang berantakan, kancing baju yang belum terkancing sempurna, rambuk yang masih acak acakan.


"Anjirt gue udah telat mana nih penampilan berantakan amat" Ucapnya frustasi sambil menyisir rambutnya secepat kilat.


Setelah selesai dia pun bergegas turun untuk sarapan bersama keluarganya.


"Pagi Yah, bun abang" Ucapnya sambil mencium pipi ayah, bunda dan abang nya.


"Pagi sayang" Ucap mereka bersamaan.


"Bunda kok gak bangunin Angel sih? kan Angel jadi telat" Ucap Angel sambil duduk di depan abangnya.


"Kamu kan udah gak sekolah little girl" Ucap Abang gue sambil memakan rotinya.


"Lah kenapa?" Tanya gue bingung.


"Hari ini kita kan pindah sayang" Ucap Bunda dengan suara lembutnya.


"Kamu kok lupa sih sayang" kini giliran ayah yang menyahut.


"Aduhh Angel lupa" Ucap Angel sambil nepuk jidat kemudian nyengir.


"Kebiasaan. Dasar pelupa" Ucap Abang gue meledek.


"Angel gak pelupa abangku sayang, Angel cuma gak ingat" Ucap gue gak terima karena dikatai pelupa.


"Sama Aja Little Girl" Ucap Abang gue dengan senyum mengejeknya.


"Dasar lo bang, kualat entar tau rasa" Ucap gue sambil natap Abang gue sengit.


"Udah udah sayang, kalian sarapan aja dulu. Entar kita berangkat jam 10.00" Lerai Bunda sambil ngasih aku roti selai coklat.


"Iya bunda" Ucap kami bersamaan.


Setelah sarapan gue memutuskan untuk ke kamar. Di kamar gue buka room chat gue sama Gabriella.


Angela Cantik


"Ell Gue pamit yah"


Gabriella Taik


"Lo gak sekolah Ngel?"


Angela Cantik


"Kagak, ntar gue berangkat jam 10.00?


Gabriella Taik


"Yah gue gak bisa nganterin lo dong"


Angela Cantik


"Gak usah, lo sekolah aja yang bener"


Gabriella Taik


"Yaudah deh"


"Salam buat orang tua lo yah, terutama sama Bang Bastian"


Dasar Si Gabriella suka banget kali yah sama abang gue, padahal nih bocah kalau ketemu sama Abang gue hobinya berantem mulu kagak ada baik baiknya.


Tok tok tok


"Angel, kamu lagi ngapain" Ucap Bunda sambil duduk di tepi ranjang.


"rebahan aja bun" Ucap gue sambil meluk pinggang bunda.


"sayang, kamu gak apa apa kan kita pindah" Ucap Bunda sambil ngelus kepaala Gue.


"Gak kok bunda, Angel udah terima kok apapun keputusan Ayah sama bunda" Ucap gue sambil tersenyum.


"Yaudah deh kamu siap siap yah sayang, bentar lagi kita berangkat. Bunda keluar dulu yah" Ucap Bunda sambil mengecup pucuk kepala gue.


"Iya bunda" Ucap gue sambil nyium pipi bunda.


Mungkin di sana gue bakalan dapat suasana baru, dapat sesuatu yang belum pernah gue dapatkah di sini. pokoknya gue harus jalani ini apapun yang terjadi.

__ADS_1


Ini cerita pertama Author, semoga kalian suka.


~Skip


__ADS_2