Fake Love

Fake Love
Kejadian Masa Lalu 2


__ADS_3

"Sudah," jawab Nyonya Indira lirih.


Rasanya ia kehilangan tenaga saat itu. Nyonya Indira meminta Dokter Amira menutupi sakit yang dideritanya saat ini.


Nyonya Indira dan Mariska akhirnya kembali ke perusahan kosmetik yang dikelolanya. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum libur untuk persiapan kelahiran putra pertamanya. Semua tanggung jawab dipercayakan kepada Mariska, asistennya itu hanya melaporkan hasilnya kepada Nyonya Indira.


"Bagaimana kondisi anakmu, Ka?" tanya Nyinya Indira kepada Mariska.


"Alhamdulillah sudah membaik bu, berkat bantuan dari Bu Indira." jawab Mariska.


"Ka, tolong nanti kalau suami saya telpon kabarin ya, Saya mau istirahat sebentar!"


Mariska mengangguk dan membiarkan Bu Indira memasuki kamar untuk beristirahat di dalam ruangan kerjanya. wanita cantik yang sedang mengandung itu sering mengalami letih dan lesu.


"Enak sekali jadi Bu Indira. Semuanya serba dimiliki termasuk suami baik dan perhatian. Tapi lihat saja sampai kapan perhatiannya itu bertahan." Mariska menarik sudut bibirnya ke atas.


Terakhir komunikasi dengan suaminya, Pria itu sedang berada jauh di negara A, membuat hubungan itu sedikit berjarak.


Dua bulan telah berlalu.


"Aku tidak akan percaya dengan foto-foto yang kuterima beberapa bulan ini. Mana mungkin Indira tega mengkhianatiku," geram Tuan Wijaya seraya mengepalkan tangan setelah melihat ponselnya.


Satu bulan belakangan ini, Tuan Wijaya selalu menerima foto kedekatan Nyonya Indira dengan sahabat baiknya. Foto kedekatan mereka berdua. Ada beberapa gambar yang tertangkap kamera terlihat mesra.


Padahal Zaki hanya membantu istri dari sahabatnya yang terkadang ngidam menginginkan sesuatu tetapi tak ada yang menemani. Suami dari Indira yang merupakan sahabat baiknya itu harus meninggalkan wanita yang tengah hamil besar karena perjalanan bisnis yang tak bisa ia wakilkan. Awalnya Tuan Wijaya memaklumi dan berterima kasih kepada Zaki karena telah membantu istrinya memenuhi ngidamnya.


Sikapnya mulai berubah saat seseorang telah memprovokasi Tuan Wijaya hingga ia berpikir anak dalam kandungan istrinya bukanlah darah dagingnya.

__ADS_1


Hingga puncak kemarahan itu terjadi saat Tuan Wijaya yang baru saja tiba di kediamannya, melihat Indira berbicara sembari tertawa bahagia ketika menunjukkan gerakan bayi yang menimbulkan sedikit tonjoan di perut kepada Zaki.


Lebih parahnya lagi Zaki terlihat mengelus perut Indira dan membalas senyuman istrinya dengan hangat.


Pertengkaran hebat terjadi. Tuan Wijaya tidak bisa menerima perhatian Zaki terhadap Indira yang menurutnya sudah melebihi batas. Beliau terus memukul Zaki sampai sahabatnya itu mengalami sobek di bibirnya.


Kesalahpahaman pun terucap. Tuan Wijaya menuduh Zaki sudah berselingkuh dengan Indira sehingga wanita yang kini tengah mengandung itu begitu terpukul karena ucapannya.


"Kamu tega menuduhku berselingkuh, Mas!" Zaki hanya membantuku selama ini karena Kamu tidak pernah ada saat Aku membutuhkanmu," ucap Indira sedih.


"Bisa saja 'kan? dua tahun kita berumah tangga dan selama itu pula kamu tidak bisa hamil. kenapa sekarang ketika kita jarang bertemu kamu hamil," ucap Tuan Wijaya curiga.


Bugh...


Zaki membalas Wijaya. Merasa tidak Terima dengan tuduhannya. Kedekatannya dengan Indira murni karena ingin membantu wanita itu. Tapi niat baiknya di fitnah telah berselingkuh dengannya.


"Saya tidak menyangka Kamu bisa berpikiran seperti itu, Anggara?" Zaki mencoba menahan emoosinya agar tidak terlewat batas.


Pria yang mempunyai kekuasaan itu berucap akan membuat Zaki menyesal telah mengkhianatinya. Tuan Wijaya selalu mengagungkan kekuasaan. Percuma pintar dalam segala hal kalau tidak ada kekuasaan di dalamnya.


"Kamu pikir Kamu siapa, Zak. Tanpa Aku, Kamu tidak akan bisa seperti sekarang ini!" Tuan Wijaya kembali meremehkan Zaki. Dirinya sedang tersulut emosi saat itu.


"Sekarang juga Kamu bukan lagi sahabatku, dan mulai besok Kamu bisa pergi dari perusahaanku, " ucap Tuan Wijaya.


Tanpa banyak perdebatan lagi Zaki malas untuk membantah semua tuduhan Tuan Wijaya. Percuma jika terus berdebat saat emosi.


Zaki pamit kepada Indira, mengucapkan kata selamat tinggal dan pesan agar wanita yang sedang mengandung itu menjaga kesehatannya karena Zaki mengetahui sakit yang kini di derita istri dari sahabatnya.

__ADS_1


Tuan Wijaya kembali berbicara dan mengancam tidak akan membiarkan hidup Zaki tenang.


Indira merasa kecewa dengan tuduhan suaminya. Dia memilih pulang ke rumah Oma Ratih untuk menenangkan diri. Orang tua satu-satunya yang ia miliki.


Tuan Wijaya akan mengalihkan kemarahannya dengan minuman keras jika mengalami masalah. Indira mengetahui itu, karena itulah ia lebih memilih pergi sementara waktu sampai situasi membaik. tapi sayang ternyata seseorang sudah memanfaatkan situasi ini.


Seorang wanita yang sengaja memprovokasi perasaan Tuan Wijaya selama ini. Wanita ini memapah Tuan Wijaya yang sedang mabuk ke dalam kamar lalu melancarkan aksinya.


***


Pagi itu, Indira kembali ke kediamannya. Tapi Indira terkejut melihat keadaan kamar miliknya. Tempat yang selalu menjadi saksi kehangatan cinta mereka. Ada wanita lain di sana, wanita yang selama ini selalu membantunya.


Indira melihat sendiri suaminya sedang tertidur pulas memeluk wanita itu di atas tempat tidurnya tanpa busana.


Bagai dihantam ribuan tombak, Hatinya begitu perih, sakit, matanya membola melihat semuanya.


"MAS ANGGARA WIJAYA... " teriakan Indira menggema di kamar miliknya, membuat dua orang yang tengah asik berpelukan itu terkejut dan membuka mata.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Maaf habis bab ini, Author akan mengungkap masa lalu Ayah Zaki dan Tuan Wijaya dulu. Yang mau ketemu kekasih hati harus sabar dulu..


Dukung terus karya ini. berikan like dan komen ya. Terima kasih


__ADS_2