Fake Love

Fake Love
Sunset


__ADS_3

Aline beranjak dari kursi panjang meninggalkan Galen. Semakin sore cuaca di tempat itu makin terasa dingin.


"Mas, benar kan orang suruhanmu menyiapkan baju untuku?" tanya Aline seraya berjalan masuk ke dalam kamar. Suaranya sedikit tinggi agar Galen bisa mendengarnya.


"Ya, Mas nyuruh Mbok Yem menyiapkannya! Seperti nya Kartika juga ikut membantu!" Balas Galen juga dengan suara tinggi.


"Ck... Kenapa harus nyuruh mereka sih, Mas. Kita kan semalam tidur di sana. Aku juga bisa menyiapkannya." Aline merasa tidak enak hati kepada Mbok Yem. Ia takut mereka mengira mentang-mentang menikah dengan Galen, Aline sampai tidak mau menyiapkan perlengkapannya sendiri.


Satu persatu pakaian dikeluarkan Aline dari dalam koper. Ada banyak baju lingerie dengan berbagai model, motif dan warna. Tapi tidak ada satupun baju utuh yang tersedia.


"Kenapa semua bajunya seperti ini?" Aline mengerutkan alis menatap semua baju yang ia keluarkan itu.


Aline terdiam sesaat, ia berpikir Galen sengaja mengerjai nya.


"Mas, apa tidak ada baju lagi selain yang ada di koper itu!" kesal Aline karena semua baju miliknya adalah baju dinas malam seorang istri.


Galen mengerutkan alis sambil menatap Aline. "Emang kenapa?" tanya Galen penasaran. Ia tidak tahu menahu mengenai isi koper itu.


"Semua baju nya kayak saringan nasi!" desis Aline kesal. Ia lebih memilih duduk di tepi kasur tanpa berniat merapikan baju yang berserakan di atas kasur. Warna baju dinas itu berwarna-warni, bahkan ada warna dan bentuk yang sangat menggoda.


Dari setelah mandi dan makan, Aline menggunakan handuk kimono untuk menutupi tubuhnya. Jadi, ia belum mengetahui isi baju dalam koper tersebut.


"Saringan nasi?" tanya Galen bingung, sama sekali Galen tidak pernah tahu bentuk saringan nasi seperti apa.


"Ih, Mas... coba sini deh!" titah Aline dengan suara kesalnya.


Galen beranjak dari tempat ternyaman nya.


Karena posisi satu kamar dengan kamar yang lain sangat jauh jaraknya. Galen cuek saja, Pria itu hanya memakai boxer dan kaos tanpa lengan yang tipis. Menampipak otot tangan yang bergitu menggoda wanita.


"Maksudnya, gimana sih, Yang?" Galen masih tidak mengerti perkataan Aline. Pria itu berjalan mendekati Aline yang memasang wajah cemberut nya.


"Mas, lihat sendiri aja!" titah Aline masih dengan bibir mengerucut.


"Dih, itu bibir pengen banget apa ya di sosor lagi!" goda Galen yang hendak menyerobot bibir Aline tapi dengan cepat Aline memalingkan muka. Tanda Ia benar-benar kesal dan marah.


Galen beralih menatap ke samping Aline. Pria itu tersenyum melihat pakaian yang tergeletak asal di atas tempat tidur.


Kartika benar-benar mengerjai kakak iparnya.


"Ini lingerie, Sayang!" ucap Galen lalu meraih satu persatu benda yang Aline bilang mirip saringan nasi itu.

__ADS_1


"Aku tau, Mas!" desis Aline sambil berengut kesal. "Maksud aku kenapa bajunya seperti itu semua? Terus aku pakai baju apa kalau mau pergi jalan-jalan di sini! Ah ... Mas ini, bikin kesal aja. Sengaja ya, nyuruh Mbok Yem masukin kaya gini doang. Malu aku, Mas...!" Aline berdiri dari duduknya lalu menghentakkan kaki ke lantai kayu.


Tapi sayang hentakkan yang terlalu keras membuatnya meringis menahan sakit.


"Aww ... Ssshh..." keluh Aline, ia meringis sambil memegangi bagian bawah tubuhnya. Masih ada rasa ngilu dan perih.


Aline kembali duduk di tempat semula. Tidak jadi beranjak dari sana.


"Kenapa, Yang? Masih sakit, ya?" Galen langsung bersimpuh di hadapan Aline.


"Au ... Ah!" ketus Aline.


Galen meraih kedua tangan Aline. "Maaf, Yang! Mas benar-benar tidak tentang semua ini! Beneran bukan Mas yang nyuruh Mbok Yem memasukkan baju itu semua. Suer deh!" Galen mengangkat tangannya menunjukan jari telunjuk dan jari tengahnya. "Kalau tidak percaya, kamu lihat pesan chat Mas sama Kartika. Dia malah memberi ucapan selamat menikmati pemandangan indah, itu saja. Mas tidak tahu kalau isinya baju dinas semua." ucap Galen panjang lebar sekan ingin membela diri.


Padahal dalam hatinya, Galen bersorak senang selama di tempat ini Ia akan melihat pemandangan indah yang terpampang dari keindahan kemolekan tubuh istrinya.


"Apa kita hanya akan berada di kamar saja, Mas!" tanya Aline lirih


"Memangnya kenapa, Sayang? kamu tidak mau keliling pantai! bukannya kamu mau ke Taman Nasional Manusela itu." ucap Galen heran. "Tapi kalau kamu maunya kita di kamar saja, aku sih mau saja."


"Mas.... ih..." Aline malah semakin kesal. "Aku mau pergi berkeliling, pergi melihat semuanya yang ada di sini. Tapi mau pake apa? masa pake baju ini keluar kamar?" Aline menelungkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Ia malah menangis sesegukan.


"Lagian, Mas Galen gimana sih? ih ... sebel banget deh sama kamu, Mas. Tau gitu biar aku saja yang prepare baju ganti kemarin."


"Mas minta maaf, Yang! Janji deh, baju buat besok dipastikan akan diantar ke sini Pagi-pagi. Kita keliling tempat ini besok, Ya? Tapi sekarang kamu pakai yang ada dulu," Galen berucap ragu, ia takut Aline semakin kesal padanya.


Galen meraih kedua tangan yang menutupi wajah Aline. "Udah dong, jangan nangis lagi. Kita kesini buat senang-senang loh!" Di hapusnya air mata yang masih tersisa di pipi.


Mereka saling pandang. Tak lama kemudian Aline menarik sudut bibirnya. "Nah, gitu dong. Senyumnya yang banyak yang jangan irit-irit kalau senyum sama suami. Ibadah dapat pahala juga." Galen mentoel pelan hidung mancung Aline merasa gemas dengan sikap istrinya itu.


"Ya sudah! Sini bajunya. Tapi janji loh. Pagi-pagi harus sudah tersedia baju untuku!" ancam Aline.


"Siap, Nyonya. Apapun yang Nyonya minta pasti saya berikan!"


"Dih, lebay!" Aline lekas berdiri lalu meraih satu lingerie yang ia ambil asal kemudian beranjak menuju kamar mandi.


"Malu tidak ya, pakai yang ini! ko semua tubuhku keliatan banget ya. Bahannya juga transparan banget sih!" Aline tampak ragu ingin keluar kamar mandi.


"Sayang... lama banget! kita keluar kamar. Jangan sampai kita melewati sunset yang sangat indah sore ini. Ayolah!" Galen mengetuk pintu kamar mandi.


Dengan langkah pelan dan ragu Aline keluar kamar. Malu, itu yang ia rasakan. Padahal Galen sudah melihat detail bentuk tubuh Aline, tetap saja ia merasa malu.

__ADS_1


Galen menelan ludah saat melihat Aline keluar dengan baju lingerie merah yang sangat menggoda.


Bagian atas sangat transparan sehingga gumpalan dua Gunung Himalaya menyembul dari balik kain berkamata itu.


Galen pun bwrjalan mendekati Aline. Meraih pinggang wanita cantik di hadapannya itu. "Aku sudah melihat semuanya. Bahkan Ini, ini, dan ini adalah hasil karyaku. nanti akan ku buat lebih banyak lagi di bawah sana," Galen menunjuk tanda kecil di sekitar tubuh atas Aline hasil jejak yang di buat Galen dalam aktivitas nya tadi, sambil melirik ke arah bawah tubuh Aline.


"Mas... mesum deh!" Aline meminta di lepaskan dari pelukan Galen.


Galen tertawa renyah. pria itu begitu senang menggoda Aline.


"Ayo, mas katanya mau liat sunset," Aline mengingatkan ajakan Galen terhadap dirinya.


Di depan kamar sambil duduk santai di kursi panjang , Galen dan Aline menikamati keindahan sore itu di Ora Beach Resort.


Pancaran cahayanya matahari senja terpancar menyinari tempat itu. Saat kelaur dari kamar, ternyata benar Aline kembali di buat takjub oleh Ciptaan Yang Maha Kuasa saat ini.


"Indah sekali ... Sunset nya, Mas...!" ucap Aline takjub saat pintu kamar terbuka. perlahan Aline berjalan sampai di pagar pembatas yang masih terbuat dari kayu.



Galen pun mengikuti Aline. Kini, Aline dan Galen sama sama berdiri dengan menatap indahnya matahari yang akan beranjak meninggalkan peraduannya.


Galen memeluk Aline dari belakang. "Kamu cantik sekali pakai baju ini, Sayang!" bisik Galen membuat Aline merinding disko.


Aline menoleh ke arah Galen. Tanpa sengaja bibir mereka bertemu. Tak ingin melewatkan kesempatan yanga ada, Galen pun menyambar bibir Aline. Tanpa ada penolakan dari Aline. Keduanya saling memanggut mesra di bawah cahaya matahari terbenam dengan sangat mesranya.


.


.


.


.


Baca cerita selanjutnya ya...


Setelah ini kita berpetualang.... tanpa kasur, kamar mandi dan balkon lagi...


komen dong.. tinggalkan komentar kalian..


jangan lupa like nya juga.

__ADS_1


__ADS_2