Fake Love

Fake Love
Aku Lebih Suka Sendiri


__ADS_3

Zayn kembali berbelok setelah tahu Zia bersama Aunty Kartika. Bocah laki-laki itu penasaran dengan gadis yang tadi ia tabrak. Dalam hati Zayn, dia berjanji akan mengganti tongkat kayu yang sudah ia bengkokkan.


Rumah di mana tadi motor gadis tadi berbelok dengan ayahnya adalah tujuan Zayn. Ia penasaran apa gadis itu tinggal di sana.


Dan sayangnya saat Zayn menanyakan kepada satpam yang berjaga di rumah itu. Gadis itu sudah pergi. Dan dia bukanlah penghuni rumah ini.


“Dia sudah pulang sama ayahnya! Rumahnya jauh kalau dari sini. Dia baru main ke sini!” ujar satpam yang menjaga rumah itu.


“Oh... Jadi begitu, Pak! Terima kasih, maaf sudah mengganggu waktu bapak!”


“Ya, tidak apa-apa, Dek!”


Zayn pun kembali ke rumahnya dengan menggunakan sepeda miliknya.


“Siapa, Pak?” tanya seorang wanita dengan kehamilan besarnya.


Ya, dia adalah Siska. Adik dari Derald yang sudah menikah dan sekarang tinggal di perumahan yang sama dengan keluarga Wijaya hanya berbeda cluster saja.


“Saya tidak tahu, Bu! Anak kecil tadi nanyain Neng Zara.”


Siska mengangguk pelan. Kemudian terlihat berpikir.


“Apa Zara sudah punya teman di komplek ini? Aku baru dua minggu pindah ke sini! Siapa anak lelaki itu?” pikir Siska.


“Sayang!” panggil Beno, suami Siska.


“Iya, Mas!”


“Ayo, masuk!” ajak pria itu.


Siska pun mengikuti perintah suaminya.


****


Di kediaman Wijaya


Zayn menundukkan kepala. Ketika Aline menasihatinya.


Bocah laki-laki itu tidak berkutik jika mommy-nya sudah panjang lebar berbicara.


“Kamu dengar Mommy Zayn?” tanya Aline pada putranya.


“Iya, mommy. Zayn dengar! Zayn punya alasan kenapa meninggalkan Zia.” Zayn membela diri.


“Tidak dibenarkan meninggalkan seorang wanita seorang diri, Zayn. Kamu sebagai laki-laki seharusnya menemaninya. Zia sudah seperti adikmu, Bagaimana jika dia ada yang menculik?”


“Zayn terus memperhatikan Zia ko, mom!”


“Mommy tidak suka caramu! Jangan pernah seperti itu lagi, dia tangung jawab mommy saat Tante Sandra menitipkannya di sini! Kamu mengerti?”

__ADS_1


“Mengerti, Mom!”


“Ya sudah, cuci tangan dan kakimu. Mommy sudah pisahkan puding di kulkas.” Aline mengacak rambut putranya. “Mommy mau kamu lebih menghargai wanita, Sayang... sebab Wanita adalah makhluk yang patut di lindungi dan di sayangi boleh kalian para lelaki,” ucap Aline sembari mengecup pucuk kepala putranya.


“Maafkan, Zayn, Mom!” Zayn melingkarkan tangannya di pinggang Aline.


“Sana! Lakukan apa yang mommy perintahkan!”


“Iya, Mom!”


Zayn pun berlalu menuju kamarnya, melewati Zia yang berdiri melihat Zayn tengah di marahi mommy-nya.


“Kak Zayn!”


“Aku sudah bilang jangan ikut, kamu terus memaksa.” Ketus Zayn kepada Zia.


Gadis itu merasa sedih. Ia merasa Zayn begitu marah padanya.


“Zayn tidak marah padamu, Sayang! Dia memang seperti itu! Anggap saja angin lalu, nanti juga baik lagi!”


“Benarkah, mommy?”


Aline mengangguk sambil tersenyum.


“Sekarang, Zia main sendiri dulu, yah! Mommy mau bicara sama Aunty Kartika dulu. Lagian sebentar lagi Mamanya Zia datang, Kok!”


Aline pun berjalan menuju ruang keluarga di mana Kartika sedang berbicara dengan Galen. Sungguh hari ini ia tidak beruntung, adik iparnya itu mengira Galen masih berada di luar kota makanya dia mau berkunjung ke sana.


Kartika tidak bisa berkutik jika berhadapan dengan Galen.


Jika terhadap Tuan Wijaya dan Bara, Kartika masih bisa berkelit tapi tidak dengan Galen.


Ketegasan Galen selalu membuat Kartika tunduk.


Seperti sekarang ini wanita cantik itu seakan meminta tolong kepada Aline agar ia bisa terbebas dari Galen saat kakak iparnya baru saja masuk dari pintu samping menuju ruang keluarga.


Banyak sudah yang Galen ucapkan pada Kartika saat itu.


“Setidaknya kamu mencoba dulu, bukan menghindar, Kartika!” ucap Galen setelah panjang lebar berbicara dengan Kartika.


Kakaknya itu menyayangkan sikap Kartika yang seolah menolak Kenan sebelum pria itu mendekatinya.


“Kenan adalah pria baik, kakak kenal baik dengannya. Sudah berapa pria yang kamu tolak, kamu tidak bisa seperti ini terus, Dek!” Galen memijat pangkal hidungnya merasa pusing harus berbuat apa lagi kepada Kartika.


Sebab setiap pria yang dekat dengannya selalu ditolak.


“Aku lebih suka sendiri!” balas Kartika dengan suara pelan dan isak yang bertahan.


“Mas... Sudahlah, kenapa harus mulai lagi sih! Kalau sudah waktunya Kartika pasti menikah.” Aline ikut menimpali.

__ADS_1


“Sayang, umurnya sudah 28 tahun. Tahun baru nanti genap 29 tahun. Sampai kapan dia akan menyendiri. Kasian Papa! Dia tidak mau berumah tangga lagi kalau anak gadisnya belum menikah. Papa juga butuh pendamping!” ungkap Galen.


“Kakak! Aku sudah bilang, tidak akan menikah. Kenapa kakak belok dukungan?” Kartika mengerucutkan bibirnya. Merasa kesal dengan Aline. Kakak ipar yang selalu ada di pihaknya kini pindah haluan.


“Kartika, benar kata kakak-mu. Hidup itu seperti simbiosis mutualisme. Saling membutuhkan dari satu hubungan agar masing-masing saling mendapat keuntungan. Kamu membutuhkan pria yang mampu melindungimu, memberikan kasih sayang. Begitu juga sebaliknya. Satu lagi, tolong pikirkan Papa!” ucap Aline seraya merangkul Kartika dari samping.


“Perlindungan dan kasih sayang sudah cukup bahkan lebih aku rasakan dari kalian, aku tidak perlu dari yang lain!” Kartika masih tetap saja keras kepala dengan pendiriannya.


Galen menghela napas berat, rasanya tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan kepada Kartika.


Aline mengusap pelan tangan suaminya.


“Sudah, Mas! Cukup! Jangan terlalu memaksakan kehendak.” Aline berucap pelan pada suaminya. Kita bicara si kamar.


“Kamu santai saja dulu, jangan pergi tanpa pamit lagi! Tolong perhatikan Zia sebentar! Kakak mau ke kamar,” pamit Aline kemudian menarik Galen agar mengikutinya.


Author mau kasih bonus Visual buat Triple Z



AttaRayyan Zayn Kyrie Wijaya (Zayn)



Zaheera Zara (Zara)



Zia Almeera Indrawan


.


.


.


Bersambung--


Halo readers tersayang. Terima kasih sudah mampir dan baca karya recehku ini.


kehadiran kalian tuh berarti banget buat otor. like dan komen kalian selalu kunantikan loh.


Ingat ya, like+komen+Favorit kan cerita ini kirim bunga dan hadiah buat otor ya saya oong, biar otor tambah semangat buat nulis lagi.


Mampir juga ke karya baruku ya Bestie.


judulnya Pemilik Kehormatanku.


Tengkyu meluap lupa buat kalian semua 🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2