
Hal yang paling membahagiakan untuk Galen saat ini adalah keluarganya. Hubungan dengan Tuan Wijaya selama ini tak begitu dekat. Tapi semenjak berhubungan dengan Aline dan kembalinya persahabatan yang lama putus, membuat hubungan anak dan Papa itu semakin baik.
Oma Ratih, Tuan Wijaya dan Kartika melambaikan tangan dan mengucapkan selamat berlibur untuk pasangan pengantin baru itu. Mereka melepas kepergian Aline dan Galen dengan rasa bahagia. Pesawat akan terbang sekitar pukul delapan malam lebih. Aline dan Galen harus mengejar keterlambatan karena mereka terlalu asik bercengkrama di meja makan sampai lupa dengan waktu.
Perjalanan jakarta menuju Ora Beach Resort memerlukan waktu hampir empat jam lebih untuk sampai di Bandar Udara Pattimura Ambon. Perjalanannya masih sangat panjang dan harus melewati beberapa pelabuhan untuk sampai di tempat tujuan.
Sepanjang perjalanan Aline dan Galen tak hentinya bercanda dan bercerita. Rangkaian rencana yang mereka susun untuk kegiatan di tempat liburan nanti merka bahas saat itu, untuk mengisi waktu selama perjalanan.
Tiba di Bandar Udara Pattimura Ambon. Aline dan Galen di jemput oleh agen wisata yang sudah di sewa oleh Bara sebelumnya. Menuntun mereka menuju tempat liburan indah di Maluku Tengah.
Ora Beach Resort memang sohor dan disebut-sebut sejajar dengan Maldives dan Hawaii. Perjalanan ke sana tidaklah mudah. Membutuhkan beberapa jam agar sampai di tempat tujuan.
Kali ini satu pria yang bertugas sebagai tour guide membawa mereka menuju pelabuhan tuhelu dengan jarak tempuh sekitar 45 menit.
"Kita masih belum sampai, Mas?" tanya Aline yang masih terlihat mengantuk. Selama perjalanan di pesawat Aline tertidur pulas. Saat turun tadi Galen harus menunggu sesaat karena Aline mengalami jetlag karena pernerbangan.
"Masih jauh, Yang! Masih terasa pusing?" Galen terlihat khawatir. Aline menggelengkan kepalanya pelan.
"Sudah mendingan," balas Aline.
Mereka kembali pelanjutkan perjalanan. Dari pelabuhan Tuhelu mereka harus berlanjut ke pelabuhan Amahai (Masohi). Tak sampai di situ saja mobil yang mereka tumpangi akan terus berlanjut Sawai. Beruntung Bara menghadiahkan satu paket tiket liburan. Jadi Galen tidak perlu repot dengan perjalanan yang memakan waktu dan harus berganti-ganti kendaraan untuk setiap perjalanannya.
Agen liburan yang ia gunakan sudah mencakup perjalanan mulai dari penjemputan di Bandara sampa ke tempat tujuan.Rasa lelah sangat di rasakan oleh Aline begiti juga Galen.
"Apa Dia mau mengerjai-ku kenapa lama sekali tempat tujuannya?" gerutu Galen kesal kepada Bara, karena merasa perjalanan begitu melelahkan dan memakan waktu yang lama. "Apa tidak ada pesawat yang langsung mmendarat di resort itu?" tanya Galen mulai geram.
Rasa bosan dan kesal sudah ia rasakan. Apalagi melihat Aline yang kembalibtertidir karena lelah.
"Tidak ada Tuan. Beginilah perjalanannya. Tapi Anda akan takjub dengan pesona Resort tersebut setelah sampai di sana!" ucap pemandu wisata itu.
Galen mendesah berat. Mereka sudah setengah jalan, perjalanan masih beberapa jam lagi. Tapi rasa lelah karena perjalanan begitu terasa.
"Apa ada penginapan di daerah sini?" Galen kembali bertanya kepada pemandu wisata. Ia tidak tega melihat Istrinya tidur sambil duduk dan bersandar.
"Ada Tuan, kalau Tuan ingin beristirahat lebih dulu, sampai pagi hari. nanti setelah itu kita lanjutkan lagi perjalanannya," ujar pemandu wisata.
kendaraan yang membawa Aline dan Galen berhenti di penginapan di daerah Amahai, Esok pagi mereka akan melanjutkan ke Sawai.
Tidak tega membangunkan Aline. Galen mengendong Aline menuju kamar hotel yang sudah di sediakan.
__ADS_1
Aline sama sekali tidak terbangun ketika Galen menggendongnya. Galen pun ikut tertidur di samping Aline sambil memeluknya sampai esok hari mereka akan memulai lagi perjalanannya.
***
Tepat pukul tujuh pagi, setelah sarapan. Aline begitu bersemangat untuk melanjutkan perjalanannya. Ia sudah tidak sabar ingin segera sampai di resort.
Dari Amahai lanjut ke Sawai menghabiskan waktu kurang lebih sekitar satu jam. Rasa lelah hilang saat melihat kebahagiaan pada Aline. Istrinya itu banyak bertanya kepada pemandu wisata sepanjang perjalanannya. Banyak menanyakan apa saja yang berada di sana.
"Mas, aku jadi makin gak sabar ingin cepat sampai!" ucapnya semangat setelah mendengar penjelasan dari pemandu wisata itu.
Galen hanya tersenyum menanggapinya. Dirinya memang belum pernah datang ke tempat itu sebelumnya. Ia tidak senang berpetualang. Tapi ia mencari tahu tempat itu melalui mbah gogel. mengusir kebosanan dalam perjalanan. Hasilnya memang menakjubkan tapi belum tahu kondisi aslinya seperti apa.
Sepanjang jalan mereka bisa melihat kawasan hutan dengan pepohonan yang rindang.
Rasanya senang karena masih banyak hutan yang terlindungi di Taman Nasional yang bernama Taman Nasional Manusela.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang bahkan harus menggunakan speedbot untuk sampai di Ora Beach Resort berada. kini Aline dan Galen di suguhkan pemandangan yang sangat memanjakan mata.
Resort ini berada di Pulau Seram, menyelinap diantara Teluk Sawai dan tebing-tebing kapur Manusela yang indah juga eksotis. Terdapat delapan bungalo yang beratapkan rumbia. Dari dalam bungalo, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan hamparan pasir putih dan air laut biru yang memukau mata. Tidak ada ombak, perairan di tempat ini sangat tenang karena letaknya diantara perbukitan.
"Indah sekali, Mas!" Aline begitu takjub melihat suasana yang ada di hadapannya.
Matanya berbinar seakan pemandangan itu telah menebus semua rasa lelah perjalanannya.
Galen mengangguk paham. Ia pun mendekati Aline dan masih belum puas memandangi alam sekitarnya.
"Sayang, kita ke sana dulu yuk! Kamu mau pakai tempat menginap yang mana? kita pilih dulu di sana?" ucap Galen pelan sambil merangkul pinggang Aline.
Aline mengangguk setuju. Ia ikut saja ajakna Galen. Mereka berdua berjalan menyusul si pemandu wisata yang sudah tiba lebih dulu di pusat penginapan.
"Ternyata pilihan dia, bagus juga. untuk tempat honeymoon ini. Tenang, sepi dan tidak akan ada yang mengganggu kesenangan kami berdua. Terima kasih, Bara... untuk hadiah pernikahan ini!" batin Galen. Ia tersenyum membayangkan suatu hal yang belum terjadi.
Sesampainya di pusat hotel. Galen dan Aline di berikan pilihan untuk tempat menginap mereka.
Ada tiga pilihan. Kamar gantung, kamar darat apa kamar laut. Semua kamar di lengkapi fasilitas modern. Hanya untuk jaringan internet masih sangat kurang karena tempat itu sangat jauh dari satelit.
"Aku mau kamar laut, saja!" Aline menentukan pilihan nya dan Galen pun menyetujui.
Kamar hotel yang berada di tengah laut. Posisi masing-masing kamar sangat jauh dari satu dan yang lainnya. Setiap penghuni kamar tidak akan merasa terganggu oleh tetangga kamarnya. Sekat mereka adalah air.
__ADS_1
"Akhirnya sampai juga di sini!" ucap Aline sesampainya di kamar yang akan mereka tempati beberapa hari mendatang. ia melirik ke samping kiri dan kanan mencari sesuatu.
"Cari apa, Yang?" tanya Galen.
"Koper kita mana, Mas?" Aline terlihat bingung.
"Nanti di antar petugas ke sini!"
"Oh, aku kira tertinggal di mobil sebelum kita naik speedboat tadi." Aline berjalan mendekati pintu di sebelahnya.
Begitu indahnya saat melihat suasana di luar kamar laut itu.
Indah, sempurna. Ciptaan Yang Maha Kuasa yang masih sangat alami tersuguhkan di hadapan matanya.
Kamarnya ternyata berjarak sangat jauh dengan yang lainnya.
Ia melihat ada perahu kecil yang akan membawanya untuk mengelilingi laut tenang tersebut. Tak ada ombak, di sana.
Terumbu karang dan ikan sangat terlihat jelas saat Aline menurunkan penglihatannya ke bawah kamarnya. Kamar hotel yang mereka tempati saat ini. Kamar yang berada di atas laut tenang.
Sungguh menakjubkan. Lagi-lagi Aline di buat terkagum-kagum oleh ciptaan Sang Pencipta.
Pancaran kebahagiaan Aline seakan menular kepada Galen. Jika Aline tersenyum senang melihat pemandangan yang terlihat jelas di depan matanya. beda dengan Galen. Ia sangat senang melihat senyum yang terus mengembang di wajah Aline. Lesung pipi itu seakan terus menjadi daya tariknya kepada Aline.
.
.
.
.
Bersambung.
*Sumber inspirasi dapat dari sumber google.
__ADS_1
Asek.... makin enak aja tuh dapet tempat sepi, tenang, jauh dari keramaian.
Cepet cepet produksi ya, biar cepet juga jadi hasilnya..😄