Fake Love

Fake Love
Magic Art 3D Moseum


__ADS_3

"Yank, pegangan!" titah Galen pada Aline saat akan menggoes sepada ontel.


"Iya ini udah pegangan," sahut Aline. Tangannya sudah melingkar di pinggang Galen.


Perlahan Galen mengayuh sepeda mengelilingi alun-alun yang berada di tengah bangunan yang berdiri megah di sekelilingnya. Aline duduk membonceng di jok belakang, mereka berdua tengah asik menikmati indahnya sore hari di Kota Tua itu. Aline menceritakan kenangan yang pernah mereka lewati di tempat itu.


Gadis itu menunjuk Museum Fatahillah, tempat yang pernah mereka singgahi dulu.


"Aku lebih suka melihat semua pemandangan di sini dari atas sana." Aline menujuk jendela yang terbuka dari lantai dua museum itu.


Galen menghentikan goesannya. Lalu menoleh ke belakang.


" Apa kamu mau ke sana?"


"Enggak, ah. waktu itu 'kan pernah!" tolak Aline. "Sebentar lagi ada pertunjukan musik, aku mau melihatnya. Kita di sini dulu ya sampai malam. Tadi aku sudah menghubungi Pram juga Wendi dia akan menyusul kemari, kamu belum bertemu dengan mereka 'kan?"


"Baiklah, Setelah ini kita kemana?" tanya Galen sambil mengoes sepeda menuju stand penyewaan karena waktu sewa mereka hampir habis.


"Keliling"


"Ok, siap Nona! apapun yang Nona Aline mau hari ini, saya penuhi," ucap Galen menggoda. Aline tertawa geli mendengarnya, gadis itu makin mengeratkan pegangan tangannya.


Sepeda yang mereka naiki berhenti di stand penyewaan sepeda. Galen membantu Aline turun dari boncengannya. Layaknya seorang putri yang di bantu pangerannya.


Senyum terus mengembang di wajah cantik Aline.


Galen menyodorkan tangannya dan disambut oleh Aline. Tangan mereka kini saling bertaut.


"Terima kasih, Pa!" ucap Galen pada Bapak yang menyewakan sepeda ontel.


"Sama-sama, semoga liburan kalian menyenangkan," balas bapak itu.


Aline dan Galen berjalan menelusuri jalan di sisi bangunan. Menikmati suasana sore dan hiburan di sana. Satu tangan yang saling bertaut itu, kini melingkar di pinggang Galen. Sedangkan Galen merangkul bahu Aline.


Keseruan dan Kebersamaan yang tak akan pernah mereka lupa sore ini.


Untuk kedua kalinya Aline menghabiskan kebersamaan dengan Galen di tempat ini.


Sepanjang perjalanan Galen selalu menunjukan sikap mesranya pada Aline. Sesekali ia ciumi pucuk kepala Aline saat mereka berjalan. Tubuh Aline tak lepas dari rangkulan pria itu.


Keduanya menyinggahi setiap bangunan yang ada di sana mulai dari Musem Fatahillah, Penjara bawah tanah, dan beberapa tempat bersejarah di sana.


"Kita ke sana yu, Gal!" ajak Aline saat melihat satu tempat yang begitu ramai di datangi para pengunjung.


Gadis itu menarik Galen agar ikut dengannya. Kini keduanya berada di Magict Art 3D Museum adalah salah satu wisata yang ada di Kota Tua. tampat ini menjadi salah satu tempat yang banyak di mintai karena pengunjung bisa berfose dengan gambar amimasi yang sangat menakjubkan dan unik.


Aline dan Galen penasaran dengan museum tersebut. Mereka ingin mencobanya.

__ADS_1


Aline dan Galen berfose di beberapa gambar.


Museum 3D yang menampilkan berbagai lukisan dan seni tiga dimensi serta pengalaman baru bagi pengunjung.


Museum Terletak di Kota tua Jakarta.


Ada tujuh zona dan tiga ruang lainnya yang ditawarkan oleh Magic Art 3D Museum. Tujuh zona ini terdiri dari zona lukisan, satwa, lautan, rutinitas, dinosaurus, petualangan dan horor. Sedangkan tiga ruangan yang ditawarkan berupa Ames Room, Mirror Room, dan Optical Chair.


Tidak semuanya Aline coba, karena mereka sudah membuat janji temu dengan Pram dan Wendi.


"Lihat! lucu sekali ya, gambarnya. Kaya nyata!" ucap Aline terkesima dengan hasil foto itu. Ia menunjukkan beberapa foto yang didapat dari pemotretan nya di Magic Art 3D itu lalu mengomentari foto dirinya sendiri sedang di genggam oleh orang utan raksasa.


"Ini juga, ih ekspresinya lebay banget!" ledek Aline menunjukkan foto Galen yang memperlihatkan ekspresi wajah memohon. Di gambar tersebut Galen seakan ada di dalam botol kaca.


Galen tersenyum simpul, manik mata pria itu terus menatap wajah Aline yang begitu bahagia memancarkan senyum cerianya sore itu.


"Aku sangat senang melihat keceriaanmu saat ini!" ucap Galen pelan, sontak membuat Aline meliirk pria di sampingnya itu sekilas. Seulas senyum terukir saat mendengar ucapan Galen.


Dia kembali melanjutkan melihat beberapa foto hasil kunjungannya di Museum Magic Art 3D itu. Setelah puas melihat semua foto, Aline lalu menyerahkan beberapa lembar foto itu kepada Galen pria itu pun menerimanya.


"Terima kasih sudah menghabiskan sore ini bersamaku!" ucap Aline sambil menggelauyut manja dii lengan Galen.


"Inginku malah berharap bisa menghabiskan setiap sore bersamamu, Yank! pengen nempel terus kaya perangko," goda Galen yang langsung meringis mendapat cubitan di perutnya.


"Auchhh... Yank, jangan cubit, cium aja boleh gak?"


Galen tertawa renyah lalu merangkul bahu Aline agar mengikutinya berjalan. Kali ini Galen yang akan mengajaknua mencari tempat istirahat agar bisa duduk bersantai sambil menikmati minuman yang segar.


Galen merasa pegal dan lelah karena terlalu la berjalan, mengelilingi sambil menikmati wisata dan hiburan di kota tua ini tak terasa karena sepanjang perjalanan Aline tak lepas dari keseruan Aline yang banyak bercerita begitu pun dirinya.


"Kita pesan minum dulu di sini! Ok, Yank. Kakiku pegel banget haus lagi," ajak Galen sambil mendudukan tubuhnya di salah satu kursi yang tersedia di depan cafe batavia.


Aline pun ikut duduk di samping Galen, karena dirinya juga sudah lelah berkeliling dengan calon suami yang setia mengikuti kemauannya itu.


*


*


*


Bangunan peninggalan kolonial Belanda itu menjadi tempat wisata sejarah yang memberikan pengalaman budaya yang luar biasa bagi para wisatawan termasuk pasangan yang tengah mencurahkan kebahagiaan itu.


Di sekitar bangunan banyak Seniman yang menampilkan keterampilan mereka, ada yang membaca nasib dari garis telapak tangan, melukis abstrak, bahkan ada pentas seni musik yang menambah keramaian suasana di Kota Tua itu.


Ada juga yang berfoto dengan manusia patung yang gaya dan penampilannya serupa persis dengan para pahlawan dan nona Belanda.


Setelah puas berkeliling dan berfoto di Museum Magic Art 3D, Aline dan Galen bersantai sejenak di cafe batavia.

__ADS_1


Satu pelayan pria mendatangi meja nomer tiga, meja yang si tempati Aline dan Galen.


"Minumannya datang, silahkan di nikmati!" ucap pelayan pria ramah.


"Orange juice untuk si Mbak yang manis sekali senyumnya membuat hati saya panas dingin," canda Pelayan itu saat meletakkan minuman pesanan Alien.


Aline tersenyum manis membalasnya. "Terima kasih," Aline meraih orange juice miliknya lalu meminumnya perlahan.


"Dan capucinno drink untuk si Mas, yang wajahnya dingin, sedingin kopi ini." Tatapan dingin dari Galen membuat pelayan itu terdiam. "Oops, Mbak, masnya ngga cuman dingin tapi nyeremin," ucap pelayan itu dengan suara pelan kepada Aline.


"Selamat menikmati minumannya!" Pelayan itu segera kabur dari hadapan Galen. Takut dengan mata elang Galen yang terus menatapnya, seakan ingin memangsanya.


Aline terkekeh kecil mendengarnya dengan menutup mulutnya.


"Yank, jangan terlalu manis dong kalau senyum, kalau bisa jangan memberikan senyummu selain padaku! pelayan tadi aja, sampai terpesona liat senyummu! Kalau saja bukan di tempat ramai sudah ku congkel bola matanya. Berani-beraninya dia memandangi calon istriku!" gerutu Galen dengan segala kekesalannya.


Aline tersenyum simpul melihat kecemburuan yang kini dirasakan Galen kemudian menyodorkan minuman miliknya ke hadapan Galen. Lalu memasukan sedotan ke mulut pria yang tengah menggerutu itu.


"Minum."


Galen menyedot minuman itu dengan rakusnya. Menyisakan hampir setengah minuman dalam gelas itu, lalu mendorong gelas tersebut untuk menyudahi minumnya.


"Seger 'kan, dingin lagi!" ucap Aline lalu menyedot minuman sisa Galen.


cup!!


Kecupan di pipi Galen membuat pria itu diam membeku mendapat balasan manis dari Aline.


"Biar tambah adem, hatinya," ucap Aline berbisik lalu sambil terus menarik kedua sudut bibirnya melihat Galen terdiam mendapat ciuman singkat dari Aline


.


.


.


.


**Seger bener Aline ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š... apalagi lagi cuaca panas plus hati panas, enggak di siram sekalian hatinya biar cesss adem deh.. siram semua pakai ciuman dan belaian. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Pasti auto ademmmmm


Masih promo in karya teman juga ni. ikut baca juga ya, seru loh ceritanya.


kisah anak seorang sayur keliling dengan seorang CEO. wah penasaran sama ceritanya.. cek yuk**..


__ADS_1


bersambung>>>>>


__ADS_2