
Sore ini meskipun waktu istirahat hanya sebentar, Para Wanita dalam kamar hotel itu terlihat bersemangat termasuk Oma Ratih yang umurnya jauh dari mereka.
"Oma ... semangat sekali nih?" goda Kartika saat melihat Oma Ratih sudah rapih sambil merapikan riasannya di depan cermin.
"Iya dong, semangat Oma sama seperti masih muda kalau urusan shopping" bangga Oma pada diri sendiri.
"Bukan hanya urusan shopping aja Oma, kalau di lihat-lihat wajah Oma juga masih awet muda," puji Aline. Ia menghampiri Oma seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah wanita di depan cermin itu.
Oma Ratih membalas dengan senyuman dan tepukan lembut pada pipi Aline yang menempel dengan pipinya. Seakan membandingkan wajah mereka.
"Kamu bisa aja, Nak!" elak Oma Ratih.
"Loh, benar Oma. lihat deh wajah Oma tuh masih cantik gini, kok!" Lagi-lagi Aline memuji Oma Ratih.
"Pastilah, Oma kan selalu melakukan perawatan rutin dan olahraga teratur ya, Oma!" sahut Kartika seraya menoleh kepada Oma Rarih.
Oma Ratih mengangguk pelan dengan senyum yang terulas di wajahnya.
Memang benar meski umur Oma Ratih sudah lebih dari setengah abad. Tapi wajahnya masih terlihat awet muda dan terawat.
"Benar, Oma memanfaatkan semua fasilitas dari perusahaan almarhum Mamanya Galen. Pakai produk kecantikan dari perusahaan nya dan sering melakukan perawatan di Rumah Beautiq'. Sayang kalau harus di lewatkan. Memanjakan diri sendiri di masa tua." Oma Ratih tersenyum bangga. "Nanti jika kamu menikah dengan Galen, kamulah yang akan memegang kendali perusahaan kosmetik dan Rumah Beautiq. Kasian Galen, masa harus berkecimpung di bidang kecantikan terus." Oma Ratih tersenyum geli.
"Doakan saja, Oma! semoga dimudahkan hubungan kami."
"Amin ..., Jam berapa kamu dan Galen akan pergi?" tanya Oma Ratih yang teringat akan rencana kepergian cucunya bersama Aline.
"Mungkin sebentar lagi, Oma," sahut Aline.
Tingtong
"Biar Saya aja yang buka pintunya," tawar Sandra. Gadis itu lekas berjalan menuju pintu lalu segera membukanya melihat siapa yang datang.
Benar saja, panjang umur untuk orang yang baru saja Oma Ratih dan Aline bicarakan sudah datang menjemput.
Galen dengan pakaian casualnya sangat berbeda dengan Galen yang Aline kenal. Tidak ada anting yang menempel di telinganya dan gaya pakaiannya pun lebih terlihat rapi.
Aline, Oma Ratih dan Kartika yang tahu keseharian dari Galen begitu terpukau melihat penampilan Galen kali ini.
Seikat bunga yang sengaja ia bawa untuk Aline pun jadi tatapan Oma Ratih, Kartika dan Sandra.
"Wah ... kamu berbeda sekali dengan penampilan biasanya Gal?" Oma Ratih terkesima melihat Galen.
"Betul, Oma! Kak Galen tuh cool banget kalau begini!" sambung Kartika.
Mereka berdua pangling melihat penampilan Galen saat ini, tapi tidak dengan Sandra. Gadis itu tidak tahu bagaimana gaya Galen sebelumnya. Karena beberapa hari ini Sandra hanya melihat Galen memakai pakaian khusus pasien.
Galen mendekati Aline yang ikut terkesima melihat pria yang berada di hadapannya ini.
Jaket balel dan gaya premannya berganti dengan jas rapi dan gaya cool yang Aline lihat sekarang ini.
Aline sampai tidak menyadari Galen menyodorkan seikat bunga yang ia bawa ke hadapan Aline.
__ADS_1
"Ini untukmu!"
Aline termangu menatap Galen. "Oh, ya. Terima kasih." Aline meraih bunga tersebut dengan wajah malu.
"Jadi kan kita pergi?"
Aline masih menatap Galen lalu mengangguk pelan.
"Oma, Aline pamit dulu, ya?" Aline menyalimi Oma Ratih lalu mencium pipi kiri dan kanannya. Disusul Galen yang mengikuti gerakan Aline.
"Iya, Sayang. Hati-hati ya! nanti kita janjian di sana. Ada pengawal yang mengikuti kalian 'kan? Jangan terlalu lelah! ingat itu." Oma memperingati Galen saat cucunya itu usai menciumi pipi wanita tua di hadapannya ini.
"Siap, Oma."
Sebelum pergi Aline menaruh buket bunga yang di berikan Galen tadi kepadanya. Ia mengambil vas bunga yang di isi sedikit air lalu meletakkan bunga itu di atasnya.
Aline pun berpamitan kepada Sandra dan Kartika.
"Aku pergi duluan," ucap Aline pelan dengan melambaikan tangan.
Sandra dan Kartika tersenyum jahil. lmembalas dengan lambaian tangan juga. " Selamat berkencan," balasnya menggoda Aline.
Sandra mendekati Kartika lalu berbisik pelan padanya.
"Apa ada yang aneh dari Galen, Ka?" bisik Sandra.
"Penampilannya beda banget! Aku dan Oma aja sampai terkejut."
"Bedanya?" Sandra makin penasaran.
"Penampilan urakan sama gaya premannya berubah jadi kalem. Jadi romantis lagi! apa memang sikap itu selama ini tersembunyi, Oma?" Kartika mengalihkan pembicaraannya kepada Oma Ratih.
"Kakakmu seperti Papamu, banyak sikap yang ia sembunyikan. Terkecuali terhadap seseorang yang ia cinta. Pasti dia akan bersikap tak terduga." Oma Ratih menjelaskan.
*
*
*
"Terima kasih sudah mengajakku berkeliling tempat ini, Gal ... indah sekali tempatnya!" ucap Aline yang duduk di tangga seraya memandangi patung Merlion Park yang mengeluarkan air dari mulutnya itu.
Sebuah patung berkepala singa dan berbadan ikan itu adalah maskot dari negeri singapura. Di sekitarnya terdapat anak tangga yang biasa di gunakan para pengunjung untuk duduk menikmati sore hari sambil memandangi sungai di Merlion Park.
"Kamu belum pernah kesini?" Galen menoleh kepada Aline yang duduk di sampingnya.
"Sering, tapi hanya urusan pekerjaan saja. belum sempat jalan-jalan seperti sekarang ini!" Aline menjelaskan.
__ADS_1
"Setelah ini kita tunggu sampai matahari tenggelam. Kita akan melihat indahnya sungai yang mengalir sampai lautan sebentar lagi. Pantulan cahaya lampu akan berkilauan di sungai itu." Galen menunjuk sungai yang berada di hadapannya karena Merlion Park berada di depan Singapore River.
"Ya, Aku tahu itu," ungkap Aline.
Sore itu pun Aline dan Galen menikmati kebersamaan mereka berdua di sana. Memulai kegiatan baru yang akan menghiasi kenangan indah mereka.
Canda dan tawa menghiasi kebersamaan Aline dan Galen. Galen lebih bersikap romantis dan hangat, sesekali sifat jahilnya ia lakukan pada Aline. Agar gadis itu tersenyum karena Galen sangat menyukai senyum berlesung pipi itu.
"Senyummu itu bisa membawa Aku ikut tersenyum saat melihatnya," batin Galen.
Waktu tenggelamnya matahari adalah waktu di mana para pengunjung makin ramai berdatangan. Mereka semua ikut duduk di anak tangga menyaksikan pemandangan luar biasa yang akan memanjakan mata orang yang melihatnya.
Cahaya matahari akan berganti cahaya lampu yang menyala di tiap gedung yang berada di depan aliran sungai sampai lautan tenang itu. Para pengunjung akan di kenalan tiket untuk bisa menikmati indahnya sungai itu dengan menaiki perahu listrik yang akan membawa mereka berkeliling sepanjang aliran sungai tersebut. Sayangnya semua tidak gratis. Ada harga yang harus para pengunjung bayar untuk menikmati itu semua. Harga itu pun sebanding dengan keindahan yang di dapat.
Saat yang di nanti pun riba. Matahari sudah menyembunyikan keberadaannya. berganti cahaya lampu yang indah dari setiap gedung yang berdiri di sepanjang sungai tersebut.
Meskipun sudah sering melihat pemandangan Singapore river. Tapi situasinya sekarang berbeda bagi Aline. Dulu ia berada di sini bersama asistennya, sekarang ia berada kekasih harinya.
"Kemarilah," panggil Galen saat Aline ada dalam lamunannya.
"Hah... kenapa?" Aline terkejut melihat Galen mengulurkan tangannya agar menaiki perahu listrik di hadapannya saat ini.
"Kita akan menikmati malam ini di sini!" Galen mengedarkan pandangannya kesekitar perahu.
Aline mengerutkan alis kemudian mengembangkan senyumnya. Lekas ia menerima ukuran tangan Galen. Lalu berhati-hati menaiki perahu tersebut.
Sesampainya di perahu. Aline sempat tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya karena perahu yang sedikit bergoyang. Beruntung Galen menahan tubuhnya sehingga posisi Aline dan Galen saling berhadapan dengan tangan Galen yang berada di pinggang rampung Aline.
"Kamu siap untuk malam ini?"
Aline mengangguk pelan. "Ya."
Tanpa mereka sadari beberapa pengunjung yang ikut naik dalam perahu memperhatikan mereka berdua tapi semua serasa tak terlihat karena cinta yang kembali bersemi saat itu.
"Aku mencintaimu Galen." ucap Aline dalam hati karena ia masih merasa malu untuk mengungkapkannya.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MINAL AIDZIN WALFAIDZIN MOHON MAAF LAHIR BATIN.
Buat para readers tersayang. maafkan ya jika selama ini banyak kesalahan yang Author perbuat. terutama kesalahan jarang update dan typo pasti banyak ๐๐
Maafkan beberapa hari kemarin aku tidak up. Persiapan lebaran dan mudik bikin Author tak sempat menghalu. Padahal Author rindu lihat komenan dari kalian.
Selamat berkumpul bersama keluarga.
Salam hangat dari Author. Mayya_zha ๐๐๐
__ADS_1