Fake Love

Fake Love
Part 7


__ADS_3

Di Rumah


"Huwaaa Bundaaaa" Teriak gue sambil nangis kencang.


"Aduh sayang kalau masuk rumah itu ucapin salam dulu jangan teriak teriak" Ucap Bunda dari arah dapur.


"Assalamu alaikum bunda" Ucap gue sambil menyalami tangan bunda.


"Waalaikum salam, Loh kamu kenapa sayang? kok nangis?" Ucap bunda sambil menangkup kedua pipi gue.


"Bang Ian jahat Bun hiks hiks" Ucap gue sambil sesegukan.


"Angel nya aja yang lebay bun" Ucap Bang Ian dari arah pintu.


"kamu apain adek kamu abang?" Tanya Bunda lembut.


"Assalamu alaikum bunda, Abang gak ngapa nagpain dia kok" Ucap Bang Ian sambil menyalami bunda.


"Abang bohong Bun hiks hiks hiks" Ucap gue sambil meluk bunda.


"Abang kamu apain adek kamu?" Suara bariton ini mengintrupsi kami semua.


"Abang telat jemput Angel ayah, mana sekolah udah sepi banget lagi, horor banget yah. Tapi pas abang datang dia gak minta maaf sama Angel, kan resek Ayah" Adu gue sambil sesegukan.


"Angel PMS Ayah, makanya gitu" Ucap Abang sambil berlalu.


"Huwaa abang resek" Tangis gue makin kencang.


"Aduh duh anak bunda jangan nangis lagi yah, Entar bunda omelin Abang kamu" Ucap bunda ngelus rambut gue.


Gue cuma ngangguk "Angel ke kamar ya bunda" Ucap gue sambil berlalu.


"Iya sayang, kamu mandi abis itu bantuin bunda masak yah" Ucap bunda.


"Ay ay captain" Ucap gue sambil hormat.


"Anak kamu tuh bun" Ucap ayah sambil ngerangkul bunda.


"Anak kamu juga ayah" Ucap bunda cemberut.


"Angel lucu ya kalau lagi PMS" Ucap Ayah sambil menoel pipi bunda.


"Hmm" Ucap bunda cuek.


"Bunda juga PMS ya? Kok cuek gitu" Ucap ayah terkekeh.


"GAK Ayah!" Ucap bunda sambil berlalu.


"Aduh Singa Betina ngambek" Ucap Ayah terkekeh kemudian berlalu ke kamar.


Di kamar


gue kemudian melaksanakan ritual sore gue, Yaitu mandi. setelah 45 menit, gue keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk dan lilitan handuk kecil di kepala gue. Gue kemudian memakai piyama motif doraemon lalu pergi ke depan cermin untuk mengeringkan rambut gue. Setelah semuanya beres gue kemudian turun buat ngebantu bunda masak.


"Sore Bunda" Ucap gue sambil meluk bunda dari belakang.


"Sore sayang" Ucap bunda sambil berbalik.


"Aduh anak bunda cantik banget sih" Ucap bunda sambil menoel pipi gue.


"Ihh bunda bisa aja" Ucap gue terkekeh pelan.

__ADS_1


gue bantuin bunda masak, abis itu gue nata semua makanan ke meja makan.


"Sayang, kamu panggilin abang kamu makan ya" Ucap bunda.


"Gak mau bunda, Abang jahat" Ucap gue cemberut.


"Yaudah deh, kamu panggilin ayah terus bunda panggilin abang" Ucap bunda ngelus kepala gue


"Iya bunda" Ucap gue berlalu ke kamar Ayah sama bunda.


Tok tok tok


"Ayah..." Ucap gue sambil duduk di pinggir kasur.


"Ihh ayah bangun" Ucap gue sambil narik hidung mancung ayah.


"Ayah mah gitu, Bangun ihhh" Ucap gue kesal sambil menoel pipi Ayah.


Ayah kemudian terkekeh abis itu ngajak rambut gue gemes. "Kamu itu sayang kalau bangunin ayah gak ada manis manisnya" Ucap Ayah narik hidung mancung gue.


"Abisnya Ayah bikin kesel tau gak" Ucap gue cemberut.


"Bunda kamu mana Sayang? Tumben kamu yang bangunin ayah?" Tanya Ayah.


"Bunda lagi manggil Bang Ian di Kamarnya, Angel kan masih kesel sama bang Ian" Ucap gue sambil meluk Ayah.


"Aduh anak Ayah kalau lagi ngambek gemesin banget sih" Ucap Ayah mengacak acak rambut gue.


"Ihh Ayah jangan di acak acakin dong" Ucap gue cemberut.


"Yaudah kita keluar yah sayang" Ucap Ayah sambil berdiri, gue kemudian mengikuti Ayah sampai ke meja makan.


"Manja mode on" Cibir Bang Ian.


"Apa sih lo bang" Ucap gue sambil natap tajam ke arah Bang Ian.


"Udah udah sekarang kita makan yah" Ucap Ayah melerai.


Kita semua makan dengan khidmat, tata krama kalau lagi makan tidak boleh ada yang bersuara. sehingga hanya suara dentuman sendok dan garpu yang terdengar. Setelah selesai makan gue bantuin bunda bersihin meja makan abis itu nyuci piring. Setelah selesai gue ke kamar.


"Angel ke kamar ya bunda" Ucap gue sambil nyium pipi bunda.


"Iya Sayang" Ucap bunda.


Di kamar


"Huwaa bang Ian ngapain di kamar Angel?" Tanya gue sambil menatap Bang Ian tajam.


"Aelah dek lo mah marah marah mulu, gak capek apa?" Tanya Bang Ian sambil terkekeh.


"Capek lah" Ucap gue cemberut.


"Yaudah sebegai ucapan maaf abang mau ngajakin kamu ke pasar malam, mau gak?" Tanya Abang.


"Gak Mau!" Ucap gue. Padahal dalam hati mau banget.


"Beneran Nih" Ucap Abang sambil terkekeh.


"Iya Abang"


"Yakin? Ntar nyesel lo" Ucap bang Ian sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Ihh Abang Resek,, Iya iya Angel mau" Ucap gue cemberut.


"Nah Gitu dong, kamu ganti baju gih abang tunggu di bawah" Sebelum bang Ian keluar kamar dia ngacak rambut gue dulu.


"Ihh Abang Resek" Ucap gue cemberut.


Gue kemudian mengganti baju gue, pilihan gue jatuh pada celana jeans Navy dengan baju kaos putih yang bertuliskan good girl kemudian gue padukan dengan cardigan warna senada dengan jeans gue dan jilbab pasmina warna hitam. Gue kemudian memoles muka gue dengan make up tipis "perfect" Gue kemudian meraih sligbag dan memasukkan ponsel gue ke dalamnya.


"Abang" Ucap gue ketika melihat abang gue yang lagi asyik mainin ponselnya.


"Ayok dek" Ucapnya sambil berlalu.


"Eh Bang kita gak pamitan sama Ayah dan bunda" Tanya gue ke Bang Ian.


"Ayah sama bunda barusan pergi ke acara ulang tahun rekan bisnis Ayah" Jawab Bang Ian sambil memasuki garasi.


Di perjalanan


"Bang Lo kok tiba tiba ngajakin gue jalan sih?" Tanya gue pasalnya bang Ian tidak pernah ngajakin gue jalan kalau pun kita pergi itu karena paksaan gue untuk ikut.


"Di suruh sama bunda, sekalian minta maaf sih" Ucap bang Ian Cuek.


"Pantesan" Ucap gue cemberut.


"Abang kok tau kalau ada pasar malam?" Tanya gue lagi.


"Bunda yang ngasih tau" Ucapnya lagi.


Flashback on


tok tok tok


"Abang..." Ucap bunda ketika masuk ke kamar gue.


"Iya bun" Ucap gue.


"Ayo turun kita makan" Ucap Bunda.


"Tumben bukan Angel bun?" Tanya gue ke bunda.


"Adek kamu masih ngambek sayang, makanya jangan di gituin apalagi kalau lagi PMS" Ucap bunda sambil terkekeh geli.


"Angelnya aja yang lebay bun" Ucap gue santai.


"Jangan gitu dong sama Adek sendiri, gini aja deh kamu ajakin Angel jalan malam ini karena Ayah sama bunda mau pergi ke acara ulang tahun rekan bisnis ayah" Ucap bunda.


"Tapi bun jalan kemana?" Tanya gue bingung.


"Ke pasar malam aja, mungkin angel bakalan suka" Ucap bunda.


"Yaudah deh bun, entar Abang ajakin Si Angel" Ucap gue, kesal sih sebenarnya.


"Nah gitu dong, kalian berdua itu harus akur dan kamu sebagai abang harus ngalah sama adek kamu" Ucap bunda sambil ngelus kepala gue.


"Iya bunda"


"Yaudah kita ke bawah yah" Ucap bunda sambil berdiri di susul sama gue.


Flashback off


~Skip

__ADS_1


__ADS_2