Fake Love

Fake Love
Hinaan untuk Derald


__ADS_3

Chyntia masih dalam keadaan tak sadar. Dokter Ridwan sengaja memberinya obat melalui suntikan agar wanita itu bisa beristirahat. Dari hasil pemeriksaan Tekanan darah dan tensinya begitu rendah, sangat tidak baik untuk keadaannya saat ini.


Di luar rumah milik Pak Baskoro, Derald yang baru saja sampai setelah dijemput paksa oleh anak buah Pak Baskoro di lokasi syuting terlihat gugup dan heran.


Selama berpacaran dengan Chyntia tak pernah sekalipun pria itu berkunjung ke rumah Chyntia. Bertemu dengan Pak Baskoro pun hanya beberapa kali, itu pun tak sengaja bertemu saat bersama Chyntia.


"Papa!" panggil Derald pelan kepada Pak Baskoro yang berduduk di sofa seraya membaca koran hariannya.


"Kamu belum menjadi menantu Saya, jadi belum pantas panggilan itu diloontarkan sekarang!" pekik Pak Baskoro.


Derald tercekat mendengar ucapan Pak Baskoro.


"Kamu tahu kenapa Saya memanggil mu ke sini?" Pak Baskoro mendelik ke arah Derald.


Derald menggeleng pelan, memang pria itu sama sekali tak mengetahui masalahnya.


"Sebelum kehamilan Chyntia membesar, Kamu harus menikahinya lusa!" titah Pak Baskoro tegas dan tak mau dibantah.


"Hamil," gumam Derald.


"Kamu tidak tau, Chyntia sedang hamil? Heh... Belum jadi suami saja tidak perhatian. Kemana Kamu seminggu Chyntia di tahanan? jangan mau enaknya saja dengan anak Saya!"


"Saya benar tidak tau Chyntia sedang hamil," ungkap Derald dengan wajah bingungnya.


Derald tidak menyangka bisa kebobolan seperti ini. Seingatnya baru dua kali bermain dengan Chyntia tidak memakai pengaman dan membuang benihnya di gua rimba Chyntia. Satu kali percobaan membuatnya merasa ketagihan, lebih nikmat rasanya jika tak dilapisi si karet elastis itu. Selebihnya Derald membuangnta asal di atas kuki


"Saya tidak mau dibantah, Kamu harus turuti apa kata Saya atau kamu kehilangan pekerjaanmu," seru Pak Baskoro tegas.

__ADS_1


Derald mengangguk pelan seraya tersenyum dan hati, tak apa menikahi Chyntia. Toh dia dari keturunan kaya. Keheningan menemani dan orang yang duduk berhadapan itu. Menunggu sampai Chyntia tersadar.


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...


Chyntia dibantu Bu Mirna duduk bersandar di headboard tempat tidurnya. Rasa pusing yang dirasa sudah mereda. Tatapan penuh selidik didapatnya dari Bu Mirna.


"Kenapa Mama liatin Aku sampe begitu," tanya Chyntia setelah meneguk air putih yang disodorkan kepadanya.


"Apakah Derald, ayah dari janin yang Kamu kandung saat ini?" Bu Mirna balik bertanya dengan tegas dan penuh penekanan.


Chyntia mengerutkan Alis mendengar penuturan Mamanya.


"Janin," ucap Chyntia pelan.


"Ya, kandunganmu memasuki usia tiga minggu."


"Dan lusa, Kamu harus menikah dengan dia," sambung Pak Baskoro seraya menunjuk Derald yang mengikutinya di belakang.


Sekarang ia harus mengandung benih dari pria yang setiap waktu bercampur peluh keringat dengannya. Sudah jatuh tertimpa tangga. Kalau sudah begini, Chyntia harus menerimanya.


Hari pernikahan dadakan pun tiba. Hanya dalam waktu dua hari persiapan yang seharusnya dilakukan satu bulan bisa dikerjakan dalam dua hari atas perintah Pak Baskoro.


Kekuasaan yang dimilikinya tidak bisa dianggap rendah. Undangan untuk para kolega bisnis Pak Baskoro, teman sesama artis, produser dan sejumlah orang penting yang bekerja sama dengan Chyntia sudah di sebar dalam waktu singkat.


Berita ini pun kembali menjadi Viral. Tak ada bocoran apapun perihal acara pernikahan Derald dan Chyntia. Acara yang dibuat meriah oleh Pak Baskoro yang baru menikahkan putri pertamanya.


Satu persatu kawan sesama artis datang memberikan selamat kepada keduanya. Bu Leli dan Siska keluarga yang Derald punya merasa sangat bangga dengan pernikahan anaknya itu.

__ADS_1


Para kolega bisnis pun datang memenuhi undangan. Pak Baskoro sudah mewanti-wanti sebelumnya kepada Derlad dan Chyntia agar tak berkata apapun mengenai kehamilan Chyntia.


Para wartawan sudah banyak yang menunggu di luar gedung untuk konfrensi pers. Karena acara pernikahan Derald dan Chyntia dilakukan di dalam gedung dan bersifat Privat.


"Wah... Akhirnya nikah sama orang kaya juga ya, Kakakmu itu!" seru Bu Leli seraya tersenyum membalas sapaan dari para tamu undangan yang datang.


Ibu dari Derald terus menatap bangga ke arah tamu undangan yang hadir.


Siska hanya menggelengkan kepala mendengar ocehan Ibunya. Bu Leli pun turun dari panggung pengantin yang mewah itu, Ibu dari mempelai pria yang sedang tersenyum memandangi suasana mewah acara pernikahannya itu berjalan anggun melewati beberapa tamu penting dalam resepsi itu.


Tingkah Bu Leli itupun tertangkap mata oleh Pak Baskoro. Papa dari Chyntia itu tersenyum kecut melihatnya. bersikap meremehkan Ibu dari Derald yang kini menjadi menantunya.


"Begitulah, orang yang baru merasakan kemewahan, kelihatan noraknya!" ucap Pak Baskoro. Ucapannya terdengar oleh Derald yang berdiri di samping Beliau.


Hati Derald memanas saat hinaan kembali didengarnya dari mulut Pak Baskoro yang kini menjadi Papa mertuanya. Ketika acara Lamaran dadakan, malam kemarinpun Derald mendapat perlakuan tak baik. Pria itu merasa sakit hati telah direndahkan oleh Pak Baskoro.


Derald teringat ucapan Pak Baskoro yang menyebutnya Pria dari kalangan rendah meskipun sudah menjadi artis terkenal tak lantas membuat Pak Baskoro berbangga padanya.


Kini, Derald merasakan hinaan dan direndahkan oleh orang Papa mertuanya.


Rumah tangga seperti apa yang akan dijalani Derald dan Chyntia kedepannya. Jika semua kendali ada di tangan Pak Baskoro.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2