
Terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca. tunjukin dong kehadiran kalian yang sudah mampir di karya ini. komen komen dikit lah, biar Author semangat buat up.
๐ด๐ด๐ด selamat membaca ๐ด๐ด๐ด
Setelah kepulangan Tuan Wijaya. Tak lama Aline pun pamit pulang. Mereka bertiga berada di ruangan Ayah Zaki di lantai dua. Melaksanakan solat isya terlebih dulu sebelum pulang ke rumah.
"Bu, Ayah, Aline pulang dulu, ya!" pamit Aline setelah melioat mukena yang baru saja di pakainya.
"Loh, nanti aja bareng sama Ibu dan Ayah, Nak! kita tunggu di bawah beres dulu, sebentar ko!" seru Bu Winda. Ia mengambil mukena dari tangan Aline lalu memasukannya bersama mukena yang ia pakai ke dalam lemari yang berada di ruangan tersebut.
"Aline bawa mobil sendiri, Bu!"
"Mobilmu ditinggal saja di sini!" sambung Ayah Zaki yang baru saja mendaratkan bokongnya di sofa.
"Aline mau ke taman kota dulu, yah! sebentar ko."
"Kamu sendirian, Nak! gak ada yang nemenin," ujar Bu Winda khawatir.
"Tenang aja, Bu. Di sana kan ramai. Lagian Aline cuman sebentar, boleh ya!" Aline memegangi tangan Ibunya sambil merayu. Membuat Bu Winda menghela napas berat lalu mengijinkan Aline pulang sendiri.
"Ya sudahlah! Hati-hati ingat jangan lama-lama langsung pulang. Padahal Ayah dan Ibu juga mau langsung pulang habis ini! kita bisa antar kamu ke sana."
Wajah sumringah mendengarnya. gadis itu lekas mencium pipi Ibunya dan menyalimi Bu Winda dan Ayah Zaki.
Ada raut kecemasan di wajah Bu Winda, ia merasa takut akan peristiwa yang dulu pernah Aline alami Karena kali ini tak ada Risa yang menemani Aline. Risa hanya sesekali menemui Aline untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Kali ini Aline sudah bisa mengemudi mobil sendiri, meski ia harus hati-hati karena belum terlalu lancar menyetir. Ia harus membiasakan diri, Sebab tak ada asisten lagi yang mendampinginya.
Risa yang dulu bekerja sebagai Asistennya sudah bekerja di tempat lain. Oleh karena itu, Aline memaksakan dirinya agar terbiasa menyetir mobil karena ia harus sesekali keluar untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa.
Keputusan Aline sudah bulat untuk Vakum di semua pekerjaan modeling dan aktingnya. Awalnya ia yakin akan ikut dengan Jainab, saudara dari Bu Winda dari Cianjur. Tetapi mendapat kabar tentang kondisi Galen. Aline menunda kepergiannya sementara dan ingin menemui Galen lebih dulu. Ijin dari Ayah Zaki sudah di dapat. Ia bisa berangkat dengan ke menemui Galen, tetapi Tuan Wijaya mengingatkannya untuk pergi bersama setelah beberapa urusan yang harus ia selesaikan terlebih dulu.
__ADS_1
"Gal, kita akan segera bertemu." Gumam Aline yang masih fokus mengemudi.
Tak lama ia sampai di taman kota. Suasana ramai pengunjung dan pemandangan malam hari yang menampilkan hiasan kamu warna-warni terlihat di sana.
Mereka yang berada di tempat ini biasa menikmati malam, melepas kepenatan setelah seharian beraktifitas dari pekerjaan. Hanya untuk sekedar berkumpul bersama teman atau mencicipi jajanan pinggir jalan di malam hari.
Aline duduk santai di slah satu bangku yang ada di depan Cafe Moon, sebuah Cafe yang sering ia kunjungi bersama Galen.
Di tempat duduk yang saat ini Aline dudukilah tempat favorit mereka berdua. Aline tersenyum mengingat kenangannya bersama Galen. Tingkah Galen yang tiba-tiba bergabung dengan pengamen keliling yang datang ke tempat meja itu. Saat itu Aline yang sedang bersedih seketika tertawa melihat tingkah konyol Galen yang berusaha menghiburnya. Perasaan suka sudah tumbuh saat itu, namun mereka belum menyadarinya.
Kenangan yang mereka lewati bersama terus terlintas dalam benak Aline. membuat gadis itu semakin merindukan Galen.
Aline memejamkan mata sejenak. "Gal, Aku rindu!" batin Aline lalu membuka matanya kembali, berharap kedatangannya ke tempat ini bisa mengobati rasa rindunya.
Keberadaan Aline di sana menarik perhatian salah beberapa pengunjung di sana. Awalnya mereka tak berani mendekati. Tapi salah satu remaja mencoba bersapa ramah pada Aline.
"Kak Aline," sapa gadis muda menghampirinya.
"Wah ... ternyata benar, ini Kak Aline Barsha. Tadi Aku sempat ragu, mana mungkin seorang artis kaya Aline Barsha mau bergabung di tempat ramai seperti inii!" cibir gadis muda itu. Ia berbicara dengan semangat lalu mendelik kearah teman yang bersamanya.
Aline tersenyum menanggapinya. "Apa tidak boleh Aline Barsha ke tempat ini. Aku kan juga manusia kaya kalian!" Aline dan kedua gadis itu tertawa bersama.
"Kak Aline ramah juga, ya!" celetuk gadis yang satunya.
Aline tersenyum simpul, lalu menanyakan keperluan kedua gadis itu menghampirinya.
"Lalu ada apa, kalian memanggilku?" tanya Aline seraya mempersilakan kedua gadis itu duduk bersama.
Salah satu gadis menyengir kuda. "Hehe ... Kami cuma mau foto bareng aja sih sama Kak Aline! boleh gak?" tanyanya ragu.
"Boleh dong, sini! Aline menyuruh kedua gadis itu mendekat kepadanya untuk berpose.
__ADS_1
Beberapa kali pose sudah di dapat kedua gadis itu, tingkah mereka membuat perhatian pengunjung yang lain memperhatikannya.
Satu persatu pengunjung menghampiri, mereka bergantian untuk meminta foto. Bahkan ada yang bertanya kenapa sekarang Aline jarang nongol di layar televisi. Aline menjawab nya dengan santai dan ramah. Sikapnya itu membuat orang di sekitarnya kagum terhadapnya.
Malam ini pun Alin lewat dengan rasa bahagia. Bisa menyapa para penggemarnya membuatnya melupakan sejenak kerinduan terhadap orang terkasih.
Dua orang pemuda yang biasa mangkal di taman kota merasa penasaran dengan beberapa orang yang berkerumun di sudut cafe.
"Ada apa sih, disana?" tanya Pas pada Wendi lalu menunjuk sudut cafe dengan dagunya. Letak cafe tersebut tak jauh dari posisi mereka duduk santai.
Wendi menghentikan petikkan gitarnya. Pandangan Wendi mengikuti arah yang ditunjuk Pras. Lalu mengedikkan bahu. "Mana gue tau, dari tadi kan gue sama lo!" celetuk Wendi lalu melanjutkan permainan gitarnya.
Pras masih terus memperhatikan keramaian di sudut Cafe tersebut. Hingga sosok yang ia kenal ada di tengah-tengah orang-orang itu.
"Wen ... Wen ...," tepukan Pras sontak membuat temannya yang asik bermain gitar itu menghentikan gerakannya.
"Apaaan sih?" Pras menunjuk sesuatu dengan telunjuknya. Wendi mengikuti arah itu.
.
.
.
.
Hari ini panasnya poll.... semangat terus yang masih menjalankan ibadah puasa.
Salam hangat...
ljangan lupa dukungannya ya buat karyaku ini.
__ADS_1
.