Fake Love

Fake Love
Keluh Kesah


__ADS_3

"Eughhh..." Sandra terlihat keberatan saat membalikkan tubuh pria yang dari tadi bertahan di tubuh depannya. Mereka terlihat seperti sedang berpelukan sedari tadi.


Mata Sandra membulat saat melihat pria di hadapannya itu.


"Tuan Bara," pekik Sandra lalu kembali menahan tubuh Bara dari samping. Posisi itu memudahkan Sandra untuk memapah ara.


Bara menoleh ke sumber suara.


"Sandra?" Bara menegasakan penglihatannya.


Ting...


Lift terbuka, mereka kini sampai di lantai 9. Dimana lantai apartement Bara berada. Untung saja apartement milik Bara bukan di lantai 5, kalau benar di sana. Sandra tidak akan mau menolong Bara.


Masih berada di gedung itu saja, perasaan Sandra masih ketar ketir takut di tangkap oleh Tuan Burns.


"Kamu seksi sekali pakai baju ini," gumam Bara, saat matanya menelisik ke tubuh wanita yang saat ini begitu dekat dengannya.


Sandra merasakan bau alkohol yang sangat menyengat. Ia berusaha menahan bahkan rasa sakit bekas cambukkan pun ia tahan demi menolong Bara.


Tanpa membalas ocehan Bara. Sandra memapah Bara keluar dari lift.


"Dimana apartement Tuan?" Tanya Sandra seraya membetulkan posisi Bara.


"Di sana!" Bara menunjuk pintu yang letaknya di ujung koridor.


Hanya ada Ttiga unit apartement di lantai 9 ini. Sandra terus memapah Bara sampai di depan unit apartement nya.


"Mana kuncinya, Tuan?" tanya Sandra sembari melirik ke arah Bara. "Eh, enak banget ni orang. Malah tidur, di kira enggak berat apa? Dia gak tahu apa ini badan udah gak berasa karena terlalu sakit." Sandra meraba semua kantong yang ada di tubuh Bara. Ia tidak menemukan kartu akses atau kunci di sana.


Bara dengan cepat mendorong tubuh Sandra hingga tubuh wanita itu menempel di dinding. Ternyata Bara tidak semabuk yang Sandra bayangkan. Meskipun banyak minuman yang ia minum, Bara masih bisa menguasai dirinya.


Hanya saja ketika Bara tiba di apartement, ia mendapatkan telepon dari asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya, bahwa Nyonya Mariska membawa salah satu mobil kesayangannya. Itu membuat Bara kesal, karena sudah dipastikan mobil itu tidak akan kembali. Nyonya Mariska pasti akan menjualnya. Sepertinya Mama dari Bara dan Kartika itu marah karena sampai malam begini Bara masih belum mengabulkan permintaannya untuk memberikan modal usaha kepadanya.


Posisi Bara dan Sandra saat ini sama seperti seperti dua orang yang senang bercumbu.


Satu orang security berkeliling mencari seseorang yang kabur dari apartement Tuan Burns.


Security itu berhenti. "Permisi pak, Apa Anda melihat seorang wanita berkeliaran di lantai ini. Karena Tuan Burns yang berada di lantai 5 melaporkan wanitanya kabur membawa beberpaa perhiasan miliknya." tanya Security.


Tubuh Sandra tidak terlihat sama sekali. Sebab tubuh kekar Bara menutupi semuanya.


Deg...


Sandra terkejut mendengarnya.


Ternyata Tuan Burns benar-benar mencarinya dengan bantuan security.

__ADS_1


"Tuan... tolong saya buat kali ini jangan biarkan saya ditangkap security itu." bisik Sandra membuat Bara paham dengan situasinya.


"Permisi Tuan, Apa Anda mendengar saya?" Security kembali bertanya.


Bara mengeser tubuhnya sedikit, sampai tubuh Sandra sedikti terlihat. Bara sengaja menarik tangan Sandra agar melingkar di pinggangnya. Agar security itu mengira mereka sedang berciuman saat ini.


"Oh.. shitt.... pantas saja tidak menjawab pertanyaan ku ternyata sedang asik bergulat lidah" pikir security kemudian berlalu dari hadapan Sanea dan Bara.


Padahal Sandra dan Bara tidak melakukan apapun. Sandra melepaskan tangannya dari pinggang Bara saat security sudah tidak terlihat di dekat mereka.


Pintu apartement Bara pun terbuka. Bara menarik tangannya dari batu Sandra. Pria itu masuk ke dalam apartementnya. Jalannya masih sempoyongan. Sandra kembali membantunya. Lekas ia menuntun Bara ke arah sofa.


Brugh...


Tubuh Sandra terbawa oleh Bara ketika Pria itu duduk dengan kasar ke arah sofa.


Posisi sekarang ini Sandra berada di atas tubuh Bara. Kedua manik mata mereka bertemu.


"Kamu cantik, tapi sayang rela menjual tubuh mu ke pria saiko seperti Tuan Burns," Bara menarik sudut bibirnya seakan meremehkan Sandra.


Dengan menahan sakit di tubuh yang Sandra lekas berdiri dari atas tubuh Bara.


"Heh.... Lalu apa masalahnya dengan Anda, Tuan dan jangan banyak bicara jika Anda tidak tahu alasan saya men..jual diri!" lirih Sandra diakhir ucapannya. " Sekarang Anda sudah berada di tempat Anda bukan. Kalau begitu saya permisi!" Ucap Sandra hendak keluar dari sana.


"Semua orang di sini tahu siapa Tuan Burns. Kamu bisa kabur dari Tuan Burns saat ini, Tapi percayalah kamu tidak akan bisa keluar dari gedung ini." Bara ikut berdiri lalu berjalan pelan menuju kotak obat, kemudian Bara duduk kembali seraya minum obat pereda rasa mabuk. "Orang-orang Tuan Burns ada banyak di bawah sana. Sudah pasti kamu akan mendapat siksaan lebih keras lagi darinya apalagi kalau dia tahu kamu berani menantangnya. Sebab seseorang yang mempunyai kelainan seperti itu akan semakin brutal," lanjutnya.


Wanita itu membalikkan tubuhnya. "Lalu apa yang harus aku lakukan." Sandra terlihat bingung. "Saya harus kembali, ibu masih membutuhkan saya, Tuan! Tapi saya bingung uang muka dari Tuan Burns sudah saya setorkan ke rumah sakit, itupun masih kurang banyak. Dia meminta saya mengembalikan dua kali lipat, Saya harus bagaimana?" Sandra malah terisak sambil menundukkan kepalanya. Ia mengeluarkan kebingungan yang ada dalam benaknya saat ini.


Bara mengernyitkan alis mendengar ucapan Sandra.


"Kamu boleh menginap malam ini, di sini!Kita akan keluar dari apartement besok." tutur Bara yang berlaku meninggalkan Sandra.


"Apa, Tuan mengijinkan saya berada di sini, malam ini?" Wajah Sandra sedikit lega mendoakan penawaran dari Bara.


Bara mengangguk pelan.


"Terima kasih, Tuan. Tapi apa boleh saya meminjam ponsel Tuan? Saya mau mengubungi ibu, Sebentar saja!" pinta Sandra.


"Kamu ini, di kasih baik minta lebih," celetuk Bara.


"Sebentar saja, Tuan," rayu Sandra.


Bara merogoh ponsel di kantung celananya lalu memberikan benda pipih itu kepada Sandra. Bara kembali duduk menunggu ponselnya dikembalikan padahal Sandra memakainya saja belum.


Bara begitu penasaran dengan Sandra. Kenapa ia berada di sana dan bisa terjebak dengan Tuan Burns. Sebab Bara tahu siapa Tuan Burns.


"Ibu istirahat saja tidak usah menunggu Sandra. Dan besok pagi ingat minta antar Pak budi saja ke rumah sakit. Kemungkinan Sandra akan langsung bekerja setelah pulang dari sini," ucap Sandra pada seseorang di seberang telepon.Sandra harus berbohong kepada ibunya agar Bu Sarah tidak semakin mengkhawatirkannya.

__ADS_1


Bara semakin penasaran kenapa Sandra terus berucap kebohongan.


"Sudah dulu ya, Bu. Sandra tidak enak pinjam ponsel temen kelamaan." Sandra masih berbicara dengan Bu Sarah dari sambungan telepon.


"Hati-hati ya, Sand. Jangan lupa makan dan istirahat ya," Balas Bu Sarah.


"Ya, Ibu juga jaga kesehatan. Berjuanglah utnuk sembuh. Jangan patahkan semangat Sandra yang ingin melihat kesembuhan ibu."


"Iya, Nak!"


Sambungan telepon pun terputus, Sandra mengembalikan ponsel milik Bara.


Bara mendengar setiap ucapan dan balasan dari interaksi Sandra dan ibunya.


"Kenapa kamu berurusan dengan Tuan Burns," tanya Bara cepat setelah ponsel miliknya kembali.


"Saya membutuhkan banyak uang!" balas Sandra jujur apa adanya kepada Bara.


"Kamu rela memberikan tubuh mu kepada pria seperti Tuan Burns, dia saiko apa kamu tidak tahu itu?"


"Aku tahu, awalnya aku pikir yang penting mendapatkan uang untuk tambahan biaya operasi ibu. Tapi setelah berhadapan dengan pria itu. Dia gila pria gila," balas Sandra.


Akhirnya Sandra menceritakan semuanya kepada Bara. Tentang kehidupannya, kenapa ia melakukan semua ini. Semua ia korbankan untuk kesembuhan ibunya.


Ada perasaan iba menelisik di hati Bara. Sungguh ia tidak menyangka Sandra adalah wanita yang begitu kuat.


Setelah mendengar keluh kesah Sandra. ternyata Bara juga mengungkapkan perasaannya. kekesalannya selama ini kepada Mamanya.


Keduanya saling meluapkan keluh kesah di hati mereka masing-masing. Berharap dengan berbagi cerita ada kelegaan yang mereka rasakan.


.


.


.


.


Baca kelanjutan ceritanya ya.


Mohon maaf beberapa bab kedepan kemungkinan kehidupan Bara yang akan diangkat. Kehidupan Galen dan Aline akan masuk sedikit saja.


Selagi nunggu up kelanjutan nya. mampir ke cerita temanku juga ya.


Karya dari kak Yuthika sarah


__ADS_1


__ADS_2