Fake Love

Fake Love
Attarayyan Zayn Kyrie Wijaya


__ADS_3

Aline memejamkan matanya sejenak. Rasa lelah menyerangnya saat ini. Dokter memberi kode kepada Gaken agar memberi waktu kepada Aline untuk beristirahat.


"Biarkan dia tidur sebentar. Dia pasti lelah!" ucap Dokter Laila. "Tuan bisa mengadzani baby biy terlebih dulu selagi saya melakukan pekerjaan ini.


Galen yang menciumi pipi Aline sekilas. mendekat ke arah baby boy yang sedang dibersihkan oleh suster. Hanya berbalut selimut hangat baby biy dipindahkan ke pangkuan Galen.


Meskipun sedikit kaki tapi Galen bisa melakukanya ia mengadzani putranya itu dengan khidmat dengan suara gemetar menahan rasa haru bahagia.


Attarrayan Zayn kyrie Wijaya tumbuhkah menjadi putra kebangaan mommy dan daddy, Nak


Galen menciumi pipi gembul putranya itu. Setelah selesai mengadzani, Suster kembali mengambil alih baby boy.


Galen kembali mendekati Aline.


pandangannya beralih ke tubuh bawah istrinya di mana baby boy melesat keluar dari sana.


"Kenapa harus dijahit, Dok?" tanya Galen terus memperhatikan gerakan Dokter Laila yang menarik benang berwarna bening seperti menjait baju.


"Bagian bawah ini mengalami sedikit sobek, jadi harus dijahit, biar terlihat lebih cantik saat sembuh nanti," balas Dokter Laila sedikit menggoda pada Galen. karena yang sedang ia rapikan itu adalah bagian favorit Galen.


Galen sampai melirik pada pusat tangan Dokter Laila. Penasaran dengan apa yang dilakukan dokter tersebut di lembah kesukaannya.


"Tenang saja, Tuan. Saya sisakan sedikit tempat untuk Anda berkunjung nanti. Ingat... Anda harus puasa selama 40 hari. Kalau Anda merasa kasihan sama istrinya sih harusnya lebih dari itu. Karena rasanya pasti masih sakit. Jangan lupa juga ingatkan istri Anda nanti untuk memilih alat pencegah kehamilan untuknya nanti, kasihan kalau tidak dicegah, bisa hamil lagi!" tutur Dokter Laila kemudian selesai dengan aktivitas nya.


Dokter Laila membersihkan diri


"Sus... Bawa baby nya ke sini. Biarkan baby biy Inisiasi Menyusui Dini dulu." titahnya pada suster yang membersihkan baby boy tadi.


"Mommy bangun dulu yuk, ni baby boy mau belajar menyusui sama mommy." celetuk Dokter Laila membuat Aline terbangun. Padahal sejak tadi juga dia hanya sekedar memejamkan mata saja.


"Sayang... Bangun! Lihat lah baby boy kita, dia tampan sekali mirip denganku!"


Dokter Laila menggelengkan kepala dengan ucapan Galen. Rasanya Tuan Alex ini benar-benar menjadi seseorang yang banyak bicara.


Aline membuka matanya, saat ia merasakan sentuh kulit yang hangat beradu dengan kulit bagian atasnya.


Owekk.... Owek....

__ADS_1


Baby boy kembali bersuara.


Dia mencari sesuatu di atas sana.


"Hai... baby boy. Haus ya, Sayang! ayo cari sendiri asi-nya." ucap Galen seakan memberikan semangat pada bayi mungil itu agar berusaha mencari bulatan kecil diatas gunung kembar yang akan menjadi santapan tiap hari bayi itu.


"Wah... bakal jadi saingan daddy nih!" Galen mengusap pelan pipi baby boy.


"Kiri sedikit, Sayang! Ayo sedikit lagi, Nah... pintar!" seru Galen saat baby boy berhasil mendapatkan apa yang di carinya.


Baby boy begitu lahap saat menyusui. Meskipun belum mengeluarkan asi yang banyak tapi, baby boy terus menyesapi sumber makanan nya saat ini.


Aline tersenyum bahagia melihatnya, begitu juga dengan Galen. Rasanya tak bosan Galen memberikan rasa sayangnya dengan mencium Aline.


"Dia haus apa lapar, Sayang!" tanya Galen seraya meraih tangan mungil yang bergerak-gerak di atas tubuh Aline.


"Keduanya," jawab Aline singkat.


"Wah... lahap sekali baby boy, nanti banyak makan sayuran dan makanan yang bergizi agar asi nya bagus untuk babu boy. Saya tinggal dulu ya, ada pasien yang sedang menunggu di ruangan saya. Nanti setelah ini suster akan membantu untuk pemindahan ke ruang perawatan," ucap Dokter Laila sekalian pamit kepada pasangan yang baru saja menjadi mommy dan daddy itu.



Aline diijinkan kembali ke ruang perawatannya. Wanita yang baru saja menjadi ibu itu terlelap. Galen sama sekali tidak mengangunya.


Bu Winda, Oma Ratih dan Ayah Zaki begitu bahagia melihat baby boy yang menggemaskan saat dibawa ke ruang perawatan.


"Apa kamu sudah punya nama untuk putramu ini, Gal!" tanya Ayah Zaki.


"Sudah, Yah! Namanya Attarayyan Zayn Kyrie Wijaya." balas Galen.


"Panjang sekali namanya. Apa nama panggilannya," Oma Ratih ikut bertanya.


"Baby Zayn."


Tuan Wijaya yang baru saja datang langsung menyetujuinya.


"Cukup bagus untuk sebuah pangggilan. Terdengar tegas kuat." Tuan Wijaya mendekati Baby Zayn. "Cucuku harus tegas dan kuat seperti eyangnya.

__ADS_1


"Yang pasti dia harus baik dan tidak sombong seperti apihnya." Ayah Zaki membusungkan dada.


"Jadi lelaki itu harus kuat agar bisa tahan banting menjalani kehidupan." balas Tuan Wijaya tak mau kalah.


"Baby Zayn masih bayi jadi tidak perlu berpikir kehidupan berat dulu, cukup mimi susu sama tidur kalau masih bayi." Ayah Zaki juga balik membalas.


"Kalau kalian tidak berhenti lebih baik keluar. Kasian Aline sedang istirahat. Baby Zayn juga lagi anteng tidur." Bu Winda menengahi keduanya. "Makin tua ko makin jadi seperti anak kecil," gerutunya seraya meletakkan baby Zayn di tempat tidur bayi di sebelah tempat tidur Aline.


"Sebaiknya kamu pulang saja, Gal! Pasti kamu juga lelah dan kurang istirahat. Biar Aline dan Baby Zayn, Ibu yang urus." Bu Winda menepuk pundak Galen untuk meyakinkannya.


Galen pun menyetujuinya karena memang betul Gaken merasa sangat lelah sekaki hari ini.


Galen mendekati Aline lebih dulu. Mengecup singkat keningnya, lalu beralih ke Baby Zayn. Hal yang sama ia berikan pada bayi mungil yang ikut terlelap.


"Kalau Aline bangun tolong hubungi aku segera, Bu!" pinta Galen.


Bu Winda mengangguk.


"Kalian pulang sama supir saja ya, Papa mau disini dulu," ucap Tuan Wijaya.


Galen mengangguk pelan. sedangkan oma Ratih menasehati Tuan Wijaya.


"Kamu sudah menjadi seorang kakek, harus lebih dewasa lagi. Kalian bukan anak kecil yang selalu memperebutkan dan tidak mau saling mengalah." Oma Ratih memperingati Tuan Wijaya dan Ayah Zaki.


Keduanya orang yang mendapat nasehat dari Oma mengangguk bersamaan.


Akhirnya Galen pulang kerumah bersama Oma Ratih. Meninggalkan Aline dan Baby Zayn dalam pengawasan Bu Winda, Ayah Zaki dan Tuan Wijaya. semoga saja kedua kakek baby Zayn tidak kembaki berseteru memperebutkan dirinya.


.


.


Baca kelanjutan ceritanya ya.


Yuk mampir bestie ke karya temanku lagi.


karya AuthorAuthor Melisa

__ADS_1


seru loh ceritanya.



__ADS_2