Fake Love

Fake Love
Penampilan Galen


__ADS_3

"Yank! pelan aja, kenapa sih?" seru Galen yang merasa Aline seakan di buru-buru.


Setelah sampai Aline harus berjinjit karena ingin melihat penampilan penyanyi itu, dari para penonton wanita yang saling berbisik mereka mengatakan Penyanyi itu tampan dan berkarisma. Aline jadi makin penasaran ingin melihatnya.


Galen menggelengkan kepala melihat para wanita seakan terhipnotis oleh suara dan penampilan penyanyi pria tersebut. Ya umurnya masih di bilang masih muda dan berkarisma, penampilannya pun bisa di bilang menarik untuk kaum wanita.


"Yank, kamu mau lihat penyanyi nya atau mau lihat pertunjukannya?" tanya Galen yang berada di belakang Aline.


Gadis yang mendongakkan kepala tengah berusaha melihat penampilan penyanyi itu langsung melengos menatap Galen.


"Dua-duanya!" jawab Aline dengan cengirannya.


"Aku lebih tampan dan berkarisma, loh!" ucap Galen membanggakan diri membuat Aline menghela memutar bola malas,


"Tapi aku mau lihat penampilannya dari dekat." Aline merajuk.


Galen merasa jengkel saat Aline berterus terang ingin melihat ketampanan dari penyanyi itu. Dia tidak ingin Aline mengagumi pria lain selain dirinya tapi ia juga tidak tega melihat Aline merajuk. Pria itu sedikit berpikir dan mempunyai sebuah ide.


Galen akan membuktikan bahwa para wanita yang sedang asik menonton akan lebih memperhatikannya kerena kharisma dan ketampanannya.


"Aku akan membawamu ke depan sana!"


"Gimana caranya, Gal?" tanya Aline.


"Kamu diam saja, lihat apa yang akan dilakukan calon suamimu ini, yang tampannya melebihi penyanyi itu!" ucap Galen membanggakan dirinya.


"Dih! bangga punya wajah tampan."


"Nah, kamu juga mengakui 'kan?" Galen menaikkan alisnya menggoda Aline.


"Iya, calon suamiku ini, paling tampan diantara yang lain!" sungut Aline sebal seraya berkacak pinggang. "Ayo ajak aku ke depan sana," tantang Aline membuat Galen gemas.


"Ok" Galen langsung menjalankan aksinya.


Satu tangannya menggenggam tangan Aline, satu tangan yang lain menyugar rambutnya agar terlihat lebih cool dan keren.


"Mau ngapain, dia? gak usah mengacak rambut juga udah ganteng abis calon suamiku, E-eh ko Galen colak colek sama cewek itu sih?" gerutu Aline dalam hati, matanya melotot ke arah Galen melihat aksi yang pria itu lakukan tapi gadis itu tak membuka suara.


"Permisi, Saya mau lewat," ucap Galen kepada salah satu wanita yang berdiri di depannya.


Wanita itu sempat tak menggubris sapaan Galen, setelah ditepuk pelan pundaknya, wanita itu menoleh. Saat Galen memberikan senyumnya membuat si wanita terdiam karena karisma pria itu.


"Ganteng banget," ucap wanita itu dalam hati seraya memberi jalan Galen agar bisa melewatinya.


Dan benar perkiraan dengan senyum dan penampilannya saat ini, Galen menjadi pusat perhatian dua gadis yang ada di hadapannya.


"Ya," satu gadis sampai melongo melihat Galen melemparkan senyum kepadanya.


"Dih, sama ceweknya! gue kira sendiri!" ucap teman wanita itu.


Kedua wanita itu melihat sinis ke arah Aline. Gadis yang digandeng oleh Galen itu tak menghiraukan tatapan kedua wanita yang menatap sebal kepadanya.


Akhirnya Aline dan Galen berhasil melewati beberapa orang yang tengah berdiri rapat menonton seni musik tanpa celah. Kini


Aline bisa mendengar dan melihat penampilan penyanyi itu di tanpa penghalang.


Wajahnya terlihat senang dan menikmati alunan musik.


Saat penyanyi kembali menyanyi, mengulangi lirik lagu di bagian reff semua penonton mengikuti menyanyikan lagu itu, begitu juga dengan Aline bahkan ia ikut melambaikan tangan.

__ADS_1


Semua tak luput dari pandangan Galen.


I'm the first to say that I'm not perfect


And you're the first to say you want the best thing


But now I know a perfect way to let you go


Give my last hello, hope it's worth it


I'm the first to say that I'm not perfect


And you're the first to say you want the best thing (best thing, yeah)


But now I know a perfect way to let you go


Give my last hello, hope it's worth it


Say yeah, yeah, yeah


But now I know a perfect way to let you go


Give my last hello, hope it's worth it


Here's your perfect


Prok prok prok


Suara tepuk tangan dari para penonton terdengar saling bersautan. Saat lagu Here's Your Perfect milik Jamie Miller itu berakhir.


"Woww.... keren," Aline berteriak, Ia melepaskan pegangannya dari Galen kemudian ikut bertepuk tangan dengan penonton yang lain.


"Lagi"


"Lagi"


Aline tidak menyadari Galen telah menghilang dari sisinya. Saat pegangan tangannya terlepas.


Seseorang membisikkan sesuatu kepada penyanyi itu dari bawah panggung, lalu sang penyanyi memberikan pengumuman kepada seluruh penonton.


"Terima kasih buat semuanya, untuk selanjutnya akan ada penampilan dari seseorang. Dia akan mempersembahkan penampilannya untuk orang yang dicintai.Tak perlu menunggu lama kita langsung saja saksikan penampilannya, oke!"


"Oke," sahut beberapa penonton.


Beberapa orang disamping Aline terdengar saling bertanya-tanya. Siapa yang akan menyumbangkan suaranya kali ini, mereka pun penasaran.


"Gal, siapa yang akan tampil ya?" tanya Aline seraya menoleh ke sisi samping.


Gadis itu terkejut saat Galen tidak ada di sisinya.


"Galen kemana?" gumam Aline. Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Galen.


Aline juga bertanya kepada orang di sebelahnya.


"Maaf, Mas! lihat pria yang tadi ada di samping saya gak?" tanya Aline pada salah satu orang di sampingnya.


"Maaf saya tidak memperhatikan, Mbak!" balas orang itu.


Aline semakin takut dan khawatir ketika tak melihat Galen. Ia takut calon suaminya itu kenapa-napa.

__ADS_1


Perlahan musik mulai terdengar, Aline sudah tidak fokus untuk melihat penampilan penyanyi selanjutnya.


Seseorang sudah mulai bernyanyi dengan musik romantisnya.


Here we are under the moonlight


I'm the one without a dry eye


'Cause you look amazing


I'm sorry for whatever I've caused


Before today I knew I felt lost


But now you're my lady


So take my hand now, see me


'Cause you've made me into this man


I promise I'll treasure you, girl


You're all that I've needed


Completing my world


Aline berbalik badan hendak meninggalkan acara itu, ia sudah tidak perduli dengn siapa yang sedang bernyanyi saat ini. Yang ia pikirannya kemana Galen pergi.


"Untuk wanitaku yang berdiri di sana. Wanita pemilik hatiku saat ini. lagu ini Saya persembahkan untuknya." ucap Galen di atas panggung seraya menunjuk Aline yang berdiri membelakanginya.


Aline terdiam saat mendengar suara itu. suara yang sangat ia kenal.


Suara tepuk tangan dari para penonton membuat Galen semakin bersemangat. Pria yang menghilang dari sisi Aline kini berasa di atas panggung.


.


.


.


.


Hai para pembaca setiaku.


Mohon maaf beberapa hari kemarin Author tidak bisa up.


Author sedang berduka, Jum'at kemarin ibu mertua meninggal dunia. Sangat sedih karena kami anak-anaknya berencana merayakan dan memberi kejutan pada Beliau pada hari Sabtu, 4 Mei kemarin. Tapi kami anak, menantu dan semua malah diberi kejutan oleh beliau.


Ibu kami tercinta meninggal dunia pada hari Jum'at, 3 mei 2022. Kami sangat terkejut dan sedih, karena Beliau tidak sakit, dan dalam keadaan sehat walafiat.


Author minta doanya untuk ibu kami tercinta ibu Enda Rohioh bi Auf, semoga amal ibadahnya almarhumah di terima di sisi Allah SWT.


Terima kasih sebelumnya.


Di sisi lain saya masih mau mempromosikan karya teman.



Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2