
Tidak ingin menyia-nyiakan sisa liburan yang ada. Kartika lebih sering berkunjung ke apartemen Nyonya Mariska. Ia ingin lebih dekat dengan Mamanya.
Tuan Wijaya tidak pernah melarangnya.
Nyonya Mariska mengambil kesempatan dalam hal ini. Ia membujuk kartika agar mau mendekatkan lagi dirinya dengan Tuan Wijaya.
“Ayolah, Sayang! Bantu Mama agar bisa rujuk kembali sama Papamu!” Rayu Nyonya Mariska kepada Kartika.
Gadis yang sedang asik bermain ponsel di ruang tamu itu menghela napas berat. Rasanya bosan mendengar mamanya selalu mengucapkan hal yang sama kepada dirinya.
“Aku tidak mau memaksa papa, Mah! Mama tau sendiri bagaimana sikap papa selama ini. Lebih baik jauhkan niat mama untuk kembali sama papa. Dan Kartika mohon. Hentikan hubungan terlarang mama dengan pria itu!” ucap Kartika seraya berdiri. Gadis itu hendak ke dapur untuk mengambil air minum.
“Hanya dia yang mengerti mama!” sanggah Nyonya Mariska.
Kartika tersenyum miris mendengarnya seraya menuangkan air dingin yang ia ambil dari kulkas ke dalam gelas. “Dia hanya memanfaatkan Mama! Kalau memang hanya dia yang mengerti Mama, kenapa dia tidak ada saat keadaan mama kekurangan uang seperti ini? Pria bajingan itu hanya ada saat mama memiliki uang.” Kartika berucap kesal dan heran dengan mamanya sendiri. Ia langsung meneguk air minum di tangannya kemudian kembali duduk lalu bermain ponsel lagi.
Suasana hati Kartika menjadi tidak jelek karena pembahasan Seno. Ia tidak menyangka mamanya masih terus berhubungan dengan Seno, pria brengsek yang sudah memanfaatkan mamanya. Entah apa yang dilihat Mama dari pria itu.
Ting.... Tong...
Suara bel nyaring terdengar. Nyonya Mariska segera berjalan mendekati pintu.
“Hai... Beb!” sapa seorang pria setelah pintu apartemen terbuka. Pria itu lekas menarik Nyonya Mariska ke dalam pelukannya kemudian langsung menyambar bibir Nyonya Mariska tanpa ijin.
“Lepaskan, Seno!” Nyonya Mariska menarik diri dari sambaran bibir Seno.
Kartika melihat ke arah pintu. Gadis itu semakin kesal melihat siapa yang datang. Ia memutar bola mata malas melihat mereka berdua. Kartika bingung harus bicara apa lagi kepada Mama Mariska agar menjauh dari Seno. Pria itu sangar sulit di jauhkan dari mamanya. Ia lebih memilih acuh, lebih baik fokus kepada pokok pembahasan grup kuliahnya. Sebab minggu depan Kartika akan kembali ke Amerika, di mana kampusnya berada.
Pria itu mengerutkan alis tidak biasanya Mariska menolak ciuman darinya.
“Ada putriku!” bisik Nyonya Mariska membuat Seno melirik ke dalam apartemen lalu mengangguk pelan.
“Oh...”
“Aku mau mengajakmu, pergi ke suatu tempat!” bisik Seno sambil memberi gigitan kecil pada telinga Nyonya Mariska.
Mata pria itu kembali menoleh ke arah Kartika memastikan putri dari kekasihnya itu tidak melihat tingkahnya.
“Ke mana?” tanya Nyonya Mariska penasaran.
“Ikut dulu, nanti kamu akan tau!”
“Ok... Ok... Ayo masuk! Tunggu di dalam saja, aku ambil tas dulu, sebentar!” ajak Nyonya Mariska.
Keduanya masuk ber-iringan.
“Kartika!” panggil Mama Mariska. Kartika pun menatap sinis Mama Mariska yang memanggil dirinya. Ia merasa kesal kenapa pria itu malah diizinkan masuk ke apartemen itu.
“Mama mau pergi dulu. Sepertinya nanti malam Mama baru pulang!” ucap Mama Mariska sambil berlalu menuju kamarnya.
Tidak ada sahutan dari putrinya. Kartika tetap asyik dengan ponselnya.
Seno yang berdiri tak jauh dari Kartika memandang gadis itu dengan tatapan menelisik
'Cantik juga gadis ini, bodynya lumayan, perawatan tubuhnya pasti sama dengan Mariska. Hah... Rasanya ingin sekali mencicipi tubuh gadis ini. Beruntung sekali jika aku bisa merasakannya.'
__ADS_1
Batin Seno sambil terus memperhatikan gadis di hadapannya ini. Tatapan matanya langsung teralihkan saat nyonya Mariska baru saja keluar dari kamar sambil menenteng tas mahal bermerk di tangannya.
“Kamu jadi ‘kan menginap di sini?” tanya Nyonya Mariska kepada Kartika.
Putrinya itu hanya melirik sekilas kemudian memberikan gelengan kepala sebagai jawabannya. Rasanya malas untuk bersuara dan menaikkan pandangan. Sebab ia tidak mau menatap Seno yang ada di samping mamanya.
“Kenapa tidak jadi? Katanya mau banyak bercerita?”
“Gak jadi, udah gak mood! Bukannya kalian mau pergi, apa tidak jadi?” cetus Kartika dengan nada ketus.
Nyonya Mariska tahu sikap yang ditunjukkan putrinya karena merasa tidak nyaman dengan Seno. Lebih baik dirinya lekas pergi.
“Baiklah, kabari Mama jika kamu akan pulang!”
“Aku memang akan pulang setelah mama pergi!” ucap Kartika masih dengan nada ketus.
“Kalau begitu kita sama-sama saja!” ajak Seno sok dekat.
Kartika menatap Seno dengan tatapan tidak suka dan sedikit meremehkan. “Tidak perlu terima kasih! Saya bisa pulang sendiri!” Kartika lekas berdiri kemudian mengambil tasnya.
‘Gadis ini semakin membuatku penasaran saja. Awas saja, aku kasih kamu pelajaran jika kita bertemu lagi!’
Seno menyeringai licik menatap Kartika.
Mood nya hancur setelah kedatangan Seno. Gadis itu menatap mamanya dengan tatapan penuh kekecewaan.
Kartika berjalan hendak melewati keduanya.
“Aku sangat kecewa, Mah! Aku berada di sini hanya ingin dekat denganmu. Tapi Mama lebih memilih pria ini.” Kartika melirik Seno sekilas.
“Maafkan Mama, Sayang! Besok kita habiskan waktu berdua. Ok!”
“Kartika! Tunggu!” teriak Nyonya Mariska saat mendapat respon penolakan dari putrinya.
“Biarkan saja, paling putrimu itu sedang merajuk!” cekal Seno. “Bagaimana kalau sekarang kita berangkat!” ajak Seno.
Nyonya Mariska membuang napas berat kemudian mengangguk, menyetujui ajakan Seno.
Kedua pasangan itu kemudian bergegas pergi ke tempat tujuannya.
Ada perasaan yang mengganjal di hati Nyonya Mariska melihat tatapan putrinya yang begitu dalam menunjukkan kekecewaan kepadanya. Perasaannya menjadi gelisah tapi lekas ia tepis semua itu.
Saat ini ia merasa lega sebab Seno selalu ada buatnya. Di saat perasaannya gundah seperti ini. Nyonya Mariska butuh sandaran saat ia bersedih. Hanya Seno ‘lah satu-satunya pria yang mau mendengarkan dengan baik keluh kesahnya.
Tanpa Nyinya Mariska sadari, kalau memang benar Seno sedang memanfaatkannya lagi untuk kali ini.
****
Nyonya Mariska tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Ternyata Seno membuktikan kalau uang yang selama ini ia berikan kepada pria itu benar-benar digunakan untuk usaha.
Toko berlian yang buka di sebuah pusat perbelanjaan ternama di Jakarta nyata ada di depannya. Toko tersebut sudah satu bulan ini beroperasi. Nama pemilik pun atas nama Mariska Rahmadi.
Sungguh bahagianya perasaan wanita itu.
“Oh, Sayang. Ternyata benar ini usaha yang kamu ucapkan?” tanya Nyonya Mariska sambik menatap tak percaya kepada Seno.
__ADS_1
Pria itu mengangguk pelan. “Benar.”
Nyonya Mariska lekas memeluk Seno kemudian memberikan ciuman di pipi pria itu kemudian berbisik pelan di telinganya.
“Setelah ini, aku akan memberikan servis memuaskan untuk kamu, Sayang!” bisik Nyonya Mariska dengan nada menggoda. “Aku mau berkeliling melihat berlian-berlian itu,” ucapnya sambil menatap takjub semua berlian yang ada.
“Silakan! Ini semua milikmu.”
Nyonya Mariska menggelengkan kepalanya. “Milik kita, Sayang!”
“Ya, milik kita! Tapi ada satu hal yang menjadi ganjalan.”
“Apa itu?” Nyonya Mariska penasaran.
“Jika kamu bersedia toko ini harus berganti alih atas namaku, sebab akan bermasalah dengan Tuan Wijaya nantinya. Pria tua itu sudah curiga kalau uang yang kita ambil dari perusahaan kita alihkan semua untuk toko berlian ini. Yang aku takutkan, dia akan menggugatnya,” ucap Seno meyakinkan Nyonya Mariska.
“Kalau begitu segera alihkan atas namamu, Sayang!” titah Nyonya Mariska.
“Kamu tidak keberatan?” Tanya Seno.
“Tidak sama sekali, asalkan kita terus sama-sama. Setelah ini kia akan meresmikan pernikahan kita ‘kan?” Nyonya Mariska berlalu dari hadapan Seno untuk melihat koleksi berlian yang ada di etalase toko.
Sebuah toko mewah yang dilapisi kaca anti peluru itu adalah usaha yang berdiri dari hasil dari uang Mariska investasikan kepada Seno.
Seno mengangguk pelan sambil menarik sudut bibirnya.
‘Setelah toko ini beralih nama atas diriku, dirimu akan aku singkirkan, Sayang. Aku lebih mencintai Melanie, kekasihku yang lain. Dia lebih muda dan lebih menggairahkan ku!’
Batin Seno licik.
.
.
.
...~Bersambung~...
Author mau ingetin lagi nih
. Mampir ya ke karya baru ku.
Bantu ramaikan di sana. Masih sepi kaya kuburan, ramein yuk...
Jangan lupa tinggalkan komentar dan tekan LOVE di sana..
Di tunggu kehadirannya.
Eitss.... jangan salah judul ya.
👇👇👇👇
Judulnya Pemilik Kehormatanku.
__ADS_1
kasih rating bintang di depan sana, lalu Favorit kan dengan tekan tanda Love di bawah sana.
Tengku readers 😘😘 tanpa kalian apalah arti diriku di sini. hahay.... lebay.