Fake Love

Fake Love
Meluapkan Rindu


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan like, komen dan Rating bintangnya ya setelah baca. Dukungan kalian sangat berarti buat Author.. 😘😘...


"Apa Galenku telah kembali?" tanya Aline sambil mentap wajah Galen yang tersenyum memandangnya.


Wajah Aline terlihat menyedihkan dengan mata yang masih berkaca-kaca.


Tangannya terulur menyentuh wajah Galen.


"Aku Galen, pria yang selalu jahil dan membuatmu kesal. Pria yang suka pada wanita berkacamata bulat dan berjerawat. E-eh sekarang udah cantik deh," Galen mengusap air mata di pipi Aline.


Mendengar ucapan Galen. Aline tersenyum dan yakin ingatan Galen telah kembali, Kecelakaan yang menimpanya kali ini, seakan memberikan terapi untuk Galen agar pulih dari amnesianya.


Senyum mengembang di wajah Aline, gadis itu lekas memeluk Galen erat.


"Alhamdulillah, Ingatan mu kembali Gal?" tanya Aline di sela pelukannya.


Galen mengangguk pelan. "Ya," ucapan Galen terdengar bagaikan angin segar di telinga Aline.


Gadis itu semakin mengeratkan pelukannya. "Galenku telah kembali," ujar Aline. Tangisnya pecah kali ini, rasa syukur Aline rasakan ditengah musibah yang menimpanya. Beruntung mereka berdua tak terluka akibat kecelakaan itu.


Tangis bahagia Aline curahkan saat ini , meski Aline pernah berucap tak mengapa jika ingatan Galen tak kembali asalkan pria itu tetap bersamanya. Tapi ia begitu bahagia saat tahu Galen telah mendapatkan kembali ingatannya. karena dalam ingatan itu, ada semua kenangan yang tak mungkin terlewati kembali. Saat di mana kondisi Aline saat itu masih berpenampilan culun dan kurang menarik sehingga sebutan gadis bermata empat sangat melekat pada dirinya. Tapi itu dulu,


Perjuangan gadis itu hingga berubahcantik terkenal menjadi arti artis tak lepas dari dukungan Galen.


"Hei! jangan menangis." Galen melepaskan pelan pelukan Aline pada dirinya.


Pelukan yang seakan tidak ingin kehilangan lagi itu sangat erat. Aline masih sesegukan akibat tangisannya.


Galen mengusap lembut wajah Aline. Seakan tidak rela melihat wanita yang ia cintai menangis.


"Mulai hari ini, aku tidak akan membiarkan mata ini, mengeluarkan air mata. Aku akan selalu membuat wajah ini dan bibir ini mengembangkan senyum bahagianya. Kita lewati semuanya bersama." Galen mencium singkat netra cokelat milik Aline, kiri dan kanan lalu menunjuk bibir sensual Aline dengan telunjuknya.


Pria itu menyatukan kening nya dengan Aline. Keduanya saling memejamkan mata, saling merasakan kebahagiaan yang kini mereka rasakan.


Saat Aline dan Galen membuka mata keduanya saling menatap dalam. Saling melempar senyum mereka lakukan.


Aline tertunduk malu menyembunyikan rona merah di wajahnya. Galen menyentuh dagu calon istrinya itu, agar wajah yang bersemu merah itu melihat ke arahnya.


Perlahan Galen menyentuh dagu Aline lalu mendekatkan wajahnya ke arah Aline memiringkan sedikit kepalanya.


Aline menyambutnya dengan memejamkan matanya kembali, seakan mengerti apa yang akan Galen lakukan padanya.


Di luar mobil, orang-orang yang melihat kejadian itu belum berani mendekat untuk melihat kondisi korban di dalam mobil.


Mereka yang berada di luar mobil tidak bisa melihat ke dalam mobil karena kaca mobil tak bisa di lihat dari luar. Hanya yang berada di dalam mobil saja bisa yang bisa melihat jelas ke luar kaca mobil.


Sehingga Galen leluasa meluapkan rindu dengan Aline tanpa di lihat orang lain.


*


*


*

__ADS_1


Sebelum kecelakaan terjadi


Wendi dan Pram mengikuti pasangan kekasih itu di belakang. tapi di pertigaan jalan ia harus berbelok dulu ke pom bensin untuk mengisi bahan bakar.


"Wah ngantri lagi, Pram! apa kita tidak tertinggal mobilnya Bang Galen?" tanya Wendi saat motor gede yang mereka kendarai ikut mengantri dengan motor yang lainnya di pom bensin.


"Ya elah, kita bisa susul kali Wen, tenang aja, kita di motor Bang Galen di mobil. Bisa kita kejar ko!"


"Ya, gak enak aja sama Mbak Aline, Pram!'


Kini giliran motor yang mereka kendarai dapat giliran pengisian bahan bakar.


"Full tank, Neng!" ucap Pram pada petugas SPBU yang kebetulan seorang gadis muda.


"Mulai dari nol ya, Mas!" ucap gadis itu.


"Ok, Neng!" ujar Pram.


Selagi menunggu tangki motornya penuh, Pram tersenyum jahil pada gadis petugas SPBU.


"Neng!" panggil Pram saat si gadis fokus memegangi selang bensin yang mengalir ke tangki motor milik Pram.


Wendi yang berada di jok belakang menggelengkan kepala mendengar Pram berbicara. Ia hapal betul sebentar lagi Pram akan berucap sesuatu.


Petugas SPBU mendongak menatap Pram.


"Kenapa, Mas?" tanya Gadis SPBU itu sekilas lalu kembali fokus dengan pekerjaannya. Takut kalau bensin yang keluar dari selang berceceran keluar tangki motor.


"Tau ngga kalau motor itu butuh bensin untuk hidup," seru Pram.


"Tau ngak apa yang aku butuhkan saat ini!"


Gadis itu mengerutkan alis kemudian mengangkat selang pengisi bahan bakar dari lubang tangki motor Pram lalu menggeleng pelan.


"Aku membutuhkan gadis seperti kamu untuk melanjutkan hidup." ucapan Pram membuat gadis petugas SPBU itu tersenyum mendengarnya.


"Seratus lima puluh, Mas!" Gadis itu menyangkutkan alat pengisi bahan bakar itu ke mesin SPBU masih dengan senyum di wajahnya.


Pram menyodorkan uang pas kepada gadis itu.


"Terima kasih," Gadis petugas SPBU itu menerimanya dengan sopan dan tersenyum.


"Duh, Neng. Senyumannya dari tadi bikin Aa meleleh!" goda Pram.


"Cepetan, deh! kebanyakan ngegombal deh, ketinggalan jauh tuh mobilnya Bang Galen." serobot Wendi yang jengah mendengar gombalan Pram.


"Ganggu aja, lu, ah! Neng, kapan-kapan Aa ke sini lagi, ya?"


"Iya, Mas! saya tunggu, sering-sering isi bensin di sini ya!" sambut gadis itu memberi lampu hijau pada Pram.


"Asik, Wen. Dapet lampu hijau gue, euy!" Pram terlihat girang seraya perlahan melanjutkan motornya.


"Dadah, Neng geulis. Nanti kita lanjut ya!" Pram akhirnya meninggalkan SPBU itu.

__ADS_1


Motornya melaju dengan kecepatan tinggi, menembus jalanan yang ramai oleh pengendara. Mengejar mobil Galen yang sudah meluncur jauh.


"Astaghfirullah, yang kaya gini pengen dapetin calon istri solehah! jauh, jauh ... Pram." ejek Wendi.


"Lu ngomong yang baik-baik aja, Wen! ucapan itu do'a. Kali aja diantara gadis yang gue gombalin ada salah satu jodoh terbaik gue diantara mereka!" ujar Pram kemudian fokus mengendarai motornya.


Wendi berdecak sebal, pria di hadapannya ini sungguh menyebalkan.


Setelah jauh berkendara terlihat kemacetan terjadi jauh di depan jalan.


Cittt


Pram memperlambat laju kendaraannya. Motor yang ia kendarai tak bisa menembus kemacetan yang terjadi, biasanya Pram akan selap selip melewati kemacetan. Tapi tidak untuk saat ini. Tak ada celah untuk motornya menyalip.


Wendi menginjak kedua penyangga kakinya, Pria itu hendak berdiri melihat kejadian apa yang terjadi di depan sana.


Wendi membulatkan matanya saat melihat mobil yang ia kenal menabrak pembatas jalan. Mobil yang berubah posisi melawan arus mobil dengan kao sedikit terbuka itu membuatnya terkejut.


"Pram, itu mobil Bang Galen!" Wendi menepuk pundak Pram dengan cepat.


"Yang bener lu, Wen!" Pram membuka helam yang ia pakai.


Lantas Wendi turun dari mobil kemudian berlari mendekati mobil Galen. Diikuti Pram di belakangnya.


Wendi mengintip dari luar jendela, tapi sayang ia sama sekali tidak biasa melihat keadaan di dalam mobil.


Duk duk duk!


Wendi mengetuk jendela kaca mobil tersebut.


"Bang, lu gak pa-pa 'kan?" teriak Wendi dengan nada panik dan khawatir.


"Woyy, bantuin dong! kenapa pada diam aja?" seru Pram pada beberapa orang yang berada dekat mobil itu tanpa berani mendekat.


Di dalam mobil, Aline terlihat kehabisan napas setelah Galen melepas ciumannya. Gadis itu langsung menundukan kepalanya karena malu. Sedangkan Galen terlihat kesal dengan surat gedoran dari luar mobilnya.


"Ckk, gangu aja sih, ni orang!" kesal Galen berbalik hendak membuka kaca mobil.


.


.


.


.


**🤣🤣 Eh dasar Galen, orang pada khawatir sama keadaannya di dalam mobil abis kecelakaan. Lah dia malah asoyyy bertepur lidah.....


Alhamdulillah ya, Selamat merajut kebahagiaan Aline dan Galen. tak sabar melewati rangkaian dan tahapan sebelum pernikahan. 🥰🥰🥰🥰


Promo lagi kuy.....


Mampir ya ke karya temanku, seru loh ceritanya. yuk cusss**...

__ADS_1



Bersambung>>>>>


__ADS_2