
"Apa sudah ada kabar dari Galen, Yah?" Bu Winda terlihat khawatir.
Ayah Zaki menggelengkan kepala, Ayah dari Aline itu sudah tidak sabar ingin menyusul Galen untuk membantu mencari Aline.
waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Sudah enam jam sudah Aline hilang.
"Ayah tak bisa berdiam diri terus, Ayah akan menyusul mereka ke sana!" Ayah Zaki berdiri lalu menyambar kunci mobil.
"Ibu ikut, Yah."
Baru saja sampai di depan pintu ponsel Ayah Zaki berdering. Nama Galen terpampang jelas di sana.
"Assalamualaikum, Gal. Bagaimana sudah ada perkembangan tentang pencarian Aline," tanya Ayah Zaki tanpa basa-basi pada Galen.
"Belum, Yah. Tapi mobil yang mereka pakai untuk membawa Aline sudah di temukan, berada di jauh dari tempat terakhir Aline berada. Menurutku itu hanya jebakan agar kita menjauh dari daerah sini. Saya sudah mengerahkan anggota dan tim untuk segera menemukan Ferdi!"
"Ayah, mohon temukan segera putri Ayah, Nak!" lirih Ayah Zaki.
"Pasti. Galen pasti menemukannya." Galen berucap pasti dan meyakinkan agar Ayah Zaki dan Bu Winda merasa tenang.
*
*
*
"Saya bilang menjauh!" teriak Aline. "Cuih...," Aline mengeluarkan air liut dan melemparnya ke wajah Ferdi.
"Heh..., berani kamu meludahiku! kita lihat seberapa kuat kamu melawan." Ferdi mundur beberapa langkah. Meninggalkan Aline yang menatapnya dengan penuh kekesalan dan marah.
__ADS_1
Aline terus meronta, Tangan dan kakinya yang terikat sampai lecet karena dirinya melakukan perlawanan.
"Kalian keluarlah! aku akan sedikit bersenang-senang dengan gadis ini, berjagalah jangan sampai pemuda itu menemukan lebih cepat keberadaan kita, sebelum aku berbuat sesuatu kepada gadis itu." titah Ferdi kepada kedua anak buahnya.
"Baik, bos. Jangan lupa! setelah bos puas, berikan kepada kami, kita gantian. Kami juga ingin merasakan tubuh seorang artis gratisan." Ferdi mengibaskan tangannya. Kedua anak buahnya bergantian keluar kamar.
Ferdi tertawa renyah seraya membuka perlahan baju yang ia kenakan. " Kita senang-senang gadis cantik! Aku akan merasakan tubuhmu sebelum calon suamimu.
Perlahan Ferdi bergerak maju mendekati Aline yang tampak ketakutan sambil menggelengkan kepalanya.
"Tolong, jangan lakukan ini pada saya. Apa salah saya?" pinta Aline dengan nada memohon. Ia ingin beringsut mundur tapi apa daya, kedua kakinya di ikat.
Posisi Aline saat ini sangat mempermudah Ferdi menelusuri tubuh gadis itu.
"Kamu tidak bersalah cantik. Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada calon suamimu. Karena dia aku di penjara! keluargaku hancur. Istriku memilih meninggalkanku. Sekarang aku harus hidup sendiri dengan kondisi cacat, tak banyak yang bisa aku lakukan dengan kondisi seperti ini! tapi kamu tenang saja, meski kondisiku seperti ini, aku masih kuat memberimu kehangatan malam ini." Ferdi makin mendekat ke arah Aline bibirnya menciumi tubuh Aline yang wangi. Karena hari ini memang Aline melakukan perawatan tubuh.
"Wah, beruntung sekali aku. mendapatkan tubuh indah, wangi. Sepertinya calon pengantin ini selalu melakukan perawatan untuk tubuhnya. Beruntung, akulah yang akan menikmatinya." ucap Ferdi lalu mendapat kembali semburan air liur dari mulut Aline.
Ferdi mengusap pelan air liur itu dari wakahnya. "Teriaklah, teriaklah sampai kamu kehabisan suara. Tidak akan ada yang bisa mendengarmu, di sini. Hahaha," Ferdi makin tertawa puas seraya memegangi dagu Aline kasar agar menatapnya. Pria jahat itu begitu senang melihat wajah Aline yang semakin ketakutan kemudian membuang kasar sentuhan tangannya pada wajah Aline.
"GALEN, AYAH, TOLONG AKU!" sambil berteriak Aline meminta tolong. Ia semakin meronta pada tangan dan kakinya.
Ferdi sudah berada di sisi tubuh Aline. Tangannya kembali terulur menyentuh tangan putih Aline, di ciumnya tubuh putih mulus itu hingga ke tengkuk leher Aline.
Aline hanya bisa membuang muka seraya menarik wajahnya agar menjauh dari wajah Ferdi.
"Jangan berani menyentuhku!" Dengan cepat Aline membenturkan wajahnya dengan Wajah Ferdi.
"Aww," hidung Ferdi sedikit mengeluarkan cairan amis akibat hentakkan dadakan dari Aline.
__ADS_1
Senyum seringai licik terbesit di wajah Ferdi saat melihat tatapan gadis yang ada di hadapannya itu penuh amarah dengan mata melotot kepadanya.
"Kamu masih bisa melayani dengan keadaan terikat seperti ini, kita lihat apakah kamu masih bisa melawan."
Ferdi mengambil sapu tangan yang ia simpan di saku celananya. Dibukanya dengan cepat celana yang membungkus kaki pincangnya.
Disumpalkannya sapu tangan itu ke mulut Aline, sehingga gadis itu tak bisa berteriak dan kembali meludahi dirinya.
Ferdi dengan paksa mencumbui Alien. menciumi leher putih dan bagian atas tubuhnya. Banyak jejak yang ia tinggalkan di tubuh Aline.
Baju bagian atas yang dipakai Aline dirobek paksa, sehingga menampilkan kain tipis berbusa yang membungkus kedua benda sintal milik Aline.
Pemandangan di depan matanya itu semakin membuat jiwa lelaki Ferdi bergejolak.
Pria yang kini berada di atas tubuh ine makin menarik paksa pakaian yang di pakai Aline.
"Galen tolong aku!" lirih Aline makin terisak tanpa bisa bersuara. Tubuhnya mulai kehabisan tenaga karena lelah meronta-ronta.
.
.
.
.
Bersambung>>>>
Bantu ramaikan karyaku ya..
__ADS_1
Yang sudah mampir dan like Terima kasih, tapi alangkah bahagianya jika kalian yang sudah mampir tinggalkan pesan dan kesan buat Author. ๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐