
Setelah acara perdebatan Unfaedah tadi kita semua kembali ke meja yang tadi.
"Lo kenapa bisa ketumpahan jus sih Bel?" Tanya gue ke Bella.
"tadi si Leon nabrak bahu gue, jadi otomatis minuman yang gue bawa tumpah ke seragam gue" Ucap Bella dengan nada kesal.
"Tapi itu bukan sepenuhnya salah Leon loh Bel" Renata ikut nimbrung sambil mengunyah baksonya.
"gue kesal sama dia karena gak minta maaf sama gue"
"Lo tau sendiri kan kalau Leon itu malas banget minta maaf apalagi kalau dia gak salah. sebenarnya lo yang salah Bel, lo tadi jalan tapi gak liat jalanan jadinya gak sengaja senggol Leon" Ucap Disya bersuara.
"Udah salah nyolot lagi" Ucap gue sambil terkekeh.
"Nah si Angel benar tuh, Untung Si Leon gak banyak bacot" Ucap Disya sambil menyeruput jusnya.
"Udah udah kalian cepat makan bentar lagi bel nih" Ucap Renata Sambil berdiri.
"Lo mau kemana Re?" Ucap gue pada Renata.
"Mau ke kelas" Ucap Renata sambil nyengir.
"Ihh tungguin" Ucap kami serentak.
Sesampainya di kelas gue langsung duduk kemudian ngeluarin ponsel gue.
Angela Cantik
"Ell gue rindu"
"Gue udah dapat teman baru, mereka baik, Asyik juga kek lo, Ririn sama Gadis"
"Tapi gue belum bisa percaya ke Mereka"
"Mereka terlalu baru buat gue"
"Lo tau sendiri kan kalau gue itu susah nerima orang baru buat di jadiin sahabat"
Gabriella Taik
"Huwaa gue juga rindu sama Lo Ngel"
"Sepi banget tau gak ada lo"
"Gue ngerti Ngel, karena gue tau apapun tentang lo, jadi gue disini bakalan selalu dukung lo kok"
"yang penting penting lo jangan pernah lupain sahabat lama lo"
Angela Cantik
"Lo memang terbaik Ell"
"Woi Pak Botak datang" Ucap ketua kelas gue.
"Anjirt alat make up gue gimana?" Heboh salah seorang gadis yang dandanan nya menor banget.
"Huwaa liptint mahal gue" teriak seorang gadis yang mulai panik.
"Lo pada malah urusin alat make up, lo lupa kalau hari ini kita ada pengambilan nilai praktek" teriak ketua kelas gue kesal dengan tingkah teman temannya.
__ADS_1
"APA?!!" Teriak satu kelas heboh.
"Lo kok gak bilang sih?" Teriak Disya Heboh.
"Sya, kita emang belajar apa?" Tanya gue bingung melihat satu kelas heboh dengan urusannya masing masing.
"Kimia Ngel" Ucap Disya sambil mengacak acak isi tasnya.
"Ihh Mana sih?" Teriak Disya kesal.
"Lah emangnya kenapa Sya?" Tanya gue dengan muka bingung.
"Lo gak tau Ngel, kalau Pak Fariz ini adalah guru paling killer di sekolah ini, dia gak segan segan hukum siswa yang ketahuan bawa alat make up, yang tidak mengejakan tugas, sama yang datang terlambat. Dan hukumannya itu bikin semua murid kapok" Ucap Disya menggebu gebu.
"Seseram itu kah, emang hukumannya apaan Sya" Tanya gue melongo.
"Iya Ngel, Hukumannya itu lari keliling lapangan sampai jam pelajaran dia selesai" jawab Disya sambil bergidik ngeri.
"Serius lo!!!" Teriak gue refleks.
"Hee kenapa itu teriak teriak!" Suara tajam Pak Fariz membuat gue menegang.
"Mampus Gue" Ucap gue pelan.
"Sya, gue gimana nih" Ucap gue pelan sambil natap Disya.
Disya hanya menggeleng geleng kan kepalanya tanda kalau dia tidak tau .
"Kamu!" Tunjuk Pak Fariz ke gue.
"Ehh i...ya pk" Ucap gue terbata bata.
"maju ke depan!" Ucapnya sambil berkacak pinggang.
"Kenapa Pak" Ucap gue berusaha menetralkan degup jantung gue.
"Kamu lari keliling lapangan sampai jam pelajaran saya selesai" Ucapnya tegas.
"Lah Pak, saya salah apa yah?" Ucap gue sambil meggaruk kepala padahal tidak gatal.
"Kamu sudah teriak teriak di dalam kelas" Ucapnya sambil natap gue tajam.
"Tapi pak Angel itu murid baru, dia gak tau peraturan Bapak" Bela sang ketua kelas yang bernama Adit.
"Peraturan tetap peraturan! Sekarang kamu lari keliling lapangan!!" Ucap Pak Fariz tak terbantahkan.
"Ii..ya Pak" Ucap gue sambil berjalan gontai keluar kelas.
"Hufft padahal ini hari pertama gue masuk sekolah baru, masa langsung di hukum sih. Mana hukumunnya berat lagi gue mana sanggup, lari keliling lapanpang 3 putaran aja gue langsung pingsang. Lah ini 2 jam gue harus lari keliling nih lapangan yang luasnya minta ampun" Dumel gue sambil berjalan ke arah lapangan.
Bughh
"Aduhh" Ucap Gue meringis sambil megangin jidat gue yang berdenyut.
"Ehh lo kalau jalan itu pake mata!" Ucap cowok yang gue tabrak tadi.
"Dimana mana jalan itu pake kaki Ogeb" Ucap gue sambil mendongak. Leon? Cowok yang gue tabrak tadi itu ternyata Leon.
"Udah salah nyolot lagi" Ucapnya sambil natap gue tajam.
__ADS_1
"Gue gak salah Ogeb" Ucap gue sambil menatap tajam mata Coklat itu.
"Lo salah ****" Ucapnya Dingin.
"Auh Ahh" Ucap gue sambil berlalu. Malas banget berdebat sama nih cowok, entar gue ketahuan lagi kalau gue itu suka sama dia. Secara kan yah gue itu susah banget nyembuin ekspresi gue ke orang yang gue suka.
"Lo harus minta maaf sama gue!" Ucapnya sambil mencekal tangan gue.
"Gak mau ihh" Ucap gue sambil berusaha lepasin cekalan dia.
"Minta maaf gak!!" Ucapnya sambil membalikkan badan gue. Dan lagi lagi gue nubruk dada bidangnya.
"Auhh, Sakit ****" Ucap gue Sambil mendorong dadanya, tapi kekuatan gue gak sebanding dengan kekuatannya.
"Minta maaf gak, atau gue..." Ucapnya sambil mendekatin mukanya ke gue.
"Gak mau ihh" Ucap gue sambil mundur. Dia makin maju sedangkan gue makin mundur sampe akhirnya punggung gue menabrak dinding di belakang gue.
"Lo mau apa sih" Ucap gue dengan muka semerah tomat busuk. Sumpah gue gugup setengah mati tapi sebisa mungkin gue menormalkan degup jantung gue yang berpompa dengan sangat cepat
"Tuh muka kenapa?" Tanya nya sambil tersenyum miring. Tuh kan muka gue gak bisa di kondisikan.
"Ihh Minggir gak" Ucap gue berusaha mendorong dia, tapi kekuatan gue gak cukup. Sampe sampe sebuah suara membuat gue menengang.
"Heee kamu! malah Asyik pacaran di situ, cepat kerjain hukuman kamu!!! Kamu juga Leon ngapain di situ ini kan jam pelajaran" Ucap Pak Fariz tajam ke gue dan Leon. Kita berdua refleks menoleh ke arah suara itu, dan tanpa sadar Leon ngelepasin gue.
"Ehh iyya Pak" Ucap gue sambil berlari ke arah lapangan. Huwaa Pak Fariz nyelamatin gue.
Tanpa mendengar ucapan Pak Fariz Leon malah natap gue yang udah ngerjain hukuman gue, "Lo lucu kalau lagi blushing" Ucap Leon dalam hati Kemudian dia berjalan santai meninggalkan Pak Fariz yang menatap tajam ke arahnya.
"Huwaa gue capek, mana cuacanya panas banget lagi" Angel berhenti sambil mengelap keringatnya dengan kasar, Baru satu putaran gue udah ngos ngosan.
Tanpa di ketahui oleh Angel, Ada seorang cowok yang menatapnya sambil tersenyum tipis "Lucu" Ucapnya dalam hati.
Putaran kedua, Angel mulai merasakan pusing yang amat luar biasa. Dia memengang kepalanya yang terasa berdenyut denyut.
Braakk
Angel terjatuh di lapangan. Leon panik melihat Angel yang pingsang di tengah lapangan, dia kemudian bergegas untuk menolong Angel.
"Hey Bangun" Ucap Leon panik sambil menepuk pipi Angel. Leon kemudian menggendong Angel ala Bridal Style dan membawa nya ke Uks.
"Huwaaa Baru kali ini gue liat Leon Gendong Cewek"
"Wah Leon panik banget"
"Beruntung banget tuh cewek"
"Ehh itu bukannya siswa baru itu?"
"Pangeran gue gendong siapa sih"
"Palingan tuh cewek cuma ngedrama"
"Sok cantik banget sih"
"Dasar murahan!"
Bisikan bisikan itu membuat Leon geram. Leon kemudian menatap tajam ke arah mereka.
__ADS_1
"BISA DIAM GAK"
~Skip