Fake Love

Fake Love
Malam indah di Kota Tua


__ADS_3

Suara tepuk tangan dari para penonton membuat Galen semakin bersemangat. Pria yang menghilang dari sisi Aline kini berasa di atas panggung.


Aline diam terpaku di tempatnya berdiri saat ini. Gadis itu menyadari, semua penonton memandang ke arahnya. Saat Aline memutar tubuhnya menghadap panggung. ia terkejut melihat sosok yang ia cari berada di sana, ternyata suara itu milik pria yang ia cintai.


Galen tersenyum seraya menunjuk dirinya sambil terus menyanyikan lagu It's You milik Sezairi.


"You


You're my love, my life, my beginning


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now"


"All the times I've been alone, showed me the way"


"Led me here, led me home


Right through that door straight to you


You're my love, my life, my beginning


It's you"


Galen menyanyikan lagu itu dengan merdunya membuat semua wanita terpesona melihat penampilannya.


Ternyata suara Galen tak kalah dengan suara penyanyi aslinya.


Aline sempat tak percaya, ia menutup mulutnya sendiri dengan satu tangannya karena terkejut. Lagu romantis yang Galen nyanyikan di tunjukkan untuk dirinya.


Para penonton bersorak memberikan tepuk tangan untuk Galen karena memberikan kejutan yang begitu romantis untuk Aline.


Galen berjalan ke sisi panggung, terlihat ada Pram dan Wendi di sana. Memberikan satu tangkai bunga mawar merah kepada Galen. Setelah itu Galen menghampiri Aline menuruni panggung sambil terus berjalan pelan. Galen masih menyanyikan lagu romantis itu, ia turun dan melewati beberapa penonton untuk mendekati Aline. Sesampainya di hadapan Aline, pria yang tengah memegang mik sambil bernyanyi itu itu menuntaskan lagunya.


Satu tangkai bunga yang di pegang Galen, ia ulurkan kepada gadis yang tengah terpesona melihat penampilannya.


"You're my love, my life, my beginning


It's you"


Lagu dan musik itu berakhir. Dengan posisi berdiri, mereka saling berhadapan. Wajah merona di pipi Aline begitu terlihat karena mendapatkan kejutan yang sungguh membuatnya bahagia.


"Dan ini untuk wanita pemilik hatiku, hidupku, dan cintaku. Itu Kamu, Sayang," ucap Galen seraya memberikan bunga itu kepada Aline, sontak membuat para penonton wanita histeris bersorak melihat keromantisan Galen kepada Aline.



Cium ... Cium ... Cium


Sorakan dari penonton yang lain semakin membuat Aline malu. Ia menundukkan wajahnya setelah menerima bunga mawar merah itu dari Galen. Tanpa diduganya, Galen mendaratkan satu kecupan yang berlangsung cukup lama di kening gadis itu.


Aline merasakan hangat nya kecupan dari Galen. Sampai gadis itu ikut memejamkan mata merasakan hangat nya cinta yang Galen berikan.


Lagi lagi para penonton memberikan tepuk yang begitu meriah untuk kedua pasangan itu.

__ADS_1


"Romantis banget sih" bisik salah satu penonton yang melihat keromantisan Galen terhadap Aline.


"Mau satu dong, yang kaya gitu, romantis banget!" celetuk wanita yang menonton penampilan Galen bersama kekasihnya. Wanita itu juga terpesona melihat penampilan Galen yang memberi kejutan untuk Aline. Kekasih wanita itu menatap si wanita seakan mengintimidasinya.


"Hehehe, maaf, Beb. Aku lupa udah punya kamu! kasih kejutan kaya dia dong buat aku!" ucap wanita itu merajuk, tapi tak mendapat respon dari kekasihnya karena sikap dingin kaya batu es yang di milikinya.


๐Ÿ‘ฃ๐Ÿ‘ฃ kasian banget si lu, ๐Ÿ˜†


Penampilan Galen pun berakhir dengan pelukan singkat dari Aline untuk Galen.


"Terima kasih, Gal" ucap Aline dengan suara pelan.


"Sama-sama, Sayang!" Galen memberikan mik yang ia pegang kepada pembawa acara tersebut yang berada tak jauh darinya.


Mereka berdua pun pamit kepada semua penonton yang tengah melihat ke arah mereka. Dengan melambaikan tangan ke sekelilingnya, Aline dan Galen pergi meninggalkan kumpulan orang itu.


"Semoga hubungan kalian langgeng ya," teriak salah seorang ibu yang melihat kejutan Galen untuk Aline tadi.


Aline dan Galen menoleh ke arah ibu tersebut. Keduanya memberikan balasan senyum dan lambaian tangan untuk ibu tersebut.


Kebahagiaan terpancar dari kedua insan yang tengah berjalan sambil berpegangan tangan itu. Tapi tak sebahagia tatapan pria yang berjalan pincang tengah bersembunyi dari Galen.


Tatapan yang bertolak belakang dengan bahagia, tatapan benci lebih tepatnya.


Pria itu tidak mengetahui kalau Galen hilang ingatan. Meskipun bertemu dengannya, Galen tidak akan bisa mengenali pria sangar tersebut.


"Benar dia 'kan, Bos?" tanya salah satu anak buah si Pria sangar itu.


Pria berwajah sangar yang di tumbuh bulu halus di sekitar rahang itu mengangguk pelan, Ya dia adalah Fredi. Orang yang baru beberapa bulan ini bebas dari penjara.


"Ya, benar! dia orang yang sudah menjebloslan aku ke penjara, dan membuatku berpisah dengan keluargaku," ucapnya seraya mengepalkan tangan.


Senyum sinis tersungging di wajah Fredi. "Tapi kakiku cacat karena dia! Dimana bocah itu memarkirkan kendaraannya?" tanyanya masih mentap jahat pada Aline dan Galen.


"Di sana, Bos!" anak buahnya menunjuk parkiran di sebrang pintu masuk. Mereka berdua berjalan mengarah ke sana.


Sedangkan Aline dan Galen masih berkeliling mencari Es cream yang paling melegenda di sana.


"Emang masih ada jam segini, es creamnya?" tanya Aline ragu karena waktu sudah malam. Siang hari saja sering tidak kebagian apalagi malam hari.


"Kita lihat saja dulu! kalau sudah habis kita pulang saja," jawab Galen lalu mempererat genggaman tangannya seakan tidak mau Aline terlepas darinya.


*


*


"Maaf, Mas! tempat es cream itu bukan di sini tapi di jalan lain. Nama tokonya Ragusa Es Italia, tempatnya berada tak jauh dari Masjid Istiqlal sana." ucap salah satu pelayan toko es cream.


"Berarti kita salah tempat," seru Galen.


Pelayan itu mengangguk pelan.


"Terima kasih informasinya!" Galen menunduk sopan lalu mengajak Aline untuk beranjak dari toko es cream tersebut.


Keduanya berjalan menuju jembatan di mana keindahan lampu di malam hari terlihat indah di sana.

__ADS_1


Aline berjalan sambil terkekeh pelan. Membuat Galen menghentikan langkahnya lalu menarik pinggang Aline agar tubuh kecil ramping itu menghadap ke arahnya. Keduanya berdiri tanpa jarak.


"Kamu menertawakanku?"


Aline menggeleng sambil tersenyum jahil.


"Bohong"


"Abisnya kamu susah di bilangin, tadi 'kan aku udah bilang, tempat es cream itu bukan di sini! tapi kekeuh, sama aja tempat jualan es cream itu." cerocos Aline mentap lekat mata elang Galen.


"Emang rasanya beda?"


"Beda, Ragusa Es Italia itu tempat es cream pertama di buat di Indonesia. Kedai es cream yang di jadikan sejarah di Kota Tua ini. Rasanya tuh, begini." Aline menunjukan jari jempolnya. "Namun tampatnya memang bukan di sini," ucap Aline berusaha melepaskan jeratan Galen tapi Pria itu makin mengeratkan tangannya di pinggang Aline.


"Kamu pernah kesana?"


Aline pun mengangguk. "Gal, lepas malu di lihat orang!" Aline melarak lirik ke sekelilingnya, padahal yang lain pun asik dengan kesibukan masing-masing.


"Lain kali kita harus ke sana. Dan aku yang harus menemanimu!" ucap Galen tegas seakan memberi peringatan kepada Aline.


"Siap, Sayang!" ucapan Aline membuat Galen senyum sumringah, baru kali ini Aline menyebutnya dengan kata sayang.


"Ah, rasanya jiwaku terbang tinggi mendengar panggilan sayang darimu!" Galen melepaskan jeratan tangannya dari pinggang Aline. Lalu merenatangkan tangannya sambil menatap ke langit malam.


Aline hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Galen. Akhirnya terbebas juga dari jeratan kekasihnya itu.


Kini, Aline dan Galen duduk di bangku besi di bawah pohon kelapa. Keduanya menatap lurus menikmati keindahan kota tua itu di malah hari.


Hari semakin gelap, tapi suasana semakin ramai, apalagi di taman fatahillah yang semakin banyak pengunjung.


karena itulah Aline dan Galen memilih berada di tempat ini.


"Gal," panggil Aline yang menyandarkan kepalanya di bahu Galen.


"Hm."


"Terima kasih untuk hari ini." Aline mencium singkat pipi Galen, lekas ia menyembunyikan wajah meronanya dengan menunduk.


"Sama-sama, Sayang! hari ini kamu berkali-kali mengucapkan terima kasih sama aku." Galen mengecup pelan kening Aline.


Malam ini, sejenak mereka nikmati keindahan malam di Kota Tua. Langit cerah di temani bintang dan bulan yang tak malu memancarkan cahayanya menambah keindahan langit malam ini.


.


.


.


**Terima kasih yang masih setia di karyaku ini. Author masih menata hati karena kehilangan si ibu mertua, kalau minta apapun tuh selalu bilang sama aku menantunya. Berasa ibu kandung. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Jadi maafkeun ya, kalau akhir akhir ini masih belang bentong untuk up nya.


Terima kasih juga kepada kalian yang ikut mendoakan.


Satu lagi masih promo karya dari teman nih. mampir ya**

__ADS_1



Bersambung >>>>


__ADS_2