Fake Love

Fake Love
Akhirnya Dapat Juga Senyumnya


__ADS_3

Tuan Wijaya terlihat berbicara dengan Aline. Tetap hanya lirikan dan sedikit senyuman respon dari gadis itu.


Calon mertua Aline itu tidak bicara soal kejadian yang gadis itu alami, takut membuatnya teringat kembali kejadian yang menakutkan itu.


"Assalamu'alaikum," ucap Zainab saat wanita itu masuk kedalam ruang perawatan Aline.


"Waalaikumussalam," jawab semuanya kompak.


Hanya ada Bu Winda, Ayah Zaki dan Tuan Wijaya kali ini yang baru saja masuk sebelum Zainab. Oma Ratih dan Kartika sudah tidak terlihat lagi keberadaannya.


Satu jam sebelum Tuan Wijaya dan Zainab datang Oma Ratih sudah pamit pulang. Kesehatan Oma Ratih akhir-akhir ini sedikit menurun. Wanita paruh baya itu harus segera beristirahat. Ia juga ikut bersedih melihat kondisi Aline saat ini.


Bu Winda melirik Zainab dan Tuan Wijaya bergantian. "Kenapa kebetulan sekali kalian datang barengan begini?" seru Bu Winda mentap Zainab curiga.


"Em... itu...," Zainab terlihat ragu untuk menjawab.


"Dia memang ke sini bersamaku!" ujar Tuan Wijaya.


"Iya... Tadi aku ketemu di jalan, mobil online yang ku tumpangi ban nya bocor di tengah jalan, kebetulan Tuan Wijaya lewat. Jadi Beliau memberi ku tumpangan," tutur Zainab menjelaskan sambil melirik Tuan Wijaya. "Terima kasih Tuan, sudah memberi ku tumpangan sampai sini. Maaf jika saya merepotkan Anda!" ucap Zainab seraya membungkukkan sedikit badannya dengan kedua tangan yang masih memegang rantang di tengah tubuhnya.


Seulas senyum terpancar di wajah cantiknya. Senyum yang dari tadi di tunggu Tuan Wijaya untuknya.


"Akhirnya dapat juga aku senyumnya," batin Tuan Wijaya. Pria itu hanya tersentum kecil masih dengan mode dinginnya, membuat Zainab merasa menyesal telah tersenyum manis kepada pria berwajah dingin itu.

__ADS_1


Zainab mengalihkan sesalnya dengan meletakkan rantang yang ia bawa di atas meja, lalu berjalan mendekati Aline.


"Neng..., gimana udah sehat?" sapa Zainab membuat Aline mendongak menatap saudara dari ibunya itu.


Aline tersenyum kecil mentap Zainab. Meskipun tak banyak biacara, Aline membalas sapaan Zainab dengan menyalaminya. Keduanya saling berpelukan lalu menciun pipi kiri dan kanan mereka.


"Sehat, Teh," jawab Aline pelan.


"Oh, iya... Teteh bawa makanan kesukaan Neng. Tadi pagi harusnya Teteh pulang ke Cianjur, tapi Teteh undur. Pengen ke sini dulu, ketemu Neng. Neng makan, ya?" Zainab yang banyak bicara mencoba menghibur Aline.


Ia menceritakan kegiatannya memasak sendirian tadi pagi. Biasanya Aline akan membantunya. Ocehan Zainab berhasil membuat Aline sedikit terhibur.


Aline tersenyum lalu mengangguk pelan menerima ajakan Zainab.


Bu Winda yang melihat interaksi keduanya merasa lega. Dari tadi ia menawari Aline tapi putrinya selalu menolak. Ibu dari Aline menoleh ke arah Ayah Zaki, mereka saling melempar senyum kelegaan.


👣 makanya angetin tuh mukanya Tuan, biar gak sedingin es😁


Melihat Aline sudah mau makan sedikit demi sedikit di suapi Zainab. Ayah Zaki mengajak Tuan Wijaya keluar dari ruangan itu. Ada beberapa hal yang harus mereka bicarakan.


"Kita keluar dulu, ada yang harus kita bicarakan," ajak Ayah Zaki kepada Tuan Wijaya lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.


Tuan Wijaya mengangguk pelan kemudian mengikuti Ayah Zaki.

__ADS_1


Kini, mereka berdua duduk di sebuah ruangan. Ruangan yang di pakai Galen untuk beristirahat menjelang dini hari tadi.


Tuan Wijaya berjalan ke arah jendela kaca, membuka tirai yang menutupinya.


"Ada apa, Zak?" tanya Tuan Wijaya sambil menatap pemandangan di luar rumah sakit dari dalam ruangan itu.


Ayah Zaki duduk di sofa. Kedua tangan yang bertumpu di atas paha dengan jemari yang memijit pelan keningnya.


Ayah Zaki menghentikan gerakan memijitnya. "Sepertinya kita harus batalkan acara pernikahan Galen dan Aline." Ucapannya membuat Tuan Wijaya yang sedang menikmati keramaian ibu kota itu terkejut sontak pria itu memutar tubuhnya lalu berjalan mendekat ke arah Ayah Zaki.


.


.


.


.


Bersambung>>>>


Oh No... Ayah Zaki jangan ambil keputusan sendiri doang... Kasian Galen..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2