Fake Love

Fake Love
Emosi Galen


__ADS_3

Ditempat lain. Seorang wanita cantik tidak bisa tidur menunggu sang suami. Tak ada balasan dari pesan yang ia kirimkan.


Aline masih terjaga. Rasa kantuk sama sekali belum terasa, karena baru dua jam lalu ia terbangun dari tidurnya.


"Apa Mas Galen pulang ke apartement ya?" pikir Aline.


Karena merasa penasaran dengan keberadaan suaminya, Aline melacak keberadaannya menggunakan GPS yang ada di ponselnya yang tersambung ke ponsel Galen.


Senyum mengembang di wajah Aline tatkala mengetahui keberadaan sang suami.


"Syukurlah, kalau kamu ada di sana, Mas!"


Aline lekas meletakkan ponselnya di atas nakas lalu bersiap untuk tidur. Ia berniat akan ke apartement pagi pagi sekali. Karena Aline merasa khawatir dengan Galen, tadi sore ketika Galen menghubunginya Aline mendengar keluhan suami yang kembali merasakan pusing dan mual.


.


.


Cafe The Moon


"Saya tidak mau kejadian tadi menyebar beritanya. Kalau saya mendengar berita itu tersebar, saya pastikan cafe ini akan tutup selamanya. Anda tidak mau itu terjadi bukan?" ucap Aldo tegas dengan sedikit ancaman kepada pemilik cafe tersebut.


"B-baik Tuan! S-saya pastikan semua tidak akan pernah terjadi." balas Pemilik cafe tersebut.


"Ini ganti rugi untuk kerusakan yang dibuat Tuan Alex." Aldo menyodorkan amplop coklat berisi uang sebagai ganti rugi.


Pemilik cafe itu mengintip isi yang ada di dalamnya.


"Saya rasa itu lebih dari cukup untuk mengganti semuanya." cetus Aldo seakan menyindir pemilik cafe saat melihat reaksinya.

__ADS_1


"Bisakah Anda menambahkan lagi biaya ganti ruginya, Tuan!" pinta si pemilik cafe. Pasalnya ia mengetahui siapa lawannya saat ini Tuan G. Alexander adalah nama yang tercetak pada kartu nama itu adalah orang terkaya dan terkenal. Mungkin saja ia bisa meminta tambahan dana ganti rugi.


"Asal Anda mau berhadapan dengan pengacara saya di persidangan. Saya akan menambahkan banyak uang untuk Anda," ucap Aldo sinis.


Ia tahu kalau pemilik cafe berencana memerasnya.


Pemilik cafe terlihat menciut dan tidak bisa berkutik dengan ancaman Aldo.


"Tidak jadi Tuan, ini sudah cukup!" elaknya.


Melihat ketidakberdayaan pemilik cafe, tanpa banyak berseteru lagi Aldo lekas pergi dari cafe tersebut dengan membawa rekaman CCTV kejadian tadi. Selesai sudah satu permasalahan yang ada. Aldo segera kembali ke rumahnya dimana sang istri masih terlelap dalam balutan selimut hangat.


Aldo ingin segera sampai rumah. Semenjak kehamilan Rima masuk trimester kedua, Aldo semakin sering berkunjung menemui si cabang bayi.


Rasa lelah dan letih yang Aldo rasakan saat berada di kantor hilang dalam sekejap saat ia sampai ke rumah. Di sambut oleh istri solehah yang jadi damakan terlebih tak lama lagi, rumah tangga mereka akan lengkap dengan hadirnya seorang bayi yang memberi kebahagiaan bagi mereka.


Semenjak Ustadz Arifin menikah lagi dengan seorang janda beranak satu. Rima hanya sesekali berkunjung ke Rumah Asuh. Karena istri baru dari ustadz Arifin begitu cekatan dan pandai dalam membantu Ustadz Arifin mendidik anak-anak.


Semua terurus dengan baik oleh Bu Laila, istri baru Ustadz Arifin.


Tuan Wijaya semakin tersisih. Dilangkah oleh Ustadz Arifin yang belum genap satu tahun menduda. Ia memilih menikah kembali untuk ibadah, membiayai anak sambungnya yang telah menjadi yatim. Ustadz Arifin juga membutuhkan partner dalam mendidik anak-anak tapi ia menginginkan partner halal dalam segala hal. Karena itulah ia memilih Bu Laila yang ilmu agamanya dirasa bisa ikut disumbangkan untuk mendidik anak-anak. Disamping itu Bu Laila mempunyai satu pemikiran yang sama dengan Ustadz Arifin, karena itulah Beliau memutuskan untuk menikah lagi.


.


.


Merasakan kehangatan dalam pelukan Galen membuat Sandra terlena. Ia teringat dengan ucapan Bi Erma. Menjadi istri kedua pun tidak masalah yang penting biaya pengobatan Bu Sarah terus berjalan dengan bonus ia bisa bersama Galen. Masalah perasaan Galen tidak jadi penghalang. Rasa cinta akan datang karena terbiasa.


Tapi bisakah ia bersikap jahat seperti pemikiran bibinya. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan pria yang ia suka.

__ADS_1


Sandra ikut terlelap setelah hampir tiga jam dalam pelukan Galen. Sandra mengeratkan pelukannya. Dan di saat itu, Galen terbangun dari tidurnya.


Seperti biasa Galen akan membuka mata secara diam-diam. Dan mencuri pandangan kepada wanita yang berada dalam pelukannya. Galen masih belum menyadari kalau bukan Aline yang ia peluk melainkan Sandra.


"Kenapa wajahnya mirip Sandra?" gumam Galen sambil mengerutkan alis saat matanya terbuka perlahan.


Saat kesadarannya kembali penuh Galen segera melepas cepat pelukannya. lalu mendorong tubuh Sandra yang begitu dekat dengannya.


"Sandra...!" teriak Galen keras membuat wanita yang masih terlelap langsung membuka mata karena terkejut.


"Galen ... Kamu sudah bangun!" ucap Sandra terbata. Ia bingung harus menjelaskan apa dengan kejadian kali ini. Sandra lekas duduk di atas tempat tidur. Sambil tertunduk bingung.


"Jelaskan apa maksud dari semua ini?" Galen terlihat sangat emosi. Dengan cepat ia mengangkat selimutnya. Galen berpikir tidak mungkin melakukan hal di luar batas dengan Sandra karena bagian atas tubuhnya tidak memakai baju.


"Kita tidak melakukan apapun, semalam setelah aku bantu untuk membuka baju..." Aline melihat tatapan Galen yang tajam kepadanya membuat Sandra tergagap berbicara. " emm... K-kamu tenang saja, a-aku hanya mengganti bajumu yang terkena muntahan setelah itu kamu menarikku lalu memelukku dalam keadaan tidak sadar, kamu menganggapku sebagai Aline."


"Lalu kamu diam saja tidak menolak?" hardik Galen. Matanya melemparkan amarah ke arah Sandra.


"Maaf... Gal, aku hanya---"


"Memanfaatkan ketidaksadaran ku!" Galen kembali mengeluarkan amarahnya.


Sandra semakin tertunduk takut. Galen lekas turun dari tempat tidur. Emosi sudah menyulut di hatinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2