Fake Love

Fake Love
Senyum licik Chyntia


__ADS_3

"Aww ..." Aline merasa kesakitan saat keningnya membentur pintu mobil. Dirinya panik melihat Galen meneriakkan namanya kemudian memejamkan mata perlahan.


"Gal ... Galen ... bangun!" teriaknya dengan nada cemas dan ketakutan.


Orang-orang di sekitar kejadian sudah mulai berdatangan untuk melihat kejadian tersebut.


"TOLONG ... " Aline berteriak sekuat tenaga. keadaannya dirinya tidak begitu menghawatirkan. Ia hanya mendapat luka di bagian tangan dan luka lebam di kening karena benturan.


Tangan Line terulur menyentuh wajah Galen lalu menepuknya pelan. posisi tubuh Galen yang berada di atas tubuh Aline membuat gadis yang terlihat cemas dan khawatir itu terasa berat karena tertindih.


Cairan kental berwarna merah yang berbau amis menetes melewati pipi Galen. Aline semakin panik saat melihatnya.


Aline mengusap cairan tersebut, matanya melotot tak percaya, kembali tepukan ia daratkan di pipi Galen.


"GAL ... BANGUN ... jangan tinggalin Aku." Aline semakin berteriak sambil menangis histeris.


Tubuh Galen yang terhimpit body depan mobil yang ringsek karena tertimpa tiang besi membuat mereka tak bisa bergerak.


Satu persatu orang berdatangan untuk menolong. Mereka berbondong-bondong membantu Aline dan Galen yang menjadi korban kecelakaan itu agar bisa dikeluarkan dari dalam mobil.


"Hei .. tolongin.. Korban cewek, masih sadar! cepetan kasian cowoknya terhimpit body mobil," seru salah satu warga yang datang mendekat untuk mengecek kondisi korban.


"Mas .. tolong saya," ucap Aline dengan tatapan mengiba.


"Sabar ya, Mbak harus bertahan! kita akan bantu."


Beberapa menit kemudian dengan bantuan banyak orang, akhirnya Aline dan Galen bisa dikeluarkan dari dalam mobil. Keadaan mobil baru Aline itu begitu mengenaskan. Kaca depan yang pecah dengan beberapa bagian body mobil yang ringsek.


"Euy, gening si Mbak artis yang tadi ada di tv, yang dapat tiga penghargaan itu, pantesan aja penampilan kalian begitu berkelas dan mewah," ucap Ibu penjual kopi di pinggir jalan yang datang mendekat melihat kondisi korban, warungnya tak jauh dari tempat kejadian kecelakaan.


"Cepetan bawa ke rumah sakit kasian cowoknya ngeluarin banyak darah," titah pemuda yang membantu mengeluarkan Galen dan Aline.


"Pakai mobil saya saja," ucap salah satu orang yang menolong korban. Mobilnya berhenti mendadak saat dikendarainya secara mendadak saat mobil didepannya mengalami kecelakaan.


Korban kecelakaan yang diketahui sebagai artis yang terkenal dengan pasangannya yang tersiar secara langsung beberapa jam yang lalu telah dilarikan ke rumah sakit terdekat daerah sana.


Di Rumah Aline


"Wah .. makanan kesukaan Neng Aline semua ini mah?" ucap Bi Kesih saat membantu menghidangkan makan malam menyambut kepulangan putri dari majikannya.


"Iya, Bik. Tadi Aline telpon, katanya sih ada temannya yang ikut makan bersama di sini!" sahut Bu Winda.


"Neng Risa, Bu?" tanya Bi Kesih.


"Risa mah udah sering ke sini! Aline bilang cowok yang tadi sama dia!" ucap Bu Winda saat menata beberapa piring di atas meja.


Pranggg ...


Dua piring yang berada di sisi meja jatuh tersenggol Bu Winda.


"Astaghfirullahaladzim." Bu Winda melangkah mundur menghindari pecahan piring tersebut.

__ADS_1


"Ada apa, Bu?" Ayah Zaki datang dengan tergesa saat mendengar suara piring pecah dari arah dapur.


"Piring jatuh kesenggol, Ibu, Pak!" jawab Bi Kesih seraya berjongkok membersihan serpihan beling dari piring yang berserakan di lantai.


Bu Winda termenung seraya memegangi dadanya yang bergetar. Ia merasakan perasan tak enak. Pikirannya tertuju pada putri kesayangannya.


"Perasaan Ibu, enggak enak, Yah? takut ada apa-apa sama Aline!" ucap Bu Winda pelan.


"Itu hanya perasaan Ibu saja. Tidak akan terjadi apa-apa ko, tenang saja!" Ayah Zaki menenangkan.


Suara mesin mobil yang baru datang terdengar di halaman rumah Aline.


"Tuh, sepertinya Aline sudah pulang, yuk kita ke depan!" ajak Ayah Zaki.


Bu Winda dan Ayah Zaki melangkah menuju teras rumah, sedangkan Bu Kesih memberikan pecahan piring yang masih tercecer di lantai.


Risa baru saja turun dari mobil mewah milik Galen yang di kemudikan oleh Aldo. Suara ponsel terdengar dari dalam tasnya. Lekas ia mengangkat telpon dan sedikit menghindar dari Aldo yang baru turun.


"Apa ...! lalu bagaimana kondisinya?" baik terimakasih informasinya! tolong jangan dia sampai Saya datang ke sana!"ucap Risa. Ia begitu terkejut mendapat telpon dari nomer Aline tapi orang lain yang berbicara.


"Sa ...," panggil Bu Winda saat menyambut kedatangannya. Beliau mengira Aline yang pulang bersama Risa.


Risa menoleh ke arah Bu Winda, Ia bingung harus mengatakan apa, dengan kabar yang baru saja di terimanya. Lekas Risa mendekati Aldo yang curiga dengan sikap Risa.


Asisten dari artis bernama Aline Barsha itu membisikkan sesuatu ke telinga Aldo.


"Aline dan Mas Galen kecelakaan sekarang mereka berada di Rumah sakit Pelita. Tadi orang yang membawa mereka ke rumah sakit menghubungiku memakai ponsel Mbak Aline!" bisik Risa pelan.


"Bu ...," Risa meraih tangan Bu Winda untuk menyalaminya begitu juga Aldo.


"Mana Aline?" tanya Bu Winda. Ia tak melihat keberadaan Aline bersama Risa.


"Sebelumnya Risa minta maaf, tadi kami berbeda mobil, saat akan kemari. Dan barusan ada yang menghubungi Risa kalau--." Risa tak sanggup memberi tahu Bu Winda kejadian sebenarnya.


"Nona Aline dan Tuan muda Alex mengalami kecelakaan, sekarang mereka sudah berada di Rumah sakit," sambung Aldo.


"Apa ..., Aline kecelakaan?" Bu Winda hampir terjatuh setelah mendengar berita itu dari Aldo, beruntung Ayah Zaki segera merangkulnya.


Tempat kejadian kecelakaan.


"Hot News malam ini, kabar kecelakaan terjadi pada artis pendatang baru 'Aline Barsha' yang baru saja selesai menghadiri acara yang beberapa saat lalu kita saksikan bersama secara live di televisi."


"Artis peraih tiga penghargaan sekaligus itu mengalami kecelakaan tragis di jalan X, pukul 10 malam tadi. Kecelakaan yang mengakibatkan dua orang mengalami luka yang cukup berat itu kini di larikan ke Rumah Sakit Pelita.


Reporter dari Planet Tv itu mengabarkan secara live keadaan kecelakaan yang menimpa Aline Barsha. Reporter itu tidak menyebutkan nama teman yang bersama Aline saat kecelakaan terjadi.


Berita kecelakaan yang di alami Aline Barsha menjadi berita yang langsung beredar di media sosial dan televisi. Para Reporter berbondong-bondong menyerbu berita yang akan viral di dunia pertelevisian itu.


Tempat kejadian kecelakaan pun mendadak ramai oleh orang-orang yang penasaran dengan kecelakaan artis terkenal itu.


Mobil keluaran terbaru milik Aline Barsha di bawa oleh mobil derek yang diturunkan oleh pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan mengenai penyebab kecelakaan itu.

__ADS_1


Beberapa orang yang berada di tempat kejadian saat kecelakaan itu terjadi menjadi sasaran empuk para wartawan untuk mengorek informasi yang terjadi sebenarnya.


Apartemen Melati


Penyatuan antara dua insan yang tak pernah lelah dalam permainan yang membuat jiwa mereka merasakan terbang melayang.


Chyntia yang memegang kendali permainan yang menguras keringat dan tenaga itu. Derald hanya memejamkan mata merasakan sensasi dari tarian indah Chyntia. Mereka melemas seketika saat keduanya mencapai indah nirwana yang selalu mereka dambakan saat penyatuan itu.


Chyntia berbaring di samping Derald, tertutup selimut yang menutupi tubuhnya. Merasa lelah dengan aktifitas yang baru saja dilakukannya. Gadis yang masih betah dalam pelukan Derald itu meraih ponsel yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidurnya.


Berita hot news malam ini muncul saat pertama kali saat ia membuka layar ponselnya..


Wajahnya mengembangkan senyum kesenangan dan kebahagiaan melihat nama Aline Barsha ada dalam berita tersebut.


"Akhirnya ... tamat sudah perjalanan karier-mu Aline," ucap Chyntia dengan senyum liciknya kemudian tertawa renyah, kemudian meletakkan kembali ponsel miliknya. Tanpa membuka berita berikutnya yang menyebutkan korban lain dari kecelakaan yang di alami Aline.


Derald yang masih terjaga terpaksa membuka mata saat mendengar tawa dari Chyntia.


"Kenapa Beb? sepertinya bahagia sekali. Apa yang terjadi?" tanya Derald seraya merengkuh tubuh Chyntia dari belakang.


"Aku lagi senang banget, Yang! rencana ku berhasil. Aline Barsha mengalami kecelakaan bersama temannya. Aku akan mengalahkannya kembali, lihat saja nanti." Chyntia berucap seraya membalikkan tubuhnya menghadap Derald.


"Memang apa yang kamu lakukan?" Derald memberikan sentuhan lembut pada bagian leher hingga bawah menuju gundukan yang sangat digilainya."


"Aku menyuruh orang buat merusak rem mobil agar mobil Aline hilang kendali, Aaahh ...," suara merdu itu mengalun indah di kamar apartemen milik Chyntia saat sentuhan lembut dari Derald mendarat di kulit putihnya.


Gadis itu menghentikan aksi Derald kemudian berbisik lembut padanya. "Karena Aku sedang senang malam ini, Aku akan memberikan sesuatu yang membuatmu terbang ke nirwana. Aku akan memberikan servis istimewa buatmu," bisik Chyntia lembut.


Malam itu terjadi kembali penyatuan dua insan yang kesekian kalinya untuk dua orang yang merasa senang akan musibah yang terjadi kepada lawan saing dari mereka.


.


.


.


.


Ko Teteh Author jadi pengen getok tuh Chyntia ya. Kejam banget jadi orang.


malah asik berdua lagi ... 😤😤


Jangan lupa dukungannya ...


👍like


✍️ komen


❤️ tap Love untuk yang belum ya,,


Yang punya kopi atau bunga silahkan memberikan dengan suka rela...

__ADS_1


Salam hangat dari teteh Author Mayya_zha😘


__ADS_2